
Blue sedikit terkejut dengan penglihatan, pasalnya ia pernah mengunjungi tempat ini ketika menjadi ketua Star Hunter.
Ketika mereka masuk, Blue menemukan banyak material berharga. Dengan menjualnya saja Star Hunter tidak perlu memikirkan keuangan selama 5 tahun.
Walaupun anggota Star Hunter tidak lebih dari 25 orang, Blue sangat senang bisa menemukan tempat tersembunyi Gua Kristal Api.
"Pengetahuan anda memang paling luas, benar ini adalah Gua Kristal Api milik ras monster Api."
Monster Api yang tidak diketahui namanya menjelaskan sejarah terbentuknya Gua Kristal. Pada zaman purba, Gua Kristal sebenarnya adalah sumur kehidupan bagi para Allosaurus.
"Bukankah itu dinosaurus periode Jurassic?" ucap Blue yang memotong cerita Monster Api.
"Benar, Allosaurus adalah predator di periode Jurassic. Sayangnya kami tidak bisa beradaptasi."
Kata- kata, "Kami," mengharuskan Blue untuk menelan ludahnya. Pasalnya periode Jurassic ada sekitar 100-200 juta tahun sebelum masehi.
Pengetahuan umum tentang sejarah Bumi membuat Blue bisa memahami arah pembicara. Dia langsung terbayang siapa yang membuat Domain Dewa.
Allosaurus adalah pemangsa terkuat di dunia kata itu, mereka tersebar di seluruh dunia. Hal itu karena mobilitasnya lebih cepat dibanding spesies pada zamannya. Dia bisa berlari hingga 50 kilometer per jam, terdengar pelan untuk manusia saat ini. Namun di zaman itu penuh dengan monster bertubuh besar.
Gua Kristal menjadi tempat tujuan para Allosaurus untuk menenangkan tubuhnya. Mereka sadar bahwa air panas di dalamnya memberikan kehangatan dan meningkatkan kekuatan.
Tidak ada yang bisa menyaingi Allosaurus pada zaman itu, sebelum akhirnya bencana besar menghantam kekuasaan mereka.
Udara yang dingin dan membuat para mangsa mereka harus bersembunyi di sarang. Hal itu membuat spesies Allosaurus harus mencari mangsa mati-matian.
Sampai akhirnya ada sosok Allosaurus yang berevolusi di Gua Kristal. Dia tidak perlu makan daging dan bisa mengonsumsi daun.
Sayangnya tidak semua spesies berhasil, sebagian besar dari mereka tewas dan berakhir menjadi santapan sesamanya.
Karena Gua Kristal terlalu berharga, salah satu Allosaurus memberontak dan berkeinginan menguasainya sendiri.
Perang saudara akhirnya pecah, hampir 80% Allosaurus tewas dalam prosesnya. Hanya ada ratusan yang berhasil selamat.
Salah satu Allosaurus yang berhasil membangkitkan kesadaran ilahi memerintah spesiesnya yang tersisa. Dengan bantuannya ia mencoba membangkitkan kesadaran rekan-rekannya.
Bertahun-tahun berlalu, akhirnya sang pemimpin berhasil membantu 90 Allosaurus. Sayangnya spesies lainnya harus tewas karena putus asa.
Bermodalkan 90 Allosaurus, Sang Pemimpin menggunakan segala cara untuk bertahan hidup. Sampai akhirnya ia berhasil membuat sebuah simbol penghangat di Gua Kristal Api.
Selama bertahun-tahun Pemimpin Allosaurus berhasil membawa spesiesnya berevolusi hingga tidak membutuhkan makanan. Namun efek sampingnya adalah kehilangan daging pada tubuhnya.
Secara tidak langsung tinggal di Gua Kristal Api membuat tubuh mereka berubah total. Awalnya mereka berjalan bungkuk, sekarang Allosaurus berjalan tegak.
Akhirnya Pemimpin Allosaurus memperbolehkan spesiesnya keluar ke dunia. Namun zamannya sudah berbeda, tidak ada yang namanya panas. Udara sejuk dan kenyamanan hidup membuat para Allosaurus yang tersisa lupa tujuannya.
Lambat laun ikatan persaudaraan mereka mulai memudar. Allosaurus menjadi spesies mandiri seperti dahulu kala.
Mereka memang kuat, tetapi sekelompok manusia membunuh keluarganya satu persatu. Darah Allosaurus dijadikan kolam yang bisa meningkatkan umurnya.
Tidak lebih dari 100 tahun, para Allosaurus musnah dan menyisakan satu saja. Tentu saja Allosaurus yang tersisa adalah monster api di depannya.
"Jadi kamu ...." Blue menghentikan pernyataannya, ia sadar betul apa yang dirasakan Monster Api.
Sebelum menjawab pertanyaan Blue, Monster api menggelengkan kepala. "Pada zaman itu, ada seorang pria yang mendatangi. Dia mengaku sebagai peramal dan mengatakan bahwa aku harus mengikut manusia yang bisa melewati Gua Kristal."
Monster Api berlutut, ia sebenarnya ingin mengakhirinya hidupnya jika bisa. Namun kekuatannya sudah terlalu kuat, api di tubuhnya menjadi Api Abadi yang tidak bisa padam.
Selama dia di Tartarus, api di tubuhnya tidak akan bisa padam. Artinya sebanyak apapun ia bunuh diri, Monster Api akan hidup kembali.
"Terus siapa yang memindahkan Gua Kristal ke Tartarus?"
"Itu terjadi karena kecerobohan raja bodoh ini. Karena terobsesi dengan kehidupan teman-temannya, dia mencoba menggunakan teknik ruang dan waktu."
"Hasilnya?"
"Gua Kristal dan aku dipaksa masuk oleh alam. Jadi aku harus menunggu manusia yang ditakdirkan."
Tanpa menunggu persetujuan Blue, monster api langsung mengucapkan sumpah jiwa. Selama Blue hidup, maka jiwa dan raga monster api akan menjadi miliknya.
Pemberitahuan sistem muncul. Blue tidak bisa mengungkapkan ekspresinya.
...[Selamat Raja Segalanya telah mendapat budak yang paling setia. Gunakan dia sebaik mungkin.]...
...[Monster Api...
...Level : 1...
...Gelar : Pemimpin Allosaurus...
...Kemampuan khusus :...
Semua statusnya di atur ulang, Monster Api adalah nama yang dia dapatkan dari orang tuanya. Jadi Blue tidak akan merubahnya.
"Terima kasih telah percaya padaku."
Blue berbincang dengan Monster Api untuk waktu yang sangat lama. Tidak ada yang tahu berapa lama mereka mengobrol. Sampai akhirnya tubuh Blue memancarkan cahaya merah karena terlalu lama di Gua Kristal Api.
Semakin lama dia mendengar ceria Monster Api, Blue merasa dirinya semakin rendah. Penderitaan Monster Api ribuan bahkan mungkin jutaan kali lebih menyakitkan daripada kehilangan kedua orang tuannya.
Tidak hanya melihat semua anggota keluarganya saling membunuh, Monster Api juga menonton ayahnya memangsa ibunya sendiri. Terlalu gila untuk ukuran manusia pada umumnya.
Tanpa sadar Blue meningkatkan kekuatan Mental, Konsentrasi, dan Staminanya. Gua Kristal Api tidak bisa dimasuki sembarang orang, hanya mereka yang terpilih saja yang dapat menyerapnya.
Karena teknik jiwa, Blue menyerap semua yang ada di sekitarnya. Bahkan energi di Gua Kristal semakin kering hingga bongkahan batu mulai berjatuhan.
Monster Api tanpa sadar tersenyum, ia akhirnya menemukan manusia yang ditakdirkan untuk ia layani.
Setelah beberapa bulan berlalu, Gua Kristal Api sepenuhnya runtuh. Blue dan Monster Api keluar untuk berburu beberapa monster.
Melihat wujud Monster Api yang terlalu mengerikan, Blue mencoba mengubahnya menggunakan penyusunan simbol terbaik miliknya.
Monster Api awalnya hanya sebuah tulang berjalan dengan kobaran api di sekujur tubuhnya. Namun dalam beberapa menit saja dia berubah menjadi manusia dengan rambut merah.
Blue mengangguk puas dengan pembentukan fisik. "Bagus, sekarang ayo jalan."
"Tuan, bagaimana jika aku mengubahnya sedikit. Ini kurang nyaman untukku." Monster Api mengubah susunan formasi simbol di tubuhnya, dalam hitungan detik ia berhasil.
Tidak ada yang berubah pada penampilannya, tetapi susunan simbolnya dirombak ulang. Blue tidak percaya simbol pembentukan tubuh yang menurutnya sudah tingkat Dewa Puncak bisa dibatalkan dengan beberapa gerakan saja.
"Bagus, kau memang yang terbaik." Blue tersenyum kecut melihatnya, ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan jenius simbol.
Bahkan Bee yang ada di ruang penyimpanan harus mengakui kemampuan adik kecilnya. Dengan penuh semangat ia mencoba keluar dari ruang penyimpanan. Namun sebuah penghalang menghadangnya keluar.
"Tuan, sebaiknya kita segera keluar. Tempat ini masih teritorial Gua Kristal Api."
Mereka berdua masih mengambang di atas lautan api, jadi Blue masih dianggap memasuki Gua Kristal Api. Blue dan Monster Api segera terbang menjauh.
Setelah menjauh, sebuah ruang dimensi pecah layaknya kaca. Blue menoleh ke belakang, ia baru sadar ternyata dirinya berada di dimensi lain.
Monster Api tidak bisa masuk ruang penyimpanan, tapi dia bisa masuk Dunia Buatan. Untuk memaksimalkan kekuatannya, Blue membantunya naik level sesuai standar.
Monster di lantai 9 tidak lebih sulit dibandingkan para Hollow. Ras Raksasa yang dipimpin Eka juga memburu para monster dengan sangat mudah.
Monster Api perlahan naik, statusnya juga dialokasikan dengan sangat baik. Setelah melakukan beberapa penelitian, Blue mendapati bahwa Monster Api bisa menggunakan sihir maupun serangan tangan kosong.
Wujudnya bisa berubah sesuai dengan keinginannya, hal itu membantu Monster Api beradaptasi dengan lingkungannya.
Lantai 9 tidak terlalu besar, Raja Hollow dan pasukannya berhasil ditemukan dalam beberapa bulan saja. Mereka berkumpul dan segera menyerang bos lantai.
Para Jenderal Hollow tidak ada yang tewas, mereka malah tambah kuat karena sering membunuh monster.
Perkembangan paling pesat tentu saja ada pada Raja Hollow, Blue tidak bisa membayangkan jika mereka berdua bertarung.
Gerbang menuju bos lantai 9 terbuka, Blue memimpin pasukan masuk. Sebuah pohon raksasa meraung memberikan efek negatif.
Blue kebal karena ia punya teknik jiwa dan beberapa peralatan terbaik. Matanya melirik Raja Hollow, ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena Raja Hollow juga terkena dampaknya.
Pasukan Hollow tidak bisa bergerak, Blue menarik Dual Secret Sword dari punggungnya, Monster Api juga bersiap menyerang.
Siapa yang tidak terkejut melihat manusia setinggi 180 centimeter dengan kulit putih itu. Padahal pengaruh buruk yang dipancarkan Pohon Raksasa dapat membunuh manusia.
Monster Api tidak terpengaruh sama sekali karena api yang melindungi tubuhnya terlalu kuat. Meskipun dia mati berkali-kali selama Blue masih hidup, Monster Api akan terus berada di sampingnya.
Blue melangkah maju, kecepatan memang tidak bisa disaring Monster Api. Namun mana yang mengalir dalam tubuh Monster Api terus memberikan dukungan untuk tuannya.
Tidak hanya memberi dukungan, Monster Api juga memberikan kerusakan pada pohon raksasa. Pukulannya mengandung api abadi, jadi regenerasi Pohon Raksasa tidak akan berfungsi.
Melihat Monster Api menggunakan tangannya, Blue melempar Dual Secret Sword dan mengepalkan kedua tangannya. Sarung Tangan Elastisitas Dewa Cahaya mengkilap, Blue memberikan pukulan terus menerus.
Armor Break dan Weapon Break terus muncul di atas kepala Pohon Raksasa. Akar-akarnya mulai marah dan menghancurkan ruangan.
Blue dan Monster Api melompat dan menghindar dengan sangat baik. Blue tidak menyangka Monster Api ternyata sangat lihai dalam menghindar.
Meskipun kecepatannya tidak sebaik Blue, Monster Api memanfaatkan segala situasi. Dia bisa menghindari serangan musuh karena akar-akar Pohon Raksasa bisa diprediksi.
Pasukan Hollow terbebas dari efek buruk. Dengan perintah Raja Hollow, mereka menerjang Pohon Raksasa.
Pertarungan sengit terjadi, para Hollow mati beberapa kali dalam prosesnya. Mereka tidak peduli dengan mati beberapa kali saja, perlu diingat nyawanya lebih dari 5 juta.