Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Osiris


Blue yang tidak mau muridnya dihina langsung melepaskan Dual Secret Sword. Dua pedang itu langsung melesat menusuk Iblis Ebisu yang masih terlihat sombong.


Karena kehadirannya tidak bisa dirasakan, Dual Secret Sword menembus perut Dewa Ebisu kemudian menghilang.


"Sialan!" teriak pria bertanduk dua.


Regenerasi iblis sangat cepat, jadi ia bisa sembuh begitu saja. Namun Ebisu merasakan adanya sesuatu yang hilang dari dirinya.


Dual Secret Sword sudah menjadi barang yang tidak bisa diukur sistem biru, jadi kemampuannya memakan jiwa jauh lebih mengerikan dibandingkan sebelumnya.


"Aneh," gumam Ebisu.


Merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Iblis Ebisu langsung terbang dan menghantam Oberon sekuat tenaga.


Oberon yang tidak kuat menahan serang terjun hingga menghantam tanah. Suara ledakan terdengar keras karena tubuh tuanya menghancurkan bangunan di Kerajaan Damaskus.


"Boom...!"


Moris dan Agni tidak bisa bergerak bebas, Hakim Agung yang cantik menghalanginya membantu Oberon. Shira juga dalam masalah besar, ia sudah kehilangan setengah dari hidupnya yang sudah ditukar dengan kekuatan sementara.


Pasukan Damaskus mulai berjatuhan, berbanding terbalik dengan pasukan Ebisu yang semakin ganas karena Penyembuh mereka masih utuh.


"Emma, berikan mereka sedikit tekanan." Blue memberikan perintah untuk mengurus para penyembuh di pihak Ebisu.


"Baik Tuan." Emma dengan sigap langsung menyelinap ke barisan pendukung pasukan Ebisu.


Dengan pakaian serba hitam ia menebas semua pasukan penyembuh. Meskipun tidak langsung mati, setidaknya mereka kehilangan fokus.


Tiba-tiba sosok hitam lainnya muncul dan menyelesaikan semuanya. Ayunan pedangnya setenang air dan udara tidak terpengaruh olehnya.


Tobias itulah nama orang yang tiba-tiba muncul dan membunuh sebagian besar penyembuh di pasukan musuh.


Karena jumlah penyembuh di pasukan Ebisu sangat banyak, sosok monster air berwarna hijau muncul dari tanah kosong. Monster air yang membawa pedang, tombak, dan panah langsung menyerang mereka semua.


Ebisu tidak punya waktu untuk mengurus pasukannya, ia sedang bertarung dengan Oberon. Begitu pula dengan Hakim Agung yang mengenakan topeng misterius.


Melihat situasi semakin tidak terkendali, simbol raksasa muncul di langit. Seseorang berdiri diatasnya, Blue mengangkat sudut bibirnya.


"Akhirnya dia bergerak!"


Orang itu tidak menyembunyikan identitasnya, dia adalah Geb, ayah dari Osiris. Kekuatannya jauh melebihi apa yang dikatakan Yami, tapi Blue tidak bisa mundur lagi.


Geb adalah pendukung Osiris yang sebenernya, tetapi karena otaknya tidak terlalu baik, ia berakhir menjadi bawahannya.


Moris terkejut melihat Geb yang dianggap sebagai kakeknya datang menyerang Kerajaan Damaskus. Dia mencoba memalingkan badan dan mendekati Geb.


Hakim Agung melihat kesempatan langsung menusuk Moris dari belakang. Namun sosok wanita berbaju hitam muncul dan menghentikannya.


Wanita itu tidak lain adalah Mahira yang telah berlatih keras di seluruh dunia bersama Bima. Keduanya naik ke tanah dewa tanpa ada sedikitpun kecurigaan karena teknik penyembunyian miliknya sudah melebihi Blue.


"Siapa kau!"


Mahira hanya diam, ia meningkatkan kekuatannya hingga mendorong Hakim Agung. Sosok hitam lainnya muncul, dia adalah Bima yang sudah menunggu dari tadi.


Tebasan bisa tampak pelan, Hakim Agung bisa melihatnya dengan jelas. Namun entah apa yang terjadi tubuhnya tidak dapat mengikuti pikirannya.


Kerusakan yang cukup besar berhasil menghantam Hakim Agung. Topengnya retak karena topeng itu terbuat dari aura dewa, jika pemiliknya mengalami luka berat pasti topengnya akan pecah.


"Serangan yang menarik, aku tidak ingin bertanya lagi!" Hakim Agung melepaskan aura dewa dengan maksimal.


Bukannya menyerang, Bima dan Mahira menghilang bersembunyi entah dimana. Keduanya ditugaskan untuk melindungi Moris dan Agni bukan untuk bertarung.


Moris sudah ada di depan Geb. "Kakek, apa yang kamu lakukan?"


"Siapa kau?"


Moris melepaskan penyamarannya, ia ingin menunjukkan identitasnya. Padahal Blue sudah melarangnya.


"Moris, sudah lama aku tidak melihatmu."


"Kakek tolong jangan ikut campur perang ini. Aku tidak ingin anda terluka!" Moris masih mengkhawatirkan kakeknya.


Kekuatan tuan barunya tidak masuk akal, bukan tidak mungkin Geb akan mati di tangan Blue. Itulah mengapa Moris menyarankan untuk mundur.


"Moris, penaklukan Kerajaan Damaskus sangat penting untuk kekuasaan Osiris. Minggir dan jangan halangi aku!"


"Aku adalah pendiri sekaligus pemilik kerajaan ini, Kek!"


Keduanya bicara dengan nada tinggi. Tidak ada yang mau mengalah untuk perebutan kekuasaan. Meskipun Ebisu didukung oleh Osiris, seharusnya Geb tidak ikut campur.


"Oh... Itu lebih mudah. Segera hancurkan semua bangunan disini, aku ingin membangun kamp pasukan untuk Osiris!"


"Tidak! Banyak manusia dan makhluk hidup disini. Mereka mencari nafkah dan hidup bahagia tanpa peperangan, tolong kakek mengertilah!"


Moris dan Geb masih berdebat, Blue harus menunggu waktu krusial untuk mendapatkan momen yang tepat. Meskipun Moris sangat menghormati kakeknya, Blue tidak boleh melepaskan orang itu.


Pergerakan Emma dan Tobias sangat efisien dan cepat. Setiap kali penyihir menggunakan skill penyembuh, Emma atau Tobias akan membuat gerakan. Hal itu membuat semua penyihir menjadi tidak nyaman.


Bahkan beberapa penyihir yang bertipe serangan juga waspada. Kesatria yang melindungi para penyihir di buat bingung hingga mereka melupakan garis depan.


Pasukan Blue yang dipanggil dari Dunia Buatan telah berhasil menerobos penjagaan mereka. Lebih dari 500 ribu orang menggunakan satu skill yang terlihat mirip.


Sosok hitam yang muncul entah dari mana tiba-tiba duduk di depan Blue. "Apa kau masih duduk disini setelah melihat semua orang mu berperang?"


Blue tidak menyadari keberadaannya sebelum asap hitam itu dia lihat. "Aku tidak perlu ikut karena mereka semua pasti selamat."


"Haha, kau sangat percaya diri, Blue."


Blue tersenyum manis karena sistem merah berhasil ditembus oleh pria di depannya. Namun ia masih tetap tenang karena sistem merah belum tentu di tembus.


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dewa kehidupan yang sangat masyhur."


Masyhur disini diartikan sebagai seorang yang sangat terkenal. Blue menebaknya karena Mata Dewa miliknya tidak bisa menembus pertahanan lawan.


Osiris itulah nama dewa kehidupan yang berkuasa sekarang. Ia sedikit terkejut dan tersenyum manis.


"Pria yang menarik."


"Anda juga sangat menarik tuan, aku kira anda hanyalah seorang pria yang mengenakan pakaian mewah dan mempunyai jenggot panjang."


"Haha, jangan mengingatkan aku pada Osiris sebelumnya!"


Keduanya berbicara santai padahal jelas-jelas akan menjadi musuh di medan perang. Blue memperhatikan setiap gerakan Osiris, begitu pula sebaliknya.


Sebenarnya Osiris tidak bisa melihat status Blue karena pertahanan Sistem Merah terlalu tinggi. Begitu sebaliknya, Osiris juga memilik sistem lain berwana hitam yang dirancang untuk mengalahkan Outer atau malah datang dari Outer itu sendiri.


Tidak ada yang tahu seberapa kuat lawannya, hanya pertarungan yang bisa menentukan kemenangan di antara mereka.


"Ngomong-ngomong kenapa kau menyerang Kerajaan Damaskus yang sebelumnya sangat tenang?"


Blue mencoba mencari informasi dari Osiris tentang situasi ini. Tidak seharusnya Geb muncul di perang kecil seperti ini.


"Aku juga tidak tahu, bocah bernama Ebisu itu ingin membunuh orang yang mencelakakan bawahannya bernama Yuji. Terserahlah aku juga menginginkan kekuasaan yang lebih besar."


"Sungguh kejujuran yang patut ditiru. Apa anda tidak takut aku menyebarkan kejadian ini?" Blue mencoba membuat situasi menjadi lebih nyata.


"Sebarkan saja, aku tidak peduli dengan pendapat mereka padaku. Toh kekuatanku sekarang sudah pasti bisa membunuhmu atau kaummu!"


Blue tertawa terbahak-bahak, ia sekarang sadar bahwa Osiris adalah pria yang cukup menarik. Dengan sedikit pancingan ia mencoba memprovokasi lawannya. Sayangnya Blue bukan manusia yang mudah untuk diprovokasi.


"Tidak ada yang abadi di dunia ini."


Osiris dan Blue saling memandang tanpa melepaskan aura sedikitpun. Osiris yang cukup lelah mencoba memalingkan matanya dan tersenyum.


"Kau benar, tidak ada yang abadi di dunia ini. Tapi aku sudah menjadi abadi di tanah dewa."


Blue menggelengkan kepala sambil menunjuk langit-langit. "Apa kau pernah berpikir ada mahkluk lain yang menunggu kita di atas sana."


Osiris mendapatkan informasi penting, tidak hanya dirinya yang menyadari kekuatan di atas sana, orang didepannya juga menyadari hal tersebut.


"Senang bisa bertukar pikiran denganmu, aku ada urusan lain."


Osiris menghilang dari pandangannya, Blue mengangkat tangan memberikan isyarat pada pasukannya untuk segera menyelesaikan krisis.


2 juta pasukan lainnya muncul entah dari mana, mereka menebas pasukan Ebisu dan membantai setiap orang-orang yang menjadi relawan.


Pasukan Kerajaan Damaskus tidak tahu apa yang terjadi, mereka tambah semangat dan menyerang sampai ke pusat pertahanan musuh.


Ebisu dan Oberon berakhir seimbang, tidak ada yang menang maupun kalah. Keduanya terluka parah, tapi sosok wanita rubah berbulu merah menusuk Iblis Ebisu dari belakang. Dia tidak lain adalah Yuri yang sudah membangkitkan wujud sempurna miliknya.


Pedang yang diberikan Blue juga digunakan, pedang itu adalah tiruan dari Pedang Suci Damaskus yang sedang dipegang Oberon.


Iblis Ebisu melihat pedangnya, ia membelalakkan mata karena pedangnya mulai meredup dan hancur berkeping-keping. Pedang Suci Damaskus yang dibuat Blue hanya bisa bertahan selama beberapa hari saja. Itulah mengapa ia akan hancur setelah digunakan terus-menerus.


"Yuri kau masih hidup, mengapa?" Iblis Ebisu menanyakannya dengan suara pelan dengan harapan tubuhnya beregenerasi.


"Aku sudah tahu dan melihat semuanya. Suami, anak, dan semua keluargaku mati di tanganmu. Bodohnya aku mempercayai semua perkataanmu!"


Blue tidak melakukan apa-apa, ia hanya sedikit kagum melihat Yuri berhasil menyerap batu biru hanya dalam beberapa jam. Kejutan lain juga ditunjukkan, wujud rubah Yuri juga sudah sempurna dengan memunculkan 9 ekor.


Ebisu tersenyum dan kemudian tertawa keras. "Haha, akhirnya kau menyadarinya bodoh!"


Dengan gerakan tangan ringan, Ebisu meloloskan diri dari terkaman Yuri. Ia melihat tubuhnya beregenerasi seperti yang diinginkan. Namun perasaan ini tampak sama seperti dua pedang yang menyerangnya.


Tiruan pedang suci Damaskus mempunyai salah satu simbol yang digunakan untuk menyerap kekuatan lawan. Yuri sudah mendapatkan pengantar dan memicu penyerapan kekuatan sejak pertama kali menusuknya.


Awalnya ia ragu Ebisu akan memperlambat penusukan seperti yang dikatakan Blue. Namun Yuri sadar orang bernama Blue itu sudah memprediksi ini akan terjadi.


Disisi lain Blue juga tidak tahu itu bisa terjadi. Dia hanya ingin memberikan sedikit motivasi pada Yuri untuk cepat bertambah kuat.