
Penyataan berani Arief membuat seluruh dunia tercengang, siapa yang menyangka ternyata Fairy Dance sudah ada di tanah dewa.
Pasalnya untuk sampai di tanah dewa mereka butuh level 700 atau diatasnya. Meskipun belum ada yang level 700 di Fairy Dance kecuali Blue, itu menimbulkan tanda tanya besar.
Pemain nomor 2 di Domain Dewa saja masih level 699 yang sebentar lagi akan mengambil ujian naik ke tanah dewa. Namun Fairy Dance dan anggotanya sudah mengumpulkan sumber daya di tanah dewa.
Semua ketua guild sekarang mengerti mengapa pondasi Fairy Dance sangat kuat meski sudah diguncang isu dan pengkhianatan.
Rumor mengatakan Fairy Dance sudah kehilangan lebih dari setengah anggotanya, tetapi tidak ada pergerakan resmi dari petingginya.
Sekalinya keluar, Fairy Dance menampilkan sosok paling dihormati sekaligus paling dibenci seluruh dunia. Dia adalah Blue, pemain yang menyapu bersih quest utama Domain Dewa.
Leon mendekati Arief yang keluar dari konferensi pers. "Ada banyak anggota yang ingin kembali?"
Arief tersenyum manis tapi matanya masih tampak dingin, Leon memahami perasaannya. "Aku serahkan urusan itu padamu."
Arief melanjutkan langkahnya, tetapi setelahnya ia berhenti sejenak. "Sekali berkhianat akan terus menjadi pengkhianat."
Leon tersenyum tipis karena keputusannya sudah mendapat persetujuan. "Baik."
Setelah menggelegar konferensi pers, Arief masuk ke Domain Dewa dan melanjutkan petualangan.
...[Selamat datang kembali, Tuan Blue Sang Raja Segalanya.]...
Blue menghela napas dan memaksimalkan kelima indera tubuhnya. "Sejak kapan sistem jadi begitu detail."
Kebangkitan karakter Blue ada di wilayah kerajaan Kuala, Serly dan semua rekan-rekannya membangun sebuah bungker untuk bersembunyi.
Setelah pasukan Fairy Dance melemah dan beberapa budak mati di tangan Hades, Serly dan sebagian orang-orang Fairy Dance lari ke bawah tanah.
Hades dan pasukannya memang kuat, tetapi Serly dan pasukannya tidak mudah dikalahkan.
"Bos, akhirnya kamu kembali." Serly tampak khawatir dengan keadaannya.
Blue tersenyum tipis dan mengelus kepala Serly. Entah apa yang terjadi, Blue bertambah tinggi jadi bisa melakukannya dengan mudah.
"Ya, maafkan aku."
Meskipun terasa sebentar untuk Blue, Serly dan semua kelompoknya merasakan berbulan-bulan ketidakhadiran tuannya.
Serly menceritakan semua keluhan dan banyaknya anggota yang tewas. Blue tidak bisa membenarkan dirinya, ia langsung menyambangi para budak yang masih hidup.
"Terima kasih untuk kalian semua yang masih percaya padaku. Sekarang berdiri dan tutup mata!" kata pertama Blue selamat sedikit membingungkan.
Namun 28 budak yang masih hidup menuruti permintaannya, termasuk Melvin Moldova yang kehilangan satu kakinya.
Blue menekan tombol berikan energi kehidupan, kali ini dia tidak tanggung-tanggung. 28 miliar Energi Kehidupan diberikan, Blue harus melakukannya untuk membalas budi.
28 budak yang menjadi pilar Fairy Dance mulai merasakan energi mereka melonjak. Kaki Melvin yang terputus mulai tumbuh dan fisiknya meningkat.
"Bos, apa yang..."
Melvin menghentikan perkataan karena ia melihat Blue berlutut dengan satu kakinya. Serly dengan sigap langsung membantunya.
Tanpa mengucapkan apapun, Blue dan Serly kembali ke ruangan. 28 budak hanya bisa terdiam, mereka mengalami peningkatan instan. Hal ini pasti membebani tubuh tuannya, jadi tekadnya semakin bulat membela Fairy Dance, khususnya Blue itu sendiri.
Emma masuk ke dalam ruangan, ia menarik pedangnya. "Tugas kita tetap sama!" teriaknya penuh semangat.
Beberapa sosok dari Dunia Buatan juga keluar membuat kerusuhan dan merebut kembali wilayah kekuasaan Fairy Dance.
Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 45 ribu Dewa Puncak muncul dan menghanguskan setiap kekuatan yang melawan Fairy Dance.
Tobias memimpin pasukan bayangan menebas semua orang yang memiliki lambang Pengadilan Surgawi.
Blue sebenarnya hanya berpura-pura, ia ingin meningkatkan motivasi para budak membuat kekacauan.
Wilayah kekuasan Fairy Dance berkembang sangat cepat, hal itu membuat kecemburuan kaisar lainnya.
Peperangan lebih intens terjadi setelah Blue dan Osiris bertemu kembali. Mereka saling berhadapan dan tersenyum tipis.
Osiris menghela napas. "Huh, mau bagaimana lagi. Hades sudah mengendalikan hidupku sepenuhnya. Jadi alangkah baiknya memanfaatkan kehidupanku!"
Blue menarik Dual Secret Sword. "Kali ini akan berbeda," katanya dengan ekspresi serius.
Osiris menarik pedang terkutuk dari ruang penyimpanan. "Aku mendapatkan ini dari Hades, faktanya ini adalah pedang yang meniru sifat pedangmu."
Keduanya terbang tinggi, Blue melebarkan 8 sayap hitam dan mengayunkan pedangnya. "Rekanku tidak akan kalah!" teriaknya penuh keyakinan.
Osiris menangkis serangannya dan tertawa keras. "Tidak ada pedang yang sempurna di dunia ini, jangan membuatku tertawa lagi!"
Tidak dapat dipercaya, Dual Secret Sword sedikit terdorong dan energinya termakan. Blue segera menarik dan menyesuaikan pijakannya.
"Wus..."
Suara jubah raja api yang berkibar akibat angin yang dihasilkan. Blue melirik pedangnya, ada sedikit goresan di bilah pedangnya.
...[Dual Secret Sword merasa sangat senang. Dua kepribadian menginginkan persetujuan anda?]...
Jujur saja Blue bingung dengan persetujuan yang dimaksud. Tanpa pikir panjang ia menekan tombol terima dan sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Aura hitam pekat bercampur dengan ungu kehitaman. Dua energi itu membungkus tubuh Blue dan merubah warna Duel Secret Sword.
Warna yang awalnya gelap sekarang mendapatkan aksen emas. Pedang yang awalnya terlihat suram karena hanya ada warna hitam berubah menjadi sangat mewah. Jubah Raja Api dan semua peralatan yang ada di tubuh Blue merespon dan berevolusi.
Semua peralatannya memancarkan warna emas yang menandakan Raja Segalanya. Mahkotanya yang biasanya ditaruh lengan otomatis berpindah ke dahinya.
"Karena pertarungan ini akan menentukan nasib kita, bagaimana kalau aku langsung serius?" tanya Blue.
Sosok monster gendut dengan sayap kecil muncul di belakangnya. Dia adalah monster neraka yang dipanggil pedang kanan.
Sosok lainnya muncul di belakang, manusia dengan penutup mata berwarna putih dan 6 sayap putih. Dia adalah Malaikat yang membawa trisula.
Osiris tercengang melihat lonjakan kekuatan yang ditunjukkan Blue. "Sepertinya Hades salah memilih musuh," katanya sambil menggelengkan kepala.
Blue tidak menjawab dan melambaikan tangannya. Dua sosok monster dari neraka dan malaikat langsung menerjang Osiris.
Keduanya memiliki 80% kekuatan Blue, jadi dua monster itu saja sudah cukup membumi hanguskan Kerajaan Moskow.
Ditambah lagi kelompok manusia kecil berwarna hitam menyelinap di sela-sela pertarungan mereka. Tobias dan Emma saling melirik dan mengayunkan pedangnya bersama.
Targetnya tidak lain adalah cimera. Tobias dan kelompoknya berbelok ke kiri, sedangkan Emma ke kanan.
Hades yang menonton pertarungan tidak bisa menahan keterkejutannya. Tidak hanya dua monster yang mengerikan, tetapi semua pasukan yang dibawa Raja Segalanya tidaklah lemah.
"Brengsek, siapa sebenarnya bocah sialan itu!"
Dua monster memukuli Osiris hingga sekarat. Meskipun tubuhnya bisa regenerasi dengan cepat, Dual Secret Sword terus menyerap jiwanya dan pedang tiruan.
Blue menjentikkan jarinya, puluhan simbol rumit aktif dan membentuk sebuah formasi yang menjulang tinggi ke langit.
"Osiris, aku tahu kau sangat tersiksa. Jadi matilah dengan tenang." Blue meraih kepala musuhnya dan menyerap semua energi Osiris dan cimera.
"Haha, bodoh!" tawa Hades terdengar sangat keras.
Memang bodoh menyerap cimera terkuat yang mengorbankan ratusan ribu orang. Namun Blue punya pengalaman yang lebih menyakitkan.
Serangan mental menggerogoti kesadarannya. Ribuan jiwa mencoba memakan Blue, tetapi ia tetap tersenyum.
Meskipun pelan, beberapa orang didekatnya masih mendengar. Blue mengucapkan, "Tidak ada yang lebih menyedihkan dari kehilangan dua orang yang paling kau sayangi dua kali dan di waktu yang sama."
Air mata hitam keluar dari sudut matanya. Blue masih tersenyum dan mencoba menyembunyikan kesediaannya.
Formasi yang mengurung mereka berdua hancur, Osiris kehilangan raganya. Sosok transparan tersenyum dan mengucapkan, "Terima kasih."
Blue memejamkan matanya. Mungkin kehilangan kedua orang tua terlihat sepele di mata orang lain, tetapi bagi Blue yang hidup dua kali itu sangat menyakitkan. Bahkan jika dia diberikan pilihan untuk bunuh diri, ia akan melakukannya.