
Bergerak gegabah hanya akan menyebabkan tragedi, Blue belum tahu seberapa kuat raja iblis musuhnya kali ini.
Bagaiman jika Venom tidak bisa mengalahkannya, itu akan menjadi masalah untuk seluruh guild Fairy Dance. Pasalnya hanya Venom yang paling kuat di seluruh Fairy Dance, meskipun ada Anoman dan beberapa senjata rahasia lainnya.
Hanya Venom yang bisa bergerak fleksibel dengan kecepatan super tinggi. Disisi lain Raphael masih mengawasi pergerakan Venom dan beberapa iblis lainnya.
"Sialan, entah mengapa aku mulai marah dengan dewa keberuntungan!" gumam Blue pelan.
Ia memandangi pandangan bawah laut yang begitu indah. Warna biru laut mengingatkan ia dengan desain kostum pertama Fairy Dance ketika masih merintis guild.
"Huh, itu sangat panjang." Blue mengingat perjuangannya bersama rekan-rekannya mempertahankan guild Fairy Dance sampai sebesar ini.
Sekarang Fairy Dance dikenal sebagai Half Super Guild, tidak ada yang berani menyerangnya karena Keluarga Gong pernah mundur. Bahkan Tujuh Mawar juga dihancurkan karena tidak menuruti mereka.
Leon sebagai ketua guild mendapat sorotan banyak media, bahkan Jessica yang jarang menampakkan dirinya juga disorot media.
Hanya Blue yang tidak mendapatkan perhatian karena ia jarang keluar. Hidupnya hanya untuk main game dan levelnya tidak naik-naik, sungguh menyedihkan.
Kelas Blue sangat membebaninya dalam menaikkan level, ia membutuhkan monster level 205 sampai 215. Sebenarnya pilihan paling baik adalah membunuh pemain atau penduduk pribumi, itu bisa memberikan poin pengalaman yang lebih menguntungkan.
Cahaya mulai menerangi seluruh kota bawah laut, matahari tak terlihat di bawah laut. Blue sedikit bingung dengan jam di bawah laut, karena malamnya hanya selama 4 jam saja.
Blue, Liem dan Kitty mulai keluar dari penginapan, ia segera menuju kediaman pangeran kedua untuk mengumpulkan informasi.
Yami dan Rafaela akan mencari informasi lain yang lebih akurat, sebelumnya mereka mendapat informasi yang sedikit kurang benar.
Sesampainya di depan kediaman pangeran kedua, Blue disambut oleh dua penjaga. "Apa anda Tuan Blue?" tanyanya.
"Benar itu aku." Blue tidak menyembunyikan identitasnya karena sudah ketahuan.
"Silahkan masuk, pangeran kedua sudah menunggu anda." Salah satu penjaga memimpin jalan menuju rumah utama.
Blue melirik penjaga tersebut, kemudian pandangannya bergeser ke Liem. "Apa kamu melihat sesuatu yang mencurigakan?" tanya Blue melalui pesan sistem.
"Ada energi iblis jahat di dalam tubuhnya. Sangat aneh jika pangeran kedua mempercayakan seorang iblis jahat di depan rumahnya." Liem menjawab melalui pesan sistem.
"Persiapkan dirimu untuk bertarung!"
Sesuai perkataannya, sekelompok assassin langsung menikam Blue dari belakang. Sayangnya pedang di punggung Blue sudah menghentikan serangan musuh.
Kitty menggunakan skill terbarunya, hentakan kakinya membuat seluruh lantai membeku. Tidak hanya membeku, cahaya terang muncul dari dalam es sehingga menerangi seluruh ruangan.
Liem mengendalikan jarum dari Bola Api, ia segera menyerang assassin yang bersembunyi. Dalam sekejap mata semua pembunuh yang bersembunyi terkena serangan mematikan. Namun serangan Liem tidak bisa langsung membunuh sekelompok assassin karena levelnya terlaku rendah.
Blue tidak bisa melihat status musuh menggunakan Mata Dewa, ia tidak punya pilihan dan langsung menggunakan Langkah Cahaya dan menebas semua musuh.
Untungnya masih ada pemberitahuan sistem yang menandai posisi pembunuh. Matanya langsung bergeser pada pangeran kedua yang diikat di kursi.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Blue pelan.
Pangeran kedua tidak menjawab, Blue langsung menekan pergelangan tangan untuk merasakan detak jantungnya.
"Huh, dia masih hidup."
Ela keluar dan memberikan pengobatan pada pangeran kedua. Blue merasa prihatin karena kaki dan tangannya hampir putus karena sayatan pedang.
"Liem, apa yang kamu temukan?" tanya Blue yang melihat Liem mengambil sebuah batu dari mayat para assassin.
"Ini batu iblis terkutuk. Mereka bukan assassin sembarangan, pasti ada Raja Iblis yang mendukung di belakangnya."
Liem mencari batu iblis lainnya di mayat para assassin, ternyata tebakan tuannya benar. Ada dua jenis warna batu iblis, artinya ada dua Raja Iblis yang sedang bergerak di belakang layar.
"Sungguh malang nasib bocah ini, tidak hanya bertahan sendirian di kepung oleh para raja iblis, ia dipaksa mengungkapkan sesuatu." Blue melihat Terry yang tampak pucat karena kehabisan darah.
Pertolongan Ela bisa menyembuhkan luka, terapi emosinya masih belum stabil. Artinya Terry akan pingsan dalam beberapa waktu.
Blue tidak bisa berdiam diri, ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya musuh inginkan. Untuk mencarinya, ia membutuhkan tenaga kerja lebih banyak.
Keterampilan dari celah dimensi digunakan, tubuh Blue yang awalnya satu terbelah menjadi tiga. Ketiganya saling memandang dan dua diantaranya segera pergi mengenakan stelan yang berbeda.
Satu orang mengenakan topeng setan dan pakaian hitam, sedangkan yang lainnya menggunakan topang putih dan baju putih.
Setelah kedua bayangannya menyebar, laporan Yami terkait pengumpulan informasi di terima. Ternyata raja menginginkan keempat putranya berkompetisi dan merebut kunci satu sama lain.
Pada awalnya raja hanya ingin membuat keempat putranya berkompetisi ringan untuk mendapatkan kuncinya. Namun siapa yang menyangka niatan baiknya berbuah menjadi bencana untuk pulau bawah laut.
Kunci setiap pangeran mempunyai ruangan rahasia tersendiri. Mereka akan menggunakan harta di dalamnya untuk saling bersaing, kemudian yang menang akan menggabungkan kunci dan mendapatkan hadiah utama.
Blue mencoba mengendalikan bayangannya ke tempat yang dicurigai sebagai berangkas hadiah utama pemenang.
Topeng setan dengan cepat menyelinap ke bawah tanah kerajaan yang dijaga ketat. Stealth miliknya terlalu kuat, sehingga tidak banyak yang menyadarinya.
Mata Blue terbuka lebar melihat patung pria tampan setinggi 7 meter dibangun di bawah tanah. Ia mendapati ternyata patung itu adalah manusia yang telah menjadi Dewa Keberuntungan.
Sekarang Blue semakin yakin, tugasnya menyelamatkan pulau ini adalah alasan pribadi Dewa Keberuntungan untuk membuatnya sibuk.
Terdapat empat pintu yang sudah terbuka, Blue yakin itu adalah ruangan yang digunakan para pangeran. Hanya ada satu ruangan yang belum dibuka.
Perbedaan mencolok terdapat pada pintu keempat ruangan dan ruangan utama, pintunya jauh lebih besar dan kunci yang harus digunakan berbeda.
Blue mencoba meraba pintu masuk, sebuah alarm peringatan berbunyi. Sebagai penyusup profesional, Blue dengan tenang bersembunyi.
20 penjaga kerajaan dengan senjata dan armor lengkap masuk. Mereka melihat kiri dan kanan untuk memastikan tidak terjadi apapun pada harta yang akan diwarisi oleh raja selanjutnya.
"Alarm tidak pernah salah sebelumnya, aku yakin ada orang yang menyusup. Cepat cari dia!" seru pemimpin dari kelompok tersebut.
Teknik bersembunyi Blue sangat baik, ia tidak akan ditemukan walaupun dunia sudah terbalik. Jika jejaknya ketahuan, Blue tinggal menarik bayangannya supaya musuh tidak curiga.
Setelah beberapa saat mencari, semua prajurit tidak ada yang bisa menemukannya. Sampai akhirnya bunyi alarm berhenti yang menandakan tidak ada bahaya.
Semua prajurit segera kembali pada posisinya masih-masing. Sedangkan Blue masih bersembunyi dan belum puas mencari informasi disini.
Blue mencoba untuk mencari petunjuk di bawah patung Dewa Keberuntungan. Ia meraba dan mencarinya dengan teliti, sampai akhirnya ia menemukan sebuah petunjuk yang sudah dihapus menggunakan sayatan pedang.
Meskipun sudah dihapus, Blue mendapatkan pemberitahuan setiap yang menyatakan bahwa ia telah mendapatkan pengakuan dewa keberuntungan.
...[Dewa Keberuntungan mengakui usahamu, sekarang anda bisa menggunakan poin keberuntungan seperti semula.]...
Meskipun sudah mendapatkan poin keberuntungannya, skenario utama masih belum muncul. Artinya Blue harus menyelesaikan misi dari Dewa Keberuntungan untuk mengembalikan kondisi awalnya.