Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Oliver Vs Thor


Tubuh Thor membesar serta memancarkan aura yang mencekam, tapi ia bingung ketika melihat pasukan Fairy Dance tidak ada ketakutan. Mereka semua melapisi tubuhnya dengan aura jiwa sehingga menguatkan mental semua orang.


Amir memberikan isyarat. “Serang!” teriaknya.


Namun Oliver menghentikan semua orang dengan lengannya. “Berikan aku kesempatan melawannya!” katanya dengan tatapan penuh tekad.


Amir tidak bisa menunggu lama, ia harus segera mengalahkan Thor dan maju ke medan perang untuk membantu Blue dan kelompok kecilnya. Namun pandangan Oliver penuh dengan keyakinan, ia tidak bisa mengabaikan anggota tingkat atas sepertinya.


Setelah menimbang beberapa risiko, Amir memutuskan untuk memberikan kesempatan pada rekannya. “Baiklah, semua anggota Fairy Dance dengarkan aku, hajar semua kelompok mereka kecuali pria raksasa, kita harus segera hadir di medan perang!” teriak Amir dengan suara menggelora.


Suara yang keras dan tegas membakar semangat semua anggota Fairy Dance. Seperti yang dikatakan Amir, semua orang mulai menyerbu dengan jumlah, anggota Fairy Dance menyerang satu dewa dengan 30 orang.


Tidak mau mengambil risiko, Amir membiarkan para petualang di kerajaannya untuk membantu. Bukan karena ia kurang empati dengan petualang pribumi, tetapi karena sekarang situasi Fairy Dance dalam keadaan kritis.


Serangan di Domain Dewa dan Dunia Nyata membuat Amir pusing tujuh keliling, ia sekarang merasakan apa yang dialami Leon di hari-hari susahnya. Bahkan ia pernah melihat Leon tidak keluar dari ruang kerjanya selama seminggu penuh.


Oliver mengalihkan pandangannya ke Thor, ia ingin mengatakan sesuatu tapi Thor sudah memberikan serangan tinju ke wajahnya. Sebagai tanggapan, Oliver memutar tubuhnya sehingga tinju Thor tidak mengenainya.


“Tidak sabaran, bagaimana jika menambahkan sensasi yang lebih menantang.” Oliver melempar 5 batu mana yang sudah disusun formasi simbol pengekangan. Tidak hanya meningkatkan kekuatan Oliver, formasi simbol yang tersusun dari 5 batu mana menekan 20% kekuatan lawannya.


Thor tidak peduli dan segera mengayunkan palu untuk menghancurkan formasi pelindung. Namun sangat aneh, petir yang paling ia banggakan di serap formasi dan meningkatkan kekuatannya.


“Apa yang kau lakukan manusia?” tanya Thor dengan suara arogan.


“Mengapa aku harus menjawabnya, bagaimana jika kau menyerangnya lagi supaya formasinya lebih kuat!” kata Oliver menggertak musuhnya. Sebenarnya formasi itu bisa menyerap kekuatan lawan dan memperkuat ketahanannya, tapi ada batas energi yang bisa ia serap. Jika Thor benar-benar ingin menghancurkannya, ia hanya harus menyerang terus menerus. Namun Oliver tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi, ia segera menyerang balik.


Tendangan kakinya tampak sangat berat, tanpa peringatan ia langsung menargetkan pipi Thor. Oliver menyelimuti kakinya dengan energi ungu kehitaman, jadi serangannya akan terasa berat.


“Bang!” suara benturan kaki Oliver dan pipi Thor.


Sayangnya tendangan berat itu belum bisa memberikan kerusakan yang wajar, Oliver hanya bisa membelalakkan matanya ketika melihat tulisan di atas kepala Thor.


[Selamat Oliver memberikan kerusakan -100.]


[Selamat Oliver memberikan kerusakan -1230, serangan pasti.]


Tidak dapat dipungkiri, pertahanan Thor terlalu tinggi. Namun Oliver segera menyadarkan dirinya dan melompat ke belakang untuk mengamankan dirinya.


Thor masih dalam keadaan miring setelah tendangan tadi. Perlahan ia membenarkan posisinya dan berkata, “Tendanganmu tadi cukup menarik.”


Tangan kanan Thor memegang pipinya yang merah karena tendangan musuh. Ia tidak menyangka satu tendangan dari manusia bisa mempengaruhi kekuatan dalam tubuhnya. Dewa sekelas Thor bisa menyadari keanehan dalam tubuhnya, jadi ia mulai waspada pada lawannya.


Palu yang di genggam dengan tangan kanannya segera di lempar, ia menargetkan Oliver yang melayang di depannya. Meskipun cukup jauh, Palu Mjolnir dengan cepat menjangkaunya dan menghantam Oliver.


Namun Oliver sudah siap dengan wajan di tangan kirinya, ia berhasil menghentikan lemparan palu tanpa terdorong. Pisau di tangan kananya segera bergerak dan mencoba membelah palu Mjolnir, bukannya hancur tapi pisau Oliver tampak bengkok.


“Palu sialan, kau lebih keras dari yang kukira!” ungkap Oliver sambil melempar pisaunya. Ia mengeluarkan sebuah pisau yang diberikan Blue di awal kariernya sebagai seorang Koki.


Meskipun pisaunya sangat lama dan tampak ketinggalan zaman, pisau itu masih berfungsi dengan sangat baik.


[Pisau Masak.


Tingkat : Mistik.


Level : 910 (Mengikuti penggunanya.)


Bonus Status :


- Kekuatan : 1820


- Kelincahan : 1820


- Meningkatkan 20% konsentrasi ketika memasak dan bertarung.


- Meningkatkan 10% bonus status masakan.


- Ketika dalam mode bertarung, dapat memberikan serangan berdarah (kerusakan 100% dari semua status per detik) selama 5 detik, pendinginan 5 detik.


- Ketika musuh menderita serangan berdarah 3 kali berturut-turut, terjadi Ledakan Darah (kerusakan 1000% dari semua status dan mengabaikan pertahanan).


Sudah cukup lama Oliver tidak menggunakan Pisau Dapur untuk bertarung, tetapi ia cukup yakin dengan kekuatannya. Tangan kananya segera berayun dan menciptakan sebuah sayatan pisau yang mengarah ke Thor.


Tubuh Oliver terbang dengan kecepatan tinggi di belakang sayatan pisau, Thor yang melihat itu segera menarik palu dan menyerang Oliver bersamaan dengan sayatan pisaunya.


“Bang!” suara sayatan pisau meledak dan menciptakan sebuah asap berwarna putih.


Thor tidak merasakan keberadaan Oliver, ia segera melihat belakang dan mendapati sosok bayangan berwarna hitam. “Apa kau pikir aku bodoh, Sialan!” teriak Thor sambil mengumpat.


Palu langsung diayunkan dan menghancurkan semuanya, bahkan asap putih yang menutupi pandangannya langsung terbelah. Sayangnya bayangan itu bukan Oliver yang sesungguhnya, Oliver yang asli ada di belakang Thor dan menusuk punggungnya dengan pisau dapur.


“Ugh,” kata Thor yang merasa punggungnya perih. Padahal hanya tersusuk pisau dapur, tapi entah mengapa ada yang menghilang dari tubuhnya.


Oliver sebenarnya tidak bergerak ketika sayatan pisaunya dihancurkan, Thor sendiri yang menganggap bahwa dirinya bergerak ke belakangnya. Memanfaatkan hal tersebut, Oliver mencari waktu yang tempat untuk menyerang.


Efek serangan berdarah terpicu, Thor terkejut dengan perkembangan situasi ini. Padahal ia sangat yakin kebal terhadap racun, tapi tiba-tiba kepalanya pusing dan pandangannya tidak bisa fokus. Oliver tidak mengetahui efek seperti ini, ia tidak mau kehilangan kesempatan. Pisaunya segera menari menyerang Thor yang tampak kehilangan fokusnya.


Sebenarnya darah Thor tidak lagi murni, hal itu bertolak belakang dengan kekuatan pisau dapur. Sehingga menimbulkan efek tambahan pada setiap serangan pisaunya.


“Manusia Sialan!” teriak Thor sambil melepaskan aura di dalam tubuhnya. Ledakan yang sangat besar menghancurkan lingkungan sekitarnya, Oliver segera menarik wajan dan menghentikan ledakan energi.


Merasakan adanya benturan energi, Thor langsung bergerak menggunakan instingnya. Palu di tangan kananya segera berayun dan mengarah ke Oliver yang masih bertahan.


Oliver hampir kehabisan kekuatan, ia langsung di terbangkan hingga menghantam tanah untuk kedua kalinya. “Ugh, sialan bagaimana dia sadar?” katanya serta memuntahkan seteguk darah segar.


Thor segera mendapatkan kesadarannya lagi, ia menyadari bahwa tubuhnya lemah terhadap senjata lawan. Otaknya langsung bekerja dan berusaha merebut senjata Oliver dengan tangannya.


Oliver tersenyum manis, ia tidak pernah menyangka Thor akan begitu gila dan mengorbankan pertahanannya. Tangan kanan Oliver menggenggam pisau sekuat tenaga sambil melepaskan aura berwarna ungu kehitaman. Tangan kirinya segera mencari sudip dan menyerang Thor dengan kecepatan terbaiknya.


Ratusan kerusakan berhasil diberikan hanya dalam beberapa menit saja, Oliver tidak kuasa menahan tangan kanannya karena Thor sangat fokus dengan pisau dapur. Untuk melepaskan bebannya, Oliver melepaskan Pisau dapur dan fokus menyerang Thor.


Ledakan Aura dilakukan lagi, Thor tertawa keras sambil menggenggam pisau dapur di tangan kirinya. “Sekarang kau tidak punya senjata untuk melawanku!” teriak Thor dengan nada sombong.


Oliver memiringkan kepala, ia segera mencari jawaban apa yang sedang di maksud musuhnya. Sebenarnya ia bisa menarik pisau dapur dengan jiwanya, karena senjata itu terkait dengan jiwanya.


“Mungkinkah si pria besar itu tidak tahu senjataku bisa kembali sendiri?” gumam Oliver yang mencoba menepak pikiran musuh.


Untuk memainkan perannya yang harusnya panik, Oliver melebarkan kedua matanya. “Tidak mungkin, bagaimana kau bisa menaklukkan senjata yang punya ego!” ungkap Oliver dengan ekspresi menyebalkan.


Thor tertawa keras. “Semua mungkin di hadapan penguasa petir!”


Oliver memanfaatkan kelengahan Thor untuk memberikan serangan dengan sudip di tangan kirinya. Ia mencocokkan waktu dengan terpicunya efek Ledakan Darah. Setelah menghitung waktunya, Oliver mulai bergerak ke sebelah kanan dan mencoba untuk mengambil pisau dapur miliknya.


Thor menghindar dan menjauhkan pisaunya. “Apa kau bodoh, sudah aku katakan pisau ini sudah menjadi milikku!”


Sudip yang ada di tangan kiri Oliver berhasil meraih pergelangan tangan Thor, dan bertepatan dengan itu efek Ledakan Darah terpicu. Thor segera melepaskan pisau dapur karena tangannya terasa sangat panas.


Oliver dengan kedua tangannya mengambil pisau dapur dan berakting seperti kerasukan. “Aku tuanmu, Sialan!” teriaknya mencoba menaklukkan pisau dapur.


Thor tidak membiarkan Oliver menaklukkan pisau dapur lagi, ia segera mendekat dan mengayunkan palu miliknya. Sayangnya dia lupa bahwa ada formasi yang bisa menyerap petir dari langit.


“Sial!” ungkap Thor mengumpat karena keadaannya kurang menguntungkan.


Tinju tangan kananya segera melayang untuk menghentikan Oliver, tapi ia terlambat. Oliver menyudahi aktingnya dan segera menggunakan teknik pisau untuk menyerang lawan.


Ratusan sayatan pisau tiba-tiba muncul, Thor terlambat untuk menghindar. Dia akhirnya menerima serangan pisau dapur dan kepalanya pusing lagi. Aura diledakkan dari tubuhnya untuk mencari keberadaan Oliver.


Sayangnya Oliver sudah belajar dari kejadian sebelumnya, ia menggunakan keterampilan kaki untuk mundur cukup jauh. Sehingga ledakan aura yang dilakukan Thor tidak dapat menjangkaunya. Oliver berhasil mempermainkan musuhnya, ia segera mengayunkan pisaunya dari segala arah supaya Thor kebingungan.


Ratusan sayatan diterima Thor karena tidak dapat memprediksi posisi Oliver. Thor tidak dapat melakukan apapun, tapi ia bangga dengan daya tahannya karena HPnya hanya berkurang 11% semenjak pertarungan awal mereka.


Lambat laun Oliver mulai melambat, ia kehabisan stamina dan konsentrasi. Oliver harus memikirkan cara untuk menyerang yang lebih efektif.


Karena sayatan pisau Oliver yang lambat, Thor langsung menyadari keberadaannya. Thor langsung terbang dan menghantam Oliver dengan kekuatan penuh.


Oliver tidak punya persiapan untuk bertahan, ia menerima serangan telah dan HPnya langsung terkuras habis hingga kritis. Hanya dengan 1 serangan HPnya menjadi 5% saja.


”I-ini gila...” ungkap Oliver dengan suara terbata-bata.