Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Semua Kartu Telah Keluar


Tidak mau bertindak gegabah, Blue berpikir ulang untuk membebaskan Naga Petir dari sarang monster. Otaknya terus berpikir keras supaya menemukan jalan yang terbaik.


“Sepertinya kamu benar, tidak mungkin bagiku melepaskan mu dari sarang monster ini. Jadi mengapa kita tidak berdamai dan biarkan aku keluar dengan tenang?”


Blue tidak bisa menyerah keluar dari sarang monster, hampir semua kartu yang ia simpan telah digunakan. Namun itu masih belum cukup untuk memukul naga petir yang begitu mendominasi.


Darah Naga Petir masih di atas 90% setelah terkena serangan yang bertubi-tubi, Blue harus mencari kelemahannya. Meskipun sudah sering melawan Naga Petir, musuh yang ia lawan tidak pernah sekuat ini.


“Pertanyaan sebaliknya, mengapa aku harus melepaskan mu?”


Naga Petir membuka mulutnya, ia melepaskan serangan laser dari mulutnya, serangan itu langsung mengarah pada Blue yang berdiri cukup jauh dari musuhnya. Ragil dan Eko langsung menggunakan keterampilannya untuk memblokir serangan. Meskipun serangannya berhasil diblokir, Ragil dan Eko sekarat.


Blue memberikan ramuan penambah HP dan MP untuk menghemat mana Rafaela dan rekan pendukung di belakang.


“Karena masalah ini sudah tidak bisa diselesaikan dengan perdamaian, maka aku akan serius!” kata Blue melepaskan energi prana dari tubuhnya.


Energi kehidupan digunakan untuk dirinya dan semua rekan di dalam ruangan. Tidak main-main, blue menggunakan 100 miliar energi kehidupan untuk meningkatkan kemampuan semua rekannya. Meskipun sementara itu lebih baik daripada tidak sama sekali.


Langkah kaki blue terlihat pelan dan mantap, Yami dan Eka segera bersanding dengannya. Tatapan mata mereka menandakan tekad yang tak pernah goyah sedikitpun meskipun lawannya monster.


Dwi tersenyum manis, ia tidak bisa menahan kekuatannya terus menerus, tubuhnya berubah menjadi raksasa setinggi 25 meter. Tangannya langsung menggunakan keterampilan gravitasi mode terakhir yang ia kuasai.


Lingkaran sihir berwarna merah muncul dari langit-langit, tekanan gravitasi meningkat drastis. Mata Dwi berubah menjadi merah dan mengeluarkan darah, teknik ini mengkonsumsi banyak energi.


Eka yang melihat betapa seriusnya Dwi tidak tinggal diam, ia merubah wujudnya menjadi monster raksasa setinggi 25 meter. Tanpa peringatan ia langsung melepaskan ayunan pedang terkuat yang ia miliki.


Yami berdiri cukup jauh dari kerumunan, ia memegang pedangnya dengan kedua tangan. Ayunan pedangnya menciptakan sebuah bayangan berwarna ungu kehitaman, sayatan itu langsung mengarah ke Naga Petir yang tidak bisa bergerak.


“Sialan, apa yang kau lakukan padaku!” seru Naga Petir yang mulai panik karena tubuhnya tidak bisa bergerak.


Luis dan semua rekannya meningkatkan kualitas simbol dan menggunakan sihir untuk mengurung pergerakan musuh. Naga Petir sama sekali tidak akan bisa bergerak selama beberapa jam ke depan.


Raul menggunakan semua kekuatannya untuk mengendalikan petir yang ada di langit-langit untuk menyambar Naga Petir terus menerus. Bukannya kesakitan, Naga petir malah menikmati sensasinya dan meregenerasi mananya ketika terkena serangan petir.


Ela menutup matanya, ia menggunakan skill pendukung area yang bisa menjangkau semua orang di dalam ruang bos. Tubuhnya berubah menjadi peri dan cahaya hijau langsung bertaburan di atas langit.


Elvy yang belum bisa menggunakan kekuatan penuh hanya bisa memberikan beberapa perlindungan pada semua rekannya. Meskipun tidak banyak, Elvy sudah berusaha sekuat tenaga karena semua mana miliknya terkuras habis.


“Bos, aku sudah lama tidak makan darah naga sombong!” kata Drakula muncul dari belakang Naga Petir.


Kedua tangannya langsung di rentangkan, Drakula menggunakan keterampilan yang memakan semua darah targetnya. Meskipun tidak mungkin membunuh Naga Petir, Drakula akan mengorbankan seluruh mana yang ia miliki untuk mengurangi darah musuhnya.


Blue menggunakan laser yang muncul dari ujung jarinya, dua lengan digunakan untuk memberikan kerusakan terbesar yang bisa digunakan. Semua orang menggunakan serangan terbaiknya untuk menumbangkan Naga Petir yang sangat mendominasi.


HP Naga Petir berkurang sangat cepat, semua orang tidak ada yang menahan skill sampai beberapa kehabisan mana.


“Segera gunakan ramuan penambah HP dan MP!” kata Blue yang kehabisan energi mental karena terlalu banyak menggunakan Tusukan Pedang Harimau Putih.


Meskipun begitu, senyum di bibirnya muncul ketika melihat HP Naga Putih turun hingga 30 %. Kali ini ia mempunyai kesempatan untuk mengalahkan naga raksasa tersebut.


Naga Petir melepaskan kekuatan mengamuk, cahaya berwarna biru menyelimuti seluruh tubuhnya. Kerusakan yang ia terima langsung turun drastis.


Blue tidak bisa meneruskan serangan menggunakan energi mental, ia duduk bermeditasi untuk memulihkan energinya. 100 miliar energi kehidupan dan semua rekannya sudah membantu, tetapi masih belum cukup untuk mengalahkan monster raksasa seperti Naga Petir.


“Aku tidak punya pilihan, Anthony bantu kami!”


Seorang pria besar dan kekar muncul di depan Naga Petir, ia langsung melirik ke arah semua rekannya yang hampir kehabisan mana. “Sepertinya kamu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan!”


“Yah, siapa yang menyangka ini akan terjadi!”


“Mengapa kamu tidak meminta bantuan dari orang-orang dunia alternatif?”


“Aku sudah mengambil banyak dari mereka, mengeluarkan lebih dari itu akan mempengaruhi ekosistem.” Alasan Blue memang masuk akal, Anthony mengharapkan jawaban tersebut supaya ia bisa menggunakan seluruh kemampuannya.


Kedua tangan Anthony langsung di rentangkan, ia melepaskan sebuah teknik yang hanya dimiliki Dryad. Pepohonan muncul dari tanah, semua energi rekannya akan dipulihkan sedangkan energi musuh akan digunakan untuk menghidupi semua pohon.


“Dryad mengapa ikut campur urusan kami?” tanya Naga Petir yang merasa energinya berkurang terus menerus.


“Bro, apa asal kau tahu, aku hanyalah bawahannya. Jadi sudah sewajarnya aku menyelamatkannya!” kata Anthony sambil menunjuk Blue yang tak bisa mengatur napasnya dengan benar.


“Baiklah, baiklah. Aku tidak bisa main-main lagi!”


Naga Petir melepaskan aura ungu kemerahan, sebuah armor muncul dan melindungi seluruh tubuhnya. Dwi yang menggunakan keterampilan gravitasi langsung memuntahkan darah segar dan terkapar tak berdaya.


Luis dan semua rekannya juga terlempar dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.  Mereka terkena serangan balik dari serangannya sendiri. Untungnya ada Rafaela, Ela, Elvy, dan Anthony yang sigap mengamankan nyawa semua rekannya.


Blue tidak tinggal diam, ia memberikan energi kehidupan untuk mempertahankan nyawanya. Ia harus menggunakan 100 juta energi kehidupan untuk menyelamatkan nyawa Dwi dari krisis serangan balik.


Yami terlempar sampai membentur dinding ruang bos, tetapi nyawanya tidak terancam karena pertahannya sangat kuat. Begitu pula dengan Eka yang menggetarkan seluruh ruangan karena tubuh raksasanya membentur dinding ruang bos.


Semua kartu as yang dimiliki Blue sudah digunakan, tetapi HP Naga Petir masih 10%. Kesempatan mereka menang semakin tipis, bahkan Blue tidak bisa melihat dengan benar karena energi mentalnya hampir terkuras.


Mesin domain dewa mengingatkannya untuk keluar permainan, tetapi anehnya tombol keluar atau log out tidak muncul di panel status miliknya. Blue curiga Naga Petir bisa memblokir sistem dengan keterampilannya.


“Armor yang membuat para dewa iri, sungguh barang yang sangat bagus.” Bee berjalan ke arah Naga Petir dengan senyum yang begitu lebar.


“Wow, bahkan anak kecil ikut pertarungan ini. Ayo tunjukkan padaku apa yang kau miliki!”


“Mengapa terburu-buru, semua teman-temanku sudah terluka parah. Bagaimana jika menyelesaikannya sekarang dan kita akan kembali lagi setelah 2 bulan?” tanya Bee dengan nada santai.


“Apa telingamu sudah rusak, aku sudah mengatakannya berkali-kali tidak akan melepaskan kalian.”


“Sungguh disayangkan Naga Petir yang bermartabat dan mempunyai kegunaan penting harus mati disini.” Bee menggelengkan kepala dan menutup matanya.


Naga Petir terbahak-bahak hingga matanya tidak bisa melihat sesuatu muncul di atas kepala Bee dan pakaian pangeran muda itu berubah menjadi sesuatu yang ia kenal.