Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Batas Bawah


Kemunculan Zaha menandakan bahwa bangunan di Desa Sahara rusak cukup parah. 8 menara sihir menjulang tinggi menargetkan Anoman dan Pemimpin Ras Manusia Tanaman.


"Berhenti atau aku akan membunuh kalian!"


Perkataan Zaha bukan main-main, 8 menara sihir dan ratusan senjata lainnya siap menyerang bersamaan. Bahkan Anoman yang sangat kuat akan mati dalam sekali serang.


"Ini?"


Blue tentu saja terkejut melihat banyaknya mekanisme senjata berbahan Batu Mana. Siapa yang mengira Zaha sudah berhasil sejauh ini.


Anoman dan Pemimpin Manusia Tanaman berhenti, mereka merasakan ancaman kematian.


Blue tertawa kecil. "Zaha, tenanglah. Ini hanya keributan kecil antara dua penjaga desa."


"Bos, akhirnya kamu datang. Aku sudah menyiapkan banyak robot pekerja untuk pembangunan, bagaimana kalau mengujinya sekarang."


Zaha turun dari robot buatannya, ia baru menyadari Blue ada di dalam kerumunan orang pembuat onar.


"Haha," tawa Blue tertawa pelan.


Zaha dan Blue berdiskusi terkait pembangunan Desa Sahara yang memakan banyak biaya. Bunny yang ikut rapat hanya bisa gigit jari mendengar kegilaan mereka.


Anoman dan Pemimpin Manusia Tumbuhan bertarung di luar desa. Mereka tanpa sengaja mereka membunuh monster tak bersalah di sepanjang jalur serangannya.


Liem dan Kitty bersama-sama berburu monster dan menaikkan levelnya hingga 95. Yami dan Rafaela melindungi mereka berdua jika ada kecelakaan.


Blue dan Zaha berdiri di depan tanah kosong, keduanya tersenyum dan menekan tombol setuju.


"Ayo buat taman!" seru Blue dengan penuh semangat.


100 robot pekerja langsung bertindak sesuai dengan rencana. Bahan-bahan diambil dari tempatnya dan menyusunnya dengan kecepatan tinggi.


"Ini lebih efektif daripada yang aku duga!" kata Zaha puas dengan pekerjaan para robot.


100 robot sama dengan 1000 penduduk pribumi. Itu dikarenakan para robot tidak perlu makan dan minum, bahkan mereka tidak perlu tidur.


Bangunan setinggi 12 meter berhasil dibuat dalam beberapa menit saja. Para robot segera menghias sekitarnya untuk memperindah taman sesuai rancangan.


"Dengan kecepatan ini seharusnya taman ini bisa selesai dalam 2 hari." Blue tampak puas dengan pekerjaan para robot yang menggunakan Batu Mana kuning.


Zaha juga berpikir sama, ia masih mempunyai beberapa batu mana warna kuning di laboratorium. Jika menggunakannya untuk pekerja, itu akan menghemat banyak waktu.


"Untuk sementara teliti robot khusus pertanahan desa. Aku sudah menemukan cara untuk meningkatkan desa menjadi kota, masalah utama Desa Koral adalah keamanan."


Zaha menganggukkan kepala, ia sudah tahu seberapa luas pengetahuan bosnya. "Bukankah keamanan Desa Koral sudah sangat tinggi?"


"Bukan itu maksudku, ada faktor tertentu yang memberikan harus dipenuhi. Salah satunya adalah rasa aman untuk para penduduk pribumi dan pemain. Setelah itu terpenuhi, Desa Koral siap dipromosikan ke sebuah kota."


"Baik, Bos!" jawab Zaha penuh dengan rasa penasaran.


Blue pergi menemui Liem dan Kitty. Ia segera menutup mata setelah melihat status Liem dan Kitty.


"Seperti biasa, game ini sudah rusak!"


...[Liem...


...Level : 94...


...Gelar : Mantan Malaikat Jatuh...


...HP : 91 ribu...


...MP : 450 ribu...


...SRT : 290...


...DEF : 190...


...AGI : 620...


...VIT : 3.400...


...INT : 4.500...


...Skill :...


...1. Bola Api (1)...


...2. Panah Es (1)...


...3. Bom Api (8)...


...4. Wind Slash (1)...


...5. Tembok Pelindung (1)...


...Skenario Utama akan terus mengikuti anda.]...


...[Kitty...


...Level : 95...


...HP : 90 ribu...


...MP : 490 ribu...


...SRT : 310...


...DEF : 400...


...AGI : 900...


...VIT : 2.100...


...INT : 2.900...


...Skill :...


...1. Meteor Es(1)...


...2. Laser Blast (1)...


...Kucing peliharaan Athena, semakin naik level kemampuannya akan semakin bertambah.]...


Dua orang yang baru berburu beberapa jam sudah hampir mendekati target. Blue membiarkan mereka berburu sendiri untuk memperluas wawasan.


Setelah semua melewati level 95, Blue menghentikannya. "Aku pikir sudah saatnya kita pergi!"


Liem dan Kitty langsung mundur, mereka bersiap untuk pertarungan melawan Raja Kalajengking. Blue mengambil beberapa bahan untuk membuat senjata.


"Sudah lama aku tidak membuat senjata."


Tangannya langsung memegang palu dan bersiap meleburkan baja dengan suhu tinggi. Jubah Raja Api segera dikeluarkan, matanya menatap tungku api.


Napasnya mulai berhembus dan tangannya bergerak untuk memukul potongan besi yang sudah dipanaskan.


Blue tampak sangat fokus, tak ada yang bisa menghentikannya membuat armor dan senjata untuk Liem dan Kitty. Meskipun senjatanya tidak terlalu bagus, setidaknya itu akan meningkatkan pertahanannya.


Empat jam telah berlalu, Blue tersenyum puas dengan hasilnya.


"Tidak buruk, dua senjata epik dan dua armor." Blue keluar dari bengkel dan memberikannya pada Liem dan Kitty.


Liem mendapatkan armor dan senjata tipe tongkat, tongkat itu bisa menyimpan satu skill kelas S atau dibawahnya. Dengan adanya tongkat sihir tersebut, Liem bisa menggunakan Bola Api dua kali berturut-turut.


Armor di tubuhnya juga tidak kalah hebat. Armor tersebut bisa meniadakan kerusakan sebanyak satu kali jika ketahanannya mencapai 0, ditambah lagi pertahan serangan fisik dan sihir juga ditambahkan.


Kitty mendapat sebuah senjata berbentuk cakar tang menyelimuti kedua tangannya. Di tubuhnya juga ada sebuah armor yang bisa menghilang serangan kritikal.


"Ayo berangkat!" seru Blue penuh dengan semangat.


Kelompoknya segera berangkat ke sarang Raja Kalajengking, Liem dan Kitty akan menghadapinya sendiri. Kali ini Rafaela tidak menggunakan skill untuk melindungi.


"Bunuh manusia!" pekik Raja Kalajengking.


Liem segera menggunakan skill Bom Api, 100 jarum segera terbang dan menancap ke sela-sela sendi musuh.


Kitty menggunakan Laser Blast untuk mendorong musuhnya. Ledakan besar terjadi di dalam tubuh Raja Kalajengking, itu dikarenakan Bom Api sekarang hanya berdurasi 2 detik.


Ledakan pertama membuat Raja Kalajengking tidak bisa bergerak karena kesakitan. Liem memanfaatkan kesempatan untuk menggunakan skill yang ia simpan dalam tongkatnya.


100 jarum tak kasat mata muncul lagi, jarum tersebut langsung menusuk monster Kalajengking dan meledak dalam 2 detik.


"Manusia, aku akan membunuhmu!" pekik Raja Kalajengking.


Sayangnya Kitty tidak tinggal diam, ia menggunakan meteor es pada kaki Raja Kalajengking. Liem juga membekukan kaki musuh dengan panah es.


Sebuah bola api muncul di tangan kanan Liem, tanpa rasa takut ia melemparkannya. Gabungan es dan api membuat kerusakan yang diterima Raja Kalajengking semakin besar.


"Aku tidak akan melepaskan kalian!"


Raja Kalajengking merubah kulitnya menjadi merah. Liem dan Kitty menjadi serius, mereka akan melakukan pertahanan mulai sekarang.


Ekor kalajengking langsung menyerang Liem yang berada di depan. Kecepatannya tidak terlaku tinggi, sehingga Liem bisa menghindarinya dengan mudah.


Kitty juga mundur beberapa langkah dan mencoba berputar untuk mencari celah dari belakang. Liem menajamkan matanya dan menyerang monster yang sedang marah.


Dua capit kalajengking langsung menyerang Liem dengan kecepatan tinggi. Sehingga ia tidak dapat menghindar dan terkena serangan mematikan. Untungnya HP Liem masih tersisa 10 ribu.


Kitty menyerang dari belakang, ia menggunakan cakarnya untuk memberikan kerusakan tambahan. Sayangnya Raja Kalajengking mengetahuinya dan mengibaskan ekornya.


Liem dan Kitty tampak terpojok, mereka akan mati jika tidak mempunyai keberuntungan. Rafaela langsung menggunakan keterampilannya untuk membantu.


Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat Rafaela membantunya. Padahal ia sedang menguji batas Liem dan Kitty, dua armor yang ia buat akan menyelamatkan mereka dalam situasi genting.


Karena tidak memberitahu Rafaela, Liem dan Kitty diselamatkan dan berhasil mengalahkan Raja Kalajengking dengan mudah.


"Baiklah, ayo istirahat."


...[Selamat pemain Blue telah berhasil menyelesaikan Skenario Utama Jalur Kelima. 2 level skill khusus Liem dan hadiah acak akan segera di undi.]...