
Meskipun harus menahan kekesalannya, Blue masih melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ruang rahasia yang dikatakan raja.
"Mundur dua langkah, aku akan menggunakan teknik khusus untuk membukanya," kata Raja sambil merentangkan kedua tangannya.
Blue dan Terry mundur dua langkah, mereka tidak mau mengambil resiko dengan membangkang perkataan raja. Blue bisa melihat semua susunan simbol tingkat dewa di pintu dan semua wilayah ini, ia mencoba untuk mempelajarinya.
Raja melambaikan tangan dan melepaskan aura yang kuat. Pintu ruangan rahasia berhasil dibuka dan raja melangkah masuk.
"Ayo masuk, jangan terlalu berisik atau penjaga ruangan akan marah." Raja memberikan peringatan untuk membuat kedua pemuda di belakangnya waspada.
Blue langsung mencari penjaga yang dimaksud dengan mata dewa. Ia melihat 12 penjaga yang mewakili 12 bintang.
Setelah mengamati cukup cermat, Blue menyimpulkan bahwa ruangan ini adalah milik seseorang yang lebih tinggi dari dewa keberuntungan. Dengan tingkatan Dewa Keberuntungan, seharusnya tidak bisa menciptakan sesuatu seperti ini.
Raja menunjuk sebuah mahkota kecil yang ada di atas bantal berwarna merah. "Mahkota Raja, itulah yang mereka katakan. Sekarang kamu ada disini, jika takdir mengizinkan harusnya kamu bisa mengambilnya."
Blue langsung melirik raja. "Bukankah ini penipuan, bagaimana jika aku tidak bisa mengambilnya!"
"Itu sudah konsekuensi, aku tidak mengatakan ingin memberikan benda yang bisa kau bawa. Pria bertopeng itu juga tidak menanyakan hadiahnya!"
Kali ini Blue kurang cermat, ia lupa mengkonfirmasi hadiah yang ingin diberikan raja. Seharusnya ia memastikan hadiahnya bisa dibawa atau tidak.
Karena tidak punya pilihan lain, Blue melangkahkan kakinya mendekat ke mahkota raja. Tekanan di ruangan semakin berat, Terry dan Raja langsung terjatuh.
Disisi lain, Blue masih menahan dengan seluruh kekuatannya. Ia mengeluarkan sayap hitam dan jubah raja api. Tidak lupa ia menggunakan energi khusus yang ia miliki.
Langkah kaki Blue semakin berat, hingga setiap langkahnya meninggalkan jejak kaki. Anehnya Blue masih berjalan ke arah mahkota raja.
"Kamu pikir bisa mengalahkan ku dengan tekanan ringan seperti ini!" seru Blue sambil mengeratkan giginya.
Kakinya terus melangkah hingga telapak tangannya berhasil menyentuh kaca yang melindungi Mahkota Raja.
Pemberitahuan sistem mengejutkan Blue hingga ia terpental beberapa meter kebelakang.
...[Mahkota Raja telah menemukan tuannya, ia juga menemukan saudaranya sebagian keistimewaan telah terbuka.]...
...[Mahkota Raja...
...Mahkota yang tidak diketahui pembuatnya, menurut rumor ini adalah buatan tuhan yang maha esa....
...Bonus Status :...
...1. Seluruh status bertambah sesuai dengan level....
...Kemapuan khusus :...
...1. Membuat sebuah pelindung tak kasat mata dan meniadakan kerusakan jika lawannya lebih lemah darinya (dalam arti jumlah poin status.)...
...2. Kebal terhadap semua jenis serangan racun dan kutukan....
...3. Rekan yang mengikuti perintahnya akan mendapatkan 10% tambahan status....
...4. Meregenerasi energi kehidupan....
...(Kemampuan khusus lainnya belum terbuka karena level pemain terlalu rendah).]...
Mata Blue langsung memandang efek nomor 4, sekarang ia tidak perlu khawatir cara menghasilkan energi kehidupan.
Dia tidak tahu seberapa banyak energi kehidupan yang dihasilkan, tetapi itu lebih dari cukup dibandingkan menunggu di puja orang baru menambah 1 energi kehidupan.
Tidak lupa Blue segera membuka Jubah Raja Api karena ia melihat pengantar barang yang sama persis.
...[Jubah Raja Api...
...Kostum yang tidak diketahui pembuatnya, menurut rumor ini adalah buatan tuhan yang maha esa....
...Bonus Status :...
...1. Seluruh status bertambah sesuai dengan level....
...Kemapuan khusus :...
...2. Mempunyai 100% kemungkinan memberikan efek terbakar dan memberikan 120% serangan setiap detiknya. Pendinginan tidak ada....
...3. Meniadakan semua serangan satu kali ketika lawannya jauh lebih kuat dari pengguna (Pendinginan 2 jam)....
...4. Memungkinkan pemain terbang menggunakan api....
...(Kemampuan khusus lainnya belum terbuka karena level pemain terlalu rendah).]...
Ada penambahan pada jumlah kerusakan yang dihasilkan dari pembakaran perdetik dan efek nomor 4 yang memungkinkannya untuk terbang.
Karena mahkotanya terlalu kecil, Blue memasang mahkota di lengan atasnya. Ia sekarang tampak seperti pangeran yang siap untuk melengserkan tahta raja sebelumnya.
Blue segera berdiri dan membersihkan pakaiannya, ia mengenakan Jubah Raja Api yang begitu menawan hingga Terry dan Raja terkesima. Ditambah lagi ada mahkota kecil di lengan kanannya.
"Blue, kau berhasil mengambil mahkota raja!" seru Terry dengan suara bahagia.
"Ya, aku sangat beruntung bisa mendapatkannya dengan mudah." Blue tidak ingin mengatakan atribut over power yang ia miliki.
Dua penambahan status saja sudah sama dengan 1000 poin status di semua atribut. Jadi Blue tidak akan terkalahkan oleh pemain biasa.
Raja masih membatu melihat kotak Mahkota Raja kosong, kemudian ia tersenyum dan melihat Blue. "Jadi kamu adalah tuan yang sudah dipilih. Aku tidak bisa melakukan apapun."
...[Dewa Keberuntungan marah karena anda berhasil mengambil barang yang tidak ia miliki. Sekarang Dewa Keberuntungan mengancam anda untuk memberikan barang itu!]...
Blue tidak menjawab karena ia ingin mengobrol dengan raja dan terry. Setelah beberapa saat berbincang santai, Blue mengetahui fakta bahwa hadiah perebutan tahta pangeran adalah ruangan ini.
Jadi Blue bisa merasakan permusuhan dari 2 raja iblis akan akan segera bertarung demi merebut mahkota raja.
Tanpa berpikir panjang, Blue langsung menggunakan simbol dan pengikat jiwa pada Mahkota Raja. Ia tidak bisa kehilangan barang yang begitu istimewa.
Jika melakukan pengikat jiwa, barang tersebut tidak bisa dipinjamkan ataupun dijual pada siapapun. Jadi hanya Blue yang bisa menggunakannya.
Pangeran ketiga mendengar bahwa raja sudah bangun, ia langsung berlari ke istana dan menuju ruangannya.
"Kemana ayahanda?" tanya pangeran ketiga kepada pelayan.
"Beliau bersama pangeran kedua, aku melihatnya sedang ada di ruang pertemuan." Pelayan menjawab dengan nada sedikit ketakutan, ia sudah mendengar rumor tentang kengerian pangeran ketiga.
"Sial!" seru pangeran ketiga dan langsung berlari ke ruang pertemuan.
Terry dan Raja memandang pangeran ketiga yang membuka pintu dengan tergesa-gesa. Mata mereka menunjukkan rasa kasihan pada pangeran ketiga.
"Apa yang kau lihat bajingan!" seru pangeran ketiga menatap Blue yang tidak memandangnya sedikitpun.
Mendengar nada tinggi, Blue tersenyum manis pada pangeran ketiga. Ia segera menarik dua pedang di punggungnya.
"Mengapa kita tidak sedikit mengasah kekuatan?" tanya Blue dengan senyum yang belum hilang dari wajahnya.
"Aku tidak punya urusan denganmu!" kata Pangeran Ketiga sambil berjalan ke arah Raja dan Terry.
Tangannya segera dihempaskan dengan tujuan mendorong Blue. Sayangnya Blue bukan tong kosong yang mudah didorong, ia mengayun pedangnya hingga memotong tangan pangeran ketiga.
"Sepertinya tanganmu sangat tidak sopan!" ucap Blue dengan nada santai.
Pangeran ketiga yang melihat tangannya terputus langsung berteriak kesakitan. "Argh... apa yang kau lakukan bajingan!"
"Jangan berpura-pura, mereka berdua sudah tahu semua kebusukan mu!" kata Blue menatap rendah pangeran ketiga yang tersungkur di lantai.
Ekspresi pangeran ketiga yang awalnya kesakitan langsung berubah, senyumnya tambah lebar hingga matanya berubah memerah.
"Haha, memangnya apa yang bisa kau lakukan setelah mengetahui semuanya?" tanya pangeran ketiga.
Tubuhnya yang awalnya kecil perlahan berubah menjadi monster setinggi 3 meter. Bukannya takut, Blue malah mengeluarkan Jubah Raja Api dan Mahkota Raja dengan senyum manis.
"Hei, mengapa kau tampak serius?" tanya Blue dengan suara pelan.
Yami dan Rafaela muncul di belakangnya, tanpa berpikir lama Yami langsung menarik pedang dari sarungnya. Rafaela melantunkan nyanyian yang meningkatkan rekan dan mengurangi status musuhnya.