
Selama Blue keluar dari Domain Dewa, para pemuda yang sudah mendapatkan pencerahan ilahi langsung mengajari generasi selanjutnya. Mereka menjadi sangat kuat hanya dalam beberapa hari saja.
Tidak butuh waktu lama untuk menyadarkan Halim bahwa Blue bukan sosok yang harus di provokasi. Karena panik ia menggunakan kartu terbaiknya.
"Sembah Dewa Odin!" teriaknya sambil mengangkat tinggi-tinggi kalung berbentuk dua kapak.
Langit menjadi mendung, sebuah mata tampak memperhatikan pertarungan. "Anak muda, kenapa kau memanggilku!" terdengar suara dari langit.
"Dewa Odin, berikan hambamu ini kekuatan untuk membasmi manusia jahat!" teriak Halim sambil berlutut.
"Baiklah anak muda, jangan kecewakan aku!"
Sebuah petir menyambar Halim, kekuatannya yang awalnya hanya Dewa Tinggi berubah menjadi Maha Dewa.
"Kekuatan ini, aku menyukainya!" teriak Halim yang hampir kehilangan kesadaran.
Tanpa kata-kata lainnya, ia menyerang beberapa kesatria Kerajaan Kuala untuk diserap kekuatannya. Tangannya menusuk setiap punggung yang membelakanginya.
"Ini dia, aku suka!" teriaknya histeris.
Bukannya takut, para kesatria Kerajaan Kuala malah berlutut dan berteriak bersama. "Sembah Dewa Odin!"
Kekuatan beberapa kesatria yang berlutut berlipat ganda, mata mereka langsung berwarna merah dan menerjang 200 pemuda dari Dunia Buatan.
Blue tidak menyangka situasi ini akan terjadi. "Odin, sampai kapan kau akan melihat pemain anak-anak ini!" teriaknya menghadap langit.
Tidak ada tanggapan dari Odin, Blue tidak punya pilihan lain. Ia langsung bergerak dengan kecepatan tinggi dan menebas semua kesatria yang menghalanginya.
Begitu pula dengan para pemuda dari Dunia Buatan, mereka sudah siap akan peperangan besar. Jadi mereka bisa mengerahkan semua yang dimilikinya.
Peperangan besar kembali terjadi, Blue dengan sigap menghindari setiap serangan musuh. Tujuannya tidak lain adalah Halim yang masih menyerap beberapa kesatria.
Pedang besarnya langsung diayunkan ke arah Halim, ia menggunakan identitas Red Devil untuk menyembunyikan kekuatan aslinya.
"Hiat!" teriak Blue mengayunkan pedang besar. Sangat jarang Blue berteriak ketika mengayunkan pedangnya, hal ini dia lakukan untuk membakar semangat juang pasukan pemuda.
Mendengat teriaknya, para pemuda yang sudah kelelahan tiba-tiba bangkit. Mereka mengambil botol yang diberikan Anthony dari Dunia Buatan, beberapa yang kelelahan langsung meminumnya.
"Ha..."
Sekelompok pemuda berteriak bersama, mereka mengangkat senjata dan menebas semua musuhnya.
"Kalian terlalu berlebihan," ucap Ela.
Sebuah cahaya berwarna hijau terang menyelimuti setiap rekannya, cahaya itu dapat meningkatkan penyembuhan HP dan MP secara signifikan.
Selama MP Ela masih ada, mereka semua terus beregenerasi. Teknik ini adalah salah satu kemampuan istimewa Dryad.
Elvy malah duduk diam, ia memakan cemilan dan mengibaskan lengannya untuk membuat simbol aneh. Setiap kali ada rekannya yang kesulitan, sebuah rantai akan muncul dan membantunya.
"Ais, disini terlalu sepi."
Pucuk di cinta ulanpun tiba, mungkin itu adalah kata-kata yang cocok untuk situasi Elvy. Tepat setelah ia mengatakannya, pembunuh yang sudah bersiap sejak tadi muncul dan mencoba menusuknya dari belakang.
Namun sebuah pelindung tak kasat mata muncul dan menghalangi serangan pembunuh. "Hei, kau pikir serangan lemah itu bisa melukaiku?"
Tangan Elvy menggenggam wajah pembunuh dan meremasnya. Seketika pembunuh itu langsung tercerai berai menyisakan beberapa pemain percikan darah.
"Sudah lama aku tidak melakukan ini, ternyata rasanya cukup menyenangkan."
Elvy adalah tuan putri salju, dia punya sejarah panjang. Ingatannya akhir-akhir ini telah kembali pulih, dia tahu bahwa pendahulunya adalah pembunuh berantai yang tiada tanding di wilayah utara. Putri cantik nan anggun berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan.
Tidak hanya ada satu pembunuh, melainkan ada 9 lainnya menyusul. Rantai berwarna biru salju mengikat mereka semua, Elvy mengarahkan telapak tangannya ke musuh dan musuhnya menjadi serpihan es.
"Ah sepertinya ini lebih seru."
Pada saat yang sama Blue dan Halim berhadapan, keduanya mematung untuk memperkirakan gerakan selanjutnya.
"Hihi, manusia bodoh!" ucap Halim dengan suara mengejek.
Blue tidak bergerak, ia ingin memperhatikan setiap tingkah laku monster pemakan manusia didepannya. Senyumnya muncul setelah perasaannya mengatakan memusnahkan Halim dapat meningkatkan Dual Secret Sword.
Dua pedang tiba-tiba menikam Halim dari belakang hingga menembus tubuhnya. Dual Secret Sword dengan cepat kembali ke genggaman Blue.
"Sepertinya aku akan menggunakanmu," kata Blue dengan senyum jahat.
Jubah Raja Api mulai bersinar, keterampilan dari Celah Dimensi digunakan.
Booster adalah keterampilan celah dimensi yang memungkinkan penggunakan melampaui status bawaan pemain. Karena sistem biru sudah meninggalkannya, Blue tidak bisa mengandalkan perkataannya.
Aura ungu kehitaman muncul di tangan kanannya, sedangkan tangan kiri diselimuti aura berwarna hitam pekat hingga kulitnya tidak terlihat. Ungu kehitaman menandakan energi Kekacauan sedangkan hitam pekat menandakan Kehampaan.
Blue tidak tahu mengapa ini bisa terjadi, ia bisa mengendalikan energi keduanya dengan sangat mudah.
...[Pemain Blue telah ditandai sebagai kesalahan, dalam 30 menit akan dikeluarkan!]...
Inilah salah satu alasan Blue tidak mau menggunakan keterampilan Booster. Akan ada hukuman sistem jika ia menggunakannya terlalu lama.
"30 detik sudah cukup."
Blue menghilang menggunakan Langkah Cahaya. Dalam sekejap mata ia sudah ada di depan Halim dan menusukkan pedangnya.
"Apa?"
Halim tercengang melihat dua pedang sudah menusuk perutnya, kedua tangannya langsung memegang bilah dan berusaha melepaskannya.
Namun Blue bukan manusia pada umumnya, ia jauh lebih kuat dibandingkan Halim yang sudah menyerap beberapa kesatria kerajaan.
"Belum, aku belum siap!" teriak Halim yang tidak mau mati. Ia masih ingin menjadi lebih kuat dan menghancurkan semua musuhnya.
Blue bukan orang yang simpatik, ia tidak mengendorkan dorongannya. Dua pedang menusuk Halim hingga HPnya habis.
"Tamat riwayatmu, kawan." Blue memandang rendah ke arah Halim yang tergeletak di tanah dengan tubuh transparan.
"Belum, Dewa Odin tolong selamatkan aku!"
Petir menyambar Halim untuk kedua kalinya, tapi tidak ada yang terjadi. Halim sepenuhnya menghilang dari Domain Dewa.
Odin tiba-tiba menampakkan matanya di langit. "Bagus anak muda, kau berhasil membuatku sedikit tertarik."
Blue tersenyum dan menatap langit. "Tunggulah, aku akan mendatangimu!"
"Haha..."
Suara Odin menghilang dengan tawa yang masih terngiang-ngiang. Kesatria Kerajaan kembali normal, mereka tidak ada pilihan selain menyerah.
Blue langsung menarik keterampilan Booster untuk mencegahnya di keluarkan secara paksa. "Aku sudah mengalahkan Raja kalian!" teriak Blue sambil menancapkan dua pedangnya di tanah.
Pernyataan Blue membuat para kesatria kerajaan gemetar, semua orang yang masih bernapas langsung melempar senjatanya dan berlutut.
"Ampuni kami dewa!"
"Tolong selamat nyawaku, aku punya keluarga."
"Jangan bunuh aku dewa!"
Semua orang memuji Blue supaya nyawanya aman. Namun Blue bukan orang bodoh, ia melihat ada sesuatu yang aneh di dalam tubuh semua kesatria.
"Singkirkan mereka semua!" kata Blue melalui telepati.
Sisa pemuda dari Dunia Buatan langsung mengeluarkan pedangnya dan menebas semua kesatria kerajaan. Tidak ada satupun saksi mata yang melihat pembantaian satu pihak ini.
Pihak Blue tidak ada yang mati, mereka hanya terluka dan tidak mengancam nyawa. Ela merawatnya untuk sementara kemudian akan mendapatkan perawatan dari Anthony di Dunia Buatan.
Blue dengan santai keluar dari Raid Tanah Merah, pemberitahuan sistem langsung membuatnya tersenyum manis.
...[Selamat pemain Blue telah berhasil menyelesaikan Raid Tanah Mereka]...
Setidaknya Blue sekarang tidak di abaikan Sistem Biru, tapi ia sedikit bingung mengapa sistem merah tidak menunjukkan wujudnya dari tadi.
Kursi Raja Kerajaan Kuala kosong, Blue berkunjung ke istana dan segudang pemberitahuan sistem muncul.
...[Selamat pemain Blue talah menjadi Raja Pertama di Tanah Dewa. Tingkatkan kontribusimu untuk membangun peradaban manusia.]...
"Sepertinya akan merepotkan," gumam Blue sambil menghela napas. Namun matanya segera terbuka karena ada pilihan yang sangat mencengangkan.
...[Apa anda bersedia menjadikan Kerajaan Kuala menjadi basis Fairy Dance di tanah dewa?]...
"Pertanyaan bodoh, tentu saja aku setuju!"
Blue tanpa ragu menekan tombol setuju, Leon yang masih menjabat menjadi Ketua Guild langsung mendapatkan segudang pemberitahuan sistem.
Matanya tidak bisa berhenti terbuka karena sekarang anggota Fairy Dance bisa naik ke Tanag Dance Dewa tanpa harus mengikuti ujian khusus.