Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Leon dan Salju


Super guild yang sudah basar tidak mungkin kembali tanpa keuntungan. 12 super guild yang sudah terlanjur membantu Keluarga Gong menghubungi pasukan inti.


Blue tidak bisa membuang waktu dan memberikan aba-aba untuk menggunakan semua kartu as mereka.


Leon dan Salju bergerak layaknya raja dan ratu, keduanya bergantian memberikan kerusakan pada musuh. Keduanya menggunakan satu pedang, bedanya Leon menggunakan Katana sedangkan Salju menggunakan Sword.


Keduanya tampak sangat serasi, Leon mengenakan jubah biru laut serta Salju menggunakan putih salju. Pedang mereka silih berganti menebas gerombolan musuh tanpa terkena serangan sedikitpun.


Sampai akhirnya ketua salah satu super guild menghadangnya dengan perisai setinggi 2 meter layaknya Cola. "Sungguh pasangan yang serasi, anak muda."


Ternyata pria yang menggunakan perisai itu tidak lagi muda. Dilihat dari kerutan diwajahnya, dia adalah pria berumur 60 tahunan.


Leon dan Salju saling memandang, keduanya tersenyum dan menusukkan pedangnya bersaman. Tepat sebelum mengenai perisai lawan, Leon membelokkan serangannya ke kanan sedangkan Salju ke kiri.


Sayatan pedang berbentuk x muncul dan menghantam perisai musuh. Bukannya terdorong, pria yang menghadang serangan malah tersenyum.


"Aku suka ini, jangan ada yang menggagu!" teriaknya memperingatkan puluhan orang dibelakang.


Leon dan Salju tidak menggunakan kekuatan penuh, mereka hanya berpura-pura untuk menguji lawannya. Siapa yang menyangka ternyata lawannya sangat tangguh.


Puluhan orang di belakang pria tua mulai berjalan mundur. Awalnya mereka berniat menyergap Leon dan Salju, tetapi pemimpin mereka melarang.


"Apa kau yakin, Kakek?" tanya Leon yang belum kehilangan senyumnya.


"Bocah sepertimu sudah sewajarnya sombong, tapu apa kau yakin bisa menumbangkan pria tua ini dengan dua orang?" Bukannya menjawab, pria tua itu malah melempar pertanyaan kembali.


"Kesombongan yang berlebihan dapat mengecewakanmu, Pak Tua!" kata Leon dengan tatapan tajam.


Dia merasa ada banyak orang yang mengawasinya, jadi tidak boleh menurunkan kewaspadaannya. Meskipun terlihat sepele, Leon tahu ada ratusan orang yang memperhatikan pertarungan ini.


Salju juga merasakannya, ia menoleh ke arah Leon yang terlihat berpikir keras. "Tidak seperti dirimu biasanya, apa kau lupa siapa orang yang selalu kita andalkan!"


Leon menghela napas. "Huh, aku lupa itu."


Sosok Blue muncul di bayangan mereka, keduanya mengangkat pedang dan tiba-tiba menghilang dari pandangan pengamat.


"Jangan ketinggalan!" teriak Leon.


Empat sayap di punggungnya berubah warna menjadi ungu kehitaman, begitu pula dengan Salju yang mendapat pelajaran dari Leon secara langsung.


Pertarungan Leon Salju dengan pak tua yang tidak dikenal disorot beberapa media lokal. Para penonton langsung mengasumsikan bahwa pak tua yang tidak dikenal itu adalah tetua dari sebuah super guild bernama Yogya.


Suara perisai besi berbenturan dengan pedang besi terdengar nyaring karena serangan Leon dan Salju tidak ada jedanya.


Empat sayap di punggung Leon terlihat lebih gelap ketika mengayunkan pedangnya. Pak tua dari Yogya tersenyum dan berkata, "Sepertinya kau sudah mencapai batasmu!"


Tidak dapat dipungkiri, Leon dan Salju memang kelelahan. Namun mereka bisa mengontrol dirinya dengan baik sehingga tidak terlihat musuh. Sayangnya pak tua di depannya sangat jeli.


Dengan suara tenang Leon menjawab, "Aku malah berpikir anda orang yang sedang dirugikan disini!"


Seperti yang dikatakan Leon, perisai paling kuat yang dimiliki pak tua dari Yogya terdapat goresan. Siapapun yang mengetahui apa perisai itu akan terkejut dengan penemuan itu.


Namun para penonton yang budiman malah mencaci maki Leon dari Fairy Dance. Mereka menganggap Leon terlalu melebih-lebihkan kekuatannya.


Pria tua dari Yogya sadar Leon dan Salju bukan orang biasa. Untuk membuat perisai miliknya retak tidaklah sederhana, pasalnya perisai itu tingkat Mistik.


Mungkin tidak terlalu signifikan, tapi tidak ada manusia yang bisa menggores berlian hanya dengan pisau kecil.


Pria tua terlihat sangat waspada, ia menghentakkan perisainya. Leon dan Salju dipaksa menyerangnya tanpa skill, keduanya hanya bisa menggunakan serangan dasar.


Meskipun terkena skill provokasi, Leon dan Salju tidak panik. Mereka memfokuskan serangannya pada retakan perisai.


Orang normal tidak akan melakukan itu karena mereka lebih memilih menyerang bagian yang tidak tertutup perisai. Namun Leon sadar musuhnya bukan orang lemah, jadi serangan seperti itu pasti sudah ada solusinya.


Disisi lain pria tua malah bingung karena lawannya terus menerus menyerang perisai miliknya. Sampai akhirnya suara retakan terdengar lagi, pak tua langsung melompat mundur.


Perisai yang awalnya retak langsung pulih kembali seperti sedia kala. Para penonton mulai mengejek strategi Leon yang mencoba menghancurkan perisai pak tua.


Berbanding terbalik dengan Leon yang tersenyum melihat perisai musuh kembali normal. "Sangat disayangkan ketua, anda tidak dapat menipuku!"


Pak tua dari guild Yogya tidak percaya musuh mengetahui ilusi yang dibuatnya. Jadi dengan santainya menjawab, "Apa yang kamu maksud anak muda?"


Skill provokasi sudah selesai, Leon dan Salju berlari ke arah musuh serta mengayunkan pedangnya. Suara benturan besi terdengar keras, ilusi Pak Tua langsung dipatahkan karenanya.


Goresan di perisai pak tua semakin melebar, bahkan ada sedikit retakan di perisai bagian kirinya. Leon tidak memberikan kesempatan untuk musuh membuat trik lagi, pedangnya yang kecil ramping langsung menusuk tubuh pak tua yang terbuka karena mencoba menyembunyikan retakan pada perisai.


Pedang katana menusuk pak tua yang sedang mengayunkan perisai serta menciptakan ilusi untuk menghilangkan retakan.


...[Leon memberikan kerusakan - 10 ribu, serangan kritikal.]...


...[Leon memberikan kerusakan - 7 ribu, serangan pasti.]...


Karena hanya ada satu serangan, semua orang bisa melihat 7 ribu kerusakan pasti yang dihasilkan. Tidak hanya terkejut, pak tua sadar bahwa kerusakan pasti milik musuh yang membuat perisainya terluka.


Perlu diingat, kerusakan kritikal dan kerusakan kritis berbeda warna. Kerusakan kritikal berwarna kuning sedikit besar, sehingga kerusakan pasti yang dihasilkan Leon terlihat. Sedangkan kerusakan kritis milik Blue berwarna merah dan sangat besar hingga menutupi kerusakan pasti.


Perbedaan kedua terletak pada jumlah kerusakan. Singkatnya kerusakan kritikal hanya menghasilkan 150 kali serangan awal, sedangkan kritis bisa meningkat tak terbatas.


Salju yang melihat celah yang terlihat langsung menusukkan pedangnya ke arah musuh. Sekali lagi para penonton tercengang melihat 6 ribu kerusakan pasti yang dihasilkan Salju.


Pak Tua dari guild Yogya mundur beberapa langkah. Sebelum meminta bantuan, para penjaganya langsung muncul di depan dan menghunuskan pedangnya.


Sebelum perintah keluar dari mulut pak tua, anggota Guild Yogya langsung bergerak dan mengepung Leon dan Salju.


Perahu terbang berlayar di atas kepala Leon dan Salju, sosok pria berambut biru membaca mantra sihir.


Air muncul dari kekosongan, gelombang tinggi menghantam pasukan musuh. Pria itu tidak lain adalah Argya yang digadang-gadang menjadi salah satu pemain terbaik Fairy Dance.


Tongkat yang dipakai Argya mengingat Blue pada sosok wanita yang menghancurkan super guild sendirian. Meskipun hanya satu kota itu adalah pencapaian yang luar biasa.


"Kau sudah berkembang, Argya. Bagaimana dengab yang lainnya?" ungkap Blue yang sudah mengalahkan tumpukan pemain di dudukannya.


Ketua Ma, Long, Shan, dan Gong mundur sesat karena mereka butuh koordinasi dengan anggotanya di medan perang.


Berbeda dengan Fairy Dance yang bergerak dinamis tetapi teratur. Tanpa perintah mereka memperhatikan sekitar dan tidak membuat jarak dengan rekan-rekannya.


Hal itu dilakukan supaya pemberian bantuan busa segera diterima setiap ada masalah. Makanya Fairy Dance punya korban yang paling sedikit.


"Anak muda, mengapa kau masih melanjutkan perang?" tanya seorang pria tua yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.


Blue sadar ada yang bergerak dibelakangnya, tetapi perhitungannya salah. Kecepatan pria itu sangat tinggi dan itu lebih cepat darinya.


Padahal menurut Hall of Fame karakternya adalah pemain terkuat sekaligus pemain tercepat. Namun pria tua yang duduk disebelahnya bisa bergerak dengan cepat.


Blue tersenyum dan menoleh ke arah pria tua itu. "Aku tidak berniat menjadi musuh kalian semua, tetapi Fairy Dance tidak akan melepaskan keluarga Gong!"


"Sepertinya kau tidak tahu, hampir semua keluarga Gong telah di bantai seseorang tidak dikenal. Begitu pula dengan keluarga Ma, Shan, dan Long."


Tidak ada perintah untuk membunuh manusia di dunia nyata, Blue segera teringat dengan sosok Aries Hardiman yang sangat kuat.


Tanpa kehilangan senyumnya Blue menjawab, "Aku tidak terlibat dalam perang dunia nyata. Bukankah bagus jika meraka menerima ganjarannya."


Melihat senyum Blue yang lemas dapat dipastikan bahwa sosok yang mendukungnya tidak mudah. Pak tua tidak boleh membuat keributan dengan pria didepannya.


"Baiklah, kami tidak ingin melanjutkan perang. Tolong berikan jalan pada pasukan kami yang selamat."


Blue mengangguk tanpa kehilangan senyumnya. "Terima kasih sudah meramaikan suasana."


"Bocah gila!" ungkap Pak Tua sambil meninggalkan Blue.