
Raja Hollow membuka mulutnya serta menarik napas panjang. "Salam raja, berikan kami kesempatan kedua!" teriaknya penuh dengan rasa semangat membara.
Blue memalingkan wajahnya ke depan, sebenarnya ia cukup senang dengan kehadiran Raja Hollow. Namun situasi tidak mendukung hal tersebut.
Bayangan hitam setinggi gunung mendekati mereka, Blue bisa yakin mereka adalah para titan yang terkurung di Tartarus.
Hanya ada senyum kecut yang muncul di raut wajahnya, Blue tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika pasukannya bertarung. Tidak hanya satu, tetapi lebih dari 20 Titan sebesar gunung mendekat.
Bee, Raul, Drakula, Elvy, dan Ela keluar dari ruang penyimpanan. Mereka bebas keluar masuk dan bisa melihat situasi sekelilingnya.
Berbeda dengan Monster Api atau semua pasukannya di Dunia Buatan, mereka tidak bisa melihat situasi disekitarnya Blue.
Bukannya takut, Ghost yang melayang di sebelah Blue malah tertawa jahat. "Hixixi... Ini menarik!" katanya sambil menarik pedang kecil yang bisa patah kapan saja.
Raja Hollow dan pasukannya segera berdiri, mereka menarik perangnya bersiap untuk pertempuran.
Namun Blue berpikir lain, dia mengangkat tangan kanannya dan menghentikan tindakan pasukannya. "Jangan gegabah, mereka bukan lawan yang mudah," katanya dengan suara pelan.
Benar saja, sosok titan sebesar gunung muncul di depan Blue. Tanpa mengatakan apa-apa, kepalan tinjunya langsung terbentuk. Punggungnya menegang dan tinjunya langsung mengarah ke pasukan Blue.
"Berpencar!" teriak Blue memberikan perintah.
Semua Hollow berlari ke segala arah, mereka bisa saja mati dan hidup kembali. Namun satu nyawa sangat di butuhkan untuk melawan penjaga Tartarus di lantai paling bawah.
Setelah semua berpencar, Blue melempar Dual Secret Sword ke langit. Dua tangannya mengepal dan menghentikan serangan titan.
"Bom...."
Tanah di sekitarnya hancur, Blue terkena serangan itu. Dengan dua tangan yang menyilang ia tersenyum.
"Jadi seberat ini serangan titan." Blue masih belum kehilangan senyumnya, ia berhasil mengejutkan serangan musuh.
Efek sarung tangan dewa cahaya langsung terpicu, titan yang menyerang tidak bisa melihat untuk sementara. Dual Secret Sword langsung menerjang mata musuhnya.
Namun dengan kedipan mata saja, Dual Secret Sword terhempas. Blue tidak menyangka hal tersebut, ia langsung melompat keluar dari lubang bekas serangan musuh.
Anehnya Ghost yang selalu di samping Blue tertawa. "Hixixi, bagus-bagus monster besar. Ayo serang aku!"
Ghost yang memprovokasi titan langsung kena batunya, tinju yang sangat besar langsung menghantam wajahnya. Seketika pedang rusak di tangannya patah dan tubuhnya terhempas menghantam tanah.
"Hixixi, tidak sakit tidak sakit!" katanya dengan nada yang mengejek.
Sebanyak apapun Ghost terkena serangan fisik, ia tidak mati. Artinya para titan yang tidak mempelajari simbol tidak bisa membunuhnya.
Itulah alasan mengapa monster sekuat Titan tidak bisa mengalahkan manusia. Pembuatan simbol adalah kelemahan para titan.
Blue melihat ke kanan, ia mendapati titan lainnya menyerang dengan sihir api. "Ini..." ucapnya dengan suara lirih.
Seingatnya, para titan tidak menggunakan sihir di masa lalu. Kasusnya sedikit berbeda untuk Dwi yang bisa mengendalikan 5 elemen.
"Sial!" umpat Blue yang tidak mungkin menghindari serangan skala super besar itu.
Meskipun menggunakan gate bisa menyelamatkannya. Itu akan menutup jalur kaburnya nanti. Akhirnya Blue memutuskan menerima serangan tersebut.
Dual Secret Sword muncul di kedua tangannya. Segera setelahnya ia menyilangkan pedang dan melepaskan teknik jiwa.
Tepat sebelum sihir api menghantamnya, Raja Hollow dan pasukannya membentuk pagar yang menghadang serangan musuh. Seketika mereka langsung terbakar hangus. Namun usahanya tidak sia-sia, sihir api tidak menyentuh Blue sama sekali.
"Kalian?"
Raja Hollow segera bangkit, kekuatannya sudah meningkat drastis setelah beberapa saat di lantai 7.
"Raja, kita harus pergi. Serahkan urusan belakang padaku!"
"Tidak, aku punya cara tersendiri. Luangkan waktu kalian untuk belajar bertarung!"
Blue menggunakan teknik jiwa untuk mengirimkan informasi terkait teknik pedang. Sehingga semua Hollow bisa menggunakan pedangnya dengan baik.
Setelah berhasil memberikannya, Blue melambaikan tangan meminta negosiasi.
"Tunggu, kita tidak ada niat jahat!" teriaknya sambil terbang mendekati titan yang paling besar.
"Manusia, jangan banyak bicara!" ucap titan paling besar sambil mengeratkan giginya karena marah. Dia teringat kekalahan rasnya karena termakan omongan para manusia.
"Tidak, tidak, kami hanya ingin melewati tempat ini dan menyelamatkan rekanku di lantai 1." Blue dengan santainya mengatakan tujuannya.
Titan menggelengkan kepala. "Bodoh, kalian tidak akan bisa melewati kami."
Eka dengan kedua tangannya menghentikan serangan titan. Dengan sekuat tenaga ia mendorong balik kepalan tinju titan.
Cyclop juga dipanggil untuk memberikan penjelasan para para titan. Setelah keluar ia langsung menghentikan serangan titan dengan sedikit usaha.
"Lama tidak berjumpa, para leluruh." Cyclop berlutut seperti sedang menghadap sosok yang paling dihormatinya.
"Cyclop, apa yang kau lakukan. Dia ini manusia," kata salah satu titan yang tidak tahu muncul dari mana. Melihat dari tampilannya, dia adalah titan yang menembakkan sihir api tadi.
Sayangnya pernyataan titan itu tidak ditanggapi, Cyclop diam dan belum pindah dari tempatnya. Blue tidak tahu harus melakukan apa, ia menyiapkan beberapa simbol untuk melarikan diri jika negosiasi gagal.
Raja Titan mengangguk. "Berdirilah keturunanku."
"Leluhur, manusia ini tidak seperti Zeus yang durhaka. Dia ingin meminta tenaga kita untuk berperang melawannya." Cyclop memberikan pendapatnya tentang situasi yang terjadi.
Blue tersenyum tipis, sebenarnya ia tidak menduga pembicaraan akan mengarah ke titik ini dalam waktu singkat.
"Cyclop!" teriak salah seorang titan yang tidak dikenal, suaranya terdengar sangar keras hingga bisa memecahkan gendang telinga.
Blue menutup kedua telinganya, tapi Bee dan kawan-kawannya hanya diam.
"Perang manusia tidak ada hubungannya dengan kita, Keturunanku."
"Maafkan saya Rajaku. Ini hanyalah sebatas dendam pribadi tanpa melibatkan ras titan. Mohon berikan kami jalan menuju lantai selanjutnya." Cyclop langsung menyerah dengan negosiasi, ia mengalihkan pembicaraan ke inti pembahasan.
Blue sudah siap menggunakan Gate dan simbol pelarian untuk menyelamatkan pasukannya. Raja Hollow mendekat, mereka mendapati perintah dari telepati.
Eka dam Dwi juga melangkah mundur, mereka memang kuat dan tinggi. Namun Titan jauh lebih tinggi dan mengerikan. Wujud asli Eka dan Dwi hanya setinggi lutut para titan.
"Kenapa kau masih bersikeras menolong manusia yang aslinya adalah musuh kita?"
"Manusia ini menyelamatkan keturunanku, sudah sepantasnya aku membantunya. Dan dia bisa membantuku melawan Zeus!" jawab Cyclop penuh emosional.
Tidak lupa Cyclop menceritakan seluruh kejadian yang menimpanya. Kejadian yang ia fokuskan adalah kekejaman Zeus pada saudaranya.
Dari 3 titan yang di selamatkan Zeus, hanya Cyclop yang masih hidup. Dua lainnya dibunuh dengan trik aneh.
Raja Titan duduk, ia merubah wujudnya sesuai dengan tinggi Cyclop. Meskipun sudah menyesuaikan diri, Blue masih sekecil semut yang bisa mati dengan sedikit injakan.
"Bagaimana kau bisa menjamin dia tidak akan mengkhianati kita?"
Cyclop menunjukkan sebuah tato di dadanya. "Manusia itu bukan penduduk dunia kita. Mereka berasal dari Bumi dan menggunakan trik aneh untuk mencapai dunia kita. Kontrak darah ini adalah buktinya, kita tidak bisa mengkhianati dia, dia juga tidak bisa mengkhianati kita."
Penjelasan Cyclop masuk akal, Blue sangat senang dengan penyataan Cyclop yang begitu menarik. Jika 20 titan mau menjadi pasukannya, Domain Dewa akan terguncang.
"Hemb..."
Raja titan tidak belajar banyak tentang pembuatan simbol, dia tidak tahu apa simbol itu bisa bekerja sebagaimana mestinya.
"Raja, aku adalah pembuat simbol yang cukup baik. Dengan pengetahuanku, tidak mungkin manusia atau para pembuat simbol di dunia ini bisa menghapusnya." Cyclop ternyata tidak menyerah meyakinkan para titan.
"Kita juga tidak tahu bagaimana Tartarus ini." Raja Titan masih tidak percaya dengan penyataan Cyclop.
Pembicaraan sebenarnya sudah selesai, tapi seorang peri hijau muncul di sebelah Cyclop sambil membusungkan dadanya.
"Hei, pria besar jangan mengejek manusia!" teriak Ela dengan polosnya.
Raja Titan tidak menyerangnya karena ia merasakan energi yang sangat familier.
"Emilia?" ucap Raja Tiran.
"Siapa Emilia, aku Ela!" teriak Ela dengan nada tinggi.
Blue tersenyum kecut melihat Ela bisa bergerak dengan ceroboh. Namun dia tahu Ela bukan peri bodoh yang melakukan tindakan tanpa dasar.
Benar saja, Ela merasa para monster besar yang bernama Titan tidak akan menyerangnya. Dia bisa merasakan hati dan perasaan makhluk hidup.
Anehnya, Ela yang banyak bicara dan memarahi para titan tidak diserang. Blue tersenyum manis melihat situasi aneh ini.
"Mungkin ini kesempatan yang kita tunggu!" ucapnya pelan.
Ela menunjuk wajah titan dan memarahinya, ia tampak seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya.
Raja titan hanya menundukkan kepala tanpa menjawab apapun.