
Setelah menantang Dewa Ebisu, Blue kembali ke tempat pangeran kedua. Senyumnya segera dipasang untuk merayunya menjadi pengikutnya.
"Apa kamu sudah memutuskannya?" tanya Blue.
"Aku masih belum bisa mengkhianati Dewa Ebisu, semua keluargaku melakukannya." Terry menundukkan kepala menyesal.
Blue menggelengkan kepala. "Kakakmu sudah tidak menyembah dewa Ebisu, kedua adikmu juga sudah tidak melakukannya. Mereka menemukan dewa yang bisa mempengaruhi kehidupannya."
"Aku sangat menghormati anda, tetapi memfitnah saudaraku adalah perilaku yang tidak terpuji." Terry terlihat kesal dengan pernyataan Blue.
"Jika mereka menyembah dewa yang sama, mengapa saudaramu mencoba untuk membunuhmu?" tanya Blue.
"Tidak, mereka akan berubah setelah perebutan tahta selesai."
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa dua saudaramu adalah penyembah iblis?"
"Tidak mungkin!" seru Terry dengan ekspresi yang kurang enak dipandang.
Blue mengungkapkan rekaman hasil penyelidikan pangeran pertama. Ia membeberkan rapat pertemuan yang menginginkan kematian pangeran ketiga.
"Pria di sebelah pangeran pertama adalah Raja Iblis. Meskipun kurang kuat, ia mempunyai banyak trik untuk mempengaruhi banyak orang. Produk pakaian yang ia jual mengandung energi iblis yang bisa mempengaruhi orang lain."
Blue mengatakannya dengan ekspresi serius sembari memutar rekaman video.
Terry terlihat terguncang jiwanya, ia tidak percaya salah satu saudaranya berbuat begitu jauh. Matanya mulai berkaca-kaca mengingat masa lalu.
"Ini..."
Blue menepuk pundak pangeran kedua dan mengatakan, "Pilihan ada di tanganmu, kerajaan ini sudah ada di ujung jurang. Dengan kekuatan kau bisa mempertahankan kerajaan ini."
"Tapi..."
"Aku tidak akan memaksamu, berikan jawabanmu setelah mengadu pada dewa Ebisu." Blue pergi ke kamar yang sudah dipersiapkan.
Ia hanya bisa tersenyum kecut melihat ketaatan pangeran kedua pada dewa keberuntungan, ia harus mencari cara lain untuk membujuknya.
Disisi lain Terry menuju ruang bawah tanah dan bersujud di bawah patung dewa keberuntungan. "Oh Dewa, apa yang harus aku lakukan?"
Sayangnya Dewa Keberuntungan tidak bisa mencampuri urusan pulau bawah tanah karena ia sudah melanggar peraturan sistem.
Terry berteriak, "Oh Dewa, tolong berikan petunjuk anda!"
Tidak ada jawaban dari patung tanpa jiwa tersebut, Terry menundukkan kepala dan menatap tanah sambil meneteskan air mata.
"Jika engkau tidak menjawab petunjuk, aku akan berpaling darimu!" seru Terry untuk kedua kalinya. Namun tidak ada jawaban sama sekali, Blue yang mengikutinya dari belakang tersenyum manis.
"Aku pikir hukuman sistem telah mempengaruhi kekuasaan mu," gumam Blue pelan. Ia mulai mengerti mengapa Dewa Keberuntungan memintanya untuk menyelamatkan pulau bawah laut miliknya.
Terry mulai marah dan memukul tanah, ia tidak menyangka dewa yang telah disembah beberapa abad mengabaikan keturunannya.
...[Dewa Keberuntungan meminta anda untuk menjelaskan situasinya!]...
Blue melirik layar status dan mengatakan, "Kita sedang bersaing, tidak ada untungnya untukku membantumu."
...[Dewa Keberuntungan memohon sambil berlutut.]...
"Tenanglah, setelah Terry menjadi pengikut Raja Segalanya aku akan menjelaskannya." Blue tersenyum manis melihat dewa keberuntungan mulai panik.
Sekarang Blue bisa mengkonfirmasi bahwa Terry adalah satu-satunya penyembah dewa keberuntungan di pulau ini. Kekuatannya di tanah dewa akan berkurang banyak ketika Terry meninggalkannya.
Melihat Terry mulai berdiri dan pulang, Blue segera pergi dan masuk ke kamar pribadinya. Kecepatannya yang cukup tinggi membuat Blue sampai terlebih dahulu.
Keesokan harinya, Terry melatih ilmu pedangnya di halaman seperti biasa. Blue masih di kamar untuk melakukan meditasi seperti biasa.
Matanya mulai terbuka dan ia segera menghela napas. "Aku masih belum terbiasa dengan malam di pulai ini."
Tubuhnya mulai di angkat dan membuka jendela, ia melihat Terry mengayunkan pedang tanpa emosi. Blue mengerutkan kening dan berkata, "Ini tidak baik!"
Tanpa pikir panjang, Blue segera melompat dari lantai 3. Jubah Raja Api segera digunakan, telapak tangannya segera mengarah ke Terry.
"Terry, sadarlah!" teriaknya.
Liem dan Kitty segera muncul dan menggunakan kekuatannya untuk mendinginkan lingkungan. Rafaela bergumam sesuatu, sampai akhirnya sebuah kubah muncul dan melindungi seluruh kediaman pangeran kedua.
Yami tidak melakukan apapun, ia masuk menunggu perintah. Perlu diketahui, ia bisa mengendalikan energi kegelapan dan cahaya dalam waktu yang sama. Hal itu membuatnya tidak mungkin terkena kelainan mana.
Blue menggunakan energi prana untuk menolong Terry. Wajahnya mulai menegang karena energinya dimakan.
"Aneh, ini pertama kalinya ada seseorang yang bisa memakan energi kekacauan." Blue sedikit bingung karena tindakan Terry.
Darah mulai keluar dari hidung Terry, setelah beberapa saat mata dan mulutnya juga meneteskan darah.
Yami akhirnya membuat gerakan, ia segera berlari dan memukul perut Terry dengan ujung genggaman pedangnya.
Bayangan hitam keluar dari tubuh Terry. Blue tidak tinggal diam, ia segera menggunakan pedangnya untuk menyerap bayangan tersebut.
Terry jatuh ketanah, tubuhnya mulai stabil dan tubuhnya tidak mengalami kelainan mana yang membahayakan.
Blue segera melirik Yami. "Apa yang baru saja kamu lakukan?"
"Setelah memahami arti elemen petir, hamba merasa bahwa penggunakan elemen cahaya dan kegelapan tidak sesederhana itu. Singkatnya hamba bisa melukai makhluk super natural yang ada ditubuh seseorang."
Fakta mengejutkan ini membuka cakrawala baru buat Blue. Ia tidak pernah mengira bahwa Yami bisa melakukan hal tersebut.
Pada kehidupan sebelumnya ia pernah melihat Yami menghancurkan segerombolan monster hantu dengan sekali serang. Siapa yang menyangka ternyata kekuatannya lebih dari itu. Meskipun potensinya tidak lebih tinggi dari Luis dan Tobias, Yami punya nilainya sendiri.
"Bagus, mulai sekarang aku akan mengandalkan mu." Blue menepuk pundak Yami yang berlutut di depannya.
"Sebuah kehormatan bisa menjadi kepercayaan anda, Tuanku." Yami mengungkap terima kasihnya pada sosok orang yang menolongnya dari kelumpuhan.
Perlu diingat, sebelum membuat kontrak dengan Blue, Yami hanyalah seorang pengemis yang cacat dan tidak bisa berjalan dengan benar.
Ketika ia ditinggalkan tuannya, jiwanya berontak dan berlatih jauh lebih keras dari biasanya. Bahkan rumor mengatakan bahwa Yami tidak pernah tidur sama sekali.
Hal itulah yang menyebabkan semua pasukan keamanan di desa koral sangat menghormatinya. Tidak hanya kuat dan pandai dalam melatih pasukan, Yami juga orang pekerja keras.
Rafaela di kamarnya tersenyum melihat Yami mendapatkan pengakuan tuannya. Sedangkan ia sudah puas dengan menjadi utusannya, dibandingkan dengan Yami yang tidak mendapatkan apapun.
...[Sistem mendeteksi Yami ingin menjadi pengawal pribadi Raja Segalanya, korbankan 100 juta energi kehidupan untuk mengangkatnya.]...
Blue melihatnya pemberitahuan sistem langsung melirik ke arah Yami. "Apa kamu serius?" tanyanya.
"Aku sudah memutuskan untuk menjadi pengikut anda selamanya."
"Bukan itu maksudku, menjadi seorang pengawal pribadi Demigod artinya kamu tidak akan bisa hidup jika aku mati." Blue mengatakan sesuatu yang baru ia pelajari.
"Hidup hamba hanya ada untuk anda. Jika anda mati, artinya saya tidak bisa menjaga tubuh anda."
"Aku bisa hidup kembali, bagaimana denganmu!" seru Blue mencoba mempengaruhi keputusan bawahannya.
"Meskipun anda bisa hidup kembali, level anda akan turun sangat banyak. Itu akan memakan banyak waktu karena kelas anda sangat spesial." Yami masih berlutut layaknya bawahan yang setia.
"Darimana kamu tahu?"
"Aku bisa menghitung jumlah poin pengalaman dari para pemain dan pasukan yang berlatih di kamp. Setidaknya poin pengalaman anda membutuhkan 100 ribu kali lebih banyak dari pemain biasa."
Blue saja tidak pernah menghitung perbedaannya dengan pemain biasa. Namun penghitungan Yami bisa diterima karena levelnya masih berhenti di 210.
"Baiklah, aku akan mempercayakan punggungku padamu. Aku harap kamu tidak menyesali keputusanmu!"
Blue menggigit jarinya hingga berdarah, kemudian darahnya diusap ke dahi Yami. "Aku Raja menunjuk Yami sebagai pengawal pribadiku!"
Sebuah cahaya biru muncul dari tubuh Yami, tubuhnya yang kekar besar menyusut menyesuaikan tinggi Blue. Pedangnya yang berwarna hitam berubah menjadi biru kehitaman, matanya yang hitam gelap berubah kebiruan.
Sayangnya kulit Yami masih hitam yang membuatnya terlihat mengerikan. Bedanya sekarang wajahnya sedikit tampan dan matanya terlihat tajam.
Yami berlutut dan berkata, "Terima kasih, Tuan!"
Blue mencoba melihat status Yami yang baru, ia menggunakan 100 juta energi kehidupan untuk membangkitkan wujudnya.
Matanya segera terbuka lebar dan bergumam, "Fix game rusak!"