Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Tipu Daya


Typhon adalah monster yang punya banyak kepala, itulah yang dipikirkan Blue dan rekan-rekannya. Namun kenyataannya sungguh berbeda, monster yang dianggap mengerikan ternyata hanya pria tua dengan jenggot sedada.


Ayah Venom menghentikan langkah kaki Blue. “Jangan gegabah, monster itu memang suka membuat ilusi!”


Blue dengan santai menggelengkan kepala. “Tenanglah, mari berdiskusi dulu.”


“Sungguh manusia pemberani, apa kau tidak berpikir akan selamanya di Tartarus bersamaku?” tanya Typhon dengan senyum manis seorang kakek tua.


“Tidak mungkin, aku sudah mendengar bagaimana kau sampai di ujung Tartarus.”


“Haha, jangan membuatku tertawa manusia. Pasti cerita yang kau dengar hanyalah karangan para manusia!” ucap Typhon sambil memegang perutnya.


Blue tersenyum manis, kedua tangannya melempar Dual Secret Sword dan menghilang setelahnya. Langkah kakinya tampak sangat mantap, Blue tidak ragu menghadapi monster yang dirumorkan tak terkalahkan.


Typhon melihatnya tampa berkedip, ia juga sedikit bingung dengan manusia yang mendekatinya. “Jadi apa yang ingin kau diskusikan?”


“Bebaskan Raphael, aku ingin memulai serangan pada penguasa langit!” jawab Blue dengan suara tegas.


“Memangnya bocah itu bisa menghadapi penguasa langit?”


“Satu orang lebih baik daripada tidak sama sekali, setidaknya ada alasan untukku mulai menyerangnya!” jawab Blue dengan suara tegas, ia segera duduk di depan Typhon yang maha agung.


“Bukankah kau kesini untuk mengalahkanku dan membawa kabur bocah Zeus itu, ayo serang!” kata Typhon memprovokasi Blue yang baru saja duduk.


Sayangnya itu bukan tujuannya datang kesini, Blue punya maksud tersendiri. “Tidak perlu terburu-buru, mari bahas dendammu pada pasukan Zeus dan keinginanmu menghancurkan pasukan langit.”


Sebagai makhluk yang sudah hidup cukup lama, Typhon bisa mengendalikan emosinya dengan sangat baik. “Memangnya apa yang bisa kau lakukan setelah aku mengatakan bahwa tekadku membalas dendam lebih besar dari bocah disana?”


“Bukankah sudah jelas, aku bisa mengeluarkanmu dari sini.”


“Hahaha!”


Typhon tertawa terbahak-bahak mendengar ada manusia yang mencoba mengeluarkannya dari Tartarus dengan gampangnya. Padahal Typhon sudah ratusan bahkan ribuan tahun mencoba keluar dengan kekuatannya yang maha dahsyat. Hades adalah kunci mengapa ia terkurung di sini. Selama bocah bernama Hades itu hidup, Typhon akan selamanya di Tartarus.


Blue mengangkat tangan kanannya, sebuah kunci melayang di telapak tangannya. “Aku pikir kau sudah tahu apa maksudku.”


Karena Hades sudah tiada, Blue menjadi penguasa Tartarus sebenarnya. Namun ia tidak mau mengungkapkan identitasnya untuk mengumpulkan para rekan yang setia dan siap bertempur dengan Zeus.


“Apa kau pikir setelah mengusik Zeus orang itu tidak akan bergerak?” tanya Typhon mencoba mematahkan semangat Blue dan semua temannya.


Blue menggelengkan kepala, ia sebenarnya tahu apa yang diperbuatnya akan menarik dua Outer lainnya. “Odin dan Satan sudah bergerak, mereka tidak akan menonton saja.”


Typhon terkejut mendengarnya, padahal ia berencana menakuti Blue dengan Asura yang melindungi Zeus dengan sekuat tenaga. Namun Blue malah menarik dua Outer lainnya.


“Apa kau tahu siapa mereka berdua?”


“Outer, mereka adalah orang yang mengetahui rahasia dunia ini!.” Blue punya pengetahuan yang sangat luas, jadi ia bisa mematahkan setiap perkataan lawan bicaranya.


Typhon sedikit terkejut dengan perkembangan dunia luar, ia tidak mengira monster Odin dan Satan sudah disejajarkan dengan Zeus. Padahal waktu itu Odin dan Satan sangat misterius dan mungkin saja lebih kuat dibandingkan dengan Zeus.


“Bocah tua itu menjadi lebih kuat ya...”


Typhon tidak bisa berdiam diri, ia harus segera keluar dan membalaskan dendam sebelum Zeus jauh melampaui kekuatannya. Namun sekarang nasibnya ada di tangan manusia bernama Blue.


“Serahkan kunci itu!”


Blue menggelengkan kepala. “Apa kau pikir aku bodoh, bisa saja setelah mendapatkan kuncinya kau memihak Zeus dan membuat kami kewalahan.”


“Bukankah kau sudah tahu sejarah mengapa aku dikurung, tidak mungkin aku memihaknya!”


“Jangan mengatakan kemungkinan. Contohnya sekarang, mana mungkin Typhon zaman dulu mau berbicara dengan manusia!” ucap Blue dengan tatapan tajam, ia sedang memprovokasi Typhon untuk mendapatkan persetujuannya.


“Haha, menarik manusia!”


Venom, Dagon, Naga Angin, Raja Hollow, Cyclop, Eka, Dwi, dan Ymir berdiri di belakangnya. Mereka menggunakan wujud asli untuk menunjukkan kekuasaan mereka, tapi itu semua masih belum cukup memprovokasi Typhon.


“Apa kau masih tidak percaya?” tanya Blue dengan santainya.


Typhon menggelengkan kepala. “Jangan memaksakan keberuntunganmu, manusia. Zeus yang dulu lebih kaut dari bayanganmu!”


Blue menghela napas, ia melepaskan teknik jiwa, disusul dengan Bee, Raul, Drakula, Ela, dan Elvy.


Typhon tampak sangat terkejut melihat energi yang sangat kuat, ia tidak percaya ada teknik penguatan jiwa yang sangat misterius. Namun ia masih menggelengkan kepala, kekuatan ini belum sebanding dengan Zeus dan pasukannya.


Sosok elang berwarna merah keluar, sayapnya menutupi langit-langit Tartarus. Tidak ada yang tahu siapa dia, tetapi elang itu tidak akan menyakiti Blue dan temannya.


Ela tampak terkejut melihatnya, ia melihat betapa stabilnya penguasaan teknik jiwa miliknya. Tanpa sadar dirinya mempelajari teknik pengembangan yang dipraktikkan elang raksasa berwarna merah.


Setelah beberapa detik, elang itu menghilang dan suasana kembali normal. Blue bisa meyakini elang itu adalah penjaga Dunia Buatan, pasalnya ia merasakan perasaan familier ketika bersamanya.


Typhon masih belum sadar dengan apa yang dia lihat. “Apa dia Dewa Sejati!”


Blue tidak membiarkan kesempatan ini terbuang sia-sia. “Ya, dia adalah Dewa Sejati yang terlah memberkatiku. Meskipun tidak ikut campur secara langsung, dia pasti akan membantu jika keadaan sudah mulai tidak kondusif.”


Sejujurnya itu hanyalah kebohongan, Blue tidak didukung oleh elang merah. Apalagi mendapatkan berkahnya. Jadi Blue mengarang cerita supaya Typhon percaya dan mempersingkat waktunya di Tartarus.


“Baiklah apa yang kau inginkan?” tanya Typhon yang sudah menyerah menguji Blue dan pasukannya. Awalnya ia akan berhenti setelah Blue bisa melepaskan teknik jiwa misterius, tetapi siapa yang menyangka sosok elang yang bisa menutupi langit Tartarus muncul.


“Ucapkan sumpah darah,” ucap Blue memberikan persyaratan.


Typhon tersentak mendengarnya, ia tidak percaya ada manusia ingin dirinya mengucap sumpah darah. “Apa kau bodoh!”


Blue menggelengkan kepala. “Aku tidak bodoh dan aku serius, percayalah aku tidak akan membuang kalian semua!” katanya dengan keyakinan penuh.


Bee mendekat dalam wujud manusia, ia adalah putra dewa cahaya. “Jangan percaya padanya, aku sering dibuang dan tidak mendapatkan jatah makan sesuai jadwalnya!”


“Hai apa yang kau katakan gendut!” bentak Blue yang sedikit kesal karena di saat krusial Bee malah bercanda.


“Bukankah kaki kepitingku sudah habis, kau tidak memasaknya padahal persediaan kepiting sangat melimpah di Dunia Buatan!” bentak Bee kembali, ia mendekatkan wajahnya untuk membuat suasana menjadi hidup.


Blue segera sadar apa yang sedang dilakukan Bee, akhirnya ia mengikuti permainannya dan berpura-pura bertengkar dan menciptakan suasana menyenangkan.


Typhon yang melihatnya menjadi bingung, tetapi hatinya yang keras menjadi lebih lunak. Ia akhirnya berlutut dan mengucap sumpah darah tanpa mengetahui siapa nama Blue dan pasukannya.


“Aku Typhon bersumpah akan mengikuti manusia di depanku!”


Sebuah cahaya menyelimutinya, kekuatan Typhon yang tersegel dilepaskan. Dia tidak percaya ini akan menyenangkan seperti ini. “Sudah lama tubuhku tidak terasa seperti ini!”


Tidak hanya Ayah Venom, tetapi semua monster yang ada di belakang Blue tidak percaya. Hanya dengan kata-kata, Blue berhasil menarik Typhon ke pihaknya dan memperbesar kesempatannya menang melawan Zeus.


Untuk memberikan kejutan pada musuh, Blue menyarankan untuk semua orang masuk ke Dunia Buatan. Mereka semau setuju dan meningkatkan kekuatan di Dunia Buatan kecuali Typhon.


Bukan tanpa alasan, Typhon tidak bisa bertambah kuat karena penyakitnya yang kronis. Bahkan jika ada air suci yang mengobatinya, tubuhnya tidak akan bisa bertahan lama. Namun sosok pria bernama Anthony muncul dan memberikan perawatan pertama pada tubuhnya. Penyakit yang sebenarnya tidak mungkin disembuhkan semakin mengecil, tidak ada yang tahu berapa lama mereka di Dunia Buatan.


Disisi lain Blue segera kembali ke permukaan dengan Raphael yang baru dibebaskan. “Kau tampak sangat lemah, Raphael!”


“Sialan, aku sudah terkurung cukup lama. Berikan dua bulan pasti aku bisa membunuhmu!” jawabnya dengan naga tinggi. Tidak dapat dipungkiri, Raphael memang sangat cerdas. Jadi meningkatkan kekuatan di Tanah Dewa bukan hal yang sulit.


Blue menyodorkan batu berwarna ungu. “Ini hadiah untukmu, cepatlah kembali ke puncak kekuatanmu,” ucap Blue dengan ekspresi serius.


Benar saja tepat setelah ia keluar dari Tartarus sosok pria dengan 8 pedang besar di punggungnya terbang di atas langit. Pria itu adalah sosok yang dimaksud Typhon di Tartarus, Asura adalah namanya.


“Jangan gegabah, Asura bukan lawan yang mudah!” ungkap Raphael.


“Makanya cepat sembuhkan lukamu sana!” kata Blue dan melempar Raphael ke Dunia Buatan.