Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kerusakan Mental


Pertarungan di Gunung Harimau Putih sudah selesai, tetapi langit masih merah karena ada pertarungan lain di luar bumi. Arief melihat ayahnya tergeletak tanpa nyawa langsung berlari dan memeluk ibunya, tanpa sadar air mata yang selama ini terpendam langsung jatuh.


Yuliana tidak bisa menahan tangisnya, ia penyebab Doni Baskoro tewas. Hanya karena ingin bertarung, Doni malah mengorbankan dirinya untuk menahan serangan lawan dikala Yuliana sudah tidak bisa bergerak.


Pertarungan mereka sangat cepat, Yuliana memperkirakan hanya terjadi 2 menit. Pasukan Seven Soul membantu dan menyelesaikan semua dengan sekejap mata. Namun nyawa Doni sudah tidak tertolong lagi, Arief dengan langkah tergesa-gesa mendekati pria berbaju biru.


“Hidupkan kembali ayahku, bukankah kau sangat kuat!”


Pria berbaju biru tersenyum manis. “Aku tidak akan melakukannya, meskipun aku bisa melakukannya dengan mudah.”


Arief tidak bisa menahan rasa putus asa, ia berlutut untuk pertama kalinya. “Tolong!”


“Maaf, aku tidak bisa. Bumi dan alisan waktu ini akan hancur jika aku membantumu.” Pria berbaju biru langsung pergi. Dia tidak ingin berlama-lama di bumi karena pertarungan sebenarnya sudah pecah. Jika terlambat semua orang di bumi akan musnah.


Arief menatap langit melihat semua pasukan khusus Seven Soul menghilang meninggalkan jasatnya pada seorang pemuda bertubuh kecil.


Pria kecil itu menjentikkan jari, tanah yang diam tiba-tiba retak. Pepohonan yang diam mulai bergerak, akar-akar mereka memandu para pejuang Seven Soul yang gugur ke dalam tempat peristirahatan terakhirnya.


Tiba waktunya Doni Baskoro, Yuliana tidak mau melepaskannya. “Tidak, biarkan aku menguburnya sendiri.”


“Sebaiknya jangan terlalu lama memegangnya. Racun yang ada di tubuh pria itu akan segera menyebar.”


Arief yang mendengarnya langsung mengalihkan pandangannya ke pria kecil. “Maksudmu ayah masih hidup?”


“Tidak, dia sudah mati sepenuhnya. Tapi kekuatan jiwa miliknya terus menekan racun supaya tidak menyebar.”


Yuliana dengan berat hati memberikan jasat suaminya pada ranting pohon yang menjalar dan menguburnya. Arief menatap kosong ke arah jasat ayahnya, ia merasa dirinya tidak berdaya dan terlalu lemah.


Tanah yang terbuka menutup dengan sendirinya, tidak ada yang tahu ilmu sihir apa yang digunakan pria kecil itu. Tapi Arief dan Yuliana melihatnya sendiri kejadian itu.


Sebelum meninggalkan keduanya, pria kecil itu melihat Yuliana dan Arief dengan tatapan sedih. “Nikmati waktumu. Maafkan aku!” gumamnya pelan.


Perkataan itu ditujukan pada Yuliana yang sebenarnya sudah terkontaminasi racun mematikan. Arief yang datang terlambat tidak mengetahuinya, jadi ia tidak dapat memahainya dengan benar.


Setelah cukup jauh, pria kecil itu membuka penutup kepalanya. Sosok yang familier terlihat, dia adalah Doni Baskoro yang telah menyamar untuk melepaskan semua ikatan dari dunia. Karena setelah ini dia akan berjalan di barisan depan sebagai pelindung bumi bersama Shie Sang Naga Hitam. Kesempatannya hidup sangat rendah, bahkan bosnya mengatakan mereka akan mati tanpa bisa memasuki roda renkarnasi. Itulah sebabnya Doni Baskoro harus menghapuskan ikatannya dengan seluruh keluarga supaya Arief atau Yuliana tidak terkana efek tersebut.


Disisi lain Arief dan Yuliana masih duduk di depan makam Doni Baskoro. Kedunya tampak merenung dan menatap kosong ke arah tanah yang mengubur semua anggota Seven Soul.


Jessica dan Amelia datang dengan langkah terburu-buru, keduanya khawatir terjadi sesuatu pada bosnya. Melihat ada makam yang sangat banyak, Amelia mendekat dan tiba-tiba meneteskan air mata. Ini adalah pertama kalinya Amelia menangis hingga gaguk tak bisa mengeluarkan suara, begitu pula dengan Jessica yang selangkah dibelakangnya. Keduanya terjatuh dan duduk sambil menundukkan kepala, Doni Baskoro tertulis di batu nisan.


Tidak ada yang menyebarkan berita tentang kematian Doni Baskoro, tetapi semua pasukan Garuda berkumpul ke Gunung Harimau Putih untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka semua punya tim intelegen yang bagus, jadi informasinya tersebar sangat cepat.


Aries Hardiman datang dan memukul tengkuk kedua mayat hidup yang memandangi tanah. “Hei, urus mereka berdua dan berikan surat ini setelah bocah ini bangun.” Sepucuk surat diberikan pada Jessica untuk diberikan pada Arief.


Dalam sekejap mata, Aries Hardiman menghilang dan sampai di kamar Arief. Dia langsung membiarkan mereka berbaring dan segera pergi setelahnya. Langit masih berwarna merah, beberapa orang panik dan mengira ini adalah kiamat untuk bumi.


Hari berat sudah beralu, Arief dan Yuliana mulai bangkit dan melepaskan kepergian ayahnya.


“Jadi seperti ini caramu melepaskan kami.” Arief sadar akan keberadaan aura ayahnya, meskipun masih lemah dia punya kemampuan yang tidak di miliki orang lain.


Pria kecil yang mengubur semua anggota Seven Soul adalah Doni Baskoro, Yuliana tidak menyadarinya karena dia jauh lebih lemah. Arief tidak bisa memaksakan kehendaknya, ia membantu ibunya bangun dan mencoba untuk menguatakan hatinya dengan pelukan.


“Semua sudah berlalu, Bu. Ayo ke rumah sakit.”


Yuliana tidak menjawab, ia masih menatap kosong ke arah kuburan suaminya. Setelah beberapa saat ia kehilangan kesadaran, Arief langsung menggendongnya dan berlari ke mobil terdekat. Tanpa memperhatikan sekitar ia langsung menancap gas menuju rumah sakit terdekat. Jessica dan Amelia mencoba mengikuti, tetapi mereka tertinggal.


Tidak berasa tujuh hari berlalu, Arief tidak dalam kondisi baik. Dia menunggu ibunya di rumah sakit untuk menunggu kesembuhannya. Sebenarnya Arief sudah tahu, tekanan mental sangat sulit disembuhkan, bahkan dengan kekuatannya sekarang.


Hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan ibunya, Arief mencoba mencari cara dengan membaca ratusan buku dalam seminggu. Namun hasilnya masih nihil, Yuliana masih koma di kasur rumah sakit dengan kondiri mental yang tertekan. Zaha dan Nindia menemaninya selama ini, mereka juga membaca semua buku dan mencari jalan keluar untuk penyembuhan mental.


Langit masih berwarna merah darah, kekacauan mulai muncul. Beberapa manusia menganggap ini adalah kiamat. Makanya mereka memilih untuk melakukan sesuatu yang sangat ingin dilakukan. Bahkan beberapa ada yang mencoba untuk membunuh musuhnya.


Angka kriminal meningkat pesar, beberapa saintis yang percaya akan kehancuran dunia mulai bunuh diri supaya tidak melihat kiamat. Beberapa dokter bedah juga mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis karena penyakit aneh mulai menggerogoti seluruh umat manusia di bumi.


Arief tahu musibah ini akan memakan ratusan juta manusia di seluruh dunia. Tapi dia tahu, mereka yang lemah saja yang akan mati, sedangkan mereka yang kuat tidak akan mengalami hal tragis seperti itu.


“Zaha, Nidia kenapa kalian tidak pulang bersama keluarga?”


Zaha dan Nidia tidak menjawab, mereka hanya tersenyum dan berharap akhir hidupnya bersama dengan orang tersayangnya. Nidia sudah kehilangan orang tuanya, ia hidup bersama ayah dan ibu angkat. Jadi ikatan batin antara mereka tidak seerat orang tua kandung, berbanding terbalik dengan Zaha yang memiliki dua orang tua yang menyayanginya. Namun Zaha memilih bersama Arief juga karena persetujuan orang tuannya.


“Aku tidak tahu mengapa kalian diam. Jadi kenapa kita tidak bermain Domain Dewa?” tanya Arief mencoba membangkitkan gairah bertarungnya.


“Tentu.”


“Ayo!”


Keduanya memberikan persetujuan, Arief memesan mesin Domain Dewa untuk dipasang di kamar rumah sakit. Dia tidak ingin meninggalkan ibunya sendiri di rumah sakit karena dunia sedang di landa kepanikan.


Arief ingin masuk Domain Dewa bukan tanpa alasan, ia ingin mencari informasi terkait keadaan mental. Mungkin saja ada petunjuk yang membantunya membagunkan Yuliana yang sudah menjadi Kembang Amben atau bunga kasur. Bunga kasur yang dimaksud adalah keadaan Yuliana yang punya sedikit kesempatan hidup dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


[Selamat datang di Domain Dewa pemain Blue.]


Blue membalik dan melihat kedua tangannya, ia merasa tangannya tidak seperti di dalam game lagi. Semuanya tampak sangat nyata dan ia mencoba mencubit pipinya.


“Apa yang terjadi?”


Blue kebingungan karena situasi ini tidak penah ia lalui di kehidupan sebelumnya, kenyataan dan Domain Dewa sudah tercampur. Rasa sakit dan semua keterampian dunia nyata bisa digunakan di Domain Dewa.