Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Asura vs Blue (2)


Asura tidak percaya senjata Blue sudah ditarik. Makanya ia terus menghancurkan lingkungannya dengan semua pedangnya.


Disisi lain Blue menonton sambil memakan beberapa nasi kepal. Setelah digunakan sekali, efek penambahan poinnya berkurang setengah.


"Sayang sekali, jika saja efeknya bisa dipertahankan, pasti akan sangat membantu." Blue menggelengkan kepala.


Setelah beberapa saat menunggu, Blue memakan suapan terakhir. Ia tidak bisa menunggu Asura terlalu lama.


"Hei, apa ini yang kau cari?" tanya Blue sambil menunjukkan Dual Secret Sword.


Asura berhenti, ia melirik ke arah Blue yang memegang satu pedang. "Sialan kau membodohiku lagi!" teriaknya sambil berlari ke arah Blue.


Sangat disayangkan Asura yang kuat ternyata tidak dapat menggunakan otaknya dengan baik. Namanya saja dual, pasti pedangnya ada dua tapi Blue hanya memegang satu.


Dalam prosesnya berlari ke arah Blue, salah satu pedang Dual Secret Sword menusuk punggungnya untuk kesekian kalinya.


Armor yang sanga kuat milik Asura pecah, tubuhnya membesar karena sebenarnya armor itu mengunci kekuatannya.


"Bagus, kau berhasil membuatku marah manusia!" ucap Dewa Asura.


Great Sword yang awalnya melayang di udara mulai menyatu dengan tubuhnya. Mata vertikal berwarna kuning di dahi Asura terbuka, gempa bumi terjadi di sekitarnya.


Blue menyempitkan matanya, ia tidak mengira pertarungan akan menjadi seperti ini. Padahal ia hanya berniat menghancurkan harga dirinya. Namun Asura meresponnya terlalu berlebihan.


Great Sword yang menancap di punggungnya mulai berubah bentuk. Sebuah mata muncul di ujung pedangnya, kemudian wujudnya menjadi seperti bulu merak.


Rambutnya berubah warna dari merah menjadi putih, serta sebuah lingkaran berwarna kuning muncul di belakang bulu merak miliknya.


Asura memukul udara ke arah Blue, seketika Blue diterbangkan ratusan meter dan terkena serangan telak.


...[Blue menerima kerusakan - 2500, serangan kritis.]...


Blue menyingkirkan debu disekitarnya, ia menarik sebuah pedang besar dari ruang penyimpanan. Tanpa peringatan, kedua lengannya segera mengayunkan pedang itu.


Sebuah sayatan pedang vertikal berwarna merah menuju Asura. Karena terlalu percaya diri dengan kekuatannya, ia mencoba menghentikan serangan musuh dengan kepalan tangannya.


Tinju dan sayatan pedang bertemu, lingkungan sekitarnya hancur sekali lagi. Tanah diterbangkan ke langit, dan pepohonan terpelanting.


Karena Blue memasukkan enegi jiwa dan teknik Celah Dimensi, tinju Asura tidak dapat menghancurkannya.


[Blue memberikan kerusakan - 1, serangan kritis.] (130x)


[Blue memberikan kerusakan - 25 ribu, serangan pasti.] (130x)


Tidak hanya sekali, Blue berhasil mendaratkan keterampilan yang sangat menyakitkan. 130 kali serangan beruntun karena efek salah satu skillnya dari celah Dimensi.


...[Mengubah semua serangan menjadi 1.]...


Blue menggunakan Speed of Light untuk mendekat, ia harus menyimpan Langkah Cahaya untuk berjaga-jaga.


...[Speed of Light...


...Kelas : B...


...Tipe : Aktif...


...Level : Max...


...Pendinginan : 10 detik...


...Menerjang ke depan dengan kecepatan cahaya, menambahkan kelincahan sementara sebanyak 180%.]...


Tidak seperti Langkah Cahaya yang punya durasi 5 detik, Speed of Light hanya bisa digunakan satu kali setiap 10 detik.


Asura mengibaskan debu di sekitarnya menggunakan lengan kanannya. "Bagus manusia, aku menyukai ini!"


Darah keluar dari sekujur tubuhnya, tetapi tidak menurunkan tekad Asura untuk bertarung. Dia sadar kekuatannya akan terus meningkat seiring berkurang darahnya.


Blue sudah sampai di depan Asura, ia siap menghantam musuhnya dengan Great Sword di sisi kanannya. Dengan ayunan dua lengannya, Blue mencoba menggunakan ayunan kekuatan penuh.


Namun ayunannya segera dihentikan sebelum ia berhasil memunculkan sayatan pedang. Blue membelalakkan matanya, ia tidak melihat pergerakan Asura sama sekali.


Ternyata salah satu bulu merak di punggungnya bergerak dan menahan bahu Blue.


"Apa?"


"Jangan terkejut manusia, aku masih ingin bermain!" ucap Asura dengan senyum kebahagiaan.


Blue membalasnya dengan senyuman, ia sudah memastikan untuk kedua kalinya. Dual Secret Sword tidak dapat dideteksi musuhnya.


Dua pedang langsung menerkam punggung Asura di titik yang sama. Asura langsung tersungkur olehnya, Dual Secret Sword menggunakan serangan penuh.


...[Blue memberikan kerusakan - 1, serangan kritis.] (2x)...


Setelah memberikan banyak serangan pasti, Blue menyadari bahwa HP Asura hanya sedikit berkurang. Lebih tepatnya Asura baru kehilangan 1% dari total HP miliknya.


"Bukankah ini terlalu berlebihan?" ucap Blue yang menemui jalan buntu.


Namun semangatnya tidak menurun, Blue bersalto ke belakang untuk menstabilkan pijakannya. Ia menatap tajam ke arah musuhnya.


Dual Secret Sword yang bersembunyi muncul di kedua tangannya. Great Sword masuk ke ruang penyimpanan.


"Ekstrim Blade," katanya menyebutkan nama keterampilannya.


Asura tidak menghindar, ia mencoba menerima serangan musuh dengan tangan kosong. Tubuhnya sudah lama tidak terluka, jadi Asura harus mengeluarkan lebih banyak darah untuk bersenang-senang.


...[Ekstrim Blade (Suci)...


...Kelas : S...


...Level : Max...


...Pendinginan : 6 menit...


...Menebas semua musuhnya yang berada di radius 15 meter dengan kerusakan 8500% serangan normal. Memicu efek Serangan Fatal (Memberikan 150 % serangan normal selama 25 detik).]...


Serangan yang sanga menyakitkan berhasil mengenai tubuh Asura. Wajahnya langsung berubah tak sedap dipandang karenanya.


"Ugh, cukup sakit manusia." Asura menatap ke arah Blue dan memprovokasinya untuk serangan selanjutnya.


Blue sadar mengalahkannya dengan keterampilan bawaan terlalu lama. Meskipun bisa mengalahkannya, tapi Blue harus mengorbankan stamina dan konsentrasi.


Blue bergumam pelan, "Ayo gunakan cara klasik."


Dengan memanfaatkan Langkah Cahaya, Blue melempar beberapa simbol yang dapat memunculkan sebuah senjata sihir.


Menara Petir, Meriam Sihir Otomatis dan Pelontar Roket muncul bergantian di belakang Blue. Jumlahnya tidak main-main, masing-masing dari mereka lebih dari 200 unit.


Lima Robot Penembak muncul di sebelah Blue. Mereka tidak menunggu aba-aba langsung menghujani Asura dengan peluru energi.


"Hei, sialan aku belum memberikan perintah!" teriaknya dengan nada kesal. Sayangnya Robot Penembak tidak mendengarkannya karena tekanan yang dipancarkan Asura.


Padahal Blue ingin tampil keren dengan serangan serentak dan menghujani Asura. Semua gagal karena sosok Robot bodoh yang ketakutan.


Blue menunjuk ke arah Asura dan berteriak, "Serang!"


Tidak mau tinggal diam, Blue berlari ke arah Asura dan mengendalikan Dual Secret Sword supaya serangan anak-anak robotnya mengenai sasaran.


Asura tidak mengelak, ia menahan semua serangan dengan tubuhnya. HPnya mulai berkurang cepat, senyumnya muncul di balik tangannya.


"Haha ini dia pertarungan yang aku suka!"


Asura melepaskan energi aneh dan menghempaskan semua serangan para robot.


...[Asura...


...Level : ?...


...HP : 91%.]...


"Apa kau sudah bosan menjadi target serangan?" tanya Blue yang sudah sampai di depan wajah Asura.


Tangan kanannya segera diayunkan dan memukul perut Asura. Sayangnya itu berhasil di blokir.


Dual Secret Sword dengan cepat menusuk mata ketiga di dahi Asura, ia menggunakan energi jiwa untuk memaksimalkan kerusakan.


Sebuah penghalang tak kasat mata muncul, mata Asura bersinar terang hingga semua makhluk di sekelilingnya terbakar.


Untungnya Blue menggunakan Jubah Raja Api, jadi ia tidak terkena serangan panas.


"Kau tidak akan bisa menghancurkan senjata ilahiku!" ucap Asura dengan nada sombong.


Sayangnya kenyataan tidak semanis yang dia katakan, Dual Secret Sword berhasil menembus penghalang dan menutup mata ketiga Asura.


"Apa?" tanya Asura kebingungan. Padahal serangan Zeus saja tidak bisa melukai mata sang dewa perang. Namun Dual Secret Sword berhasil mencederainya.


"Siapa yang tahu," ucap Blue dengan nada mengejek.


Setelah berhasil menjalankan rencananya, Blue segera mundur dan memerintahkan semua pasukan robot menyerang.


Asura tidak bisa bergerak sementara, ia Shock karena senjata ilahi miliknya terluka. HPnya terus berkurang hingga menyentuk 87%. Setelahnya ia berdiri dan melepaskan bajunya.


"Mari mulai babak kedua!" katanya sambil menatap tajam ke arah Blue yang tampak belum serius.