
" Huff" dokter Bella mengambil nafas berat, Wanita itu harus bisa menjaga sebuah rahasia yang taramat besar. rahasia tentang anak dari Adelia.
Ya, anak Adelia masih hidup, Ada sebuah keajaiban untuk bayi mungil itu, namun tidak ada yang tau tentang hal ini kecuali Rendi dan dokter Bella. karna memang satu jam yang lalu saat Devan pergi ke kamar mandi, Dokter yang menangani Adelia keluar setelah selesai menjalankan operasi cesar.
Satu jam yang lalu
Dokter Bella keluar karna operasi yang di jalani Adelia sudah selesai di lakukan, puji syukur bayi yang dilahirkan Adelia ternyata hidup kembali setelah di nyatakan meninggal dunia oleh dokter sebelumnya, tapi Allah masih berkehendak lain, bayi itu ternyata masih hidup walaupun kondisinya sangat jauh dari kata baik-baik saja.
Dokter bela keluar dari ruangan operasi untuk menyampaikan kabar bahagia ini. Namun ternyata tidak ada Devan diluar ruangan. Rendi yang melihat pintu ruangan operasi terbuka dengan cepat Rendi berjalan setengah berlari untuk segera tiba di depan ruangan operasi itu, " Keluarga ibu Adelia?"
" Iya saya dokter" ucap Rendi pelan. Rendi masih belum menyadari jika dokter yang di depannya adalah sahabatnya sendiri. dokter Bella membuka maskernya dan mendekat ke arah rendi.
" Loh Rendi"
" Bella, kamu yang membantu operasi Adelia?"
" Hm iya Rendi. aku membawa kabar bahagia"
" Kabar bahagia?"
" Iya. Alhamdulilah bayi yang dilahirkan ibu Adelia hidup lagi"
" Apa, kamu yang bener Bella?"
" Iya Rendi, Aku serius. kamu siapanya Adelia?'
" Aku mantan suaminya. dan kemungkinan besar anak itu adalan Anakku, darah dagingku"
" Maksudnya? Aku gak paham"
" Ayo kita keruangan kamu. dan tolong bawa anak itu juga ya"
" Baiklah"
Dokter Bella masuk kembali ke dalam ruang operasi dan membawa bayi yang baru saja Adelia lahirkan. seorang bayi berjenis kelamin perempuan yang wajahnya begitu dominan mirip dengan wajah Rendi.
Dokter Bella berjalan dengan di ikuti Rendi di belakangnya. setelah tiba di ruangan dokter Bella rendi mengambil alih bayi mungil itu.
" Sebenarnya apa maksud dari omongan kamu barusan Rendi?"
Mendengar pertanyaan Bella membuat Rendi mengambil nafas berat. masih terlalu sakit saat mengingat kejadian itu kembali, kejadian dimana Adelia memalsukan hasil tes yang sebenarnya, hasil tes yang menunjukkan jika Rendi baik-baik saja, tidak ada masalah di antara keduanya.
" Aku sudah berpisah dengan Adelia sejak delapan bulan yang lalu" ucapnya sendu
" Berpisah? "
" Iya, aku menceraikan Adelia karna sebuah insiden yang Adelia bikin sendiri"
" Maksudnya?"
" Delapan bulan yang lalu aku pernah memukul Adelia di tengah jalan, saat aku emosi karna mendengar Adelia selalu menyebutkan nama Devan saat bersamaku, dia bilang bahwa akulah penyebab hancurnya hubungan Adelia dengan Devan."
" Lalu" Tanya Bella yang semakin penasaran
" Seat itu Devan datang dan menolong Adelia, Aku melihat ada kemarahan dari raut wajahnya. Devan memukul ku dan membuat aku harus pergi dari tempat itu meninggalkan Adelia bersama Devan, "
" Aku pergi dengan membawa emosi yang semakin terbakar saat melihat kedatangan Devan, Sejak kejadian itu. Adelia tidak pulang selama dua minggu, Aku frustasi. dan aku mengacak semua barang Adelia yang memang masih ada di rumahku, sampai-sampai ada satu hal yang membuatku langsung menceraikan Adelia"
" Apa itu Rendi?" tanya Bella yang semakin penasaran
" Hasil tes pemeriksaan ku," lirih Rendi sendu
" Maksudnya?"
" Hasil tes yang sebenarnya, aku gak paham Rendi"
" Hasil tes yang sebenarnya, Dalam surat itu dinyatakan jika aku sehat dan baik-baik saja. tidak ada masalah di antara kita berdua,"
" Karna sebelumnya Adelia sudah memberikan hasil tes palsu kepadaku juga kedua orangtuaku, hasil tes yang menunjukkan bahwa aku tidak bisa memiliki keturunan"
" Apa, Lalu" ujar Bella kaget
" Sejak aku tau tentang hasil tesku yang sebenarnya. tekadku sudah bulat untuk menceraikan Adelia yang kemungkinan besar saat itu sedang mengandung anakku"
" Disaat yang bersamaan aku meminta seseorang untuk mengikuti Adelia, dan ternyata hari itu Adelia datang menemui Devan, dia mengatakan jika dirinya sedang mengandung anak Devan,"
" Lalu"
" Mereka menikah setelah surat dari pengadilan sudah sama-sama keluar, aku dan Adelia resmi bercerai, Aku selalu berusaha untuk melupakan Adelia. tapi entah kenapa hati dan pikiranku tidak sejalan,"
Mendengar ucapan terakhir Rendi membuat dokter Bella mengerutkan keningnya" Tidak sejalan?" tanya Bella lagi
" Iya tidak sejalan, Pikiranku terus berusaha melupakan Adelia, tapi hatiku malah sebaliknya, Aku terlalu mencintainya." Lirih Rendi pilu
" Dan satu bulan yang lalu, Aku tidak sengaja bertemu Adelia di mini market, waktu itu aku melihat Adelia yang sedang kesakitan. aku membawanya ke klinik, dan pada saat itu Adelia mengatakan jika anak dalam kandungannya adalah darah dagingku"
" Adelia bilang seperti itu?"
" Iya, karna pernikahan yang dia jalani dengan Devan tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan, sudahlah lupakan saja Bella"
" Aku ikut prihatin dengan jalan percintaan kamu Rendi, Lalu apa sekarang kamu masih berharap pada Adelia?"
" Entahlah Bell, tapi aku mohon sama kamu, tolong lakukan tes DNA antara aku dan bayi ini, aku ingin memastikan jika bayi ini memang benar-benar anakku, dan satu lagi. jangan pernah beritahu soal anak Adelia jika masih hidup"
" Kenapa?"
" Aku yang akan merawatnya, aku akan membesarkannya seorang diri"
" Baiklah. aku janji"
Flashback off
Saat ini Adelia belum sadarkan diri, tak lama kemudian jari-jarinya bergerak. Adelia mulai mengerjabkan kedua matanya untuk menyesuaikan pencahayaan yang baru memasuki indra penglihatannya,
" Aku dimana?" ucap Adelia dengan suara pelan
Mendengar suara Adelia, Ibu dan ayahnya mendekat ke arah wanita itu, " Kamu sudah sadar nak?"
" Ibu, ayah, Adelia dimana?"
" Kamu di rumah sakit nak? jawab Hermawan lembut
" Di rumah sakit? loh anakku mana bu" ucap Adelia saat menyadari jika perutnya sudah datar
Kedua orang tua Adelia bungkam saat anak sulung mereka menanyakan perihal anaknya. lidahnya seakan kelu untuk sekedar menjawab pertanyaan anaknya, " Kok diam bu, Anak Adelia mana?"
Kedua paruh baya itu masih saling lirik, bagaimana caranya untuk menjelaskan pada Adelia tentang anaknya!
Bapak hermawan mengambil nafas berat lalu mendekat ke arah Adelia" Dia sudah bahagia di alam sana nak"
Mendengar ucapan sang ayah membuat Adelia melirik tajam kepada kedua orang tuanya" Maksud ayah apa?"
" Ayah tau ini sangat berat untuk mu, tapi ini sudah takdir nak. anak kamu sudah tenang disana nak"
Tubuh Adelia terasa melemas, matanya terasa begitu panas, serta dadanya mulai terasa sesak, hingga tak lama air mata Adelia berhasil lolos begitu saja dari kedua sudut matanya. " Tidak mungkin ayah, hikss...hiks..."