
Hanya dalam satu malam Kota Bandar bergejolak. Kelompok raksasa Grup Fairy memainkan trik besar dan menggeser kepemilikan Mall Central Bandar.
Keesokan paginya berita tersebar ke seluruh dunia bahwa Grup Fairy tersinggung dengan Manajer Mall dan akan memberikan pelajaran.
Jessica dalang dari semua guncangan itu tidak peduli dengan orang lain. Ia hanya menjalankan tugas yang perlu di tangani.
Disisi lain Arief bangun dari tidurnya. Dia melihat kanan dan kiri, banyak sekali hadiah sederhana yang dibeli.
Jam tangan Rolex edisi terbatas, harganya hingga 3 juta kredit. Tas Hermes yang di beli tanpa menawar, Arief mengeluarkan 16 juta kredit dengan santainya.
Bahkan di dalam kamarnya ada sertifikat tanah beserta bangunan yang siap digunakan. Serta masih banyak barang lainnya seperti sepatu, kemeja, hingga pakaian dalam.
Arief meregangkan tubuhnya sambil menguap. "Sudah lama aku tidak tidur nyenyak!"
Karena hari pertunangan masih besok, Arief masuk ke Domain Dewa untuk mengurus beberapa masalah sederhana.
[Selamat datang di Domain Dewa, pemain Blue.]
"Sudah lama aku tidak mendengar sambutan sistem. Apa semua sudah kembali normal?" gumam Blue pelan.
Kerajaan Kairo ramai akan pedagang kaki lima. Banyak penduduk pribumi yang menjual dagangannya. Anehnya mereka adalah petarung yang setara dengan Dewa Sangat Rendah.
Pantas saja Melvin di jual ke pedagang budak oleh seorang petani acak.
Pemberitahuan sistem mengagetkan pria bejubah merah api itu.
[Selamat anda telah membunuh dewa rendah...]
Tidak berhenti sampai disitu, pemberitahuan itu terus muncul seakan-akan tidak akan berhenti. Hal itu bisa terjadi karena budak yang dibelinya tempo hari sudah mulai membuat kekacauan.
Ada 79 budak yang terus membuat kekacauan di seluruh penjuru tanah dewa. Mereka semua membawa nama Fairy Dance dan Blue Sang Raja Segalanya.
Meskipun kekuatannya tidak lebih baik dari Melvin Moldova, para budak itu punya pemikirannya sendiri.
Beberapa ada yang gila pertarungan, mereka menantang batasnya dan senang melawan musuh kuat. Juga ada beberapa budak yang lebih suka memainkan trik dan membuat kerusuhan.
Tidak ada larangan khusus di tanah dewa, jadi Blue akan terus mengawasinya.
...[Budak nomor 78 terbunuh.]...
Blue menyempitkan matanya, ia tidak mengira salah satu anak asuhnya matu dengan muda. Jari telunjuknya langsung menekan pemberitahuan.
Layar mengambang muncul menunjukkan lokasi kematian nomor 78. Blue dengan sigap langsung terbang ke titik kematiannya.
Dengan bantuan Sayap Hitam dan Gate, Blue menghilang dari pandangan semua orang. Kecepatannya tidak kalah dengan Naga Angin.
Hanya butuh 2 jam untuknya sampai di tempat kejadian. Blue mendekati jejak jiwa yang ditinggalkan Nomor 78.
Karena masih utuh, bisa dibilang pembunuhnya bukan orang yang terlalu kuat.
Kedua tangan Blue langsung bergerak membuat formasi kebangkitan. Dia tidak punya waktu membawa jejak jiwa nomor 78 kembali ke markas.
Butuh 3 hari untuk membangkitkan nomor 78, Blue tidak punya waktu sebanuak itu. Jadi ia menugaskan beberapa orang dari Dunia Buatan.
12 pemuda berusia sekitar 20 an berlutut di depan Blue. Meskipun wajahnya tampak muda, mereka sebenarnya cukup tua.
"Baiklah, kalian jaga jejak jiwa pria ini. Setelah bangkit pergilah ke Kerajaan Kairo."
"Baik, Tuan." jawab 12 pemuda serempak.
Meskipun terlihat muda, mereka punya kekuatan setara Dewa Tinggi. Itu jauh diatas manusia pada umumnya.
Blue meninggalkan mereka, ia menemukan sebuah giok yang dijatuhkan musuh. Untuk melacaknya, Blue mengikuti jejak yang ditingalkan pengguna sebelumnya.
Setelah menyusuri hutan, Blue menemukan petunjuk. Ia melihat darah hitam bercucuran di setiap langkahnya.
"Cimera?"
Blue langsung menyimpulkan bahwa pembunuh Nomor 78 adalah seorang cimera.
Tebakannya pelunya dasar yang kuat, hanya cimera yang punya darah berwarna hitam.
Hades sudah mulai bergerak, Blue yakin mayat Osiris akan dijadikan Cimera yang sangat kuat.
"Aku harus cepat!"
Blue tidak bisa menunggu lama, ia menyuruh ribuan penduduk Dunia Buatan untuk membantunya mencari tempat persembunyian Hades.
Setelah ia masuk, Blue merasakan bahwa banyak orang yang memperhatikannya. Besar kemungkinan identitasnya sudah diketahui, tapi tidak ada yang mau membuat gerakan karena Blue bisa membunuh Osiris sendirian.
"Ini sedikit menarik. Tobias, buatkan jalan untukku!"
Tobias menghilang layaknya debu tertiup angin. Ia mencari tempat pedagang gelap untuk mencari informasi.
Hanya dalam beberapa menit Blue mendapat pesan dari Tobias.
"Baik aku akan kesana!" katanya sambil berdiri dari duduknya.
Ketika kakinya melangkah, puluhan orang juga melangkahkan kakinya. Artinya ada lebih dari 10 orang yang memperhatikannya.
Karena Blue tidak terlalu peduli dengan mereka, ia dengan santai tetap berjalan menuju tempat yang direkomendasikan Tobias.
Seperti yang diinginkan, dua penjaga berbadan besar menjaga pintu masuk. Meskipun mereka menyembunyikan kekuatannya, Blue yakin mereka Dewa Tinggi.
"Aku ingin memakan daging singa?" kata Blue dengan suara pelan.
"Kami hanya menyediakan daging panas."
"Tidak, aku ingin daging hangat."
"Ikuti aku!" ucap salah seorang penjaga keamanan. Tobias masuk ke Dunia Buatan untuk menunggu misi selanjutnya.
Blue berjalan bersama pria berbadan kekar. Ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.
"Apa kau sedang sakit paman?" tanya Blue.
Penjaga keamanan melirik dan menggelengkan kepala. "Tidak, aku sehat!"
Mata Dewa digunakan untuk memastikan semuanya. Ternyata tubuh semua mahkluk hidup yang sudah menginjak Kerajaan Moskow akan terkena kutukan ringan.
Walaupun hanya sebuah kutukan ringan, untuk manusia biasa sangat berbahaya. Blue juga menemukan informasi bahwa penyebab semua kejadian ini adalah eksperimen Hades.
Tidah hanya setahun atau dua tahun, Hades sudah melakukan penelitiannya selama ribuan tahun tentang cimera.
Melihat informasi tubuh penjaga itu semakin memburuk, artinya dia bukan rekan Hades. Blue mencoba mendekatinya dan hampir menepuk pundaknya. Namun sebelum melakukannya, mereka sampai di tempat tujuan.
"Selamat datang di lelang Bawah Tanah, Tuan." Penjaga itu membungkukkan badannya memberi hormat.
"Ya," jawab Blue dengan ekspresi dingin. Ia mencoba mempertahankan jati dirinya sebagai seorang yang sombong dan kuat.
Tanpa menunggu lama Blue langsung mencari tempat duduk tanpa memikirkan peraturannya. Hingga seorang pria tua mendekatinya dan menunjuknya.
"Bunuh!" katanya.
Blue yang tidak merasakan ancaman dari dua pengawal lawan hanya diam. Mana shield keluar dengan sendirinya.
Dua pedang yang mengarah ke lehernya berhenti, Blue melirik ke salah satu musuh dan mengayunkan lengannya. Dalam sekejap mata pengawal itu langsung tergeletak di tanah tanpa kepala.
"Jangan menggangu!" Blue melepaskan aura membunuh yang sangat kuat.
Pria tua dan satu penjaganya langsung jatuh. Mereka tidak kuasa menahan hawa membunuh yang dipancarkan Blue.
"Ampun tuan!"
Keduanya langsung meminta ampun untuk menyelamatkan nyawanya. Salah seorang petugas lelang bawah tanah mendekat, ia tampak tidak kesulitan menembus aura membunuh yang dipancarkan Blue.
"Tuan, tolong baca peraturan sebelum membuat masalah."
Blue menarik aura mrmbunuh dan tersenyum pada penjaga itu. Siapa yang menyangka seorang pelayan setara dengan Dewa Puncak.
Peraturan menyebutkan bahwa pelanggan harus mendaftarkan dirinya terlebih dulu untuk mendapat kursi. Blue langsung duduk di tempat pria tua dan membunuh salah satu pengawalnya.
Jelas itu adalah kesalahan dirinya sendiri. Namun Blue harus mempertahankan sifat sombong dan mendominasi.
"Trus, apa memang aku harus bertanggung jawab?" tanya Blue dengan senyum jahat. Bisa saja dia akan membuat kerusuhan disini.
Pelayan Lelang Bawah Tanah meneteskan keringat dingin. Dia di beritahu sebelumnya untuk tidak memprovokasi pria berbaju mirah api.
"Tidak, Tuan."
Harga diri seorang Dewa Puncak benar-benar dihancurkan. Pelayan itu akan membuat perhitungan secara pribadi setelah keluar.
Blue tersenyum dan mengatakan, "Terserah. Aku menunggumu diluar!"