Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Mudah


Meskipun Buana menolak, beberapa temannya lebih memilih Keluarga Gong. Mereka meninggalkan Fairy Dance dan bergabung dengan pasukan musuh.


Blue tidak melarangnya, ia hanya mengatakan bahwa tindakannya lebih mulia daripada berpura-pura menjadi teman.


Buana menjaga pelabuhan baru yang diberi Nama Pelabuhan Mutiara dan menjaga Pulau Kerang. 3 ribu perahu terbang bukan batasnya, sebenarnya ia masih menyimpan banyak armada untuk berjaga-jaga.


Namun siapa yang menyangka bosnya membiarkan para pengkhianat pergi tanpa melakukan perlawanan atau pembantaian. Jadi armada cadangan yang sudah disiapkan sia-sia.


"Sudah aku duga, bos mempunyai pemikiran yang jauh ke depan!" ucap Buana membaca misi selanjutnya.


Dengan lambaian tangan ia memerintahkan setengah armada perang untuk kembali ke pulau kerang.


Meskipun keluarga gong sudah mundur dari 4 benua utama, mereka masih kokoh di Benua Timur. Tidak ada pergerakan sedikitpun, para keluarga Gong mencari jalan aman dan mencari celah aliansi.


Blue bisa fokus untuk memperluas wilayah Fairy Dance. Leon akan memberikan perintah untuk menghancurkan semua desa yang menolak aliansi.


"Sudah lama aku tidak melihat Liem dan Kitty." Blue langsung terbang menuju tempat mereka berburu, ia sudah tidak terkejut karena Liem menjadi begitu kuat hanya dalam sebulan.


Liem menggunakan Bom Api untuk menyerang monster raksasa. Setelah menggunakannya, Liem menggunakan tangan kosong untuk bertarung.


Pertarungannya dengan monster terlihat seimbang, Liem menggunakan telapak tangan yang sudah diselimuti api.


Kitty tidak tinggal diam, ia menggunakan meteor es untuk membekukan pergerakan musuh. Keempat kakinya segera berlari layaknya harimau yang kelaparan. Cakarnya mengenai musuh hingga memberikan kerusakan kritikal yang cukup besar.


Liem mengayunkan tongkatnya, 100 jarum tak kasat mata segera menyerang monster. Ledakan cukup besar membuat monster tergeletak di tanah.


Blue muncul dan bertepuk tangan. "Kerja sama yang cukup menarik!"


Liem dan Kitty sekarang sudah level 150, mereka naik level jauh lebih cepat dari dugaannya. Dibandingkan dengan Blue yang masih 210, atau sebenarnya ia level 235.


Sayangnya sistem hanya mengenalinya sebagai level 210, jadi ia sekarang tidak nomor 1 di hall of fame.


"Tuan, kami sudah level 150. Seingat ku ini waktunya melakukan skenario utama." Liem mengungkapkan isi kepalanya.


"Seperti yang kamu katakan, kita akan melakukan skenario utama setelah menyelesaikan beberapa masalah sederhana." Blue mengajak Liem dan kelompoknya untuk menuju sebuah desa di wilayah timur Benua Tengah.


Zaha dan Emma terlihat sedang berdiskusi, mereka sedikit kesusahan merebut 12 desa misterius yang ada di wilayah timur.


"Ini aneh, padahal aku sudah yakin mengalahkan mereka. Mengapa mereka bisa hidup lagi!" ungkap Zaha yang mati sekali.


Emma berhasil kabur karena ia bukan pemain. "Menurutku di sana ada formasi simbol yang memungkinkan pemain cepat untuk hidup lagi."


"Mm... aku juga merasa begitu, tetapi menurut konsep jiwa hal itu hampir mustahil dilakukan dalam Domain Dewa." Zaha mengerutkan kening ketika mengatakannya.


"Itu masih mungkin dilakukan," sahut Blue yang baru sampai menggunakan Gate.


Emma langsung berlutut untuk menghormati. Sedangkan Zaha langsung berkata, "Bagaimana itu mungkin?"


"Mereka memaksa jiwa pemain untuk terus digunakan. Artinya tubuhnya di dunia nyata terpengaruh karenanya." Blue menjelaskan teknik rahasia yang digunakan Tujuh Mawar.


"Apa mereka bodoh!"


Blue menggelengkan kepala. "Mereka tidak bodoh, malahan mereka sangat pintar karena memihak Keluarga Gong."


"Bukankah ayahku sudah setuju dengan aliansi, pasti kita bisa mengalahkannya dengan mudah!" seru Zaha dengan semangat.


"Seiring berjalannya waktu, sebuah aliansi akan meregang. Keluarga Gong hanya perlu menunggu dan memanfaatkan situasi itu untuk membelah aliansi." Blue menjelaskan kemungkinan yang mungkin terjadi.


Zaha mulai serius, ia belum sempat memikirkan kondisi jika perang dingin akan terjadi dalam jangka waktu yang lama.


Blue menggelengkan kepala untuk kesekian kalinya. "Setelah penyelidikan, mereka punya dukungan super kuat di Benua Timur. Jadi tidak mungkin bagi kita menyingkirkan mereka."


Sebenarnya Blue sempat berpikir untuk meminta bantuan Aries Hardiman, tetapi ia segera mengurungkan niatnya karena Blue tidak tahu seberapa kuat Aries Hardiman.


Menurut pengakuan ketua Harimau Putih, keluarga gong punya leluhur yang hampir sepadan dengan Aries Hardiman. Jadi Blue tidak ingin membuat dua orang kuat itu bertarung dengan nyawanya.


Pilihan terbaik yang bisa Blue lakukan adalah mencabut semua akar keluarga gong di empat benua. Makanya ia menuju wilayah Tujuh Mawar yang terkenal.


"Masalah ini menjadi lebih serius!" ucap Zaha dengan wajah serius.


"Tenanglah, kita sekarang fokus pada masalah di depan." Blue menunjuk peta. Ada 12 desa yang belum di kuasai Fairy Dance.


"Tuan, mereka punya banyak trik aneh untuk mempertahankan hidupnya. Bahkan beberapa pasukan gabungan kita telah mati." Emma melaporkan kejadian yang melandanya.


Blue tersenyum manis. "Tidak perlu terlalu takut. Kita akan menggunakan senjata rahasia!" serunya dengan suara lantang.


Zaha merubah ekspresinya menjadi senang. "Akhirnya kita akan menggila!"


"Ya, keluarkan semua pesawat tanpa awak yang kita miliki. Gunakan 5000 untuk menaklukkan desa ini!" ucap Blue sambil menunjuk desa paling dekat dengan kamp.


Emma hanya bisa diam karena ia tidak tahu apa yang sedang direncanakan tuannya. Jiwa seorang putri menjadi bergejolak karena ingin tahu.


Blue melirik Emma yang penasaran. "Ini akan menjadi era baru untuk mengalahkan musuh. Lebih baik pelajari simbol penggeraknya."


5000 pesawat tanpa awak muncul di atas kamp perlindungan. Semua pesawat langsung terbang ke arah target dan menembakkan sejumlah laser dengan kerusakan ringan.


Hanya terjadi kerusakan ringan, ada 5 ribu pesawat yang menembak bersamaan. Gerbang desa langsung hancur, semua penjaga langsung menggunakan keterampilan mereka untuk mengikat musuh.


Sayangnya pesawat tanpa awak buatan Blue dan Zaha sudah dilapisi oleh simbol pelindung. Sehingga mereka bisa bertahan dengan baik dari skill provokasi.


Ditambah lagi pesawat milik Fairy Dance telah menggunakan Batu Mana kuning. Sehingga mereka bisa menyerang terus menerus tanpa perlu takut kehabisan tenaga.


Blue melihat jam di layar mengambang. "20 menit bukan waktu yang lama."


20 menit adalah waktu yang dibutuhkan pasukan pesawat tanpa awak untuk meratakan desa. Blue tidak punya pandangan untuk merebutnya, jadi ia memilih untuk menghancurkannya.


Target kelompok pesawatnya berubah, kecepatan mereka terbang tidak lebih lambat dibandingkan kecepatan Blue dengan menggunakan status tertinggi.


12 desa benar-benar dihapuskan dalam beberapa jam saja. Anggota yang tersisa dari Tujuh Mawar marah karena 12 tempat tersembunyi miliknya dihancurkan.


4 Divisi yang masih bergabung dalam aliansi Tujuh Mawar mengancam menyerang seluruh kota Fairy Dance.


Leon membuka konferensi pers. "Aku sudah mendengar mereka marah atas tindakan kami. Namun Fairy Dance bukan guild yang mudah digertak, kemarin keluarga gong dan sekarang Tujuh Mawar. Memang apa yang berbeda!"


Seorang wartawan bertanya, "Apa anda berencana menghancurkan semua guild yang ada di Benua Tengah?"


"Mungkin saja. Selama mereka tidak menyakiti kami, tentu saja Fairy Dance tidak akan mengganggunya berkembang!"


"Ketua Leon, menurutmu apa yang akan terjadi dengan Keluarga Gong yang kalian usir dari benua tengah?" tanya seorang wartawan.


"Kami tidak pernah mengusir Keluarga Gong. Ini hanya sedikit kesalahpahaman, kalau ada niatan negosiasi mungkin kita bisa duduk bersama di satu meja."


Pernyataan Leon membuat semua orang bingung. Sudah jelas Fairy Dance adalah kekuatan yang membuat banyak guild di Benua Tengah runtuh dan bangkrut.


Seorang nenek tua muncul di dalam konferensi pers, dia adalah Maya Hartono. "Konferensi sudah selesai. Ketua Leon harus istirahat untuk jadwal esok pagi."