
Dual Secret Sword berhasil menusuk Odin dengan sangat mulus, tapi Odin tersenyum sambil meliriknya. Blue tidak tahu apa yang terjadi, ia segera melepaskan energi jiwa untuk melihat kenyataan.
Tubuh Odin yang tertusuk pecah dan berubah menjadi puluhan gagak. 100 meter dari tempatnya, Odin lainnya muncul. “Apa kau begitu bodoh?” katanya mengejek Blue yang menyerangnya secara fisik. Meskipun Odin tidak punya fisik sekuat Blue dan Zeus, ia punya banyak trik menggunakan Mana di dalam tubuhnya yang kabarnya tak ada batasnya.
Blue tersenyum menanggapi pernyataan musuhnya, ia sadar sedang dalam pengaruh ilusi. Hal itu karena kekuatan mentalnya lebih baik dari semua manusia di bumi, jadi serangan ilusi tidak mempengaruhinya.
“Apa kau yakin?” ucap Blue yang belum kehilangan senyumnya.
Odin melebarkan matanya, ia merasakan ada yang kurang setelah tusukan ringan dari Blue. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya penasaran.
Blue melesat layaknya anak panah yang baru lepas dari busurnya, Dual Secret Sword mengambil peran untuk melukai Odin sebanyak mungkin. Ia harus memanfaatkan celah yang ditinggalkan Odin untuk dirinya sendiri. Ketika dalam ilusi, Odin hanya bisa menggunakan 5% kekuatannya. Jadi ia tidak bisa melawan Blue dan berakhir di hancurkan musuhnya.
Zeus menatap bola lingkaran yang mengekang Blue dan Odin. “Bodoh, apa kau lupa bocah manusia itu punya aura yang bisa melepaskan diri dari ilusi!” ucapnya pelan.
Tepat setelah mengatakannya, bola hitam yang mengurung Odin dan Blue perlahan retak. Tidak butuh lama sebelum retakannya membesar dan Blue keluar dari dalamnya dengan senyum manis di wajahnya.
“Siapa yang menyangka ternyata mengambil jiwa Penyihir Terkuat di Domain Dewa begitu menyegarkan.” Blue mengingat teknik pelahap jiwa yang diwariskan Shen San. Dengan sedikit modifikasi, Blue berhasil menyerap setiap jiwa yang terkoyak dengan Dual Secret Sword.
Odin dalam dunia ilusi sangat lemah, jadi ia bisa memanen jiwa yang cukup banyak. Kemudian teknik jiwa secara alami mengubahnya menjadi pencapaian atau kekuatannya sendiri. Tanpa disadari semua orang, Blue bertambah kuat meskipun hanya secuil ujung roti.
Odin terlihat lemas setelah menggunakan teknik ilusi, Zeus langsung menghantamnya dengan senjata petir. Odin berhasil di jatuhkan hingga menghantam tanah.
Tepat setelah Odin menghantam tanah, petir berwarna kuning dari langit langsung menyambarnya. Zeus menoleh ke Blue yang berdiri santai, ia langsung melempar senjatanya untuk memberikan serangan kejutan.
Blue langsung menanggapi dan menghindarinya dengan jarak 5 centimeter. Langkah Cahaya langsung digunakan, tubuhnya berpindah ke depan Zeus dalam wujud pria kekar.
Tangan kanannya segera mengepal dan bahunya menegang, tinjunya segera melayang menghantam perut Zeus yang tidak mengenakan pakaian sedikitpun. Ledakan aura dan energi terjadi, Blue melebarkan matanya karena tinjunya tidak bisa menggapai tubuh Zeus yang tidak mengenakan pakaian sedikitpun.
“Kau pikir bisa melukaiku dengan tinjumu!”
“Tentu saja tidak,” jawab Blue dengan santainya. Walaupun sebenarnya ia sedikit terkejut dengan situasi aneh ini, pasalnya tangannya dilapisi Sarung Tangan Dewa Cahaya yang bisa mengabaikan pertahanan. Namun Zeus menahannya dengan sangat mudah.
Dual Secret Sword tiba-tiba muncul di belakang Zeus dan menusuk punggung musuhnya. Sama seperti tinju Blue, Dual Secret Sword tidak dapat menggapai kulit Zeus karena energi di sekujur tubuhnya sangat kuat.
Kedua tangan Zeus langsung menghantam punggung Blue yang terlambat bergerak. Seketika Blue dijatuhkan hingga menghancurkan tanah di bawahnya. Tidak hanya hancur, pepohonan di sekitarnya juga terbang karena tekanan angin yang sangat kuat.
Batu sebesar truk muncul di atas Zeus dan menghantamnya dengan kecepatan tinggi. Zeus mencoba menghentikan laju batu dengan energi, tetapi ia masih terdorong hingga menghantam gunung berapi.
Lava bergejolak dan letusan gunung berapi terjadi, Zeus berjalan di atas lava dengan sedikit luka di badannya. “Serangan menyelinap, apa harga dirimu sudah hilang Odin!”
Odin menempelkan kedua telapak tangannya, ia menggunakan elemen tanah untuk menutup mulut Zeus. Dua batu setinggi 5 meter muncul di sisi kanan dan kiri Zeus, dalam sekejap mata keduanya langsung menyatu dan menghimpit Zeus.
“Bacot kau kakek tua!” teriak Odin sambil melepas topi penyihir miliknya. Saat ini bukan waktunya mempertahankan martabat seorang penyihir, ia mengerahkan semua kemampuan untuk mengambil kursi yang tersisa. Wajah cantik Odin tampak sangat menawan, seperti bunga mawar yang menyakiti pemiliknya dengan durinya.
Zeus merentangkan tangannya dan menghancurkan dua tanah yang menghimpitnya, Energi di dalam tubuhnya kembali seperti sediakala. Tubuhnya menghilang dan tiba-tiba muncul di depan Odin dan mengayunkan tinjunya.
Wajah cantik Odin terkena pukulan musuh, matanya tidak berkedip sedikitpun dan tubuhnya tiba-tiba terpecah dan 10 burung gagak muncul menggantikannya. Setelah beberapa saat Odin muncul 100 meter dari tempatnya sebelumnya.
“Apa kau pikir menggunakan otoritas ruang dan waktu bisa melukaiku!” kata Odin dengan sombongnya sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.
Blue muncul entah dari mana dan melemparkan pukulan keras ke pipi lembut Odin. “Jangan banyak bicara nenek tua!” teriak Blue yang mulai terbiasa dengan pertengkaran mereka berdua. Zeus memanggil Odin nenek tua, sedangkan Odin memanggil Zeus kakek tua. Jadi Blue akan memanggil mereka dengan namanya itu.
Odin tidak percaya mana barier yang dia gunakan tidak dapat mendeteksi Blue. Mana Barier sering digunakan para penyihir untuk memprediksi arah serangan, sehingga mereka bisa bersiap lebih baik. Namun Stealth dari Celah Dimensi bisa menembus perspektif Odin yang sangat kuat.
Zeus sebenarnya ingin memuji Blue, tetapi ia lebih memilih untuk memukul wajah Blue yang terlihat puas setelah memukul musuhnya. “Kau juga, Bodoh!” teriak Zeus tepat setelah tinjunya menghempaskan Blue.
Pemecah Pikiran digunakan, Blue menahan tubuh aslinya dan berhenti sebelum menghantam tanah. Bayangan yang menghentikan tubuh utama segera menghilang dan tiba-tiba Dual Secret Sword menusuk punggung Zeus.
Petir berwarna kuning muncul dan menyambar Dual Secret Sword, pedang Blue berhenti sejenak dan segera menghilang kembali. Bukan karena Dual Secret Sword kalah, tetapi karena Blue punya kekuatan yang terbatas.
Blue membuka mulutnya, ia ingin membalas pernyataan Zeus. Namun balok es muncul di atas kepalanya dan menimpanya hingga menghancurkan tanah. Blue menggunakan langkah cahaya untuk melepaskan diri, sehingga balok es tidak berhasil menghimpitnya.
“Usaha yang bagus, cantik!” ungkap Blue yang sedikit menggoda Odin. Namun matanya segera terbuka lebar ketika tangan lembut tiba-tiba muncul dan meninju pipinya.
Odin menggunakan Mana, jadi mudah baginya membuat sebuah bayangan. Tidak hanya dua, Odin membuat 100 bayangan yang tersebar di seluruh penjuru medan perang. Mereka semua bisa menggunakan sihir tingkat 8 atau di bawahnya, jadi 100 bayangan langsung membuat bola energi.
Blue tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, ia tidak menyangka akan ada 100 bola sihir tingkat 8. Satu bola sihir tingkat 8 bisa menghancurkan sebuah desa tingkat 3, gilanya Odin mengeluarkan bola seperti itu sebanyak 100 buah.
Zeus masih terbang di udara, jadi ia tidak perlu khawatir terkena serangan Odin. “Sepertinya bocah itu akan segera selesai.”
Blue tidak bisa membiarkan dirinya mati dengan mudah, tubuhnya tiba-tiba menghilang dan digantikan Zeus yang terbang di atas langit. Tidak hanya Odin dan Zeus, tapi Blue sendiri juga terkejut dengan keterampilan Celah Dimensinya berhasil digunakan.
“Kamui!” kata Blue menyebutkan nama keterampilannya yang belum sempurna sebelumnya.
Dengan keterampilannya itu, Blue dan Zeus berpindah tempat. Kondisinya cukup sulit karena Blue harus menyusun sebuah simbol dan menempelkannya ke tubuh lawannya.
Zeus dan Odin sudah terkena pukulannya, jadi Blue bisa berpindah sesuka hatinya. Namun ia harus berpikir dua kali untuk menggunakannya terus menerus karena stamina dan konsentrasinya terbatas.
Pusat dari serangan bola sihir tingkat 8 adalah tubuh kekar Zeus, bukannya sedih Odin malah senang karena salah satu lawannya yang kuat tidak menghindarinya.
Zeus dengan santainya menggunakan salah satu tekniknya, sebuah lubang hitam menyerap semua bola sihir. Tidak terjadi ledakan sedikitpun, karena Zeus menggunakan otoritas ruang.
Otoritas Ruang Zeus hanya bisa menerima serangan sihir tingkat 9 ke bawah, sedangkan Odin bisa menggunakan sihir tingkat puncak atau tingkat 10. Itulah mengapa Zeus punya sedikit kesempatan untuk menang melawan Odin.
Zeus membusungkan dadanya, ia tampak sombong karena serangan musuh sama sekali tidak berpengaruh padanya. Tapi siapa yang menyangka tiba-tiba tinju yang dilapisi energi ungu kehitaman muncul dan menghantam perutnya.
Blue mendorong tinjunya dengan kekuatan penuh, tapi Zeus hanya mundur setengah langkah. Tujuannya yang sebenarnya bukan kerusakan, tapi penanaman simbol Kamui.
Sebelumnya simbolnya terlah terbakar karena susunannya belum sempurna. Sekarang Blue bisa dengan pasti memindahkan tubuhnya ke tempat Zeus sesuka hatinya. Sekarang tinggal Odin yang belum mendapat simbol Kamui yang sempurna.
“Lemah!” ucap Zeus sambil mengayunkan senjata petir miliknya. Dalam sekejap mata senjata petir milik Zeus langsung menusuk lawannya.
Blue melebarkan matanya karena tidak dapat merasakan pergerakan Zeus dengan matanya. HPnya terus berkurang dan tubuhnya berubah transparan.
“Apa kau mati begitu saja?” tanya Zeus.
Blue muncul di belakangnya dan menendang tengkuk pria berotot bernama Zeus. “Jangan mengatakan yang tidak-tidak, Kakek Tua!” teriak Blue.
Dari kejauhan Odin tertawa keras. “Bagus bocah, sekarang kalian berdua bisa mati dengan tenang!.” Anak panah berwarna merah api dengan kecepatan 1 Mach melesat ke arah Zeus dan Blue.
Zeus bisa melihat Odin mulai serius, serangan panah itu setidaknya sihir tingkat 9. Jadi ia segera melompat dan menghindari serangannya. Blue juga melakukan tindakan yang sama, ia menggunakan Gate di belakang punggungnya dan segera melempar tubuhnya masuk.
Anak panah yang tidak berhasil mengenai target langsung menghantam tanah hingga tanah dewa bergetar. Sihir tingkat 9 memang sangat kuat, bahkan tanah dewa mungkin saja tidak dapat menampungnya.
Semua orang merasakan getarannya, karena getaran itu para anggota Fairy Dance mendapatkan kesempatan kedua. Pasukan Fairy Dance melakukan serangan balik di setiap dunia.
Venom terluka parah, darah berwarna hijau mengalir di sekujur tubuhnya. Disisi lain Irene tersenyum jahat tanpa terluka sedikitpun.
“Apa kau sudah menyerah, bocah racun?” tanya Irene.
“Menyerah tidak ada dalam kamusku, rasa sakit ini belum ada apa-apanya!” katanya sambil melepaskan kekuatannya yang tersegel.
Racun berwarna hijau keluar dari tubuhnya, udara di sekitar mulai tercemar. Sayangnya Irene Belserion tidak terpengaruh olehnya. “Apa kau tidak bisa belajar?” katanya.
Namun setelah beberapa detik mengatakannya, darah keluar dari hidung dan sudut bibirnya. “Ini!”