Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Bermain Di Halaman


Blue menganggukkan kepala dan tersenyum. "Berikan sentuhan teknologi serangan, sehingga mereka bisa mempertahankan diri jika ada musuh."


Sebagai orang yang sangat berpengalaman di bidang ini, Blue mengambil kertas dan menggambar rancangan robot pekerja.


"Jangan lupa tambahkan simbol penguat pada intinya, bukan pada tubuhnya." Blue memberikan pelajaran terkait pembuatan robot.


"Bos itu akan membuat tubuh robot gampang hancur," kata Zaha yang memberikan masukan positif.


"Inilah alasan mengapa aku menyuruhmu menggunakan batu mana kuning. Dengan kemampuannya, batu mana kuning cukup untuk melapisi armor dengan kekuatannya sendiri. Jadi bisa memfokuskan ukiran simbol pada intinya."


Sebelum kembali ke Yami, Blue teringat misi yang ada di Desa Sahara.


"Berapa bangunan yang belum di selesaikan?" tanya Blue sambil berkeliling desa.


Ada 3 bangunan yang belum di selesaikan, bangunan itu ialah Rumah Lelang, Rumah Administrasi, dan Rumah Ibadah.


Blue berdiri di depan Rumah Administrasi, tangannya dengan lihai langsung menekan tombol terima misi.


...[Rumah Administrasi...


...Cari Bunny Si Manusia Kelinci dan undang dia ke Desa Sahara.]...


Tidak ada informasi tambahan, jadi semua orang akan kesusahan mencari Bunny. Untungnya Blue punya informasi dari masa depan.


"Ayo pergi ke utara Desa Sahara."


Blue langsung berlari, kecepatan larinya berbeda dari sebelumnya. Ia hanya menggunakan 30% kecepatannya.


Desa Sahara adalah desa tersembunyi milik Fairy Dance. Tidak banyak pemain yang berkeliaran, jadi Blue bisa bersantai disini.


Tepat setelah keluar dari gerbang, Blue menggunakan Gate untuk menuju pemukiman di utara Desa Sahara.


Sebuah pemukiman di tengah gurun pasir, hanya ada 20 kepala keluarga disini. Mereka semua hidup dari pertanian kaktus.


Tepat ketika Blue datang, sekelompok monster menyerang. Para laki-laki yang cukup kuat segera menghadangnya.


Mereka menggunakan tombak kayu yang dibalut dengan kain, ujung tombaknya terbuat dari batu obsidian.


Tepat ketika para pria menusukkan tombaknya pada monster, batu itu segera pecah karena sifatnya yang rapuh.


Blue tidak tinggal diam, ia berlari menuju gerombolan monster. Seperti sedang bermain di halaman rumahnya. Lengannya segera mengayun dan menebas semua monster yang terlihat.


"Terima kasih, Paman."


Hati Blue langsung retak, ia baru dua puluh tahun terapi sudah di panggil paman. "Haha, bukan masalah besar. Apa kalian kenal Bunny Si Manusia Kelinci?"


"Dia ada si gubuk." Para petarung desa memimpin jalan menuju rumah Bunny.


Blue melihat kiri dan kanan, ia tidak melihat manusia kelinci. "Apa desa ini campuran dari banyak manusia hewan?"


Pria setinggi 150 centimeter dari ras kucing menjawab, "Desa Atlantis dulu sangat makmur, tetapi semua hancur setelah banjir. Semua manusia meninggalkan temat ini, hanya kami para manusia hewan yang mencoba mempertahankannya."


"Atlantis?" tanya Blue tidak pernah mendengar nama desa itu.


"Ya, itu ketika pelindung desa masih sehat. Setelah ribuan tahun tubuhnya mulai tua dan tidak bisa bertarung lagi." Pria ras kuning itu menunduk karena tak punya harapan hidup.


Blue melihat manusia kucing, Mata Dewa langsung digunakan untuk melihat statusnya.


...[Bunny...


...Level : 12...


...Gelar : Administrator (Maha Guru)...


...HP : 500...


...MP : 1200...


...SRT : 3...


...DEF : 2...


...AGI : 51...


...VIT : 30...


...INT : 150...


...Administrator desa atlantis.]...


Siapa yang tidak akan terkejut melihat seorang maha guru di desa kecil ini. Bahkan kerajaan besar tidak punya satupun maha guru.


"Aku Blue dari Fairy Dance, maksud kedatanganku kesini tidak lain untuk menawarkan kepindahan untuk kalian semua ke Desa Sahara." Blue langsung mengatakan maksudnya.


"Kami menolak," jawab Bunny dengan cepat.


Bunny menunduk, ia melihat pria tua di atas ranjang kamar tidur yang terbuat dari pelepah daun kurma. "Paman, apa yang harus kita lakukan?" tanyanya.


Air mata dari semua anak-anak tidak bisa dibendung, termasuk Bunny yang sudah 30 tahunan.


"Bunny, desa ini sudah tidak bisa diselamatkan. Pergi dan carilah kehidupan yang lebih baik," ucap kakek tua yang terbaring di tempat tidur.


...[Anoman...


...Level : 820...


...Gelar : Penjaga Gunung Atlantis...


...Tubuhnya sudah terlalu renta, berikan energi kehidupan jika ingin menyelamatkannya. Setidaknya butuh 100 miliar untuk memberikan waktu 10 tahun.]...


Blue tersenyum kecut melihat nilainya tidak main-main. Ia akan menggunakan energi kehidupan untuk penawaran terkahir.


"Tidak, Paman. Aku akan selalu menemanimu sampai peristirahatan terakhir." Bunny masih bersikeras menemani Anoman yang sudah diujung tanduk.


"Aku bisa memberimu tambahan umur, tapi aku perlu sebuah jaminan." Blue tidak kuat melihat Bunny dan anak-anak manusia hewan menangis.


"Benarkah?" tanya Bunny dengan perasaan gembira.


"Ya, itu akan membuatku mengorbankan sesuatu yang berharga. Jadi aku butuh imbalan yang sepadan." Blue tidak menyembunyikan maksudnya.


"Aku, aku adalah administrator yang baik. Otakku juga cukup cerdas dalam memecahkan masalah, aku cocok untuk pekerjaan apapun!" seru Bunny dengan semangat berapi-api.


"Tidak itu masih kurang," jawab Blue dengan suara rendah. Matanya langsung tertuju pada kakek tua yang berbaring di tempat tidur.


"Aku mau menyelamatkanmu, tetapi berikan sumpah darahmu pada Fairy Dance." Blue menyatakannya dengan gamblang.


"Tidak," jawab Anoman dengan cepat.


"Mengapa kamu menolaknya?"


"Aku tak tahu siapa kamu?"


"Aku bukan orang baik, tetapi tidak pernah mau menyakiti temannya." Blue mengatakan serangkaian kata yang membuat Anoman teringat sesuatu.


"Darimana kamu mendapatkan kata-kata itu?" tanya Anoman dengan suara lirih.


"Seorang pria muda yang kehilangan tangannya menyesal telah berkhianat. Ia membunuh dirinya sendiri dan menulis kisahnya dengan darah yang mengalir dari tangannya."


"Apa dia mati?" tanya Anoman.


"Ya, di dunia kita sebelumnya pria itu mati. Sayangnya ini Domain Dewa, semua mahkluk hidup telah dibangkitkan dengan ingatan penuh."


Blue menjelaskan konsep dunia nyata dan Domain Dewa. Meskipun Anoman bukan orang pintar, ia masih bisa memahami apa yang dikatakan Blue.


"Jadi seperti itu, artinya aku tidak harus membalas dendam pada bocah bajingan itu?" tanya Anoman sambil tersenyum.


"Ya, kamu tidak perlu balas dendam. Namun apa musuh yang lain akan mengatakan hal seperti itu, apakah mereka akan melepaskan semua anak yang kau lindungi?" tanya Blue dengan tatapan serius.


"Bukankah kalian Fairy Dance bisa melindunginya?"


"Dunia ini lebih luas dari bayanganmu, tanganku hanya ada dua. Bagaimana mungkin aku seorang diri melakukan semuanya?"


Blue melemparkan pertanyaan yang menyudutkan psikologi lawannya. Ini adalah salah satu teknik penawaran yang dia pelajari dari masa lalu.


Anoman memejamkan matanya. "Berapa lama aku bisa hidup?"


"Tergantung kinerja mu, untuk saat ini kemampuanku hanya bisa membantumu selama 10 tahun. Kalau aku mati sebelum 10 tahun, sudah dipastikan kamu akan mati."


"Baiklah, berikan benda berharga milikmu!" ucap Anoman sambil mengulurkan tangannya yang tampak seperti tulang kering.


Blue membuat sebuah bola energi dari tangannya, tanpa melihat betapa terkejutnya Anoman, ia langsung mengalirkan energi kehidupan.


Tubuh Anoman bersinar terang, tubuhnya yang kurus mulai berisi dan manusia kera terlihat. Anoman membusungkan dada dan segera berlutut didepan Blue.


"Aku bersumpah setia pada Fairy Dance dan Raja Segalanya."


"Darimana kamu mengetahui namaku?" tanya Blue.


"Pemimpin Atlantis pertama adalah Raja Segalanya. Energi murni milikmu sama sepertinya, aku yakin ramalan orang pintar itu benar adanya."


"Ramalan?"


"Orang pintar itu mengatakan bahwa Atlantis bisa muncul lagi ketika Raja Segalanya muncul."


"Hah?"


Tentu saja Blue tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia hanya bisa tersenyum manis menerima apapun yang akan terjadi.