Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Inti Mana


Sebelum menghabisi pemimpin bandit, Blue kepikiran tentang memanfaatkan kehadirannya.


Dual Secret Sword di lempar dan menghilang di udara. Tangan kanan Blue langsung menarik kerah Si Bandit.


"Katakan dimana kalian menyembunyikan hartamu?" tanya Blue sambil memancarkan niat membunuh yang mengerikan.


Pemimpin bandit ketakutan, ia hampir kencing di celana. "Di dalam kota, kami punya hubungan baik demgan pemilik kota!"


Blue menyuruh Adam dan Koko mengikuti pemimpin bandit untuk mengambil hartanya. Tujuan sebenarnya bukan itu, sesuatu yang melihatnya sejak tadi.


"Apa alasan kalian sudah cukup, keluarlah!" ucap Blue sambil menoleh ke arah hutan.


Adam dan Koko mendapatkan pesan untuk segera kembali setelah mengantar bandit gunung ke gerbang kota. Jadi mereka akan segera bergabung dalam pertempuran.


Blue tidak mengalihkan pandangannya meskipun tidak mendapat jawaban. Mata Dewa milikmya tidak mungkin berbohong, jadi pasti ada 3 malaikat pelindung Zeus yang bersembunyi.


Setelah beberapa saat, Blue mengalihkan pandangannya dan pergi. Dia tidak mau memulai serangan karena ada firasatnya mengatakan begitu.


Blue dan The Celestial melanjutkan perjalanan menuju kota, mereka tidak mau membuat kerusuhan tanpa alasan yang jelas.


Sosok malaikat pelindung Zeus muncul dari balik pepohonan. "Ini gila, padahal kita sudah menggunakan penyamaran terbaik. Manusia itu sangat berbahaya, kita harus segera melapor!" kata salah satu malaikat yang tampak ketakutan.


Malaikat yang baru saja mengatakan pendapatnya lebih lemah dari Titania, jadi ia tidak mau melawan Blue.


Tiga malaikat lainnya sepemikiran, meskipun mereka percaya dengan kekuatannya. Teknik menemukan mereka saja sudah cukup untuk mengirim peringatan padanya.


Blue melirik ke belakang, ia bisa merasakan bahwa tiga malaikat meninggalkan tempatnya. "Apa yang sebenarnya mereka lakukan?" gumamnya pelan.


Akal sehat tidak bisa diterapkan pada malaikat, itulah yang sedang dipikirkan Blue saat ini. Padahal sanga jelas musuh ada di depan dengan jumlah sedikit, tapi tiga malaikat pelindung tidak mau muncul.


Untuk sekarang Blue dan The Celestial mengunjungi kota terdekat tempat penyimpanan harga bandit gunung.


Awalnya Blue tidak mau mengambilnya karena Fairy Dance sudah cukup kaya untuk menghidupi seluruh warganya.


Namun niat awal itu langsung berubah ketika Blue mendapatkan inti mana.


"Benda apa ini?" tanya Blue.


"Aku tidak tahu, ada kakek-kakek memberikan ini ketika..."


Sebelum bandit menyelesaikan kata-katanya, Blue melangkah maju dan mengayunkan pedangnya membelah batu yang dinamakan Inti Mana.


Meskipun ayunannya tidak menggunakan kekuatan penuh, harusnya akan ada goresan di permukaannya. Namun serangan Blue tidak berpengaruh sedikitpun.


Blue mendekatkan telapak tangan dan menyentuhnya. Tanpa sadar ia menutup mata untuk menemukan apa yang ada di dalamnya.


Ruangan serba biru laut membawanya, Blue menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari petunjuk. Namun setelah mencari cukup lama, Blue tidak menemukan satupun petunjuknya.


Karena pengetahuannya terbatas, Blue melepaskan sentuhannya dan memanggil Uranus untuk membantunya.


Tepat setelah keluar, Uranus langsung tercengang. "Bagaimana benda ini bisa ada disini!" teriaknya serius.


"Apa kau tau sesuatu?"


"Inti Mana adalah alat yang digunakan manusia untuk menghancurkan ras kami. Aku masih ingat, mereka menggunakan Inti Mana untuk bertambah kuat serta bisa memunculkan meteor."


Uranus menjelaskan lagi titik dimana rasnya teprcah belah karena ulah manusia, iblis, dan monster.


Manusia mempunyai benda yang bernama Inti Mana, dengan benda itu mereka menjadi sangat cerdas dengan kekuatan tinggi. Inti Mana sendiri tidak diciptakan untuk manusia, tapi untuk mereka para monster.


Namun dengan bantuan Ras Allosaurus yang memihak manusia, mereka berhasil merebutnya. Iblis datang dan mencoba merebut Inti Mana, hingga perang besar terjadi. Bahkan para Ras Allosaurus bertarung untuk mempertahankan pendapatnya.


Kala itu Uranus tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun dia lebih kuat dari semuanya. Namun wujudnya sudah tidak bisa dikenali, akhirnya ia milih untuk bersembunyi sampai dunia hancur.


Kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar 66 juta tahun yang lalu. Karena penggunaan Inti Mana yang berlebihan, keberadaan manusia menjadi sangat minim. Bahkan Monster dan Iblis dipaksa untuk meninggalkan tempat kelahirannya.


Iblis bersembunyi di neraka untuk memulihkan dirinya, para monster berlindung ke dunia lain untuk mendapat darah para manusia.


Uranus menceritakan pengalamannya dengan perasaan sedih, dia menyesal tidak menghentikan keluarganya bertarung satu sama lain. Hingga kepunahan masal terjadi di seluruh dunia.


Setelah kejadian itu, manusia bangkit kembali dan menjadi penguasa. Mereka menyebut kematian pendahulunya adalah pengorbanan yang pantas.


Blue berjalan mendekat dan menepuk pundaknya. " Aku tahu perasaanmu, kami manusia memang sangat serakah. Namun ada batasan yang tidak bisa dilalui seseorang, makanya aku harus mengalahkan Zeus."


Setelah beberapa saat penjelasan, Blue meninggalkan semua harta dan membawa Inti Mana. Untuk melakukan penelitian yang lebih intensif.


Uranus sebagai pemimpin penelitian akan mengajak Ela, Elvy, Anthony dan beberapa orang di Dunia Buatan.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Blue dan The Celestial meningkatkan kota dan menunggu para malaikat di sekitar Asgard.


"Tidak baik mengetuk pintu musuh dengan sambutan dingin." Blue langsung mengeluarkan 9 Penembak Roket.


Blue tersenyum dan menunjuk ke atas. "Tembak!" teriaknya dengan suara keras.


9 Penembak Roket langsung melepaskan serangannya, targetnya sangat jelas karena mereka berlindung di balik simbol penyamaran.


Ledakan terjadi di mana-mana, pada malaikat yang menjaga Asgard kebingungan. Ini pertama kalinya Asgard mengalami gempa.


"Apa yang terjadi, kenapa kalian kembali?" tanya pemimpin malaikat pada 3 pengecut yang kabur.


"Ketua, kami tidak bisa menang melawannya. Sendirian saja sudah kuat, sekarang dia membawa 9 lainnya!" jawab salah satu malaikat pelindung.


Meskipun kuat, mempunyai emosi. Hal itu terjadi karena Zeus terlalu kuat. Jadi secara otomatis bawahannya sangat peka kepada situasinya.


"Jangan khawatir, keluarkan senjata penghancur masal. Tembakan ke arah bocah bernama Blue!" kata ketua malaikat memberi perintah.


Seperti yang dikatakan, dalam beberapa detik saja mereka memberikan serangan balas.


Salam yang menjadi garda terdepan langsung melangkah maju. Dia sadar serangan musuh tidak dapat dihentikan, setidaknya satu nyawa melayang lebih baik dari pada kelompok hancur.


"Guardian Guard!" teriak Salam dengan penuh keyakinan.


Blue menariknya dari belakang. "Apa yang kau lakukan, ayo kabur!" ucapnya melempar Salam ke Gate.


Mereka semua selamat dengan mudah, tetapi akhirnya serangan Asgard terlalu mengerikan. Tidak hanya tanya yang hancur, bahkan pepohonan di sekitar mengering.


Blue baru sadar ada kota di dekatnya, ia langsung menoleh ke arahnya dan mendapati kota itu masih berdiri tegap tanpa ada kerusakan sedikitpun.


"Sepertinya aku harus memerikan tempat itu lagi!" kata Blue penasaran dengan kota yang masih berdiri kokoh setelah terkena serangan tadi.


Blue tidak mau membiarkan ini selesai begitu saja, ia menembakkan roket lagi ke arah Aagard.


9 Penembak Roket menyerang, Asgard di goncang lagi dengan sernagan manusia.


"Bos, sepertinya kita tidak bisa terus seperti ini. Takutnya seluruh kota di sekitar akan terkena dampaknya." Reza menyampaikan pemikirannya.


Blue sebenarnya hanya menggunakan ini untuk memancing para pelindung. Namun siapa yang menyangka ternyata mereka sangat gigih bersembunyi.


Reza memberikan saran untuk mengerahkan pesawat tanpa awak dan menyerang Asgard dari dalam. Hal itu pasti akan mengikutkan para pelindung.


Mencoba saran dari Reza, Blue menggunakan 1000 pesawat tanpa awak terbang menuju ke dalam Asgard.


Siapa yang tahu ternyata pelindung Argard hanya berlaku untuk manusia. Jadi para robot atau benda ciptaannya bisa menerobos pertahanan dengan mudah.


Sesuai yang dikatakan Reza, pesawat tanpa awak memporak-porandakan setiap benda di Asgard.


Keributan terjadi para pelindung mencoba menghentikan serangannya. Namun siapa yang menyangka ternyata pesawat tanpa awak mempunya pelindung sihir yang cukup kuat. Sehingga para malaikat pelindung harus bersusah payah.


Tidak hanya punya pelindung sihir, pesawat tanpa awak milik Blue bisa bergerak dengan cepat serta peluru yang tak terbatas.


Zaha yang menjadi penciptanya tidak tahu mengapa ada semacam emosi di dalam pesawat milik Blue. Namun ia yakin hal itu bisa terjadi karena ikatan Blue dengan para robot cukup erar.


Tanpa kehilangan apapun, Blue berhasil menyerang Asgard dengan begitu mudah. Untuk merayakan keberhasilannya, Blue mentraktir The Celestial makan di kota bawah Asgard.


Adam dan semua orang makan, mereka segera keluar permainan untuk berlatih dan tidur. Blue sendiri sudah lama tidak berlatih, tapi firasatnya sedikit tidak enak.


Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kota dan melihat segerombolan manusia mendekati kota.


Penduduk panik dan para petualang dengan gagah berani maju ke depan dan menghadar gerombolan monster.


"Apa yang terjadi?" tanya Blue pada sosok penjaga.


"Segeralah bersembunyi, hal ini biasa terjadi setiap tahunya!" jawab penjaga dengan nada yang sediki gemetar.


Meskipun takut, tidak ada satupun manusia yang mundur. Berbanding terbalik dengan para malaikat yang langsung kabur setelah melihatnya.