Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Masalah Muncul


Blue dan kelompoknya segera berangkat menuju pemukiman maron. Sesampainya di sana, rasa panas menusuk kulitnya.


"Disini benar-benar panas." Blue bergumam pelan.


Liem menggunakan keterampilan panah es untuk menyejukkan lingkungan. Namun panasnya langsung mencair dan menguap setelah menyentuh tanah.


Kitty juga menggunakan keterampilannya untuk menyejukkan suasana, sayang hasilnya sama seperti Liem.


Rafaela melambaikan tangan dan sebuah energi menyelimuti mereka semua. Rasa panas yang dirasakan langsung hilang, digantikan rasa nyaman.


Kitty dan Liem tersenyum ke arah Rafaela yang terus membantunya. Yami hanya diam karena ia tidak merasakan panas sedikitpun.


"Tunggu, mengapa ada banyak daun merah berguguran?"


"Daun merah adalah tanda para vampir," sahut Drakula yang langsung keluar dari ruang penyimpanan.


"Apa ras vampir yang menyebabkan semua ini?" tanya Blue.


Drakula menggelengkan kepala. "Kami ras vampir tidak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan cacing iblis. Kemungkinan besar para vampir ini adalah pemain yang bekerja sama dengan iblis."


"Misi ini tidak sederhana. Ayo lanjutkan."


Setelah Blue melangkahkan kakinya, ia dipindahkan ke sebuah tempat. Begitu pula dengan semua kelompoknya.


Blue dan kelompoknya dipindahkan ke 5 tempat berbeda. Untungnya pembuat labirin tidak mengetahui Blue dan kelompoknya saling terhubung.


Sebagai tuan, Blue langsung membuka peta dan melihat posisi keempat rekannya. Ia menggunakan telepati untuk memberitahu posisinya dan segera berkumpul.


"Tuan, musuhku disini cukup sulit." Liem menjawab pernyataan Blue karena ada 7 serigala gunung yang menghadangnya.


"Tunggu di sana, Yami segera bantu Liem dan Rafaela bantu Kitty. Aku akan menuju ruang bos." Blue memberikan perintah pada rekan-rekannya.


Bukannya melewati pintu masuk biasa, Blue menarik pedangnya dan menghancurkan tanah di bahwa kakinya.


"Aku datang!" ucapnya sambil mengangkat sudut bibirnya.


Ada 4 lapis yang ia hancurkan, Dual Secret Sword sangat mungkin menghancurkan sesuatu yang berkaitan dengan jiwa.


Blue yakin tempat ini dibuat oleh dungeon maker atau pembuat dungeon. Kelas ini sangat langka, bisa jadi kelas Legendaris.


Sayangnya pemain itu salah memilih orang, Blue mempunyai kelas Mistik dan dua kelas misterius.


Seorang wanita muncul dari kegelapan. "Menarik, ternyata julukan Raja Pedang bukan isapan jempol semata."


Blue tersenyum melihat salah satu orang terkenal di masa depan. Ia adalah Clue atau salah satu pemain terkuat di Tujuh Mawar divisi Roh Dunia.


"Mendapatkan sanjungan dari Nona Clue sangat menyentuh hatiku. Jadi mari luruskan permasalahan kita?" tanya Blue yang belum kehilangan senyumnya.


Clue tertawa terbahak-bahak, "Haha..."


"Apakah ada yang lucu?" tanya Blue.


"Tidak, tidak. Aku hanya terkejut mendengar namaku disebut oleh orang luar sepertimu."


"Jadi?"


Clue menjadi serius. Misinya adalah membunuh Blue dan semua rekan-rekannya, tetapi siapa yang menyangka identitasnya langsung terbongkar.


"Tidak perlu basa-basi. Mari bertarung dan selesai tugasku." Clue menghilang dan bergabung dengan dinding labirin.


Bukannya siaga, Blue tetap tenang dan memperhatikan setiap sudut dingin. Dual Secret Sword dilempar ke udara, mereka langsung menghilang.


"Sebaiknya kamu berhati-hati," ucap Blue sambil melihat sudut dinding.


Pedang hitam langsung menusuk dinding, darah keluar dari dinding tersebut. "Tidak mungkin!" seru Clue tidak percaya bisa diserang dalam wujud labirin.


"Jangan sombong!" teriak Clue mengeluarkan monster tingkat 400 yang baru saja ia besarkan.


"Hidangan yang meriah," kata Blue.


Tangannya langsung bersiap layaknya petarung jarak dekat. Monster yang besar yang mempunyai wajah manusia langsung menyerangnya.


Lengan monster itu seperti pisau yang bisa membelah apapun, Blue dengan percaya diri menghentikannya.


"Bodoh, lengan anakku lebih tajam dari pedang!" seru Clue dengan suara keras.


Matanya segera terbuka lebar ketika Blue berhasil menghentikan serangan monster dengan lengan bagian luarnya.


Dua pedang langsung menusuk Clue hingga darahnya keluar sekali lagi. "Bajingan, apa yang kau lakukan padaku?" tanya Clue yang tidak bisa bergerak.


"Tubuh aslimu sudah ketemu, sekarang nyawamu ada di tanganku."


"Tidak mungkin!" teriak Clue langsung mencari keberadaan tubuh aslinya.


Tiga orang benar-benar membuat sebuah penjara mana yang membuatnya tidak bisa kembali ke karakternya.


"Bukankah sangat menyenangkan menjadi labirin, bagaimana kalau kau menetap disini sampai Domain Dewa tutup?" tanya Blue.


"Bajingan keji, jangan lakukan itu!"


Mengapa aku harus mendengarkan orang yang akan membunuhku?"


"Akan aku turuti satu permintaanmu!"


Blue mengangkat tiga jarinya. "Tiga atau tidak sama sekali."


"Ya, ya tiga!"


Dalam benaknya, Clue mencela bocah bodoh yang membiarkannya lolos. "Bodoh, setelah tubuh asliku kembali, aku akan memberitahu pasukan Roh Dunia!"


Blue tersenyum tipis dan mengangkat jari telunjuknya. "Pertama jawab semua pertanyaan ku sampai puas."


"Mudah!" jawab Clue yang panik dan tidak memeriksa permintaan lawannya.


"Siapa yang menyuruhmu?"


"Keluarga Gong, mereka mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk menghancurkan Fairy Dance."


"Darimana mereka mendapatkan uang?"


"Bodoh, kau pikir keluarga Gong hanya pegawai pemerintah. Banyak anggota keluarga mereka adalah bangsawan, bahkan ada 3 orang yang menjabat sebagai Kaisar di Benua Utara, Timur, dan Selatan."


Pengetahuan Blue tentang lima benua dunia nyata sangat terbatas, ia tidak menyangka Keluarga Gong sebesar itu.


"Apa Fairy Dance di benua lain juga mengalami penyerangan yang sama?" tanya Blue dengan perasaan khawatir.


"Tentu saja, bahkan Singa Langit yang memberikanmu dukungan akan segera mundur karena tekanan Keluarga Gong. Bodohnya dirimu tidak mengenali musuhmu!"


Blue tidak bisa menahan senyum kecutnya. Pengetahuannya yang kurang membuat Fairy Dance dan teman-temannya dalam bahaya.


Melihat Blue yang panik, Clue langsung tertawa terbahak-bahak." Bodoh, bodoh, bodoh... "ucapnya menghina musuhnya.


Bukannya tersinggung, Blue malah tersenyum dan mengatakan, "Kesempatan bagus!"


"Apa otakmu sudah mulai rusak? Keluarga Gong tidak mungkin dikalahkan!" teriak Clue mulai gila.


"Baiklah, aku belum puas dengan pertanyaan. Jadi aku simpan permintaan pertama tadi." Blue segera keluar dari labirin dan membiarkan tubuh asli sandra kembali.


"Bajingan, kau menipuku!"


Clue baru sadar permintaan Blue adalah membuatnya puas. Artinya jika Blue mengatakan tidak puas, permintaan pertama tidak dihitung.


Blue keluar dari Domain Dewa, ia mendapat telepon dari seseorang tak dikenal.


"Arief, sepertinya kamu sudah tahu musuh keluarga kita." Suara lembut itu datang dari Yuliana.


"Aku baru mengetahuinya baru-baru ini, Ibu." Arief tidak bisa menahan air matanya yang terjatuh mendengar suara ibunya.


"Aku tidak menyangka game Domain Dewa bisa menarik perhatian mereka. Bahkan banyak anggota guild mu yang terluka. Jangan khawatir, semua pasukan ku akan membantumu."


Yuliana adalah pemimpin dari pasukan revolusi, mereka beroperasi di seluruh dunia. Itulah mengapa ketika ia mengambil ponselnya, Kota Bandar hampir runtuh karena kedatangan banyak kelompoknya.


"Aku tidak bisa membiarkan ibu bergerak sendiri. Percayalah, aku akan membuat mereka menyesal!"


"Arief, dunia ini lebih luas dari yang kamu kira. Percayakan keamanan anggota mu padaku, percayalah padaku!"


"Baiklah, aku akan bergerak di Domain Dewa dan ibu akan membantu anggota Fairy Dance!"


Keduanya setuju dan memulai operasi yang direncanakan. Yuliana akan memimpin pasukan revolusi untuk mengikis gerbang Keluarga Gong. Sedangkan Blue akan menghancurkan semua rekanannya di Domain Dewa.


Yuliana menutup teleponnya, matanya yang penuh kasih sayang berubah menjadi serius. "Tidak ada ampun, segera mulai operasi. Jangan biarkan satupun yang lolos!"


"Siap, Nyonya!" seru lebih dari 100 orang di dalam gua persembunyian. Mata mereka penuh dengan dendam dan pembunuhan.