
Kekayaan Fairy Dance di Benua Barat meningkat drastis, itu akan membuat beberapa petinggi curiga. Blue memerintahkan untuk menukar semua uangnya ke dalam bentuk koin berlian Domain Dewa.
Berita satu pemain berhasil mengalahkan 5 pemain terbaik Benua Barat mulai menyebar, Aqila menjadi pemimpin sementara cabang Fairy Dance. Meskipun tidak terlalu berbakat, ia mempunyai kesetiaan penuh, Blue sudah menyiapkan beberapa calon ketua.
“Aku bisa memahami Amin dan Mo Yu yang sudah melakukan sumpah darah, tetapi untuk Yuri bukannya terlalu cepat?” ucap Jesicca yang menemui Blue dan baru saja memberikan keuntungan dari kerusuhan melawan Blacklist.
“Aku merasa Yuri sedang menahan bakatnya entah apa yang sedang ia sembunyikan. Tugaskan beberapa pasukan untuk melindunginya dan cari apa penyebabnya, berikan sedikit sentuhan untuk melepaskan semua kemampuannya.”
“Baik, Bos. Ini adalah keahlian ku!”
Keduanya berbicara melalui panggilan suara karena mereka berada di beda benua.
Fairy Dance di Benua Barat sudah mulai stabil, banyak pemain Blacklist yang melamar menjadi anggota biasa. Blue memberikan perintah untuk menerima mereka sesuai standar Fairy Dance, bahkan Oheb yang sangat percaya diri sebelumnya memberikan lamaran pada kantor Fairy Dance.
Semua pengaturan tingkat tinggi akan sepenuhnya di pegang anggota inti yang sudah mengucapkan sumpah darah. Namun Blue tidak boleh percaya sepenuhnya, ia melihat ada seseorang yang rela kehilangan karakternya untuk keuntungan dunia nyata.
Sayangnya wanita cantik itu menyesal melakukan itu pada Fairy Dance, tetapi tidak ada kesempatan untuknya lagi. Queen hanya bisa menundukkan kepala dan menunggu tubuhnya membusuk di penjara, walaupun ia sudah bebas, Fairy Dance menginginkan pembayaran atas kerugiannya.
Bahkan jika ia berhasil menyelamatkan dirinya dari penjara, hukum mengatakan bahwa ia harus membayar lebih dari 5 triliun kredit. Padahal uang yang ia ambil tidak sebesar itu, Jesicca membuat seolah-olah Queen melakukannya dengan sengaja.
“Sialan!” seru Queen yang ada di belakang jeruji besi.
Blue pergi ke Benua Utara untuk mencari peralatan yang ia incar. Sepatu Ratu Es adalah tujuannya selanjutnya, sepatu itu bisa meningkatkan kecepatannya sampai batas tertentu dan menawarkan sejumlah keuntungan yang melimpah.
...[Perlengkapan yang di pakai Pemain Blue :...
...Kostum : Jubah Raja Api...
...Kepala : Mahkota Raja...
...Baju : Armor Raja Petir...
...Sabuk : Sabuk Anti Monster...
...Celana : Celana Besi...
...Tangan : Sarung Tangan Elastis...
...Kaki : Sepatu Besi...
...Senjata : Dual Secret Sword...
...Kalung : Kalung Kartanegara...
...Gelang : Gelang Dewa...
...Cincin : Cincin Wibawa – Raja Kartanegara...
...Anting : Anting Roh Hijau.]...
Sesampainya di benua utara, Blue segera melihat kondisi Fairy Dance. Kakinya dengan cepat menuju tempat pertemuan dengan Nevada.
“Salam, Tuanku!” ucap Nevada sambil berlutut.
Blue tidak bisa berkata-kata lagi, ia sama sekali tidak menyangka Nevada akan menjadi monster yang begitu kuat. Bahkan Yami membutuhkan 90% kekuatannya untuk menumbangkan monster di depannya.
“Sangat baik, bagaimana kondisi Fairy Dance?”
“Semua berjalan lancar, sekarang Fairy Dance setara dengan guild Half Super. Seorang wanita cantik sedang menunggu anda di markas Elf Salju.”
“Siapa dia?”
“Maafkan hamba tuan, hamba tidak bisa memaksanya mengatakan nama.”
“Baiklah, tunjukkan jalannya.”
Liem, Yami, Rafaela, dan Kitty mengikuti dari belakang, keempatnya menunggangi Raul untuk mengejar Raja Elf Salju tersebut.
Sayangnya Blue, Yami, dan Liem bukan orang biasa. Mereka menatap Medusa sambil mengerutkan kening dan berpikir mendalam.
“Aku tidak menyangka Medusa berhasil mengangkat kutukan begitu cepat.” Blue membuka pembicaraan.
“Huh, setidaknya terkejut lah aku menjadi secantik ini!” ucap Medusa sambil memasang senyum cantik.
“Aku bukan tipe orang yang mudah dirayu. Sesungguhnya kecantikan mu masih di bawah Athena, jadi tidak perlu untukku memuji.” Blue mengatakan kebenarannya, tetapi ia tidak sadar telah menyakiti harga diri lawan bicaranya.
Medusa menggelengkan kepala. “Sejujurnya aku sakit hati mendengarnya, tetapi kenyataan tetaplah kenyataan. Jadi apa urusanmu menemuiku?” tanya Medusa yang belum kehilangan senyumnya.
“Aku pikir kamu yang membutuhkan bantuan ku. Jadi apa yang mendasari seorang Ratu Manusia Ular ada di wilayah Elf Salju?”
Medusa tertawa mendengar pernyataan Blue yang cukup mengejutkan baginya. “Ini hanya kunjungan sementara.”
“Kunjungan sementara seharusnya tidak lebih dari 1 bulan. Jadi apa tujuanmu menemuiku?” tanya Blue dengan senyum manis.
“Aku sangat benci dengan pria pintar. Tujuanku kesini untuk meminta bantuan pasukan mu , ras manusia ular mengalami krisis makanan. Jadi kami membutuhkan petarung yang bisa memburu monster yang dapat dimakan.”
Blue tahu itu hanyalah kebohongan yang dilemparkan Medusa, ia sudah tahu bahwa kekuatan ras manusia ular tidak lemah. Bahkan kekuatan Medusa seorang diri bisa mengalahkan gabungan Nevada dan Yami.
“Tolong kerja samanya. Aku tidak punya waktu untuk bermain-main seperti ini.”
“Kamu pria yang tidak suka di ajak bercanda. Ras manusia ular butuh pasukan untuk mengalahkan ras naga es. Awalnya aku percaya bisa mengalahkan naga kecil itu, tetapi kondisi aneh membuatku ragu. Seorang ratu es membangkitkan kekuatan naga tersebut.”
Blue tersenyum lebar mendengarnya. “Kebetulan aku sedang mencari Ratu Es!”
“Untuk apa kamu menemuinya?”
“Tentu saja membunuhnya beberapa kali sampai ia menjatuhkan salah satu pusaka nya, aku harap Sepatu Ratu Es diberikan.”
“Bodoh, mana mungkin ratu itu memberikan sepatu pusaka nya pada bocah sepertimu!”
“Makanya aku akan membunuhnya beberapa kali!”
Medusa menghela napas panjang, ia bisa menyimpulkan bahwa Blue tahu Ratu Es tidak bisa mati sebelum kehilangan seluruh kekuatannya. Ketika Ratu Es mati di luar sarangnya, ia akan dibangkitkan kembali dengan kekuatan yang lebih lemah.
Ratu es tidak akan bisa dikalahkan jika berada di dalam sarangnya, jadi para pemain di haruskan menunggu di luar sarang dan segera menyerangnya.
“Untuk mengambil sepatu ratu es, kamu diharuskan membunuh ratu es di dalam sarangnya. Itu hampir mustahil untuk kekuatanmu saat ini.”
Medusa memberikan nasihat untuk pria setinggi 187 centimeter tersebut, tetapi tanggapan Blue sedikit aneh.
“Aku sudah menyiapkan semuanya. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.”
“Baiklah, aku akan membantumu jika perang melawan naga es dapat diselesaikan.”
Blue dan Medusa langsung menuju wilayah kekuasaan naga es, keduanya tanpa aba-aba langsung menyerang naga es. Blue tidak bisa membuang waktu, ia menggunakan dua pedangnya untuk berburu naga es.
Liem dan Kitty menggunakan kombinasi serangannya, mereka bisa mengalahkan naga es. Meskipun tidak mendapat poin pengalaman, keduanya menjadi lebih kompak dalam pertarungan.
Yami dan Rafaela langsung menghancurkan semua pasukan naga es yang berbentuk seperti ular. Ayunan pedang Yami sungguh sesuatu, sekali serang ia bisa memusnahkan beberapa naga es.
Medusa menarik kepala naga es sampai terlepas dari tubuhnya. “Hei, pria itu cukup menarik,” katanya melihat Blue.
“Jangan meremehkannya, aku bisa menjamin ia akan menjadi lebih kuat dari wanita bar bar sepertimu!” ejek Blue yang tidak menyangka Medusa menggunakan kedua tangannya untuk mengalahkan musuh.
“Mulutmu sungguh pedas!”
Medusa dan Blue berlomba mengalahkan prajurit naga es, sampai akhirnya mereka sampai di depan sarang bosa naga es.
“Hei bocah keluarlah. Kali ini aku tidak akan melepaskan mu!” seru Medusa dengan suara lantang.
Blue disebelah hanya bisa tersenyum kecut mendengar suara Medusa seperti laki-laki di medan perang.