Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Keluarga Moldova


Blue kembali ke tanah dewa, ia melihat pak tua yang sudah tergeletak di lantai tanpa nyawa. Salem juga terlihat tak bernyawa, keduanya berubah transparan dan segera menghilang.


Beberapa barang jarahan meledak, Blue tidak mungkin meninggalkannya. Ia mengambil semua dan segera membuka ruang penyimpanan.


"Bagus dengan ini lebih mudah."


^^^[Token kehormatan Hutan Gelap.^^^


...Menunjukkan identitas anda, tunjukkan pada penjaga keamanan dimana seja (Hutan Gelap) niscaya anda akan disambut dengan hangat.]...


Tidak mau meninggalkan tempat istimewa ini, Blue mempelajari semua formasi yang dapat menekan seorang Maha Dewa ini. Mungkin saja ini akan berguna untuk kedepannya.


"Serly keluarlah."


"Halo bos. Sudah lama aku tidak melihatmu!"


Blue menunjuk dinding yang terdapat coretan simbol. "Pelajari itu, mungkin akan bermanfaat."


Serly yang melihat simbol rumit langsung bersemangat hingga matanya tampak memancarkan cahaya bintang. "Bos terbaik!"


Padahal Serly adalah alkemis kuno dari Tanah Manusia, tapi ia mulai menjadi gila simbol setelah Elvy menunjukkan mudahnya membuat obat dengan memanfaatkan pembuatan simbol.


Blue mempunyai cetak biru yang direkam penuh. Ia memberikannya pada Serly untuk dipelajari secepatnya.


"Aku butuh waktu, Bos." Serly langsung masuk kembali ke Dunia Buatan dengan kekuatan sendiri.


"Apa sekarang mereka sudah tidak punya sopan santun. Aku seperti portal untuk masuk ke Dunia Buatan."


Blue menghela napas dan berjalan keluar ruangan. Ia mendekati Nomor 98 yang belum bangun.


Untuk membantunya cepat sadar, Blue memberanikan beberapa Energi Kehidupan.


...[Gunakan 10 ribu Energi Kehidupan untuk membantu penyembuhan Nomor 98.]...


Tanpa pikir panjang ia langsung menyetujuinya. 10 ribu Energi Kehidupan seperti membuang kerikil ke sungai.


Perlu diketahui Energi Kehidupan Blue terus meningkat ketika membunuh para Dewa. Jadi sekarang ia memiliki ratusan triliun Energi Kehidupan.


Nomor 98 mulai bangun, ia langsung memegang perutnya dan memuntahkan seteguk darah segar.


"Ugh..."


Blue duduk bersila di lantai depan penjara. "Lama sekali, aku sudah menunggumu 3 menit!"


"Sialan baru 3 menit!" teriak Nomor 98.


"Hei - hei, apa kau tahu 3 menit waktu bisa menghasilkan ratusan Batu Biru!" ucap Blue dengan suara lembut.


Tidak dilebih-lebihkan, Blue memang bisa membeli batu biru dengan uangnya di dunia nyata. Ditambah lagi penghasil Fairy Dance yang begitu melimpahkan.


"Sombong!"


"Baiklah, ayo langsung ke bisnisnya. Perlu kau ketahui aku sudah membelimu, jadi sekarang aku menjadi tuanmu."


Pernyataan Blue membuat Nomor 98 merasa kesal, ia sebenarnya bukan budak. Namun karena alasan tertentu ia dilempar ke arena pertandingan di Hutan Gelap.


"Pergilah, aku tidak mau melayani manusia rendahan sepertimu!" jawabnya dengan nada tinggi.


Blue menghela napas panjang mendengar jawaban nomor 98. "Baiklah nomor 98, tidak mari kita sebut saja Melvin Moldova."


Wajah Nomor 98 tampak sangat terkejut, ia tidak menyangka ada yang mengetahui namanya. Dengan sigap ia mengeluarkan pusaka milik keluarga dan mengarahkannya ke Blue.


Besi yang mengurung Melvin langsung hancur berkeping-keping. Sayangnya pusaka itu hanya bisa digunakan satu kali dalam satu bulan.


"Aku tidak mau membunuhmu, tapi rahasia keluarga harus tetap aman." Melvin berbalik dari tempat duduk Blue yang masih tertutup debu.


"Serangan yang menarik, dengan kekuatan seperti itu harusnya kau bisa menangkan?" tanya Blue yang mulai tampak dari kepulan debu.


Tidak ada goresan sedikitpun di bajunya Blue menggunakan teknik mana untuk menciptakan sebuah medan yang tak bisa diserang. Sayangnya teknik mana ini tidak cocok untuk pendekar pedang sepertinya.


Meskipun tidak cocok, Blue tetap mempelajarinya karena musuhnya pasti bisa menggunakannya.


"Tidak mungkin, bagaimana kau masih hidup!" teriak Melvin.


Blue menggelengkan kepala. "Serangan lemah seperti itu tidak mungkin melukaiku. Jadi jangan terlalu berlebihan."


Melvin tahu lawannya bukan manusia biasa, ia tidak ada pilihan selain menyerah.


"Baiklah apa yang kau inginkan?"


Blue sedang mengejek manusia di depannya. Meskipun sudah menggunakan pusaka keluarga, Blue tidak merasakan gejolak sakit apapun. Artinya pusaka keluarga Moldova sudah melemah.


"Darimana kau mengetahui namaku?"


"Mudah saja, aku mahkluk abadi."


Banyak informasi tentang mahkluk abadi, rumor mengatakan mereka bisa melihat nama seseorang dan memperhitungkan kekuatannya.


Tidak hanya bisa mengetahui nama orang, para mahkluk abadi yang dimaksud Blue bisa berkembang dengan sangat cepat.


"Jadi rumor itu benar."


"Aku tidak ingin membahas itu, tapi aku baru saja membunuh salah satu anggota keluargamu, Artha Moldova."


Pengakuan Blue membuat Melvin marah besar. Ia mengeluarkan pusaka lainnya dan menusuk ke arah Blue.


Ledakan membuat semua barang di ruangan hancur, tapi bangunannya masih berdiri tegap tanpa kerusakan.


Blue bertepuk tangan, ia mengenakan Jubah Raja Api untuk menangkal ledakan sebelumnya. "Serangan yang ganas."


"Kenapa kau membunuh harapan keluarga kami!"


Blue menghela napas panjang untuk kesekian kalinya. Dia menjelaskan masalah Artha dan menceritakan sejarah hancurnya keluarga Moldova.


Melvin mendengarnya dengan saksama, ia tidak mau melewatkan celah sedikitpun.


Artha ternyata punya 7 saudara, dia adalah putra mahkota atau anak pertama dari pemimpin sebelumnya.


Bakatnya memang tidak terlalu mencolok, hanya tekadnya menjadi kuat sudah cukup untuk meyakinkan semua orang bahwa dia layak.


Dengan kemampuannya berdiplomasi, Artha meraih banyak penghargaan untuk Keluarga Moldova. Sayangnya bencana menimpa mereka semua setelah berdiri di puncak.


Melvin adalah cucu keponakan Artha yang tidak mempunyai bakat bertarung. Kakeknya adalah saudara kandung Artha yang sudah meninggal setelah menyelamatkan banyak nyawa.


Kala itu penyerangan monster memakan banyak korban, bahkan kepala keluarga juga tewas di medan perang. Artha yang tidak bisa bertarung melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya.


Tindakannya mungkin terlihat seperti pengecut, tapi kepala keluarga menyuruhnya untuk tetap hidup apapun yang terjadi.


Anak bungsu yang mempunyai tugas mempertahankan keluarga di belakang menggunakan kekuatan penuh untuk memindahkan anggota keluarga ke Dunia Manusia. Itulah mengapa beberapa pahlawan di Dunia Manusia punya marga Moldova.


Lebih dari 200 anggota keluarga Moldova selamat dan membangun kehidupan baru di Dunia Manusia. Karena kondisi tubuh yang istimewa, semua anak dari keluarga Moldova tidak dapat naik ke tingkat Dewa.


Hal itu dikarenakan tubuh keluarga Moldova harus menyerap aura dewa sejak lahir. Kualitas aura dewa dan energi di dunia manusia jauh berbeda. Makanya mereka hanya menjadi pahlawan di beberapa kota.


Melvin bisa sampai ke tanah dewa karena ia adalah keturunan asli dari keluarga pusat. Jadi kekuatannya bisa tumbuh hingga setengah langkah menjadi dewa.


Meskipun bisa menjadi orang paling kuat di Dunia Manusia, Melvin hanya semut di Tanah Dewa. Karena membuat masalah dengan seorang petani, ia berakhir menjadi budak seperti sekarang.


"Jadi seperti itulah kondisi kita. Aku mengira Artha adalah penyelamat yang bisa membawa kami kembali ke Tanah Dewa." Melvin menundukkan kepala, ia tidak menyangka usahanya sia-sia.


"Kau sungguh beruntung, aku punya kewenangan untuk membawa seluruh keluarga kalian ke Tanah Dewa lagi."


Melvin tampak senang tapi setelah beberapa saat ia murung kembali. Meskipun sudah kembali ke Tanah Dewa, keluarganya tidak punya kekuatan untuk melawan pasukan disini.


Jika musuh lama Moldova datang, mereka hanya akan menjadi semut yang diinjak-injak.


"Aku jamin keselamatan kalian, tapi Moldova harus bersumpah akan melayani Fairy Dance."


Blue memancing pembicaraan ke arah itu, ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika seluruh keluarga Moldova mendukungnya di Dunia Manusia maupun Tanah Dewa.


"Fairy Dance?"


"Ya aku adalah seorang pemain."


Pemain atau penduduk pribumi menyebutnya mahkluk abadi membentuk sebuah koloni terbatas yang disebut Guild.


Melvin sudah cukup lama di Tanah Dewa, jadi ia kurang memahami konsep terbaru di dunia manusia.


"Seberapa kuat aku nantinya?" tanya Melvin yang sudah mulai tergerak.


"Tergantung seberapa keras kau berlatih." Blue menjawabnya dengan senyum manis yang menarik semangat juang Melvin.


"Baiklah, sebagai permulaan aku akan mengucap sumpah darah di depanmu!"


Prosesi sumpah darah dilakukan, tubuh Melvin memancarkan cahaya ungu kehitaman. Kondisi tubuh yang selama ini membatasinya hanya sebagai setelah langkah menuju dewa telah terhapus.


Saat ini Melvin Moldova menjadi satu-satunya Dewa Sangat Rendah di keluarganya.