Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Kamu kemana??


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:00, Andra sudah tiba di apartemen untuk mengantarkan mala dan bibi flo ke bandara. karna jadwal penerbangannya jam 18:00, Jarak apartemen ke bandara tidak terlalu jauh. hanya memerlukan waktu 30 menit untuk tiba di sana. bukan hanya andra yang akan mengantar mala. Namun doni,sindy dan mega juga ikut serta untuk mengantarkan sang sahabat.


" Kamu sudah siap kan dek?" Tanya andra pada mala


Tak langsung menjawab. mala masih terdiam sejenak dan mengambil nafas panjang, dan menghembuskan nya susah


" Insyaallah mala siap kak," Lirihnya pilu


Melihat itu ketiga sahabat mala kembali memeluk mala. cukup berat untuk berpisah dengan mala, karna sudah 6tahun mereka menjalin persahabatan yang sangat baik.


Mereka bersahabat sejak awal masuk sekolah menengah atas, Kala itu saat lagi masa orientasi siswa(MOS) Mala sering di kelompokkan bersama mereka. sebenarnya bukan hanya mereka bertiga, tapi juga vira yang sudah berkhianat sama mala, Mereka memiliki geng yang di beri nama friendship


Andra dan bibi flo sudah turun terlebih dahulu, Membawa barang-barang mala yang sudah di siapkan dalam koper. Setelah acara berpelukan selesai. mala mengusap sisa air matanya yang tadi sempat keluar kembali. setah sampai di basement apartemen andra memberikan mala ponsel baru beserta card yang baru seperti permintaan mala tadi malam ,


Setelah menerima ponsel baru dari andra, mala memberikan nomor yang baru pada ke tiga sahabatnya. namun sebelum masuk ke dalam mobil andra, mala membuang ponsel pemberian devan, wanita itu meletakkan ponselnya di area basement.


30 menit menempuh perjalanan ke bandara, Akhirnya mala dan bibi flo sudah duduk di kurs yang sudah di booking. Posisi tempat duduk mala ada di tengah, dan duduk di sebelah kiri menghadap ke arah jendela, menatap keluar jendela. Terlihat dari dalam pesawat banyak orang yang berlalu-lalang di sekitar bandara,


" PARA PENUMPANG YANG TERHORMAT, DIMOHON UNTUK SEGERA MENGUBAH PONSEL KE MODE PESAWAT, DAN DI MOHON UNTUK SEGERA PASANG SABUK PENGAMAN MASING-MASING, KARNA 10 MENIT LAGI PESAWAT AKAN SEGERA TAKE OFF( LEPAS LANDAS), TERIMAKASIH" Titah salah satu pramugari yang memberi peringatan pertama sebelum pesawat take off.


Mala masih tetap menatap orang-orang yang berlalu-lalang, tak menyadari adanya peringatan pertama yang sudah di utarakan. Bibi flo yang menyadari itu pun langsung menepuk pundak mala pelan.


" Nona, apa nona baik-baik saja?" Tanya bibi flo pada mala, bibi flo adalah salah satu pekerja di rumah kakeknya andra, dia sudah bekerja sejak andra masih sekolah menengah pertama, sudah puluhan tahun, hingga sekarang menjadi kepala pelayan di rumah kakeknya. umur bibi flo belum terlalu tua, masih sekitaran 50 tahunan. Dia seorang janda tanpa anak. sebab anak dan suaminya meninggal karna kecelakaan 20 tahun yang lalu. Oleh karena itu bibi flo tidak pernah pulang kampung. sebab sudah tidak ada sanak-saudara yang mau dia kunjungi. mungkin hanya datang berziarah ke makam anak dan suaminya.


" Nona. apakah nona baik-baik saja?" Tanya bibi flo lagi


" Hah. maaf bi, tadi bibi panggil mala?" Jawab mala yang baru menyadari panggilan bibi flo


" Maaf nona kalau saya mengagetkan anda, tapi tadi sudah ada peringatan pertama untuk mematikan ponsel dan memakai sabuk pengaman. sebab sepuluh menit lagi pesawat akan segera take off"


" Oh iya, aduh maaf ya bi mala gak fokus"


10 menit kemudian. ternyata pesawat benar-benar lepas landas sesuai instruksi dari salah satu pramugari, Mala mengambil nafas panjang. ternyata hari ini wanita itu benar-benar meninggalkan kota jakarta. Meninggalkan orang-orang yang dia sayang.


" Ma, ternyata selama ini kita semua sudah di tipu sama wanita gak tau diri itu" pungkas rendi memberitahu kedua orang tuanya.


" Ditipu!Maksud kamu apa rendi.? " Tanya sandra penasaran


Rendi tak menjawab, pria itu memberikan sebuah amplop dengan berlogo rumah sakit berlian. yaitu rumah sakit dimana rendi dan adelia melakukan pemeriksaan.


Setelah sandra dan grahama sudah membaca isi dari hasil lab tersebut, seketika sandra naik pitam, tak pernah terpikir olehnya jika adelia melakukan hal ini,


" Kurang ajar,! dasar wanita gak tau di untung, Rendi mama mau kamu segera menceraikan wanita sialan itu, awas saja dia sudah main-main sama keluarga kita" ucap sandra dengan nada tinggi


" Mama, tenang saja, rendi sudah mengajukan gugatan cerai pada adelia," balas rendi.


" Sudah ma. sabar, itu artinya kita masih bisa punya cucu dari rendi anak kita" ucap grahama lembut


" Masalah adelia. dia akan menanggung apa yang sudah dia perbuat" pungkasnya lagi.


" Oh ia rendi, mama mau minta sertifikasi serta ijazah s1 yang di miliki adelia. masih di kamar kamu kan?"


" Bagus kalau begitu." sambung sandra.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20:00, devan baru saja tiba di kediaman orang tuanya, suasana rumah masih sama seperti tadi pagi. tak ada semangat yang terlihat dari sang mama.


" Malam ma" ucap devan dan mendudukkan bokongnya di atas kursi di samping sang mama.


Mamanya tak menanggapi sapaan dari devan. tak lama setelah devan duduk, wijaya juga baru tiba di rumah, melihat istrinya yang tanpa semangat. Wijaya mengambil nafas panjang. Melihat kedatangan sang suami tentu saja yasmine langsung menanyakan perkembangan pencarian sang menantu.


" Bagaimana pa. apa orang suruhan papa sudah ada yang memberikan informasi?"


" Belum ma" lirihnya sendu


ponsel wijaya berdering, ada panggilan masuk dari orang yang dia minta untuk melacak nomor ponsel sang menantu. Tak menunggu lama, pria paruh baya itu segera memencet tombol hijau


[ Halo... Bagaimana?"]


+621245xxxxx


[••••••••••••.]


[ Apa! Ponsel mala terlacak ada di basement apartemen elite jakarta?"]


+621245xxxxx


[•••••••••••••]


[ Baiklah, saya akan segera ke sana ]


Wijaya mematikan sambungan telfonnya. dan kembali meletakkan ponselnya di dalam saku jasnya. kemudian pria paruh baya itu menghampiri istrinya yang sudah berdiri berdampingan dengan devan.


" Ada apa pa" tanya yasmine penasaran.


" Nomor mala terlacak ada di sebuah basement apartemen elite jakarta pusat. kamu kan ada apartemen di sana van!"


Tak menjawab pertanyaan sang papa. devan langsung mengambil kunci mobilnya dan segera mengendarai mobil menuju ke apartemen miliknya. di ikuti oleh yasmine dan wijaya yang mengekor di belakang.


Untungnya jalanan tidak terlalu padat, sebab ini bukan jam pulang kantor, 45 menit kemudian devan dan kedua orang tuanya sudah tiba di basement apartemen, pria itu turun dari mobilnya. begitu juga yasmine dan wijaya juga keluar dari dalam mobilnya.


Wijaya menghampiri tempat yang sudah di tunjukkan oleh orang suruhannya. dan ternyata memang benar, pria paruh baya itu menemukan ponsel mala di dalam tong sampah.


" Bagaimana pa?"


" Persis seperti dugaan papa ma, ternyata mala membuang ponselnya di tong sampah ini"


Deg!!!


Mendengar penuturan dari sang papa, seketika devan terdiam. Seperti terpaku di tempat, lututnya serasa lemas, kakinya seakan tidak mau di ajak melangkah,


" Astagfirullah mala, Kamu kemana sayang!!" lirihnya pilu