
Monster setinggi 3 meter itu meraung mengintimidasi musuhnya. Sayangnya bukan manusia rendahan, ia menjentikkan jari dan 20 orang dari Dunia Buatan keluar.
Mereka semua adalah remaja yang baru pertama kali keluar dari Dunia Buatan, Blue memanggilnya untuk menambah pengalaman bertarungnya.
"Hormat kami Tuan."
"Baiklah, tugas kalian membersihkan monster di seluruh ruangan."
"Baik!" jawan 20 pemuda yang tampak seperti dua puluh tahunan.
Blue hanya duduk sambil menonton mereka bertarung, ia baru sadar ternyata orang dari Dunia Buatan sudah berevolusi begitu banyak. Anak umur 20 tahunan saja sudah setara Dewa Sangat Rendah, ditambahkan lagi teknik bertarung mereka yang mengesankan.
Evolusi mahkluk di Dunia Buatan tidak lepas dari peran Anthony yang terus menyediakan energi alam. Ditambah lagi Anthony sekarang sudah menjadi sangat mahir mengendalikan Pohon Dunia.
20 orang yang dipanggil Blue mempunyai beberapa peran berbeda, 10 diantaranya adalah Pendekar Pedang, lainnya ada Tank, Pendukung, dan Penyihir.
Namun ada satu keterampilan yang dikuasai semuanya, keterampilan itu adalah menyembunyikan diri dan teknik kaki yang mirip dengan Tobias.
Tidak butuh waktu lama untuk 20 orang itu membunuh monster setinggi 3 meter yang menyerang sebelumnya.
"Jangan lengah, masih banyak monster yang lain!" teriak Blue memberikan peringatan. Seperti yang dikatakan, sosok monster yang setara dengan Dewa tingkat Rendah muncul sambil membawa gada atau palu besar.
"Ada manusia yang berani masuk sampai sini."
Blue sedikit terkejut mendengar monster yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Domain Dewa. "Siapa sebenarnya kalian?" tanyanya dengan suara lantang.
Monster besar pembawa gada tidak menjawab, ia melirik ke arah 20 orang yang telah membunuh anak buahnya. "Kalian harus mati!" teriaknya sambil berlari.
Awalnya Blue takut monster itu punya kecerdasan dan kecepatan yang mengerikan. Namun kekhawatirannya sirna melihat lari monster yang sangat pelan.
Monster gendut itu berhenti dan mengayunkan senjatanya. Blue merasakan energi yang familier ketika ia di Neraka.
"Menghindar!" teriaknya memberikan perintah pada 20 pemuda. Namun Blue bisa bernapas lega ketika melihat 20 pemuda sudah berdiri cukup jauh dari serangan musuh.
Tobias dan Nevada tidak pernah mengajarkan mereka untuk meremehkan musuh. Jadi serangan selamat atau serangan selemah apapun akan di anggap serius.
20 pemuda langsung menggunakan keterampilan yang sama seperti mana shield, tetapi mereka memanfaatkan energi alam.
Gada milik monster gendut menghantam tanah, seketika tanahnya hancur dan memberikan gelombang yang mengerikan. 20 pemuda yang sudah menggunakan keterampilan menyelamatkan diri masih terhempas beberapa meter jauhnya.
Hanya dengan satu serangan acak menguras seperlima HP 20 pemuda. Bukannya panik, mereka malah mengerahkan energi alam untuk sedikit menyembuhkan lukanya.
Salah seorang pemuda paling dapan mengangguk, ia memberikan kode angka 2 dengan jari tangannya. Segera setelah melihatnya, pasukan dibagi menjadi 5.
Pemuda paling depan mengeluarkan perisai yang cukup besar untuk melindungi seluruh tubuh dan rekan di belakangnya.
"Perisai Abadi!" ucap pemuda yang memegang perisai.
Cahaya berwarna kuning terang menusuk mata monster, tiba-tiba ia tidak bisa menggerakkan badannya. Sekarang ia tidak bisa menyerang pemuda lainnya.
"Mati manusia!" teriak monster dengan suara histeris.
4 kelompok lainnya segera menyerang, mereka semua tidak memperdulikan monster akan memberikan serangan padanya.
4 orang yang bertugas menjadi argo akan bergantian memprovokasi monster. Hanya ada satu yang menggunakan perisai, dua lainnya memegang kapak dan satu rantai.
Durasi pergantian mereka sangat cepat, Perisai Abadi hanya bisa mempengaruhi monster selama 10 detik. Tepat setelah sepuluh detik, Pemegang Rantai melemparkan senjatanya mengikat tubuh monster gendut.
"Rantai Alam!"
9 rantai keluar dari tanah dan mengekang monster dengan sangat erat. Dua telapak tangan pemuda yang menggunakan rantai dieratkan.
"Serang!"
"Istirahat." Pemuda pembawa perisai memberikan perintah.
Kelompok pemuda yang terpecah menjadi 5 kelompok langsung bersatu dan duduk di belakang perisai. Dua penyihir pendukung langsung menyusun simbol pertahanan.
Blue tersenyum melihat mereka semua tampak waspada dan sangat baik. Namun waspada saja tidak cukup, mereka harus mengalami pertarungan hidup dan mati untuk mendapatkan pengalaman berharga.
Dual Secret Sword sudah terbang di atas punggung Blue, sebenarnya ia ingin membantu kelompok itu. Namun kekhawatirannya tidak berdasar sama sekali.
Setelah 30 detik beristirahat, semua orang berdiri dan bergerak maju. Mereka melihat segerombolan monster yang setara dengan musuh sebelumnya.
Blue mendekat dan berdiri di depan para pemuda yang semangat itu. "Untuk sekarang kalian lihat saja."
Dual Secret Sword melesat menuju gerombolan musuh. Blue mengeluarkan dua pedang lainnya, jubah Raja Api digunakan, tubuhnya terbelah menjadi 10.
Keterampilan Pemecah Pikir bisa memungkinkannya membelah diri menjadi 10. Blue sekarang bisa menunjukkan apa itu kombinasi serangan pada para pemuda Dunia Buatan.
Dual Secret Sword menari menusuk semua monster dan memakan sedikit jiwanya. Begitupula dengan Blue yang memakan beberapa jiwa milik monster.
Kerusakan pasti terlihat dimana-mana, monster gendut sama sekali tidak bisa membuat pergerakan. Blue tersenyum setiap kali pedangnya mengenai ataupun tidak berhasil menyentuh target.
20 pemuda yang melihat pergerakan agresif Blue segera mengingat semua gerakan kaki dan ayunan pedangnya. Meskipun mereka semua tahu serangan Blue mempunyai satu kelemahan yang mencolok, kelemahan itu adalah pertahannya.
Dengan menggunakan dua pedang, Blue akan kehilangan teknik untuk memblokir serangan musuh.
"Perhatikan!"
Blue membiarkan pertahanannya terbuka, ia memanfaatkan gagang pedang dan bilah pedang untuk menghentikan serangan musuh. Tidak hanya sekali, Blue melakukannya berkali-kali hingga ayunan pedangnya membentuk sebuah medan mana.
Tanpa sadar dua puluh pemuda itu mendapat pencerahan ilahi, bukannya duduk dan memahami apa yang mereka dapatkan. Para pemuda itu malah tetep berdiri dan melihat pergerakan Blue sampai akhir.
Segerombolan monster menjadi transparan hanya dalam beberapa menit saja. Setidaknya ada 25 monster yang mati sedangkan yang lainnya kabut karena takut.
Tepat setelah tarian pedang Dual Secret Sword berhenti dan bayangan Blue kembali, 20 pemuda langsung duduk dan mencoba memahami pencerahan ilahi.
"Jenius, mereka pasti jenius di zamannya."
Blue tidak bisa menahan perasaan senangnya melihat tidak satupun dari mereka yang gagal memahami tekniknya.
Untuk mengisi waktu tulang Blue memasang beberapa simbol untuk mengamankan daerah sekitar. Ia juga bermeditasi untuk meningkatkan ketahanan mentalnya.
Sekarang Domain Dewa tidak hanya menuntut pertumbuhan fisik, tetapi juga menuntut pertumbuhan mental.
Satu hari di Domain Dewa telah berlalu, 20 pemuda berhasil menyelesaikan pencerahan ilahi miliknya. Namun tidak ada yang bangun sebelum Blue menyelesaikan meditasi.
Sedangkan di luar gerbang Raid Tanah Merah, 5 Kesatria Kerajaan Kuala sudah menunggu kedatangan Blue. Mereka tampak bosan menunggu pria bodoh bernama Blue.
"Hei, apa kau yakin pria itu kuat. Kita sudah menunggunya selama sehari!"
"Iya biasanya pria kuat hanya butuh 12 jam untuk selesai. Sepertinya pria bernama Blue itu mengalami kesulitan."
"Diam, apa kalian lupa. Semakin lama seseorang berada dalam raid hadiahnya akan menjadi lebih memuaskan!"
5 Kesatria Kerajaan tersenyum jahat, mereka membayangkan akan membunuh Blue dan merebut semua hasil rampasannya.
Disisi lain, Blue membuka mata dan berdiri. "Ayo bergerak perlahan, bentuk 4 tim untuk menonjolkan kekuatan kalian!"
"Baik Tuan!"
Setiap tim terdiri dari 5 orang, mereka semua mempunyai 1 tank yang cukup mahir. Blue menunjuk segerombolan monster di sebelah gerbang bos.
"Serang!"