
Blue tidak ingin tergesa-gesa, ia harus memikirkan konsekuensinya. Ruangan yang ia sewa tidak terlalu bagus, bisa-bisa akan meledak jika ada benda Mistik muncul.
"Ayo temui Kamal!" ucap Blue dengan senyum manis.
Yami dan kelompoknya juga dipanggil untuk mendampinginya. Blue segera menuju tempat pemilik desa, alisnya langsung mengerut ketika melihat bangunannya tidak semegah tempat lainnya.
"Apa ini benar-benar tempatnya?" tanya Blue pada seorang pemandu dari rumah petualang.
"Tentu saja benar, ayo masuk dan temui pemilik desa secepatnya."
Blue langsung curiga karena melihat dua pemain yang memandu bisa masuk ke dalam tempat penting dengan mudah. Matanya langsung melirik ke penjaga pintunya yang tampak sangat lemah.
Yami dan Liem memperingatkan tuannya bahwa ditempat ini cukup berbahaya. Rafaela dan Kitty hanya diam saja karena mereka cukup kuat untuk menghancurkan seluruh bangunan sendirian.
Akhirnya Blue dan kelompoknya ikut masuk ke dalam bangunan kecil yang tampak sangat mencurigakan. Dua pemandu melebarkan senyumnya dan berbalik serta menunjukkan tatapan jahat.
"Segera berikan semua barangmu!" seru salah seorang pemandu.
Seorang pria yang cukup familier muncul dari kegelapan, ia adalah bosa kelompok ini. "Bagus-bagus, mari lihat ikan apa yang kau tangkap hari ini!"
Tubuh kekar dan mata sipit membuat pria itu terlihat lucu di kata Blue yang tingginya 187 centimeter, dibandingkan dengan bandit yang hanya 170 centimeter.
Sekelompok bandit lainnya juga datang, mereka menggunakan simbol tertentu untuk membatasi kekutan Blue. Sayangnya layar merah merespon dan menghilangkan semua efek buruk yang lebih lemah darinya.
"Siapa kalian? dimana pemilik desa?"
Blue mencoba berperan sebagai pecundang yang polos, tujuannya tidak lain adalah informasi yang akurat. Ia masih meyakini informasi dari penjahat sangatlah berguna daripada para politisi yang mengumbar kebaikan.
Liem dan Yami saling memandang, mereka langsung paham dan menundukkan kepalanya. Tampak seperti ketakutan pada para bandit rendahan. Berbanding terbalik dengan Kitty dan Rafaela yang punya kepercayaan diri terlalu tinggi.
Pemimpin sindikat perampok itu mendekati Blue dan mendekatkan wajahnya. "Jangan banyak bicara dan serahkan semua milikmu!"
Blue mengangkat sudut bibirnya, ia merubah rencana dari berpura-pura bodoh menjadi bandit yang sebenarnya. Tangan kananya langsung mencekik pria yang lebih rendah darinya.
Matanya tampak sangat tenang seperti psikopat yang harus darah. "Oh..."
Lengannya di angkat hingga pemimpin sindikat perampok itu melayang. Blue tidak melepaskannya meskipun lawannya meronta-ronta mencoba membebaskan dirinya. Yami dan Liem juga bergerak menghentikan kelompok yang lainnya.
"Apa kau masih meminta milikku?"
"Ampun, Bos! aku hanya orang suruhan yang tidak tahu apa-apa!"
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Blue dengan tatapan tajam serta senyum jahat yang masih belum hilang dari wajahnya.
"No Name, mereka mengirim banyak bandit asli untuk merebut desa!" ungkap pemimpin salah satu sindikat perampok.
Sebagai perampok ulung, pemimpin sindikat perampok itu sangat paham tentang siapa Blue dan kelompoknya. Dia bisa yakin bahwa Blue dan kelompoknya bukan sosok bisa disinggung.
Tatapan yang mematikan itu mengatakan bahwa Blue harus menjadi temannya, kalau tidak bisa ia harus menjauh darinya.
"Oh, No Name. Ceritakan semuanya tentang mereka."
No Name adalah sebuah guild yang berdiri sejak awal perilisan Domain Dewa. Mereka menginvestasikan banyak uang untuk membangun sebuah wilayah kekuasaan yang aman dan menguntungkan.
Oleh karena itu, para petinggi mereka menyewa sejumlah para preman asli di dunia nyata untuk melancarkan rencananya. Terbukti No Name menjadi guild yang tidak boleh di singgung oleh siapapun di dunia ini.
Jaringan mereka paling luas di Benua Selatan. Makanya mereka bisa mengirim para perampok ke desa milik orang lain tanpa ketahuan. Uang di Benua Selatan sangatlah penting untuk kehidupan sehari-hari.
Suatu ketika, Kamal si pemilik desa kecil di utara Benua Selatan menyinggung guild No Name hingga seluruh teman-temannya di paksa meninggalkan guild.
Sampai akhirnya hanya ada Kamal yang ada di dalam guild Rose Gold. Meskipun begitu, beberapa member lama masih mempertahankan desa ini untuk singgah sebentar.
Sudah 6 bulan Kamal dan desanya mengalami kerugian yang parah. Bahkan hingga membuat perusahaan Kamal di dunia nyata mendapatkan dampak dari keras kepalanya melawan No Name.
Fairy Dance yang merupakan kuda hitam di Benua Selatan juga terkena dampak, Reza memilih memperbaiki hubungan internal daripada membantu sesama.
Blue tidak menyalahkan keputusan baik Reza, tetapi keputusan baik belum tentu menghasilkan kebaikan untuk kemajuan guild.
9 super guild bergabung dengan No Name karena memiliki keuntungan yang lebih menjanjikan. Bisa dibilang No Name adalah guild paling besar di Benua Selatan saat ini. Meskipun begitu, mereka tidak pernah membuat pergerakan pada Fairy Dance secara terbuka.
Reza mengetahui kekuatannya, makanya ia memilih untuk dia dan memperbaiki kekuatan internal.
"Jadi No Name adalah gabungan dari 9 super guild?"
"Tidak, No Name hanya satu guild yang sangat menjanjikan. Makanya 9 super guild lainnya bergabung untuk mendapatkan keuntungan tang pasti."
Blue mulai memahami mengapa tidak ada orang yang berontak ketika seluruh Benua Selatan dikendalikan oleh 9 kelompok.
"Baiklah, kalian enyah!" seru Blue sambil menendang bokong ketua sindikat perampok.
Semua kelompok perampok segera pergi, mereka tidak takut mati tapi takut dengan orang kuat yang akan menyiksanya sampai mati. Alasan mereka mau bergabung dengan No Name karena siksaan yang didapatkan sebelumnya.
Blue melirik rekan-rekannya. "Tujuan awal kita mencari informasi lengkap. Kalian berempat akan bergerak bersamaan," pita Blue sambil membuat dua bayangan yang mengenakan topeng berwarna biru.
Semua orang langsung bergerak dan mencari informasi, Blue tidak bisa menyusun rencana jika tidak memiliki informasi yang akurat.
"Ini akan menjadi sangat seru." Blue melebarkan senyumnya karena otaknya telah berpikir untuk menghancurkan guild yang bernama No Name.
Mungkin terdengar konyol, tetapi Blue akan membuktikan bahwa Fairy Dance bukan guild yang mudah digertak.
Tepat setelah Blue keluar dari gedung, sekelompok orang dengan pakaian sama persis mengepungnya.
"Angkat tangan jangan berontak dan ikuti kami ke kantor!" seru salah seorang petugas keamanan.
Blue kebingungan, ia tidak melakukan apa-apa tetapi sekelompok penjaga sudah mengepungnya tepat setelah mengusir para perampok. Sudut bibirnya langsung terangkat sekaligus mengangkat kedua tangannya.
"Baik, tunjukkan jalannya."
"Bagus, untuk seorang penjahat kau sangat tenang!" ejek salah seorang petugas keamanan.
Blue hanya diam tanpa kehilangan senyumnya. Kejadian ini akan mempersingkat pertemuannya dengan pemain bernama Kamal dan mengajaknya bergabung dengan Fairy Dance.
Tepat seperti dugaannya, para petugas keamanan membawanya ke gedung guild yang sangat megah. Kamal menunggunya di lantai pertama dengan senyum manis.
"Akhirnya aku menemukanmu, bajingan!" seru Kamal yang tidak bisa menahan emosinya, ia selalu dipermainkan oleh para sindikat perampok.
"Sepertinya otakmu masih belum benar." Blue tersenyum dan memprovokasi Kamal untuk menunjukkan dominasinya.
Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, petugas keamanan yang mengantar langsung mengayunkan pemukulnya. Sayangnya Blue sigap dan menangkap tongkat pemukul dengan tangan kiri.
"Baiklah, mari bicara." Blue mengedipkan matanya pada Kamal dan menyuruhnya mengeluarkan petugas keamanan.
"Keluarlah, biarkan aku bicara padanya."
"Tuan, jangan sampai terpengaruh padanya. Dia hanya ingin membesar-besarkan No Name untuk mengancam kita!"
"Ya aku tahu."
Jawaban serius Kamal membuat petugas keamanan itu tidak bisa membuat alasan lagi. Dia segera pergi dari ruangan dan langsung menguping dari balik pintu.