
Blue dan teman-temannya jatuh dari langit, Saint Martha sengaja memindahkan mereka di atas Kerajaan Kuala.
Entah mengapa Blue sangat tenang, ia membuka Black Wing dengan santainya. Raul menggerakkan kakinya dan sebuah petir menopang tubuhnya.
Ela mengeluarkan enam sayap berwarna hijau, ia tampak seperti peri pohon sepenuhnya. Elvy layaknya putri yang menggerakkan es mengambang di langit.
Sedangkan Bee tidak melakukan apapun, ia punya kontrak khusus dengan tuannya. Jadi tubuhnya tidak akan bisa menjauh dari tuannya. Bee menggantung seperti seekor kelelawar tidur.
"Melakukan selancar angin sangat menyenangkan. Lain kali aku ingin meminta mak lampir itu melempar kami jauh di atas langit!"
Bukannya takut, Bee malah senang karena terjatuh dari langit. Dia tahu jatuh dari ketinggian itu tidak akan bisa menembus armor cahaya, apalagi membahayakan nyawanya.
Naga Angin yang masih berwujud naga besar terjun bebas, untungnya Drakula menahannya. "Sialan, kenapa bocah besar ini belum bangun!" teriaknya sambil mengangkat Naga Angin dengan kedua tangannya.
Meskipun tidak terlihat, Drakula adalah familia yang paling mahir terbang di atas langit. Ras Vampir mempunyai sumber mana yang sangat luas, jadi mudah baginya membawa beberapa naga.
Blue menapakkan kakinya di tanah, ia melihat sekeliling dan mendapati sesuatu yang aneh.
"Mengapa disini sangat sunyi?" ungkap Blue.
"Mengapa disini ada aura iblis?" ucap Bee mengungkapkan pendapatnya.
Setelah mendengarnya, Blue langsung menghubungi Leon yang ada di kursi ketua guild.
"Apa yang terjadi dengan Kerajaan Kuala?" tanya Blue.
"Akhirnya kau datang sialan, Azazel berhasil merebut kekuasaan kerajaan. Sekarang Kerajaan Kuala ada di bawah kepemimpinannya!"
"Sial, aku sekarang ada di tengah-tengah kerajaan!"
Leon melompat dan memberikan perintah langsung kepada anggotanya. "Semua, kembali ke kerajaan!" teriaknya.
Semua pasukan Fairy Dance yang melarikan diri segera bersiap dan bertarung kembali. Azazel ternyata lebih adaptif dari perkiraan, sekarang ia mempunyai banyak bawahan.
Bukan bawahan biasa, setiap orang yang menjadi anak buahnya adalah mahkluk pengguna aura neraka. Jika dibiarkan lebih lama, Azazel akan lebih mengerikan daripada Hades.
Blue tersenyum kecut ketika semua pasukan Azazel mengepungnya. Tidak sampai disitu, Azazel sendiri mendatanginya dengan langkah kaki yang begitu sunyi.
"Kesalahan, aku membiarkanmu hidup." Azazel sekarang mengerti mengapa lawannya selama ini begitu kuat, ternyata mereka semua tidak bisa mati. Jadi lebih baik melemparnya ke penjara.
"Hehe, sepertinya ini akan menyulitkan." Blue melirik Naga Angin yang masih pingsan, ia mencoba menyuruh semua familia masuk ke ruang penyimpanan.
Namun tidak satupun dari rekannya yang masuk. Hanya Naga Angin saja yang tidak bisa melawan kehendak tuannya.
Blue menggaruk punggung kepalanya. "Azazel, bagaimana kalau kita selesaikan sampai disini dulu?"
Karena kesempatannya kabur mendekati 0%, Blue mencoba bernegosiasi. Ini adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukannya.
Azazel tertawa keras mendengarnya. "Haha, lucu sekali bocah nakal. Memangnya apa yang ingin kau lakukan setelah kabur dari ini?"
"Tentu saja menantang mu lagi. Tapi hari ini sepertinya bukan waktu yang tepat."
Azazel menggelengkan kepala. "Apa kau pikir aku bodoh, kalian mahkluk abadi akan terus hidup meskipun aku membunuhmu. Jadi biarkan aku memberikan satu kematian padamu!"
Blue tidak boleh mati karena Yami adalah pengawalnya. Dual Secret Sword dengan cepat menghalau serangan Azazel, anehnya pedang itu tidak terdorong sedikitpun.
Tidak hanya Azazel yang terkejut, Blue juga begitu. Namun ia segera sadar dan memilih menyelamatkan dirinya.
Bee tampak sangat marah karena tuannya ingin mengulangi kesalahan yang sama.
"Apa kau masih menganggap kami beban?" tanya Bee tanpa melihat tuannya yang lari ke atas langit.
Pedang Cahaya berwarna kuning terang muncul di tangan kanannya. Karena Blue berhasil lolos dari ujian surga, Bee secara alami mendapatkan kekuatan baru. Begitu pula dengan rekan lainnya, tidak hanya mereka, bahkan semua bawahan Blue punya skill pasif tambahan.
...[Pelindung Raja Segalanya....
...Memberikan pelindung sebanyak 50% total HP ketika HP dibawah 10%. Ketika skill aktif, semua status akan ditingkatkan sesuai dengan tekadnya.]...
Skill baru yang diterima seluruh pengikut Blue mengejutkan dunia. Para super guild segera mencari cara untuk naik ke tanah dewa. Jika mereka terlambat lagi, Blue akan mengambil semua misi utamanya.
Maya Hartono yang duduk di kursi kerja dunia nyata hanya tersenyum manis melihat gelombang yang terus menghantam Fairy Dance.
Grup Fairy telah bekerja sama dengan banyak perusahan lain. Akar mereka tumbuh dengan sangat cepat dalam beberapa tahun saja.
Ditambah lagi dukungan dari keluarga Baskoro, Hardiman, Hao, dan Walton membuatnya sangat kuat. Bahkan raksasa di benua timur harus mewaspadainya.
Namun karena Blue sudah terlalu berlebihan memanen sumber daya Domain Dewa, beberapa raksasa yang selama ini tidur mulai bangkit. Diantaranya ada Rothschild dan Mars.
Keduanya berfokus pada Benua Timur karena mereka sangat kaya hingga tidak perlu melakukan tindakan kecil seperti yang dilakukan Keluarga Long.
Disisi lain Blue memandang 5 rekannya yang berjuang mati-matian menghadapi musuh. Bee dengan penuh semangat menebas musuhnya.
Ela dengan wujud sempurna seorang peri pohon mengacaukan setiap gerakan musuh. Elvy dengan kekuatan es membuat para cimera kehilangan pijakannya. Raul menggunakan taring dan cakarnya menyerang musuh dengan sangat ganas.
Drakula seperti orang gila, ia tertawa setiap kali ada darah yang mengaliri tubuhnya. Untungnya pakaiannya berwarna merah, jika tidak, pakaiannya akan tampak sangat merah.
Blue sedikit mengerti dengan tekad bertarung mereka, tapi akal sehatnya masih belum menerima tindakan ceroboh ini.
"Merepotkan!" ungkap Blue memanggil Dual Secret Sword. Tangannya menggenggam erat dan sayapnya mulai menegang, dengan sedikit dorongan Blue melesat ke arah Azazel.
Awalnya ia ingin mundur dan bergabung dengan pasukan Fairy Dance. Namun nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin ia mengkhianati tekad rekannya.
"Bagus, manusia. Aku menyukai tekadmu!"
Azazel juga mulai serius, ia mengganti senjatanya menjadi trisula layaknya Posaidon.
Dual Secret Sword bentrok dengan senjata lawan, gelombang aura menghancurkan area sekitarnya. Pertarungan antara Maha Kuasa terjadi, tidak ada yang tahu siapa yang menang dan kalah.
Blue merasa aneh karena ia tidak terdorong, pikirannya hanya ada pertarungan dan terus bertarung. Berbanding terbalik dengan Azazel yang tampak kebingungan. Padahal ia sudah mengeluarkan semua kemampuannya. Namun tidak dapat mendorong manusia di depannya.
Blue terus menyerang layaknya orang gila, ayunan pedangnya sangat rapi dan tidak teratur. Hal itu membuat Azazel kesulitan menyesuaikan dirinya. Meskipun begitu, Blue masih terkena serangan aura hingga membuat HPnya turun terus menerus.
"Bagus bocah sialan, ayo lanjutkan!" teriak Azazel dengan penuh semangat. Ia mengayunkan lengannya dan jutaan cimera setara dengan Dewa Puncak keluar dari bawah tanah.
Blue tidak bisa berpikir jernih lagi, ia tenggelam dalam pertarungan dan keterampilan pedangnya. Tanpa sadar memberikan perintah untuk mengeluarkan seluruh pasukan di Dunia Buatan.
"Tidak perlu menahan lagi, keluarlah semua yang ingin bertarung!" teriaknya.
"Wuuss..."
Suara angin dan gelombang pasukan dari Dunia Buatan muncul ke permukaan. Mereka tampak dingin memandang musuhnya, tanpa aba-aba yang jelas semuanya menyerbu dengan pedangnya.
Venom yang sudah lama menahan kekuatannya tampil, ia mendekati Blue yang terengah-engah. "Biarkan aku mengurusnya."
"Kembalilah dengan selamat." Blue turun, ia sudah mengeluarkan semuanya di pertarungan melawan Saint Martha. Ditambah lagi konsentrasi dan mentalnya sudah kelelahan karena ujian surga.
Sosok wanita cantik setinggi 150 centimeter menangkap Blue yang hampir jatuh. Dia tidak lain adalah Zaha yang telah menyempurnakan senjata nano miliknya.
Pakaiannya tampak biasa, tetapi ada ratusan ribu program yang bisa menyelamatkan nyawanya. Bahkan pakaian itu bisa digunakan untuk menerbangkan tubuhnya seperti saat ini.
"Bos, istirahatlah." Zaha menghempaskan tangan kirinya. Sebuah portal ruang muncul, ia dan Blue segera masuk kedalamnya.
Dalam sekejap mata mata mereka sudah cukup jauh dari Kerajaan Kuala. Meskipun tidak sejauh Gate, Zaha berhasil menciptakan sebuah formasi simbol yang memungkinkan manusia berpindah ke tempat tujuannya. Walaupun hanya radius 3 kilometer, itu sudah lebih dari cukup untuk menyelamatkan diri.
Venom dan Azazel saling memandang, keduanya tidak bisa mengukur kekuatan masing-masing. Garis darah Venom sangat istimewa, bahkan ayahnya sendiri berani melawan sosok terkuat di dunia.
"Aku merasa kita pernah bertemu." Azazel mengatakan sesuatu yang cukup lucu.
Venom menghela napas. "Tentu saja kita tidak pernah bertemu. Tapi ingatkan engkau dengan ini?"
Tangan Venom diangkat, cakarnya mulai memanjang dan aura di sekitarnya mulai mencekam. Tidak hanya mencekam, tumbuhan dan energi disekitarnya terserap tubuhnya.
"Haha akhirnya aku bertemu dengan bajingan gila yang mengurungku!" Azazel tertawa terbahak-bahak karena rasa senangnya.
"Jangan bercanda, aku tidak akan mengurungmu!"
Venom melepaskan kekuatannya, sekarang Azazel sadar bahwa bocah didepannya tidak bisa diremehkan.
"Wow, Raja Iblis tingkat 10!" ucap Azazel dengan ekspresi serius.