Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Mulai Bergerak Cepat


Jalur menuju Tanah Dewa telah sepenuhnya terbuka untuk Fairy Dance, Blue langsung mengubah peraturannya supaya hanya bisa digunakan Guild Master.


Karena status Blue di atas Guild Master, ia mempunyai akses untuk masuk dan keluar tanah dewa dengan sangat mudah.


Leon memimpin 20 kelompok terpercayanya menuju Tanah Dewa, ia melihat bangunan serba megah di sekelilingnya.


"Apa ini benar-benar tempak kita?" ucap salah satu kelompok.


Sebenarnya Leon juga tidak percaya tapi ia melihat bendera Fairy Dance berkibar di atas istana. "Ayo pergi!" katanya sambil menunjuk arah istana.


Blue menyambutnya di depan gerbang. "Selamat datang, Kawan."


Leon tidak bisa menahan senyum kecutnya, istana yang sangat besar hingga bisa menampung seluruh anggota Fairy Dance kosong tak berpenghuni.


"Apa yang kau lakukan pada orang-orang disini?"


"Biasa, perebutan tahta pasti memakan korban. Aku serahkan istana ini padamu, ada mahkluk pelindung kerajaan yang bisa kalian minta bantuan jika dewa puncak membuat masalah."


"Jangan meremehkan kami, sialan. Dewa Puncak bukan tandingan kita!" Leon membanggakan kelompoknya karena ia sudah melawan beberapa monster kuat di Neraka.


"Baiklah, aku masih punya urusan di utara. Buatlah area pelatihan, disini mengandung banyak aura positif yang mampu membantu kalian naik tingkat!"


Setelah meninggalkan kata-katanya, Blue menggunakan Gate dan pergi ke Kerajaan Damaskus. Naga Angin mengepakkan sayapnya dari kejauhan, Blue memanfaatkan kecepatan Naga Angin untuk kembali.


"Untuk sekarang kalian kumpulkan informasi." Leon memberikan perintah pada semua orang untuk berpencar.


Blue disini lain masih terbang di langit, tidak ada halangan apapun hingga ia mencapai Kerajaan Damaskus. Dia sudah menghabiskan 21 hari untuk sampai di tempat tujuan.


Yami dan Rafaela langsung menyambutnya, mereka sudah bersembunyi sebaik mungkin dan hidup seperti manusia biasa. Berbanding terbalik dengan Liem dan Kitty yang sangat mendominasi.


Kitty dalam waktu singkat telah berhasil mendirikan Serikat Perdagangan, ia mempunyai banyak koneksi untuk barang legal dan ilegal. Karena kekuatannya tidak dapat ditandingi penduduk sekitar, ia bisa dengan cepat menarik semua serikat kecil ke pihaknya.


Begitu pula dengan Liem yang telah menjadi sosok paling dikenal di Kerajaan Damaskus, sekarang ia memimpin Serikat Petualang.


Hal ini bermula seminggu yang lalu, Liem sedang makan siang dan duduk seperti manusia biasa. Ia membeli puding manis kesukaan karena rasanya sangat manis.


Namun sekelompok pria membuat kerusuhan, mereka menghancurkan gerobak langganannya. Liem yang marah langsung memukul semua kelompok itu.


Meskipun mereka cukup kuat untuk disebut petualang di Tanah Dewa, Liem adalah mantan Lucifer yang siap membunuh siapapun.


Dengan sekejap mata kelompok penyerang langsung bersimbah darah dan menghilang dari dunia.


Singkatnya Serikat Petualang menjadi murka dan mengerahkan petualang rank tinggi untuk menantangnya. Jika saja Rafaela tidak menahan Liem, seluruh Serikat Petualang di Kerajaan Damaskus akan menjadi sejarah.


Karena Liem terlalu mendominasi dan mengalahkan semua petualang, sekarang ia dinobatkan sebagai pemimpin resmi. Shira yang mendengarnya langsung bertindak dan melakukan upacara pengangkatan secepat mungkin sebelum Blue datang.


Kitty dalam wujud kucing mendekati Blue yang mendengar cerita Yami. "Bos, akhirnya kamu kembali."


"Butuh tenaga ekstra untuk kembali cepat, tapi kalian benar-benar mengacaukannya."


"Hehe, aku hanya sedikit menekan para pedagang yang tidak mau memberikanku makanan. Kau tahu sendiri akhir-akhir ini aku butuh nutrisi lebih."


"Ya, ya, ya... anggap saja aku paham."


Liem dengan cepat keluar dari Serikat Petualang dan menghampiri tuannya. "Tuan, sepertinya aku gagal menjalankan tugas anda!" katanya sambil berlutut.


"Lupakan saja, ayo ke istana. Aku punya beberapa masalah yang harus segera diselesaikan." Blue tidak bisa menunda lagi, ia harus segera mengumpulkan pasukan untuk melawan para Outer.


Odin sudah membuka tirai peperangan, Zeus juga sudah mulai tertarik karena beberapa orangnya terus mengamati Kerajaan Damaskus.


Osiris malah sudah mengerahkan tim untuk membuat kekacauan di sekitar Kerajaan Damaskus. Kali ini ia mengerahkan salah satu kapten yang setara Dewa Puncak.


Shita yang mendengar semua informasi ini tidak percaya mereka akan menjadi incaran banyak kekuatan. "Aku sangat lemah tidak mungkin bisa bertarung dengan mereka!" gumamnya pesimis.


"Aku tidak akan menyeret Kerajaan Damaskus ke peperangan. Semoga informasi tadi dapat membantumu!" Blue berdiri dan meninggalkan istana.


Oberon yang sudah berjanji akan menjadi bawahan Blue dalam perang melawan Osiris malah ragu. Meskipun dendamnya penting, orang-orang di Kerajaan Damaskus lebih penting.


Blue mengibaskan tangannya. "Lakukan sesuka hatimu. Aku tidak mau mengambil resiko dengan membawa orang yang hatinya tertinggal."


Kata itu mengisyaratkan bahwa hati Oberon di Kerajaan Damaskus, jika dia meninggalkannya dalan keadaan terancam. Maka hatinya akan tertinggal dan tidak bisa bertarung dengan potensi penuh.


Oberon akhirnya tinggal di Kerajaan Damaskus, Blue pergi bersama Moris, Agni, Yuri yang sudah berkembang cukup pesat.


Mereka melanjutkan perjalanan mencari markas Osiris yang terang-terangan memprovokasinya. Perjalanan menuju Kerajaan Sam, Blue dan rekan-rekannya disergap beberapa bandit dengan tato berbentuk sabit.


Blue, Liem, Kitty, Yami, Rafaela tampak sangat santai. Berbeda dengan Moris, Agni, dan Yuri yang tegang karena lawan mereka sekelompok Dewa Puncak.


"Serahkan semua barang kalian!" teriak salah satu orang yang terlihat seperti pemimpinnya.


Blue tersenyum manis dan menggelengkan kepala. "Sudahlah, apa yang diinginkan Osiris?"


"Ho... Jadi kamu mengetahuinya, ini akan jadi lebih mudah. Matilah sekali di tanganku dan kau akan mengetahuinya!"


Blue menghela napas karena ia sedikit bingung dengan Osiris. Mengerahkan ratusan Dewa Puncak tidak akan bisa menggoresnya, apalagi hanya 20 bandit gunung yang kebetulan menjadi Dewa Puncak.


"Baiklah, sepertinya susah cukup."


Blue menarik dua pedangnya, tapi kalah cepat dengan Yami dan Liem. Keduanya bergerak sangat cepat dan membunuh dua orang. Raul, Drakula, dan Bee juga keluar dengan wujud hewan mereka.


Bee menggunakan serangan cahaya untuk membutakan penglihatan musuh sementara. Raul dan Drakula dengan cepat menghabisi sisa musuhnya.


Yami melirik kesamping, ia sudah berlatih sangat keras tapi Raul selalu bisa mendahuluinya. "Gerbang pertama, Pengumpulan!" kata Yami menyebutkan nama keterampilan uniknya.


Kecepatannya meningkat pesat hingga menyaingi Raul yang punya kecepatan paling tinggi di kelompoknya. Liem tidak perlu bergerak cepat, ia mengunakan keterampilan tangannya untuk melemparkan jarum. Namun ada sosok lain bernama Drakula yang bisa menyerap darah setiap mangsanya. Jadi Liem hanya berdiam diri karena jarumnya belum sempat meledak musuhnya sudah mati.


Blue tampak sangat datar, ia belum mengucapkan kata-kata keren untuk menyerang tapi semua musuhnya sudah tumbang. Ditambah lagi pemberitahuan sistem yang muncul terus menerus membuatnya risih.


"Bagus, kalian membuatku menganggur." Blue menghilangkan lagi Dual Secret Sword.


Disisi lain Moris, Agni, Yuri terperangah melihat 20 Dewa Puncak tumbang hanya dalam beberapa detik saja. Mereka bertiga yakin setiap familia Blue adalah Maha Dewa yang sangat kuat.


"Raul, tubuhmu tambah besar. Apa yang kau makan?"


Raul meraung layaknya serigala gunung. "Akhir-akhir ini aku berpuasa, tuan. Anthony memberikan beberapa daun berwarna kuning setiap kali aku berbuka."


Blue tersenyum kecut mendengarnya. Perlu diingat, Pohon Dunia yang ada di Dunia Buatan dapat memproduksi daun istimewa yang berwarna kuning.


Siapapun yang memakannya akan meningkatkan potensi seseorang hingga tak terbatas, tapi Raul memakannya setiap hari seperti cemilan yang tidak penting.