Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Pertengkaran


Kenyataan itu menyusun kepribadian Bee yang picik dan selalu memanfaatkan orang lain, termasuk Blue pada awalnya. Namun setelah mereka bersama-sama, entah mengapa Bee merasakan ikatan ayah lebih tepat di sandang Blue daripada Dewa Cahaya.


Setelah tindakan Dewa Cahaya membekukan setengah kekuatannya, Bee tanpa sadar akan rela jika Dewa Cahaya mati di tangan Blue dan kelompoknya.


"Baiklah, ayo mulai ujian pertama!" Dewa Cahaya duduk lagi di kursi.


Gerbang berwarna kuning pucat muncul di depan semua orang dan terbuka. Malaikat bersayap 6 memaksa semua orang masuk menggunakan sihirnya.


Bee terdorong sihir malaikat, tiba-tiba tangan Blue meraihnya dan tersenyum. Keduanya langsung melihat si malaikat yang memaksanya masuk.


"Aku pikir permasalahan ini tidak akan berhenti sama sini!" kata Blue, kemudian ia melangkah masuk ke dalam gerbang ujian sesuai keinginannya.


Tepat setelah Bee dan Blue masuk, mereka mendapati Nakamoto dan Cat yang sekarat karena di keroyok 11 kelompok termasuk kamal.


Dengan cepat Blue menghadang serangan dari seorang wanita dengan hewan pendamping seekor belalang sembah.


Bee tidak tinggal diam, ia berubah menjadi wujud manusia untuk melepaskan pukulan telak pada sosok belalang. Pukulannya berhasil menerbangkan belalang sembah cukup jauh.


Blue tidak mau kalah, ia menggunakan keterampilan aneh sehingga pedangnya tampak menghilang dan tiba-tiba menebas leher wanita di depannya.


Kalau saja ini dunia nyata, wanita itu akan kehilangan lehernya. Namun kerusakan yang dihasilkan Blue tidak dapat membunuh musuhnya secara langsung.


Wanita itu melompat kebelakang dan berputar pelan sambil memegang lehernya. "Sepertinya aku salah tentangmu."


Blue tidak menjawab, ia hanya tersenyum karena Nakamoto melihatnya dari belakang tampak kebingungan. Teknik yang barusan digunakan adalah gabungan teknik guntur milik keluarga Hao dan Moon Cutter milik Keluarga Nakamoto.


Bee segera menyembuhkan Nakamoto dan Cat yang berusaha membelanya. "Kalian tampak sangat buruk," katanya.


Cat menjawab, "Tuan bodoh itu lebih memilih untuk percaya padamu. Sialan dia sama sekali tidak memikirkan perebutan tahta!"


Bee menoleh ke arah Blue, tiba-tiba senyumnya muncul. "Aku tidak ingin tahta Dewa Cahaya, kami akan membantumu merebut tahta orang di sana !" katanya sambil menunjuk langit.


Dewa Cahaya mengerutkan alisnya, ia sudah memasang formasi yang sanggup untuk membutakan semua orang didalamnya. Namun sosok Bee bisa mengetahuinya dengan tepat, tidak hanya itu, dia juga menunjuk tepat ke arah Dewa Cahaya padahal ada 9 Malaikat yang sedang memperhatikan pertarungan mereka.


"Merebut? bukankah kita hanya akan mewarisinya?"


Bee menggelengkan kepala. "Apa kamu tahu, sebenarnya perebutan tahta ini hanya trik ayah untuk membunuh kita semua kecuali si ular!"


Ular beracun adalah kakak pertama mereka, Bee memanggilnya ular karena terlalu malas memanggil pria licik itu dengan sebutan Naga Racun.


"Tidak mungkin, aku sudah merasakannya. Ayah memberikan sebagian kekuatannya pada kami!"


Bee menggelengkan kepala. "Terserahlah, intinya aku tidak mau tahta Dewa Cahaya. Berpetualang mengarungi dunia lebih cocok untuk anak paling dibenci sepertiku."


Cat sedikit murung, ia sulit memahami karena posisinya juga kurang bagus. Setiap kali Bee diganggu, Cat juga ada disitu meskipun dia tidak melakukan apapun.


Blue berhadapan dengan 11 pemain yang memusuhinya, termasuk Kamal yang masih berdiri di barisan musuh. Sekali lagi Blue membuat kesalahan dalam kontraknya, ini akan menjadi pelajaran untuknya.


"Sampai kapan kalian hanya berdiri saja?" tanya Blue memprovokasi musuh.


"Sombong!" sosok pria gendut dengan hewan pendamping kupu-kupu melepaskan auranya. Tubuh gendutnya tiba-tiba langsung dan kecepatannya meningkat drastis.


Langkah kakinya begitu cepat hingga sebagian orang tidak bisa melihatnya. Sayangnya kecepatan seperti itu hanya mainan anak-anak untuk Blue.


Dual Secret Sword muncul entah dari mana, kemudian dengan sedikit menghindar Blue mengayunkan pedangnya. Satu sayatan pedangnya menghasilkan 20 kerusakan berturut-turut, itu bisa dilakukan dengan cara menggabungkan Langkah Bayangan dan Gelombang Kejut.


Tidak dapat dipungkiri, Blue mempunyai inovasi serangan yang melimpah. Jadi ia bisa memanfaatkan setiap skill dengan sangat baik.


Melihat HP pria yang menyerang Blue, sosok wanita di barisan musuh menggunakan keterampilan penyembuhan. "Jangan lengah Bodoh!" teriaknya memberikan peringatan.


Tapi entah dari mana, tiba-tiba sosok Blue sudah muncul di belakang Penyembuh dan menggunakan keterampilan Blade Dance. HP musuhnya berubah merah dalam sekejap mata.


Wanita Penyembuh menggunakan keterampilan menyelamatkan nyawa dan menghilang dari pandangan semua orang.


Semua orang tahu bayangan hanya akan mewarisi 50 % kekuatan tuannya. Namun 50% kekuatan Blue bisa memaksa salah satu pemain pilihan anaknya sekarat.


"Tuan, ini terlalu tidak seimbang. Mengapa anda tidak mengekang kekuatannya?" tanya salah satu malaikat.


Dewa Cahaya tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Itu akan membuat permainan terlalu mudah, biarkan si naga mengurusnya."


Sebenarnya Dewa Cahaya sudah melakukannya, tapi Blue terlalu aneh dan kekuatannya tidak bisa mempengaruhinya. Kegelapan di dalam tubuh Blue dengan cepat melahap kekuatan cahaya miliknya.


"Keputusan anda adalah kehendak kami, Tuan."


Blue tidak bisa menahan senyumnya melihat 11 musuhnya tampak ketakutan. "Apa kalian hanya akan bertahan?"


Sosok ular berubah menjadi Naga Racun, poin kekuatannya melonjak. Blue dan Bee masih tersenyum manis.


Blue meletakkan tangannya di belakang sayap Bee yang mengepak. Cahaya ungu kehitaman muncul dan menyelimuti tubuh Bee, energi cahaya di dalam tubuh Bee langsung diserap dan dijadikan asupan nutrisi Sistem merah.


"Aku ingin lihat seberapa kuat orang paling sombong disini!" ucap Bee sambil melirik Blue yang masih belum kehilangan senyumnya.


"Aku tidak mau lama-lama disini, jadi mari selesaikan bersama!"


Bee merubah wujudnya menjadi manusia, tampangnya yang sangat tampan dapat menyihir setiap wanita di depannya. Ini adalah wujud sebenarnya dari Bee, sebenarnya dia adalah keturunan Dewa Cahaya dan manusia. Jadi wujud aslinya adalah manusia lemah, makanya ia menjadi bahan melampiaskan kekesalan kakak-kakaknya.


Pedang energi berwarna putih sedikit abu-abu muncul di tangan kanan Bee. "Sial, pedang cantikku sudah terkontaminasi energi jahat milikmu!"


"Siapa suruh kau lemah dan terkena segel!"


Blue dan Bee saling memandang, keduanya mengangguk dan tiba-tiba menghilang. Dewa Cahaya langsung berdiri dari kursinya, ia tidak bisa melihat kekuatan Bee dan Blue ketika bergerak bersama.


Cahaya dan kegelapan melebur menjadi satu menciptakan elemen yang tidak seharusnya ada. "Kekacauan!" gumam Dewa Cahaya melihat fenomena aneh ini. Dewa Cahaya tidak tahu apa yang dia katakan, itu otomatis keluar dari mulutnya.


Blue dengan tampilan sempurna dan jubah Raja Api langsung muncul di depan pria aneh yang selalu tersenyum lebar dan membanggakan dirinya.


Ayunan pedangnya terasa sangat berat, tapi serangan Blue tidak menghasilkan kerusakan sedikitpun.


Mata Dewa sudah digunakan sejak awal, Blue tidak terkejut sama sekali. Karena ia cukup mengenal orang didepannya.


Rifan adalah pria yang punya visi hebat di masa depan. Dengan kekuatannya, ia membangun sebuah kelompok petualang bernama Freedom. Sebagai ketua kelompok tentu saja ia menjadi yang paling menonjol dan menjadi pusat perhatian para media.


Blue mengetahui setiap serangan dan kemampuan aneh miliknya, ia juga tahu kelemahan yang paling dasar dimiliki keterampilannya.


Sebelum Blue menyerang balik, Rifan tertawa keras. "Kau tidak akan bisa membunuhku, lihatlah budak mu akan mati sebentar lagi!" ucapnya sambil melihat Naga Racun yang terluka parah


"Sampai kapan kau bermain-main?" tanya Bee dengan nada sedikit mengejek.


"Bajingan, pria ini sedikit sulit!" jawab Blue yang muncul di belakang Rifan dan mengayunkan pedangnya. Sekali lagi serangan Blue di belokkan sehingga tidak menghasilkan kerusakan.


Namun serangannya tidak berhenti sampai disitu, sebuah pedang muncul lagi di atas Rifan dan langsung menusuknya. Kerusakan yang dihasilkan terlalu besar hingga keterampilan pelindung Demigod langsung aktif.


"Seperti yang aku duga, kau memang kuat jika satu lawan satu. Tapi bagaimana jika lawan tiga orang sekaligus!" ungkap Blue sambil melemparkan 2 pedangnya.


Blue belum siap mengungkapkan keterampilan bayangan miliknya, ia menggunakan gaya bertarung tangan kosong dan dua pedang yang melayang di sampingnya.


Rifan melihat Blue dengan tatapan aneh, ia tidak pernah menerima serangan sebelumnya. Keterampilannya yang sudah ada sejak awal membuatnya menjadi penguasa.


Kamal dari kejauhan melihat kelemahan Rifan dengan sangat baik. Titik Buta pandangan Rifan adalah kelemahannya, artinya ada perisai tak kasat mata menghadang semua serangan.


"Seperti yang diharapkan dari Blue." Rasa ingin bersaing Kamal menjadi lebih tinggi, sebagai pemain dengan level tertinggi no 2 membuat Kamal punya harga diri.


"Apa kau akan terus menatapku seperti itu?" kata Blue melemparkan provokasi.