Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Anggota Inti Fairy Dance


Berbeda dengan Dewa Cahaya yang bisa menciptakan pedang raksasa dari langit, Jesicca menciptakan tombak layaknya meteor dan menghantam Agnologia yang tidak siap. Kecepatannya juga berbeda dengan pedang langit, tombak itu melaju dengan kecepatan tinggi.


Agnologia mendongak ke atas dan merasakan ancaman dari satu keterampilan manusia. “Bagus manusia, kau berhasil membuatku tertari,” katanya sambil tersenyum lebar.


Sebagai tanggapan serangan musuh, Agnologia melepaskan aura mencekam yang selama ini ia tahan. 25 jenderal ras hollow tidak bisa menahan tekanan musuh mereka jatuh tersungkur ke tanah sambil mengeratkan giginya. Raja Hollow masih mempertahankan dirinya dengan susah payah demi martabatnya.


Tombak langit di tahan Agnologia dengan susah payah menggunakan dua tangannya. “Argh, kau lebih baik dari yang aku kita manusia!” teriak Agnologia yang suka dengan musuh kaut.


Jesicca tidak kuat menahannya lagi, wajahnya tampak pucat dan melepaskan keterampilannya. Argya datang dan memberikan pertolongan pertama, meskipun ia penyihir tapi punya beberapa keterampilan penyembuhan.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Argya.


Jesicca mengangguk dan menjawab, “Jangan khawatir.”


Meskipun berhasil dihentikan, Agnologia tidak percaya tangannya terluka dan tidak bisa disembuhkan menggunakan regenerasi tubuhnya. “Menarik, jadi ini yang membuat kalian tak terkalahkan!” katanya sambil mengusap darah di tangan kirinya.


Arthas masih belum sadarkan diri, ia di lempar Agnologia ke Gate yang baru diciptakan dengan kedipan mata. Agnologia meningkatkan kekuatan dominasinya hingga para jendral hollow tidak bisa berdiri.


Anehnya semua anggota Fairy Dance tidak ada yang tumbang, mereka menatap lawan yang kuat dengan tekad kuat. Bahkan Kana tersenyum lebar melihat lawan yang sangat kuat.


“Apa sekarang waktunya kita beraksi?” tanya Kana sambil menarik dua pisau di pinggannya.


Horizon menghentikannya. “Monster itu punya pertahanan tinggi, jadi menyerangnya tanpa rencana hanya membuat tenaga. Mari kita lakukan ini!” ucapnya sambil berbisik ke Kana.


Blue masih berhadapan dengan Agonologia, bedanya Agonologia di udara dan Blue di daratan. “Sampai kapan kau meremehkan kami?” tanya Blue yang berteriak dari bawah.


Agnologia langsung mengalihkan pandangannya ke Blue, sebelum menjawabnya sosok pria berpakaian serba hitam datang dan menebas lehernya. Tubuh Reaper tidak terlihat, hanya ada bayangan pedang yang tiba-tiba muncul dan menargetkan leger Agnologia.


Sayangnya serangan itu tidak dapat menggores kulit keras dari raja dari segala raja naga. Tidak mau berhenti sampai disitu, Reaper mencoba memberikan serangan kejutan dengan melempar racun. Namun Agnologia bukan sembarang naga, tubuhnya secara otomatis kebal terhadap racun remeh,


“Kau pikir racun bisa mempengaruhiku!” ucap Agnologia dengan nada sombong.


Tepat setelah mengatakannya, tubuhnya tidak dapat digerakkan. “Apa?”


Blue sudah berada di depannya, tinjunya segera menghantam dadanya hingga gelombang angin tercipta tapi Agnologia masih berdiri di tempatnya. Dual Secret Sword tidak mau kalah, keduanya langsung menusuk lawan dengan kekuatan penuh. Namun serangannya tidak bisa menembus kulit Agnologia yang sangat keras.


Melihat ada puluhan serangan sihir mendekat, Blue melompat ke belakang dan mengamankan dirinya. Agnologia tidak menghindar, ia hanya melihat dan menerima serangan musuh.


“Ah geli sekali, apa kalian benar-benar menyerangku?” tanya Agnologia menyombongkan dirinya.


Naga Angin tidak mau kalah, ia menggunakan cakarnya untuk menghantam musuh. Walaupun serangannya tidak berdampak pada Agnologia, Naga Angin terus menyerangnya hingga Blue tidak mendapat kesempatan menyerang lagi.


“Naga Angin, mundur sekarang!” teriak Blue memberi perintah.


Namun perintahnya tidak didengar, Naga Angin sudah dikuasai emosinya. Blue segera menepuk punggungnya dan memasukkannya ke Dunia Buatan, Anthony akan mengurus setelahnya.


“Baiklah, penggangu sudah selesai. Mari lanjutkan babak selanjutnya...”


Sebelum Blue menyelesaikan perkataannya, tinju Agnologia sudah bersarang tepat di pipinya. Mata Blue terbuka lebar, ia tidak merasakan keberadaan Agnologia sedikitpun.


“Apa?” kata Blue yang baru diterbangkan hingga ratusan meter jauhnya.


Amelia segera datang dan menghantam Agonologia yang ingin bergerak. Tanah di sekitarnya hancur dan beterbangan, kepalan tangan Amelia bertemu dengan tangan Agnologia.


“Kau juga menarik manusia, tunjukkan kekuatanmu yang sebanarnya!” teriak Agnologia yang suka dengan peperangan.


Amelia melepaskan serangan lagi dengan tekanan yang lebih besar dan energi jiwa menyelimutinya. “Dengan senang hati!” ucapnya.


Ledakan terjadi lagi, Amelia di lempar beberapa meter karena ledakan. Ia tidak percaya lengannya terluka setelah memberikan serangan pada musuh.


“Sepertinya aku masih lemah!” ungkap Amelia melihat lengannya yang hampir mati rasa karena satu serangan.


Agonologia membuka matanya lebar-lebar, ia tidak percaya luka yang diakibatkan serangan biasa tidak bisa disembuhkan dengan regenerasinya. “Kalian memang menarik, aku tarik kembali ucapanku semut-semut!”


Qin Huang tidak mau ketinggalan, ia menembakkan satu panah kecil dan runcing. Agnologia menganggap itu hanya panah biasa yang tidak membahayakan tubuhnya. Namun nyatanya berbeda dengan anggapannya, telapak tangan Agnologia tembus dan panah kecil itu menancap di bahunya.


“Kau bercanda, Kan?” ungkap Angologia yang tidak bisa merasakan bahaya dari serangan tadi.


Sebelum membuat pernyataan lain, sosok lain muncul dan menghantamkan perisainya ke tanah. “Kesinilah manusia hitam!” teriak Cola sambil menggunakan keterampilan provokasi.


Pukulan Agnologia berhasil mendorong Cola yang punya pertahanan tinggi. Bukannya takut, Cola malah tersenyum tipis dan mengintip dari belakang perisainya. “Kau memang monster manusia hitam!” ucapnya memuji serangan Agnologia.


Cola memastikan bahwa semua penambahan fisik sudah di gunakan, tetapi ia masih terdorong. Tidak dapat dipungkiri Blue sangat kuat hingga ia tidak mati walaupun di terbangkan begitu jauh.


Leon tiba-tiba muncul entah dari mana, ia menggunakan dua samurai dan mengayunkannya menyerang punggung Agnologia. Ratusan sayatan pedang berhasil menggores kulit Agnologia setelah sekian lama.


Blue yang melihat retakan pada kulit Agnologia tidak menyia-nyiakan kesempatan dan memerintahkan Dual Secret Sword menusuknya. Dalam sekejap mata Dual Secret Sword langsung menikam retakan pada kulit musuh.


“Argh, benar-benar sakit manusia!” ucap Agnologia sambil tersenyum lebar.


Amelia dan Jessica juga muncul bersamaan, mereka menggunakan serangan mematikan kelasnya masing-masing. Ratusan tombak muncul dari sebelah kiri dan hantaman keras dari tinju Amelia menghancurkan tanah di sekitarnya.


Agnologia harus menerima serangan yang menyakitkan, tapi ia masih tersenyum karena HP yang dimilikinya hanya berkurang 6%. “Haha, bagus manusia kau membuatku senang!” teriaknya.


Blue, Leon, Jesicca, Amelia, dan Cola mundur beberapa langkah. Serangan sihir dari segala arah menghantam Agnologia yang terlalu percaya diri. Karena kulitnya sudah retak, Agnologia merasakan sakit.


Aura berwarna hitam menjulang ke langit, Agnologia melepas salah satu segel kekuatannya. Ia memancarkan aura kematian dan segera berlari ke Cola yang menjadi tembok anggota Fairy Dance.


Sayangnya Cola sadar tidak bisa menghentikannya dengan sempurna, makanya ia menggunakan teknik yang diajarkan Blue. Perisainya sedikit dimiringkan sehingga serangan Agnologia akan sedikit berbelok.


Salam dengan gagah berani muncul dan menghantamkan perisainya ke wajah Agnologia yang masih tampak marah. “Mau ke mana kau manusia hitam!” katanya mengikuti Cola.


Agonologia melirik ke arah Salam dan langsung menyemburkan energi dari mulutnya. Namun sebelum menyelesaikan tembakannya, sosok pria muncul dan menusuk dagu Agnologia. Pria itu adalah Bima Sang Magic Sword.


Bola energi yang akan ditembakkan hancur dan meledak di tempat, Bima dan Salam sudah berpindah cukup jauh karena keterampilan Reza menggunakan gate putih. “Hei, perhatikan pijakanmu!” teriaknya pada Bima dan Salam.


Meskipun begitu mereka melakukan serangan kombinasi dengan sangat baik, Bima mengangguk dan segera bergerak kembali.


Mahira memanfaatkan celah yang diberikan Bima, ia langsung menusuk perut Agnologia dengan kekuatannya. Namun kulit Agnologia sangat keras hingga pedangnya tidak bisa menembusnya. Bima muncul dan menusuk di tempat yang sama.


“Haaa....!” teriak Bima dan Mahira bersamaa.


Namun Agnologia bukan sembarang orang, kedua tangannya meraih leher Mahira dan Bima dengan langsung mencekiknya. “Haha, banggalah manusia!”


Diana muncul sebagai seorang kesatria dengan dua sayap putih di punggungnya. Pedangnya segera menyerang lengan kanan Agnologia, tapi hanya Mahira yang berhasil lolos dari cengkraman Agnologia.


Saputra menciptakan sebuah bongkahan batu dan menyerang perut Agnologia hingga ia mundur dua langkah. Bima memanfaatkan situasi dan lepas dari cengkraman Agnologia.


Saputra melanjutkan serangannya, dua bongkah tanah setinggi tiga meter tercipta dan segera menghimpit Agnologia hinga tanah di sekitarnya hancur. Tidak sampai disitu, ia menciptakan sebuah meteor mini dan menghantam Agnologia yang masih terhimpit.


Agnologia menepis serangan Saputra dengan tangannya yang sudah diselimuti aura hitam pekat. “Wow, serangan yang sangat menggetarkan hati!” katanya dengan senyum lebar yang belum hilang.


Tepat setelah mengatakannya, sosok pria besar bernama Chris muncul dengan kapaknya. “Hora...!” teriaknya membakar semangat dan tekadnya. Semakin dia bersemangat, penambahan statusnya akan lebih tinggi.


Ayunan kapan menghantam perut Agnologia hingga ia mundur satu langkah. “Senjata apa ini, sungguh menarik!” kata Agnologia menggenggam ujung tombak dan berusaha mengambilnya.


“Jangan harap bisa mengambilnya, manusia hitam!” teriak Chris membakar semangatnya lagi.


Dua aura berwarna merah dan hitam saling berbenturan, tetapi aura hitam lebih mendominasi dan akan segera merebut kapak milik Chris. Namun sosok lain muncul dan menendang Agnologia tepat di tengkuknya.


“Hei, manusia hitam tampaknya kau bersenang-senang!” ucap Aji yang menendang musuhnya tanpa pelindung apapun.


Aji punya Daya Tahan yang sangat tinggi, sehingga ia bisa bertarung jangka panjang. Tinjunya segera mengepal dan memukul pipi kiri Agnologia hingga pegangan tangannya terlepas.


Tidak sampai disitu, sebagai seorang master kombat Aji memberikan serangan terus menerus ke Agnologia. Walaupun serangannya tampak sia-sia, Agnologia menjadi kesal karena Aji sangat licin dan tidak bisa di serang.


“Hub,” kata Aji menghindari pukulan Agnologia dengan postur tubuh yang aneh.


Pertarungan berjalan selama 20 detik, itu adalah waktu paling lama yang dihabiskan pemain melawan Agnologia sendirian. Bisa dikatakan Aji adalah orang yang bisa mengimbangi serangan cepat Agnologia dengan keterampilan tangan kosong miliknya.


“Kau berhasil membuatku marah, manusia!” ungkap Agnologia sambil mengeratkan giginya. Tangannya segera mengepal dan ayunan lengannya menghancurkan setiap tanah di sekitarnya.


Aji yang tidak menduga situasi berkembang sampai sejauh ini, ia hanya bisa mengandalkan Aura Shield untuk melindungi tubuhnya. Meskipun sudah menggunakan Aura Shield, Aji masih terbang puluhan meter hingga memuntahkan seteguk darah segar.


Senyum muncul di wajah Aji. “Wow, memang cocok menjadi monster kuat!” katanya.