
Blue mengerutkan kening melihat pemberitahuan sistem yang mengatakan bahwa Dewa Keberuntungan ingin meminta maaf.
"Aku mendapat pemberitahuan bahwa Dewa Ebisu meminta maaf?" kata Blue melihat pemberitahuan sistem.
Byakko mengerutkan kening dan menatap tajam ke arah Blue. "Bagaimana kamu tahu ia meminta maaf padaku?"
Blue menunjuk layar mengambang yang menyatakan bahwa Dewa Keberuntungan meminta maaf. "Sistem yang mengatakannya!"
"Sistem?"
"Wajar jika kamu tidak tahu, keberadaan sistem baru di dunia ini. Jadi hewan purba sepertimu tidak akan mengetahuinya."
Siapa yang menyangka pernyataan Blue membuat Byakko marah. Cakarnya langsung diayunkan dengan sekuat tenaga.
Blue tidak pernah menghadapi harimau putih, jadi ia akan mengandalkan pengalaman bertarungnya. Tidak mau mengambil resiko, Blue melompat kesamping dan menghindari serangan musuh.
Matanya menatap tajam ke arah harimau yang berdiri tegap tersebut, ia segera berlari dan menusuk musuhnya.
"Weapon Break!" kata Blue menyebutkan keterampilannya.
Byakko melepaskan aura berwarna putih kemerahan, itu menandakan ia sedang marah. Mulutnya mulai dibuka, sebuah bola energi tercipta dan beberapa saat kemudian ditembakkan.
Blue sudah melihat tembakan energi yang sangat cepat, jadi menghindari serangan Byakko sama dengan bermain dengan anak-anak. Ia hanya perlu menggeser sedikit badannya dan serangan musuh berhasil dihindari.
Blue mengeluarkan sayap berwarna hitam di punggungnya, ia sedikit terbang dan menggunakan Gelombang Kejut untuk memberikan kerusakan.
Byakko yang percaya diri tidak menghindar, ia menyilangkan kedua tangan dan memblokir serangan musuh. Sayangnya itu adalah pilihan yang kurang baik.
Tepat ketika Gelombang Kejut menghantam lengannya, Byakko merasakan dorongan yang sangat hebat hingga pertahanannya terbuka.
Karena total gelombang ada 20, 19 gelombang lainnya berhasil membuat Byakko kewalahan dan terkena serangan fatal.
Blue tidak mau menahan diri, ia maju ke depan dan menggunakan Armor Break untuk melemahkan pertahanan musuh.
Byakko yang berlutut di tanah setelah terkena gelombang kejut kaget dengan kehadiran Blue yang sudah ada di depannya. Sontak ia langsung menutup wajahnya untuk bertahan.
Padahal Blue menyerang tubuh besar Byakko dan segera mengaktifkan Slash serta Blade Dance untuk memberikan serangan terus-menerus. Kecepatan ayunan Blue semakin bertambah ketika ia merasa tenang dan nyaman.
Disisi lain Byakko hanya memblokir serangan musuh hingga HP miliknya tersisa 100 poin saja. Blue melompat kebelakang untuk memberikan kesempatan.
"Mengapa kau menyerang?" tanya Blue.
Byakko tidak kuat menahan berat badannya, ia tergeletak di tanah dengan napas yang tak teratur. "Aku bukan hewan!"
"Yah, aku minta maaf jika salah. Namun jadilah poin pengalaman untukku!" ucap Blue sambil menusuk musuh yang tergeletak di tanah.
...[Pemain Blue berhasil mengalahkan mahkluk mitos, poin pengalaman yang besar telah ditambahkan.]...
"Oh namanya mahkluk mitos, aku kira hewan." Blue keluar dari sarang monster, ia melihat bar poin pengalamannya sambil tersenyum manis.
"Aku tidak menyangka membunuh satu bos bisa menambakan 17 % poin pengalaman. Jika terus seperti ini, seharusnya 6 bulan sudah cukup untukku naik ke level 250."
Blue mempunyai rencana terus meningkatkan levelnya di sarang monster. Ia punya banyak kegunaan setelah pemain menyentuh level 250, kemungkinan besar ia akan mencari beberapa hewan penjaga untuk kota-kota Fairy Dance.
Sebelumnya ia mendapatkan naga es yang melindungi Desa Koral. Hal itu membuat dunia bergetar melihat seekor naga terbang di atas desa dan menghadang para musuhnya.
Meskipun masih kecil, naga es sudah bisa menyaingi musuh yang sangat kuat. Apalagi jika naga es sudah menginjak remaja atau dewasa, mungkin saja demigod tingkat puncak bukan tandingannya.
Blue melihat pesan yang dikirim anggota Fairy Dance, untuk saat ini tidak ada pergerakan khusus dari Keluarga Gong. Blue bisa tenang karena persiapan Zaha untuk membuat robot penghancur sudah diselesaikan.
Toma mengatakan bahwa keluarga gong merekrut banyak pemain senior di benua timur. Sudah ada 3 senior yang menyatakan bahwa mereka siap membela keluarga gong.
Blue sedikit mengerutkan keningnya. "Seperti mereka mundur untuk mencari kekuatan. Fairy Dance tidak boleh kalah, aku akan memperingatkan Amelia."
Sesuai pernyataannya, Blue mengirim pesan ke Amelia untuk melatih lebih banyak pemain berbakat dan kuat. Fairy Dance membutuhkan banyak pemain untuk menghentikan gempuran musuh.
Mungkin status pemain di bawah penduduk pribumi, tetapi untuk pertarungan jangka panjang pemain kuat sangat dibutuhkan.
Blue sudah menyelesaikan tugasnya sebagai tetua, ia segera kembali ke sarang monster dan menghancurkan semua yang menghalanginya.
"Setelah menambah status kekuatan membuat gerakan pedangku lebih mulus dan mudah mengalahkan musuh."
Blue merasa bahwa kekuatannya bertambah sangat banyak setelah menambahkan status daya tahan dan kekuatan.
Setelah memasuki ruangan bos, Blue terkejut melihat Byakko yang di bangkitkan lagi dengan ingatan penuh.
"Bajingan akhirnya kau datang lagi!" pekik Harimau Putih.
"Hei, bukankah kita awalnya teman?" tanya Blue sambil melompat menghindari serangan musuhnya.
Serangan Byakko menjadi lebih cepat dan pertahannya semakin tinggi. Blue mulai merasa aneh dengan situasi ini, ia terus mengayunkan pedangnya layaknya pendekar pedang.
Disisi lain Byakko terus menyerang tanpa memperdulikan pertahannya. Sampai akhirnya dia kalah dan menghilang dari pandangan Blue.
"Bos monster semakin kuat, atau mungkin hanya perasaanku saja." Blue naik level menjadi 223.
Matanya segera terbuka lebar melihat bar levelnya terisi cukup banyak. 22% penambahan poin pengalaman yang didapatkannya. Itu 5 persen lebih banyak dari pembersihan sarang monster sebelumnya.
"Aku merasa ada yang aneh dari pertarungan tadi, tapi apa yang aneh ya..."
Bee sebagai pengamat selalu muncul tepat waktu, kali ini ia tidak membawa kotak makanan karena persediaan kaki kepiting sudah habis.
"Kucing putih itu adalah jiwa yang telah diperkuat melalui simbol dinding. Semakin kuat musuhnya, maka kekuatan kucing itu akan pulih."
"Bukan itu yang aku rasakan, aku merasa dia bukan monster dunia ini. Mungkinkah ia adalah outer yang dikatakan Athena?"
"Aku berani jamin itu bukan dia, aku bisa merasakan apa itu outer setelah melihat Kitty. Energi mereka jelas sangat berbeda."
"Lalu apa yang aku rasakan?" tanya Blue kebingungan. Ia langsung masuk lagi ke sarang monster untuk memastikan perasaannya.
Tanpa sadar Blue membunuh Byakko 10 kali tanpa henti. Namun perasaan aneh setelah menjatuhkan serangan masih belum bisa dipastikan.
Blue tidak akan berhenti sampai ia menemukan jawabannya, tanpa terasa Blue membunuh Byakko 100 kali. Disisi lain Byakko terus menyerang Blue layaknya harimau yang kelaparan.
Hari berlalu sangat cepat, tidak ada yang tahu sudah berapa kali Blue membunuh harimau putih di dalam ruangan bos.
Terry yang melihat Blue bolak balik ke dalam dungeon merasakan ada yang aneh. Ia segera mendatangi Blue dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan bertarung dengan monster terus-menerus?"
"Apa kamu tidak lihat? aku sudah bertambah kuat." Blue tersenyum melihat Terry yang bertanya, ia puas dengan poin pengalaman yang dihasilkan dari membunuh Byakko.
"Bukankah ini namanya menyiksa diri, kau terus mengalahkan monster yang sama setiap hari."
"Untuk menjadi kuat tidak ada kata menyiksa diri. Aku harus fokus dan mencari jawaban tentang perasaan aneh yang selalu mengganggu." Blue berjalan masuk lagi ke dalam sarang monster.
Disisi lain Terry yang istirahat langsung mengambil pedang dan masuk sarang monster untuk berlatih. Tekadnya sudah bulat, ia akan menyusul Blue dan menjadi orang yang sangat kuat.