
Blue tersenyum manis. "Ibu adalah pemimpin pasukan revolusi, singkatnya mereka bisa memberimu keamanan."
Toma sangat terkejut mendengarnya, meskipun Si Putih sangat kuat dan terkenal. Siapa yang akan menduga bahwa dia adalah pemimpin revolusi yang menentang kekuasaan Keluarga Gong.
"Sepertinya tambah menarik. Aku akan mengikuti saran mu!" kata Toma sambil melambaikan tangan dan pergi.
Kakinya tiba-tiba berhenti, Toma mengatakan sesuatu tanpa membalikkan badannya. "Terima kasih, akhirnya aku punya alasan untuk melepas gelar bodoh di Tujuh Mawar."
Blue tidak menjawab, ia hanya tersenyum manis mendengar guru di kehidupan sebelumnya bebas dari sumpah Tujuh Mawar.
Setelah Toma menghilang, Blue melanjutkan perjalanan menuju sarang Raja Kalajengking. Karena perubahan sistem yang mencolok membuat pengetahuan Blue di masa depan sedikit meleset.
...[Raja Kalajengking...
...Level : 100...
...Elemen : Tanah, Racun.]...
"Mm... aku kira Raja Kalajengking hanya level 80. Untuk sementara ayo mundur." Blue memimpin kelompoknya mundur sejenak.
Tujuan Skenario Utama adalah membantu Liem mengalahkan monster, dengan kekuatannya sekarang masih belum cukup.
Meskipun jika Yami turun tangan akan mudah diselesaikan, Liem dan Kitty tidak akan mendapat poin pengalaman.
Raja Kalajengking terletak di bagian barat Desa Sahara. Blue punya rencana untuk mampir, tapi ia segera mengurungkannya karena Drakula merasakan kehadiran vampir.
"Bos, aku tidak salah lagi. Ras vampir ada di sekitar sini."
Blue menganggukkan kepala. "Baiklah, aku akan menemui mereka. Lebih baik mereka menjadi kawan dibandingkan lawan!" ucap Blue pelan.
Mata Dewa digunakan untuk mencari jejak para vampir, Blue dan kelompoknya menyusuri jejak hingga mereka sampai di sebuah gua.
"Aku tidak pernah ingat ada gua disini!" seru Blue.
"Gua ini dilindungi simbol yang cukup kuat. Mungkin kala itu mata dewa anda belum bisa mendeteksinya," sahut Rafaela sambil mengerutkan kening.
"Apa ada sesuatu yang janggal?" tanya Blue pada Rafaela.
"Aneh, mengapa hawa keberadaan vampir yang bisa membuat simbol ini sangat lemah. Jika tebakanku benar, vampir itu sedang terluka."
Blue melangkah masuk kedalam gua. "Ayo pastikan!"
Setelah melangkah beberapa kali, Blue dihadang oleh dua manusia dengan mata merah. Drakula langsung menunjukkan giginya dengan maksud menakuti lawan.
"Vampir?" tanya salah satu orang yang menghadang. Suaranya lemah menandakan mereka sedang tidak baik-baik saja.
"Mengapa kalian berkumpul di gua menyakitkan ini?" tanya Drakula yang merasakan gua ini adalah neraka bagi vampir.
"Bukannya kami tidak mau keluar, tetapi gua ini tidak mengizinkan kami keluar!"
Kedua penjaga langsung membawa Blue dan kelompoknya ke dalam pemukiman para vampir. Lebih dari 200 vampir kelaparan dan 500 lainnya beraktifitas seperti biasa.
Wujud mereka tampak sepeti manusia pada umumnya, bedanya mata mereka merah darah. Kulitnya yang putih pucat menandakan mereka sedang kelaparan.
Dua penjaga langsung berlutut di depan pohon besar. "Tuan, kami membawa manusia dari luar."
"Biarkan mereka masuk!"
Blue dan kelompoknya masuk kedalam pohon besar. Mereka tidak takut sama sekali karena para vampir ini relatif lemah. Drakula sendirian mungkin bisa membunuh semua vampir di tempat persembunyian ini.
Seseorang vampir tua dengan rambut putih dan mata sayu duduk di atas kursi.
"Manusia..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Blue menimpali, "Namaku Blue!"
"Baiklah, Blue. Kamu pasti menertawakan keadaan kami. Ras vampir yang berjaya 100 tahun lalu menjadi mayat hidup saat ini."
"Apa maksudmu?"
"Tidak, aku datang kesini ingin menawarkan hidup kedua bagi ras vampir. Layani aku dan buatlah hidupmu lebih baik!" seru Blue dengan suara lantang.
Vampir tua itu tertawa hingga lidahnya keluar. "Aku tidak pernah mendengar lelucon yang begitu menyenangkan. Anggap saja aku telah menyetujuinya, apa yang ingin kau lakukan?"
Blue membuat sebuah bola di atas telapak tangannya, bola itu terbuat dari Energi Kehidupan yang hanya dimiliki Demigod.
"Aku bisa memberimu waktu hidup. Setidaknya 5 tahun untuk saat ini."
Mata vampir tua itu langsung terbuka lebar hingga mau lepas. "Apa kamu Demigod?" tanyanya penasaran.
"Ya, aku adalah pemain sekaligus Demigod."
"Pemain?" tanya vampir tua yang tidak mengetahui keberadaan manusia pilihan sistem.
"Kami adalah manusia pilihan dari dunia lain. Singkatnya kami adalah pemimpin peperangan antar dewa atau Ragnarok." Blue mengarang cerita untuk meyakinkan vampir tua.
"Bocah bodoh, kamu pikir perang Ragnarok akan terjadi dalam waktu dekat. Peramal itu mengatakan bahwa perang hanya akan muncul setelah..."
Vampir tua tidak melanjutkan perkataannya, ia tidak mengingat siapa pemimpin perang Ragnarok. Bisa dibilang pemimpin mereka harusnya lebih dari satu orang.
"Sepertinya kau sudah mengingatnya, pemain di rancang untuk memulai perang. Oleh karena itu aku membutuhkan kekuatan kalian para ras vampir untuk bertarung bersamaku!" seru Blue dengan suara penuh percaya diri.
Walaupun ceritanya karangan, Blue merasa itu masih dalam ambang batas untuk berbohong. Menurut catatan, Domain Dewa memang didesain untuk melengserkan kekuasaan para dewa.
"Baiklah, apa yang harus aku lakukan untuk menjadi pengikut mu?" tanya vampir tua.
"Sumpah darah, aku tidak akan menerima pengikut selain mereka mengucap sumpah darah!" kata Blue tegas.
Vampir tua mengangkat sudut bibirnya. "Seperti dalam ramalan, kalian para pemain mendambakan kekuatan dan akan melengserkan kekuasaan dewa. Aku ikut!"
Dengan tubuh renta, vampir tua berlutut di depan Blue dan mengucapkan sumpah setia pada Fairy Dance dan Raja Segalanya. Tidak lupa ia mengusapkan darah di keningnya.
Cahaya kebiruan menyelimuti tubuh vampir tua, tubuh yang awalnya renta berubah menjadi remaja. Taringnya yang lama hilang muncul kembali.
Tidak hanya vampir tua yang terkejut dengan perubahan penampilannya, Blue sendiri tidak tahu itu bisa terjadi karena ia belum pernah menjadi Demigod.
"Raja Vampir, Erik bersedia melayani anda seumur hidup!" ucap vampir tua sambil berlutut.
Blue menyentuh pundaknya, pemberitahuan sistem membuatnya mengetahui bahwa diperlukan energi kehidupan untuk menyembuhkannya.
...[Erik bisa sembuh sepenuhnya dengan 15 juta energi kehidupan.]...
Tanpa ragu Blue menyetujui untuk menyembuhkan Erik dari penyakit aneh para vampir.
Anehnya mengapa Anoman membutuhkan 100 miliar energi kehidupan untuk menyembuhkannya, sedangkan vampir tua hanya membutuhkan beberapa juta.
"Tuan, tubuhku sudah sepenuhnya sembuh." Erik tampak senang dan mencoba melompat layaknya manusia normal.
Drakula hanya bisa tersenyum kecut melihat Raja Vampir yang bermartabat melompat-lompat layaknya anak kecil.
"Erik, aku ingin kamu menawarkan kesetiaan pada semua ras vampir di gua ini. Jangan paksa mereka, aku membutuhkan pasukan yang setia dan tidak kabur ketika di medan perang."
"Sesuai permintaan anda, Tuan!"
Erik langsung menghubungi semua vampir yang ada di dalam gua, ia menggunakan telepati dan menyuruh semua vampir berkumpul di depan pohon.
"Aku Erik Sang Raja Vampir memberikan tawaran pada rakyatku keselamatan..."
Erik memberikan pidato yang begitu menyentuh hingga membuat semua vampir meneteskan air mata. Mereka semua tersentuh dengan kesembuhannya dengan imbalan membantu Blue dalam perang Ragnarok.
Disisi lain Blue hanya bisa tersenyum kecut, cerita karangannya beredar liar. Erik juga menambahkan beberapa cerita aneh untuk mendukung keberadaan Blue di hati para vampir.
Yami duduk dan memejamkan matanya, ia masih berlatih di manapun tempatnya. Rafaela menganggukkan kepala karena akhirnya ada yang sependapat dengannya.
Liem dan Kitty hanya diam dan menonton pidato yang semakin tidak realistis. Drakula kembali ke ruang penyimpanan karena urusannya sudah selesai.