
Fairy Dance di Benua Barat mempunyai 30 ribu anggota yang setia, Queen memilih mereka melalui seleksi yang sangat ketat. Blue melihat semua data dan mencocokkan dengan keadaan sekarang, dengan itu ia bisa melihat seberapa hebat pemain itu berkembang.
“Menarik, aku suka tim ini.” Blue bergumam sambil melihat 4 orang pria dan 2 perempuan.
Queen muncul di sebelahnya. “Memangnya apa yang menarik dari mereka, Bos?” tanyanya yang tidak bisa melihat keistimewaan dari keenam orang tersebut.
“Bukan sesuatu yang mencolok, aku akan mengobrol dengan mereka beberapa waktu. Sebaiknya kamu segera melakukan persiapan dan memperingatkan guild Blacklist.”
Sesuai permintaan bosnya, Queen segera kembali ke Desa Pohon Runtuh untuk mengatur semua anggota Fairy Dance yang siap untuk berperang. Tidak ada pemaksaan pada anggota yang tidak mau berperang melawan Blacklist, bahkan Queen memberikan jalan yang lebar untuk anggota yang ingin keluar guild.
Blue mendekati sekelompok pemain tersebut, ia melemparkan senyum manis pada mereka semua. “Halo, apa kalian kekurangan orang?”
Seorang pria melangkah ke depan dan segera menepuk pundak Blue. “Beruntung ada kamu disini, kami membutuhkan satu orang lagi untuk menjadi pembawa barang. Jujur saja ruang penyimpanan kami penuh karena pemburuan yang tak pernah berhenti.”
Sebagai seorang pemain terkuat domain dewa saat ini, Blue hanya bisa tersenyum kecut mendengar ia ingin dijadikan seorang pembawa barang. Namun Blue harus melakukannya karena ingin menjadikan 6 orang ini pilar Fairy Dance di Benua Barat.
“Mengapa kalian tidak berhenti berburu dan kembali ke desa, aku dengar Fairy Dance sudah mendapatkan sebuah desa untuk menjadi markasnya.” Blue mencoba menyelamatkan harga dirinya supaya tidak menjadi pembawa barang.
“Perjalanan ke desa membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, kita harus mengalahkan bos sarang monster ini hari ini.”
“Baiklah, aku akan membawa semua barang bawaan. Sepertinya kita belum saling mengenal, aku Blue.”
Mereka saling mengenalkan diri. Ketua kelompok bernama Rasyd, tubuhnya yang cukup tinggi dan kelasnya sebagai seorang warrior membuatnya paling dihormati dalam kelompok ini.
Dua wanita yang menjadi penyihir adalah Santi dan Winda keduanya adalah sepupu yang bermain Domain Dewa sejak perilisan hari pertama. Meskipun sudah bermain cukup lama, level mereka belum menembus 230. Hal itu dikarenakan mereka tidak bisa fokus bermain karena adanya tuntutan belajar.
Tiga lainnya adalah Guardian bernama Yuri, Assassin Putra, dan Spearman Puguh. Meskipun ketiganya tidak terlalu mencolok, Blue bisa melihat potensi mereka sangat bagus karena alokasi status poinnya sangat baik dibandingkan kelompok lainnya.
Mata Dewa milik Blue juga menunjukkan bahwa enam pemain ini memiliki skill pasif yang sangat langka. Blue mempunyai banyak pengalaman tentang skill pasif yang dimiliki keenam pemain tersebut.
Rasyd menepuk pundak Blue dengan sangat santai. “Jangan terlalu gugup, kita akan menyerbu sarang monster level 230. Aku bisa melihat kau punya level 225, jadi tidak perlu khawatir pembagian poin pengalamannya.”
“Tidak perlu sungkan, aku punya level paling kecil. Distribusikan saja poin pengalamannya untuk kalian semua, aku hanya ingin menggali informasi tentang sarang monster ini!” kata Blue mencoba berakting di depan sekelompok pemain berbakat.
“Ayo berangkat!”
Blue sama sekali tidak memiliki informasi tentang sarang monster di Benua Barat, ia hanya mengandalkan pengalaman berburunya yang sangat melimpah.
Enam pemain bergerak dengan kombinasi serangan yang cukup baik, Blue memperhatikan dari belakang dan mencoba mengingat apa kesalahan mereka. Siapa tahu mereka berenam akan bertanya padanya di akhir penyerangan.
Perlu diketahui, Blue tidak menggunakan Jubah Raja Api dan Mahkota Raja. Ia melakukan itu supaya tampilannya tampak biasa dan tidak menarik banyak mata memandangnya. Meskipun begitu ia masih mengenakan Baju Raja Petir yang didapatkan dari sarang Naga Petir.
Setelah kalahnya Naga Petir, Raul memastikan bahwa sarang itu sudah tidak memanggil Naga Petir yang sesungguhnya. Artinya Naga Petir yang dikalahkan Blue sudah menghilang untuk selamanya. Meskipun sudah menghilang untuk selamanya, Raul mengatakan bahwa Naga Petir yang keluar di ruangan bos bisa ia kalahkan dengan sedikit usaha.
Rasyd dan kelompok sampai di sebuah ruangan yang mengharuskan mereka melawan Lizardman yang menggunakan sebuh tombak dan tongkat sihir. “Bentuk formasi bertahan, lindungi pemain di belakang!” serunya memberikan perintah pada Yudi yang memegang perisai.
“Jangan panik, itu hanya mahkluk summon!” teriak Rasyd mencoba menenangkan kelompoknya.
Santi segera memberikan penambahan status pada kelompoknya, ia merasa akan ada peperangan jangka panjang. Tidak mau tinggal diam, Winda menggunakan sihir angin untuk mendorong musuhnya.
Putra menghilang dari pandangan semua orang, ia mencari kesempatan untuk melancarkan serangan mematikan pada musuh. Puguh sebagai seorang pemain tengah harus mencari celah untuk mengalihkan perhatian Lizardman yang menggunakan tombak.
“Guardian Roar!” teriak Yudi menyebutkan nama skillnya.
Semua monster yang menggunakan tombok segera menatapnya, mereka tidak bisa mengalihkan pandangan dan terpaksa menyerang Yudi. Winda menggunakan serangan api untuk memberikan kerusakan besar.
Puguh dan Risyad segera bergerak setelah melihat para monster terprovokasi skill Yudi, mereka berdua langsung menggunakan skill mematikan untuk memberikan kerusakan besar. Putra juga tidak tinggal diam, ia mengayunkan pedang pendeknya dengan sangat cepat dan tepat.
Sayangnya Blue kurang suka dengan kombinasi serangan mereka, ia hanya bisa menggelengkan kepala. “Lizardman punya stamina yang baik, mereka tidak akan kalah dengan serangan dengan intensitas ini,” katanya pelan.
Meskipun sudah pelan, Winda yang berdiri di sebelahnya mendengar. “Apa maksudmu?”
“Tidak ada yang spesial, lanjutkan perburuan kalian.”
Meskipun kurang efektif, perburuan mereka masih berhasil. Risyad dan kelompoknya berhasil menyelesaikan ruangan pertama dengan cukup mudah, mereka hanya menggunakan 50% kekuatan kelompok.
Santi tidak menggunakan keterampilannya dengan baik, artinya mereka masih bisa meningkatkan kerusakannya jika satu pemain itu bertugas dengan baik. Winda juga tidak efektif menggunakan sihir 5 elemen yang ia miliki.
Blue segera mengambil barang jarahan yang jatuh di tanah, ia memasukkannya dalam ruang penyimpanan miliknya.
Winda yang mendengar gumaman Blue langsung mendekatinya. “Jelaskan apa yang kau maksud tadi?”
“Bukan hal penting, itu hanya trik yang lebih mudah untuk mengalahkan monster.”
“Katakan, dimana salah kerjasama kelompok kami?”
Blue menoleh ke kanan dan kiri, ia melihat semua kelompok sedang memandangnya. Bahkan Rasyd yang menjadi pemimpin diam seribu kata karena ia mendengar bahwa Blue bisa menganalisis kombinasi serangan mereka.
“Baiklah, aku akan menjelaskan cara mengalahkan monster.”
Blue menjelaskan tentang konsep elemen. Elemen ada Api, Air, Tanah, Angin, Logam, Cahaya, dan Kegelapan. Lizardman tadi mempunyai elemen air yang bisa dikalahkan dengan api yang kuat, Winda bisa menggunakan api tapi tidak tahu potensinya sebagai pengguna 5 elemen.
“Jika saja kamu menggunakan api untuk membakar para Lizardman dan menggunakan angin setelah kobaran api. Hal itu akan memunculkan badai api yang menghalangi pandangan monster, Puguh punya serangan jarak yang cukup jauh, ia bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk memberikan serangan mematikan.”
Sebagai orang yang puluhan tahun bermain Domain Dewa, Blue sangat terbiasa dengan efisiensi berburu dan penggunaan keterampilan dengan baik. Semua orang mendengat kesalahan mereka masing-masing, tidak lama setelah mereka mendengar penjelasan Blue, semua orang mulai menghargainya.
Rasyd yang menjadi ketua kelompok jadi malu karena meremehkan Blue di awal pertemuannya. Meskipun level Blue di bawahnya, tidak seharusnya ia merendahkannya. “Maafkan aku, Blue!” serunya sambil menundukkan kepala.
“Lupakan dan bekerjalah lebih keras, aku akan menyelesaikan tugasku sebagai pembawa barang.” Blue masih ingin melihat cara mereka menyelesaikan sarang monster yang seharusnya tidak ada di level 230.