
Athena memang spesialis dalam penyusunan simbol, jadi tidak heran ia menciptakan sebuah ruangan yang penuh dengan trik.
Kitty dengan santai menekan tombol yang ada pada dinding ruangan, aura dewa dikeluarkan untuk membuat pelatuk.
Blue diam saja, ia tidak ingin menunggu konsentrasi Kitty untuk membuka pintunya. Matanya beralih ke sebuah tulisan di sebelah kanan.
"Liem, apa kau paham apa yang dikatakan?" tanya Blue meraba dinding.
Liem mendekatinya dan membaca setiap tulisan di dinding. Anehnya ia bisa membaca itu padahal ini tanah dewa.
"Tunggu, bagaimana kamu bisa membacanya?"
"Ini bukan bahakan dewa, aku bisa membacanya karena penulisnya mungkin Baal atau salah satu petinggi neraka."
Neraka adalah sebuah alam yang paling misterius dibandingkan dengan tanah dewa. Banyak hal tidak masuk akal di dalamnya, sesekali Blue berkunjung ke neraka untuk mencari bahan yang berguna.
Salah satunya adalah bahan untuk mengevaluasi Dual Secret Sword ke tingkat yang lebih tinggi. Hingga sistem merah hanya menamainya sebagai Senjata Berkualitas.
Dalam kurun waktu 10 tahun itu, Blue berlatih di dalam neraka untuk meningkatkan kekuatannya. Perlu diketahui, monster di neraka jutaan kali lebih banyak dibanding dunia manusia. Itulah sebabnya level Blue bisa berkembang sangat cepat.
"Jika ini ditulis Baal, mengapa ia meratapi nasibnya?"
"Tidak tahu, mungkin saja bocah itu sudah tobat sepertiku?" ungkap Liem dengan nada santai.
Baal adalah iblis neraka paling kuat di bawah Satan, itulah yang diketahui Blue dan semua orang. Bahkan Liem sebagai mantan Lucifer juga mengakuinya.
Tidak ada yang bisa membunuh monster aneh bernama Baal, tubuhnya yang istimewa bisa menyerap kekuatan lawannya yang sudah mati. Ditambah lagi keabadian yang dia miliki tidak masuk akal.
"Jadi Baal lebih kuat darimu di masa lalu?"
"Jujur saja aku bisa menghilangkan kepalanya dengan satu pukulan, tapi bocah itu bisa hidup kembali. Salah satu dewa kuat di neraka juga pernah melawannya, tapi Baal selalu keluar hidup-hidup."
Blue mengerti perasaan Liem ketika musuhnya tidak bisa mati. Tiba-tiba ia teringat perkataan Athena yang mengatakan bahwa Outer juga tidak bisa mati meskipun dibunuh terus menerus.
"Sejak kapan Baal ada di neraka?"
"Aku tidak tahu, kira-kira dia lahir setelah aku merebut istana penguasa neraka."
Satan tidak peduli dengan istana atau kekuasaan, ia hanya butuh bertarung dan menikmati pemandangan api neraka yang menyala-nyala.
"Ada yang datang!"
Blue menyadari keberadaan seseorang yang sudah dekat, anehnya ia tidak merasakan keberadaannya di pintu masuk.
"Bukankah ini sebuah keberuntungan," ucap seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian merah seperti pendekar jepang. Wanita itu tidak lain adalah Yuri yang masih terlihat pucat.
"Wah, ternyata nona Yuri yang begitu menawan. Apa yang terjadi padamu?"
"Apa yang dilakukan orang itu?" tanya Yuri tanpa menjawab pertanyaan sebelumnya.
"Oh, dia sedang membuka paksa ruang rahasia yang ditinggalkan tuannya terdahulu."
Yuri menggelengkan kepala. "Bodoh, mana mungkin ruangan itu bisa diterobos dengan begitu mudah."
Suara retakan terdengar, Mata Yuri terbuka lebar karena formasi simbol yang tidak pernah terbuka akhirnya dihancurkan.
"Bos kita hanya punya waktu 30 menit." Kitty tampak tergesa-gesa karena formasi simbol yang digunakan Athena melebihi pengetahuannya.
Blue tersenyum dan merekam semua formasi simbol di ruang rahasia. Tangannya dengan cepat mengambil semua harga yang ada di dalamnya.
Yuri tidak bergerak dari tempatnya, Liem menjaganya supaya tidak menimbulkan masalah yang tidak perlu.
"Bos, lihatlah ini."
Sepasang anting yang memancarkan warna keemasan.
"Ini..."
Blue juga terkejut dengan barang yang harusnya tidak dimiliki semua orang. Anting ini adalah salah satu harta karun Athena untuk melawan Outer.
[Anting Ruang dan Waktu]
Barang yang diciptakan oleh yang penguasa segalanya.
Tingkat : Berkualitas Tinggi.
Bonus Status :
Semua efek di peralatan akan dikalikan 2.
Tangan Blue mencoba meraihnya, tetapi tiba-tiba dia di bawah ke sebuah ruangan putih terang. Seorang kakek tua tersenyum ke arahnya.
"Akhirnya ada manusia lain yang datang kemari," katanya sambil tersenyum manis.
"Saya Blue, kakek. Bolehkan saya mengetahui dimana ini sekarang?"
Blue tidak bisa melihat kekuatan kakek di depannya, bahkan Sistem Merah hanya menunjukkan tanda tanya besar.
"Panggil saja aku Kakek Nui. Tinggal disini sangat membosankan jadi aku ingin ngobrol sebentar denganmu."
Pembicaraan mereka berlangsung sangat lama, anehnya Blue tidak bisa keluar dari pembicaraan itu meskipun ia sangat cerdas.
Waktu berlalu tanpa ada ujungnya, sampai akhirnya ia sadar bahwa rambutnya sudah panjang hingga menyentuh tanah.
Tidak ada yang tahu berapa lama mereka mengobrol, tetapi Blue menjadi sadar dan mendapatkan pemahaman aneh tentang Domain Dewa.
"Terima kasih, kakek Niu."
Blue tidak bisa menjawab, ia langsung berpikir pria yang bersama Shen San. Matanya mulai terbuka, Blue tersenyum manis.
Bee mendekatinya. "Apa yang lama terjadi padamu?"
"Aku juga tidak tahu."
Bee dan Kitty melihat Blue tiba-tiba duduk dan menyerap energi disekitarnya. Mereka menunggu Blue duduk meditasi selama 18 jam lamanya.
Anting yang menjadi senjata rahasia Athena juga sudah hilang. Tidak hanya Kitty dan Bee yang kebingungan, Liem dan Yuri juga memperlihatkan hal yang sama.
Untuk menenangkan dirinya sejenak, Blue akan memimpin semua orang pergi ke medan perang. Sedangkan Yuri segera mengucap sumpah untuk membalaskan dendamnya.
"Sepertinya kau akan sedikit terlambat, bawa batu ini." Blue memberikan Batu Mana Biru.
"Terima kasih, Tuan."
"Jangan berterima kasih, waktumu tinggal 12 jam. Oberon dan kelompoknya akan menyergap Ebisu."
Blue dan teman-temannya segera meninggalkan ruang rahasia, mereka menuju Kerajaan Damaskus. Tepat setelah ia duduk di restoran makanan cepat saji, Yami melaporkan kekuatan musuh terlalu besar.
"Apa maksudmu?"
Blue tidak tahu kekuatan apa yang membantu Ebisu. Hades tidak mungkin turun tangan di permainan anak-anak seperti ini.
"Aku merasakan ada Maha Kuasa di pasukan mereka." Perasaan Yami tidak pernah salah, meskipun ia juga setara dengan Maha Kuasa, pengalamannya masih dibawah rata-rata.
Blue mengerutkan alisnya, sistem merah langsung menyala dan memperingatkan bahwa ada mangsa Duel Secret Sword yang cocok.
"Aku sudah menunggu momen ini, Yami biarkan mereka lewat!"
Ebisu dan pasukannya kembali, kali ini ia terbang tampa menunggangi sesuatu. "Serang!"
Jutaan pasukan menyerang Kerajaan Damaskus, mereka semua sehat dan penuh dengan energi. Berbanding terbalik dengan Kerajaan Damaskus yang telah mengerahkan kekuatan penuhnya di perang sebelumnya.
"Jangan menyerah!" teriak Shira membakar semangat pasukan Kerajaan Damaskus.
Tidak ada satupun orang yang gentar, mereka menghantam musuh dengan kekuatan penuh. Pasukan Damaskus perlahan tumbang, mereka tidak bisa bertahan lama hanya dengan tekad saja.
Oberon muncul di langit, ia menyempitkan matanya. "Kalian bajingan hina!" teriaknya dengan suara keras.
Aura di sekitar tubuhnya menyebar, kekuatan Maha Kuasa dipertunjukkan. Oberon telah berhasil menerobos ke tingkat yang lebih tinggi.
Pedang di tangannya segera berayun hingga menciptakan sayatan pedang. Pasukan musuh yang ketakutan langsung porak poranda hanya dengan satu serangan.
Blue melihat ke atas dan memperhatikan perang berjalan, dia tidak akan ikut campur selama orang yang dimaksud Yami muncul.
Tidak hanya Oberon yang marah, Shira juga melepaskan kekuatannya hingga titik darah penghabisan. Oberon memang bisa membunuh semua pasukan musuh, tetapi tenaganya terbatas.
"Sepertinya kau sangat semangat, Kakek Tua!" ucap Ebisu yang sudah mengenal Oberon sejak lama.
"Ebisu, mengapa kau menyerang kota damai kita?"
"Tidak ada yang spesial, aku hanya ingin mengambil tanah kalian."
Oberon tidak punya alasan untuk melanjutkan negosiasi, ia langsung mengayunkan pedangnya. Sayatan pedang lainnya muncul dengan daya hancur yang lebih besar.
Ebisu tidak takut sama sekali karena Hakim Agung melindunginya. Sayatan pedang Oberon langsung terbelah sebelah menyentuh Ebisu.
Mata Oberon terbuka lebar, ia tidak menyangka serangannya di blokir dengan begitu mudah. Hakim Agung yang mengenakan topeng tiba-tiba muncul dan menusuk Oberon.
Namun serangan Hakim Agung terhenti karena pedangnya tidak bisa menusuk tubuh Oberon. Ini sebuah keanehan karena armor yang dipakai terlalu mendominasi.
Tidak mau memberikan kesempatan pada musuhnya, Oberon memberikan serangan balasan dengan pedangnya. Namun Hakim Agung menghilang dari pandangannya sebelum serangan selesai di lancarkan.
Oberon sadar kecepatannya masih kurang, dia harus menyimpan kartu terbaiknya untuk situasi krusial. Matanya melirik ke arah Ebisu yang memakan sebuah pil.
Tubuh gendut Ebisu mulai mengecil, muncul dua tanduk di kepalanya. Pil itu bukan milik manusia, Blue dari kejauhan sadar ada iblis neraka yang membantunya.
Baal pasti tidak mungkin karena dia sedang bersembunyi di tanah manusia untuk menyembuhkan dirinya.
Namun kecurigaan Blue mulai terbukti karena adanya energi iblis yang muncul dari Ebisu. Kekuatannya juga tidak main-main, bisa dikatakan Ebisu setara dengan Baron di Neraka.
Perubahan wujudnya seperti seekor kelelawar yang harus darah, matanya tampak merah karena efek pil. Dalam sekejap mata ia menghilang dan muncul kembali di sebelah Oberon, cakarnya langsung menusuk tubuh Oberon.
Armor yang melindunginya tidak bisa memblokir serangan iblis Ebisu. Cakar Ebisu berhasil menembus perut Oberon.
Blue dari kejauhan tampak sangat tenang, ia melihat pertarungan yang cukup menyenangkan. "Yami apa sudah waktunya kita ikut?"
"Belum, Tuan. Sosok yang sangat aku maksud sebelumnya belum datang."
Meskipun Hakim Agung memang seorang Maha Kuasa, tetapi kekuatan masih bisa dihadapi. Namun sosok yang dimaksud Yami sedikit berbeda dengan itu.
"Baiklah, aku akan menunggu."
Moris yang melihat temannya kewalahan tidak bisa tinggal diam, ia muncul dan melemparkan sebuah pisau kecil. Meskipun hanya sebuah pisau, energinya sangat kuat hingga memaksa Iblis Ebisu menghindarinya.
"Siapa kau?"
"Bukan siapa-siapa."
Moris tidak bisa mengungkapkan identitasnya, kekuatannya masih belum sembuh sepenuhnya. Namun tekniknya sudah berkembang pesat.
Agni muncul di sebelahnya, auranya berubah menjadi kobaran api yang sangat panas. Kedua telapak tangannya langsung mengarah ke tubuh Ebisu.
"Woosh..."
Suara api yang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Ebisu. Bukannya takut, Ebisu melepaskan auranya dan memblokir serangan Agni tanpa kerusakan.
"Serangan lemah!"