
Dengan arahan dari Blue, kombinasi kelompok Rasyd menjadi semakin baik dan efisien. Santi menggunakan skill pendukung dengan baik, Winda bisa menggunakan doble casting atau dua sihir dalam satu waktu.
“Yudi, mundur sedikit. Puguh gantikan posisinya untuk sementara. Jangan sampai terkena kerusakan dalam 5 detik ke depan.” Blue memberikan perintah untuk kelompok yang ia bimbing.
Sesuai perkataannya, Yudi segera mundur kebelakang dan Puguh mengambil perannya sebagai tank. Santi menggunakan keterampilan untuk menyembuhkan Yudi yang darahnya sudah berwarna merah.
Winda menggunakan serangan api dan angin dalam waktu bersamaan, ia menciptakan badai api yang membatasi pandangan monster. Puguh yang berdiri di depan segera menggunakan keterampilan jarak jauh yang ia miliki.
Rasyd dan Putra menunggu kesempatan untuk menyerang, mereka tahu serangan Winda bisa menyakitinya setelah pembaruan sistem.
“Rasyd jangan berdiri disitu, cari tempat paling cepat untuk memberikan kerusakan. Putra, kamu adalah seorang assassin, jangan memperlihatkan tubuhmu seperti itu!”
Pertarungan kelompok Rasyd berhasil mengalahkan bos monster dengan kombinasi serangan yang baik. Blue segera mendekat dan mengambil barang yang dijatuhkan oleh bos monster, ia melihat beberapa barang berharga.
“Apa ini yang kalian incar?” tanya Blue mengangkat sebuah batu berwarna hitam pekat.
“Akhirnya batu itu jatuh!” seru Rasyd dengan nada penuh semangat, ia segera mengeluarkan barang yan tidak berguna memasukkannya dalam ruang penyimpanan.
Pemberitahuan sistem yang muncul di depan Rasyd membuatnya terlihat senang, begitu pula dengan seluruh kelompok yang menerimanya juga. Karena Blue tidak masuk kelompok ia hanya diam saja dan membiarkan semua orang senang.
“Memangnya apa yang membuat kalian begitu senang?” tanya Blue dengan suara pelan.
“Kami menyelesaikan misi kerusakan pasti, lumayan bisa menambahkan 200 kerusakan pasti untuk setiap serangan.” Rasyd menjelaskan bagaimana cara mereka mendapatkan misi tersebut, menurutnya membagi informasi pada instruktur bukan hal yang buruk.
“Itu artinya kalian bisa mengambil misi terus menerus?” tanya Blue.
“Kami tidak tahu, tetapi setelah mengalahkan bos kadal sangat sulit mendapatkan batu tadi. Artinya setiap kelompok hanya bisa mendapatkan batu itu satu kali.”
Rasyd juga menjelaskan detail misi beruntun yang bisa meningkatkan kerusakan pasti miliknya. Setelah mengobrol beberapa waktu, Blue meninggalkan kelompok dan segera menuju kota untuk mencari misi tersebut.
“Misi yang bisa diulang, ini sedikit aneh. Ayo temukan rahasianya!” ucap Blue mengeluarkan Raul yang berwujud serigala.
Kecepatan lari Raul sudah tidak bisa dikalahkan oleh Blue, ia harus mengakui Raul adalah ahlinya dalam berlari jarak jauh.
Setelah sampai di Kota Yu, Blue segera menuju tempat yang diberi tahu dan mencari penduduk pribumi yang di maksud Rasyd. Sesuai dengan informasi, pria paruh baya yang ada di sebelah gang memberikan misi yang sama.
“Anak muda, tolong bunuh Bos Lizard dan ambil batu jiwa untuk menenangkan arwah putriku!” kata pria paruh baya yang matanya tampak hitam karena putus asa.
...[Kalahkan Bos Lizard, jika berhasil akan memberikan kerusakan pasti sebanyak 200 poin.]...
Blue yang sudah memainkan Domain Dewa puluhan tahun segera mengetahui ada yang janggal dengan pernyataan pria tersebut. Kata kuncinya ada di arwah putrinya, Blue menyetujui permintaan dan segera masuk ke sarang bos lizard.
Dengan kemampuan Blue, ia bisa membantai semua Lizardman dengan sangat mudah dan cepat. Raul yang menemaninya menjadikan pemburuan jauh lebih cepat.
“Raul urus bos monster di sini. Aku akan mencari petunjuk di dalam ruangan bos.” Blue malah berjalan-jalan menyusuri dinding untuk mencari petunjuk tambahan, ia hanya mempunyai kata kunci putri pria tersebut.
Ela keluar dari ruang penyimpanan karena ia ingin menggerakkan tubuh setelah fokus menyembuhkan diri. Bee dan Elvy belum bisa keluar karena lukanya jauh lebih parah dari yang diduga.
Blue juga menggunakan 10 energi kehidupan setiap detik untuk membantu penyembuhan Bee, ia merasa bersalah karena membiarkan pangeran itu membahayakan nyawanya. Elvy membantu mengamankan tubuh Bee supaya stabil dan mempercepat penyembuhannya.
Raul dan Ela bertarung melawan bos kadal dengan santai, ia tidak diperintahkan untuk melawan bos dengan serius dan membunuhnya dengan cepat. Sampai akhirnya mereka bermain-main dengan bos kadal untuk menghabiskan waktu.
Akhirnya Blue menemukan semua altar aneh berbentuk tangan kanan, ia melihat ada lima nama yang terukir di setiap jari tangan patung tersebut. “Nama mereka terlihat aneh,” gumamnya pelan.
Setelah menerjemahkan semua kata-kata dalam dinding, Blue menyimpulkan bahwa tempat ini adalah persembahan raja iblis. Blue mengerutkan kening karena ia tidak tahu siapa nama anak yang memberinya misi.
“Aneh, mengapa penyembah iblis punya elemen air?” gumam Blue pelan.
Menanggapi serangan bos monster, Blue mengeluarkan sayap hitam untuk terbang menghindari sihir air. Setelah menganalisa tentang sihir yang digunakan bos monster, Blue yakin bahwa ia adalah penyembah iblis.
Air yang ia keluarkan tampak biasa, tetapi Blue melihat adanya sebuah racun yang bisa mempengaruhi pemain ataupun penduduk pribumi. Tidak mau terburu-buru, Blue mencoba memancing beberapa skill yang mungkin bisa digunakan bos monster yang sudah kehilangan akalnya.
Altar berbentuk tangan tadi mulai berguncang, jiwa-jiwa yang terperangkap didalamnya mulai berteriak dan memberikan efek negatif pada semua orang yang ada di dalam ruangan. Blue langsung memasukkan Raul dan Ela untuk memastikan keselamatannya.
Dengan mengandalkan energi prana yang sudah disempurnakan, Blue bertahan dengan mudah. Ia melihat ada ribuan jiwa yang terbebas dari altar, Blue mencoba mendekat tetapi sistem memperingatkannya untuk tidak mendekat.
...[Sistem mendeteksi energi yang sangat jahat, pemain tidak direkomendasikan untuk mendekat!]...
Tidak mau mengabaikan peringatan sistem, Blue menggunakan Mata Dewa untuk memperhatikan aktifitas di sekitar altar. Ia juga melihat HP bos monster terkuras habis hingga ia mati di tempat.
Energi yang ia sempurnakan bisa menangkal kekuatan jiwa yang cukup kuat, jadi Blue tidak perlu khawatir dengan keselamatannya. Aries Hardiman pernah mengatakan bahwa teknik pengembangan jiwa miliknya sangat langka.
“Energinya mulai menurun!” gumam Blue yang masih menggunakan mata dewa.
Seorang wanita muncul dari altar, tubuhnya terbuat dari gumpalan jiwa berwarna hitam. Meskipun tampak seperti asap yang melayang, Blue bisa merasakan kehadirannya dengan teknik prana yang ia miliki.
“Terima kasih.”
Blue mengerutkan kening mendengar ucapan terima kasih dari wanita tersebut, tetapi ia masih meresponnya dengan baik. “Ya, sama-sama.”
Setelah mendengar jawabannya, wanita itu menguap layaknya uap air. Blue tidak bisa berkata apa-apa karena ruangan bos yang awalnya sangat menyeramkan menjadi sebuah ladang bunga yang sangat indah.
Tidak ketinggalan ada sebuah bangunan kecil di tengah ladang bunga, Blue mendekati ladang tersebut dan melihat bayangan wanita tadi tersenyum padanya. Pria paruh baya yang awalnya di Kota Yu muncul dan menangis di sebelah Blue.
“Selamat tinggal putriku!” katanya pelan.
Blue tidak memberikan tanggapan apapun, ia hanya tersenyum dan memandangi kebun bunga yang begitu indah.
“Paman, aku sudah menyelesaikan tugasnya.” Blue mencoba membuka pembicaraan karena ia tidak melihat pemberitahuan sistem.
“Nak, aku sangat menghargai kerja kerasmu. Awalnya aku pikir kamu berlima, tetapi siapa yang menyangka kekuatanmu begitu kuat hingga membuat pria tua ini terkagum.” Pria paruh baya tersebut menunjukkan wujud aslinya, rambutnya menjadi putih dan wajahnya seperti kayu keriput.
Blue segera menggunakan Mata Dewa,ia melihat umur kakek itu lebih dari 10 ribu tahun.
...[Sistem menemukan bahwa seorang dewa telah meninggal, Blue mendapatkan warisannya dan memberikan semua energi kehidupan yang ia miliki.]...
...[Selamat Blue telah mendapatkan 500 miliar energi kehidupan.]...
...[Dewa tanpa nama telah mewariskan semua kekuatannya. Blue ditunjuk sebagai pewaris sah.]...
...[Demigod Raja Segalanya telah mendapatkan warisan dewa, tingkat Rendah berubah menjadi tingkat atas. Energi kehidupan akan di regenerasi setiap detik, pastikan pengikut anda sangat setia.]...
Blue belum membaca semua pemberitahuan sistem karena sangat panjang, ia masih menatap tajam ke arah kakek tua yang mulai transparan. “Kakek, siapa kamu sebenarnya?”
“Aku hanya seorang manusia yang telah berhasil mendapatkan gelar dewa. Tolong teruskan semangat juang kami!”
Tidak perlu menunggu lama untuk kakek tua itu menghilang sepenuhnya. Blue masih menatap taman bunga yang begitu indah hingga ia tidak merasakan bahwa sistem telah memaksanya keluar dari permainan.