
Tiga hari pertarungan melawan Pohon Raksasa, akhirnya Blue mendapat celah dan langsung mengeksekusinya.
Dual Secret Sword dengan cepat terbang ke batang pohon yang selalu dilindungi. Karena kecepatannya yang tidak masuk akal, Dual Secret Sword langsung menancap di targetnya.
"Argh," teriak Pohon Raksasa kesakitan. Titik lemah monster penjaga pintu lantai 9 ada pada batang pohon yang memancarkan cahaya, itu dinamakan Kristal Kehidupan.
Meskipun sudah terkena serangan telak, Blue tidak bisa menghentikan amukan Pohon Raksasa sendirian. Para Ras Hollow berjibaku menghentikan amukan akar-akarnya.
Blue hanya memanggil Eka, Dwi, dan Cyclop. Tujuannya tidak lain untuk menyembunyikan kekuatannya.
Meskipun Raja Hollow bersedia membentuk aliansi, ia tidak mengucap sumpah darah. Jadi ada kemungkinan untuknya berkhianat.
Kewaspadaan itu penting, Blue memang bersedia untuk kerja sama. Namun dia juga harus siap untuk kejadian terburuknya.
Karena pertarungan jangka panjang, banyak Jenderal Hollow kelelahan. Mereka menjadi perisai hidup karena bisa bangkit sendiri dengan cepat.
Blue memanfaatkan tinjunya untuk mengurangi pertahanan dan serangannya. Eka dengan gagah berani menghadapi Pohon Raksasa dari depan, Dwi membantunya.
Sedangkan Cyclop memastikan gerakan Eka dan Dwi sudah benar dan tidak membuat kesalahan. Jika salah satu dari mereka membuat kesalahan, Cyclop akan turun tangan dan membantunya.
Siklus pertempuran terus sama, Pohon Dunia akhirnya kehilangan ketenangan. Amukannya menghancurkan setiap tanah yang dipijak.
Blue dan kelompoknya segera melompat, Eka dan Dwi berubah wujud menjadi manusia. Cyclop mengikutinya karena ia bisa bergerak bebas dalam wujud kecil.
Blue dan ketiga rekannya terus mengelak, mereka tidak mau terkena serangan Pohon Raksasa. Berbeda dengan pasukan Hollow yang terus mati untuk menghentikan serangan musuh.
Tidak berbeda jauh, Raja Hollow juga melakukan hal yang sama. Ia menghentikan akar Pohon Raksasa, sebagian berhasil dipotong. Namun kekuatan Hollow terbatas, jadi kematian menjadi pemandangan sehari-hari.
Tindakan para Hollow bukan tanpa hasil, karena mereka semua bertahan dan menyerang balik, Pohon Raksasa membuka batangnya lagi karena lelah.
Blue yang melihatnya tidak mau membuang kesempatan. Sayap Hitam mengepak, Dual Secret Sword muncul di kedua tangannya, tubuhnya melesat menuju kristal yang ada di batang pohon.
"Absolut Kill!" teriaknya menyebut nama keterampilannya.
"Sring."
Suara pedang menembus kristal terdengar nyaring, Dual Secret Sword yang sudah mendapatkan peningkatan dari Cyclop berhasil menghancurkan kristal kehidupan milik Pohon Raksasa.
Blue menenangkan auranya, ia menoleh ke belakang dan mendapati Pohon Raksasa tumbang tanpa nyawa.
Teknik Jiwa yang awalnya hanya diam tiba-tiba aktif sendiri. Aura berwarna hitam muncul dari sekujur tubuhnya membentuk mulut monster dan memakan Pohon Raksasa.
Mayat Pohon Raksasa yang punya banyak energi kegelapan dihisap habis. Blue merasakan tubuhnya bugar kembali setelah menyerapnya.
Tidak bisa dipungkiri, Teknik Jiwa memang sesuatu yang sangat misterius. Bahkan Blue yang sudah hidup dua kali tidak tahu itu.
Mayat Pohon Raksasa tidak memberikan keuntungan untuk para Hollow, jadi mereka langsung mengambil kunci dan membuka lantai selamat selanjutnya.
"Apa kau yakin ingin masuk sekarang?" tanya Raja Hollow. Dia merasa monster di lantai 9 tidak dapat ditinggalkan begitu saja.
Setelah perjalanan panjang, Raja Hollow dan semua Jenderalnya berhasil menyerap batu kegelapan cukup banyak.
"Tentu saja, kita harus bergerak cepat. Azazel akan segera bangkit dari tidurnya." Blue membuat analogi sederhana untuk membangkitkan semangat para Hollow.
"Baik!" jawab Raja Hollow yang sudah mengembalikan semangatnya. Alasannya sangat sederhana, dia ingin tahu seberapa kuat Azazel sebenarnya.
Meskipun sudah beberapa bulan di Tanah Dewa, Azazel tidak membuat kemajuan sedikitpun. Dia hanya bisa pasrah dan menunggu dua bajingan itu pergi.
"Bajingan apa kalian sangat setia dengan bocah gila itu! Ini sudah lebih dari 6 bulan, Brengsek!" teriak Azazel marah dengan keadaannya.
Venom dan Dagon tidak bisa mendengar teriakan dari alam bawah sadar, jadi mereka berdua terus menyerap energi disekitarnya. Bahkan Venom semakin kuat penyerapannya, Dagon yang tidak mau kalah juga meningkatkan penyerapannya.
Dalam radius 10 kilometer, tidak ada sedikitpun energi yang tersisa. Karena Dagon dan Venom mengembangkan teknik jiwa, mereka melahap segalanya. Hingga tumbuhan dan hewan tidak bisa hidup di radius itu.
Raja Hollow masuk duluan, dia bersama para jenderal menjadi pemimpin lantai 8. Blue menarik Eka, Dwi, dan Cyclop ke Dunia Buatan.
Monster Api menghentikan Blue. "Tuan, sepertinya kita tidak bisa masuk ke lantai 8 dulu. Aku merasakan ada harta karun yang belum diambil."
Tidak dapat dipungkiri, Monster Api punya pengalaman dan pengetahuan lebih luas. Bahkan Bee dan Elvy hanya setitik debu dihadapannya.
Blue menoleh ke arah Monster Api. "Dimana?"
"Ruangan ini sangat aneh, padahal digempur serangan bertubi-tubi. Tapi ruangan ini masih bisa bertahan, artinya ada objek yang menghentikan kehancurannya."
Teori yang dikatakan Monster Api memang masuk akal, Blue sendiri juga punya pemikiran seperti itu sebelumnya. Pasalnya ruangan bos sangat kuat, bahkan serangan Naga Angin tidak berdampak ke dinding gua. Hal itu ketika ia melawan Ratu Es dan mendapatkan sepatunya.
"Bukankah hal seperti ini biasa di zaman dulu?" tanya Blue.
"Tidak mungkin ada objek yang abadi, pasti ada pendukungnya." Monster Api melepaskan aura, ia meraba dinding. Dalam hitungan menit ia menemukan keanehan.
Tangannya mengepal, Monster Api memunculkan kobaran api di tinjunya. Dengan kecepatan maksimal ia menghantam dinding.
Ruangan bergetar, Blue merasa tidak pernah merasakan guncangan sehebat ini.
"Apa yang kau temukan?" tanya Blue segera mendekat. Setelah melihatnya sebentar, Blue menemukan keanehan.
Pukulan Monster Api sangat kuat, seharusnya itu akan menghancurkan dinding. Meskipun akhirnya dindingnya kembali utuh.
Bee dan Elvy segera keluar, mereka beruda membantu mencari sesuatu yang aneh di ruangan bos. Ela tidak bergerak dari posisinya, ia melepaskan energi miliknya.
Setelah beberapa saat ia merasakan kehangatan yang dipancarkan pada sisi dindingnya.
"Ada yang aneh," katanya.
Tangan kanannya segera menyentuh dinding tersebut, ia mengedarkan energinya. Sayangnya ruangan ini menolak energi Ela dan melemparkannya cukup jauh.
Elvy dengan sigap menolongnya, ia memberikan pertolongan pertama supaya Ela tidak kehilangan kendali mana dalam tubuhnya.
"Itu sangat kuat," ucap Ela dengan suara lirih.
Blue tidak takut, ia sudah mengalami ini berkali-kali. Jadi kesempatannya untuk selamat sangat baik.
Tangannya menyentuh dinding ruangan yang menyala, panas menjalur di telapak tangannya. Tetapi kekuatan panas itu segera terserap menjadi energi.
Blue tersenyum lebar, ia sekarang mengerti mengapa Teknik Jiwa sangat kuat. Meskipun perkembangannya sedikit pelan dibandingkan dengan Kekacauan dan Kehampaan, Teknik Jiwa dapat mengubah energi tak dikenal menjadi energinya.
Pintu terbuka lebar, cahaya menyilaukan keluar darinya. Blue tanpa sadar mengaktifkan Mata Dewa untuk melihatnya.
Siapa yang menyangka, harta karun terpendam didalamnya.