
Bee tampak sangat tenang, ia merubah jubah dan mengeluarkan sebuah tongkat yang melambangkan seorang pangeran dari negeri cahaya. Tongkatnya di angkat ke atas dan matanya mulai memancarkan sebuah cahaya menyilaukan.
Semua pasukan Blue tidak bisa melihat apa yang terjadi, tetapi pemberitahuan sistem membuat Blue yakin bahwa Bee sudah mengalahkan Naga Petir. Hal yang paling aneh adalah Bee bisa membunuh Naga Petir yang Hpnya masih 10% dengan sekali serang.
...[Selamat Blue talah mengalahkan Naga Petir.]...
...[Poin kontribusi terlalu tinggi, membutuhkan waktu untuk menilai. Hadiah akan dikirim setelah beberapa menit.]...
Blue segera menggunakan Mata Dewa dan berlari ke arah Bee yang tersungkur ke tanah. Ramuan penambah HP dan MP akan digunakan, tetapi Bee sudah tidak bergerak.
“Hei gendut, jangan membuatku panik!” ucap Blue yang mulai tidak bisa menahan emosinya.
“Bos, biarkan aku merawatnya di ruang penyimpanan. Dia telah menggunakan banyak energi kehidupan, butuh beberapa waktu untuk disembuhkan!” ucap Elvy yang mengetahui cara menyembuhkan Bee yang terlalu memaksakan diri.
Drakula tergeletak di tanah karena terlalu banyak menyerap darah, ia juga harus mendapat perawatan supaya darah Naga Petir segera diserap. Ela akan membantunya sekuat tenaga di dalam ruang penyimpanan. Raul langsung kembali ke ruang penyimpanan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Ia bermeditasi untuk mempelajari keterampilan petir yang digunakan Naga Petir.
Kali ini Blue bisa selamat karena pengorbanan Bee menggunakan energi kehidupan miliknya. Anthony, Luis, dan semua penduduk dunia buatan segera kembali untuk menyembuhkan diri, mereka sudah menghabiskan mananya sampai hampir kosong.
Untuk penduduk pribumi mana kosong di dalam tubuh dapat menyebabkan kematian instan, tetapi mereka semua masih mau mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan semua rekan-rekannya. Anthony belum terlalu memaksakan diri, ia akan membantu penyembuhan Luis dan pasukannya.
Rafaela segera menjatuhkan badannya ke tanah, ia tidak bisa menopang tubuhnya dengan benar. Kakinya bergetar hebat, napasnya tidak teratur dan keringat dingin bercucuran di dahinya. Yami mencoba membantunya dan mengalirkan energi khusus untuk membantu kesembuhan Rafaela.
Ragil dan Eko tangannya patah, mereka membutuhkan perawatan medis atau penyihir yang dapat menyembuhkan dirinya. Eka dan Dwi segera kembali ke dunia buatan untuk menyembuhkan diri, mereka terluka paling parah ketika armor naga petir digunakan.
Semua kerusakan yang ia terima akan secara otomatis dikembalikan pada penyerang. Meskipun hanya mengembalikan 30% kerusakan, Eka dan Dwi tidak menggunakan kemampuan bertahan. Jadi sudah sewajarnya mereka terluka paling parah di antara semua rekannya.
...[Sistem menyatakan bahwa anda telah menyelesaikan misi yang tidak mungkin diselesaikan, secara resmi sistem akan memberikan Armor Naga Petir dalam versi yang sudah ditingkatkan.]...
...[Armor Raja Petir...
...Tingkat : Dewa Rendah (Belum Sempurna)...
...Bonus Status :...
...STR : 1500...
...DEF : 2000+200% total level...
...AGI : 1000...
...VIT : 2000 + 100% total level...
...Kemampuan khusus :...
...1. Mengembalikan 50% kerusakan yang diterima....
...2. Meningkatkan regenerasi HP sebanyak 20%....
...3. Memberikan efek korosif pada penyerang, berkemungkinan merusak senjata lawan.]...
“Seperti yang diharapkan dari Armor Naga. Pada awalnya aku tidak tahu mengapa pemegang armor ini bisa mendominasi arena pertarungan dan domain dewa di benua barat, tetapi sekarang aku tahu mengapa orang itu bisa melakukannya.”
Tanpa menunggu lama Blue langsung mengenakan armor naga petir, statusnya meningkat drastis hanya karena satu perlengkapan saja. Bayangkan jika ia menggunakan perlengkapan penuh, statusnya pasti akan melambung lebih tinggi.
Sembari menunggu Yami membantu penyembuhan Rafaela, Blue dan dua rekannya melihat mayat Naga Petir yang tidak menghilang setelah dikalahkan.
...[Anda menemukan jantung Naga Petir, misi kepemilikan desa akan segera selesai jika anda memberikannya pada kepala desa.]...
Tubuh naga petir menjadi transparan, ia segera menghilang dari pandangan semua orang setelah jantungnya diambil. Blue sebagai ketua kelompok tidak bisa menerima hasil yang begitu menyakitkan, sebagian orang dari dunia buatan telah dikonfirmasi mati.
Anthony melaporkan bahwa 320 dari 1000 orang telah mati karena mana dalam tubuhnya sudah tidak dapat dipompa. Hasil itu lebih baik dibandingkan dugaan Anthony yang memprediksi bahwa 80% dari pasukan Luis akan meninggal.
Untungnya Eka dan Dwi bisa menyembuhkan lukanya dengan cepat, mereka siap menjalankan tugas berbahaya lainnya. Namun Blue tidak mau mereka memaksakan diri dan menyuruh Anthony untuk memberikan pemahaman.
Hanya untuk mendapatkan Armor Raja Petir, Blue harus mengorbankan banyak orang. Ia segera memejamkan mata dan melihat langit-langit yang mulai runtuh dan memaksa kelompok Blue keluar dari sarang monster.
Yami dan Rafaela sudah bisa bergerak bebas, walaupun kekuatannya belum sepenuhnya sembuh, Yami dan Rafaela masih bisa bertarung dengan benar. Sedangkan Ragil dan Eko masih belum bisa menggerakkan tangan kanannya karena patah dan harus menggunakan jasa penyembuhan khusus.
Dengan kekuatan Rafaela saat ini, tidak mungkin menyembuhkan tangan yang hancur karena menahan serangan musuh. Disisi lain, Rafaela masih butuh waktu untuk memulihkan mana dalam tubuhnya.
Blue dan kelompoknya segera kembali ke Kota Yu untuk menyembuhkan luka Ragil dan Eko. Keduanya dibiarkan dalam ruang khusus untuk penyembuhan, Blue segera segera ke Desa Pohon Runtuh dan menyembuhkan pemilik desa dengan jantung naga petir.
Cahaya berwana biru muda menyelimuti tubuh tua pemilik desa, setelah beberapa saat kulitnya yang pucat mulai membaik. Akhirnya pemilik desa bisa bangkit dari kasurnya untuk pertama kali.
“Anak muda, aku berterima kasih padamu. Jadilah pemimpin desa ini!” ucap kakek tua dengan suara lirih.
...[Selamat pemain Blue berhasil menyelesaikan misi pemilik desa, menghadiahinya token kepemilikan Desa Pohon Runtuh.]...
Queen dan Aqila diminta untuk menemuinya ke Desa Pohon Runtuh, Blue menyerahkan administrator pada Queen, tetapi kepemilikan desa masih di pegang Blue.
“Bos, bagaimana kamu bisa menyelesaikan misi tidak masuk akal kepala desa.”
“Itu bukan misi yang tidak mungkin diselesaikan, aku hanya berusaha keras untuk menyelesaikannya.” Blue teringat adegan semua kelompoknya terluka parah karena Naga Petir terlalu kuat.
Tidak lupa Blue memberikan pemahaman tentang 5 juta pemain yang telah ia tempatkan, dengan mata dewa ia mengelompokkan orang pada tempatnya. Blue tidak membawa banyak uang, jadi ia memutuskan untuk membangun desa perlahan-lahan.
Liem dan Kitty bebas menaikkan levelnya, mereka ditemani Yami dan Rafaela di wilayah monster yang sepadan. Blue dan Queen akan sibuk untuk merancang pembangunan Desa Pohon Runtuh sekaligus markas Fairy Dance di Benua Barat.
Aqila memimpin kelompok untuk membersihkan sebuah dungeon atau sarang monster, tetapi meraka di hadang dan dikirim ke rumah kebangkitan setelah keluar dari Desa Pohon Runtuh. Blue yang mendengarnya tidak tinggal diam, ia meminta informasi tentang penyerang.
“Bos, lebih baik kita tidak mengganggu mereka. Blacklist adalah kelompok pemain yang sangat kuat, tanpa menambahkan kekuatan pribumi mereka sudah menjadi super guild.”
“Penjelasanmu sulit dicerna, intinya mereka adalah super guild yang menindas musuhnya. Tapi mengapa mereka tidak muncul di Benua Tengah?”
“Aku juga tidak tahu, Bos.”
“Itu karena mereka takut keberadaan Fairy Dance, buktinya mereka hanya mengganggu di benua barat. Aku akan menyelesaikannya dengan caraku, perintahkan anggota yang setia untuk bersiap berperang.”
Target pertama Blue tidak main-main, ia mencoba memenangkan pertarungan melawan super guild yang bermarkas di Benua Barat.