
Malam berlalu, bima menggeliat saat mendengar suara alarm sudah mengusik tidurnya, pria itu mengerjab untuk menyesuaikan pencahayaan yang sudah mulai masuk pada indra penglihatannya. setelah penglihatannya sempurna bima menoleh ke arah kiri yang di sana ada seorang wanita cantik yang masih terlelap dalam tidurnya.
" Selamat pagi istriku sayang" ucap bima sambil mengusap lembut rambut mala.
Biarpun sudah bangun. namun bima masih enggan untuk beranjak dari sana, pria itu masih menikmati aroma rambut khas istrinya. sambil memeluk erat mala seakan tidak ingin jauh dari wanita itu. setengah jam kemudian bima bangun karna sudah merasa puas menikmati pemandangan indah yang ada di depan matanya.
Bima membersihkan diri, karna hari ini bima harus kembali ke rumah dokter leon untuk melanjutkan pengobatannya kembali sesuai perjanjian mereka malam tadi.
Setelah selesai mandi, bima pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk mala juga untuk dirinya. bima hanya membuat roti sandwich juga susu untuk sarapan pagi ini, pria itu sarapan lebih dulu karna sang istri masih terlelap dalam tidurnya,
setelah selesai sarapan, bima meminta angga untuk segera mempersiapkan mobil setengah jam lagi. lalu bima kembali lagi ke dalam kamarnya dengan membawa nampan yang berisi roti sandwich juga susu coklat, karna mala tidak suka susu putih.
Karna tidak tega untuk membangunkan sang istri, bima hanya duduk di samping ranjang sambil memperhatikan wajah damai mala, hingga tak terasa air matanya berhasil jatuh dari pelupuk matanya, entah apa yang membuat pria itu menangis sambil memperhatikan mala dan mengusap perut buncit istrinya.
Bima meninggalkan sepucuk surat yang dia letakkan di samping nampan yang berisi sarapan untuk mala, setelah itu bima mencium puncak kening istrinya juga perut buncit mala cukup lama. " Selamat istirahat istriku " ucapnya.
Sesudah itu, bima keluar dari dalam apartemennya dengan menahan rasa sedih yang teramat dalam di hatinya.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan jam 11:00 pagi, mala terbangun karna sinar matahari sudah mulai menerpa tubuhnya lewat sela-sela gorden kamar apartemen bima. wanita itu menggeliat pelan, " Akgghh" ucapnya sambil merenggangkan otot kedua tangannya.
" Jam berapa ini, kenapa bima tidak membangunkan ku" mala melirik ke sekeliling kamarnya. ternyata sudah tidak ada bima di sana, mala mengambil ponsel dan melihat jam dari layar ponselnya, " Hah jam 11:00, kenapa aku tidur sampai siang begini"
Wanita itu bangkit dari tidurnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket, setelah keluar dari kamar mandi mata mala memicing saat melihat ada nampan di atas nakas samping tempat tidurnya. yang isinya adalah roti sandwich juga segelas susu coklat.
" Roti sandwich sama susu coklat,? ini pasti bima yang nyiapin, ada suratnya juga" pekik mala sambil mengambil secarik kertas yang ada di sebelah susu coklatnya.
Selamat pagi istriku sayang. baru bangun ya.? maaf ya aku berangkat gak nunggu kamu bangun terlebih dahulu. tadi aku perhatiin kamu tidurnya sangat lelap, aku gak tega liatnya, rasa cintaku terlalu besar walaupun hanya sekedar membangunkan tidurmu. aku siapin sarapan juga susu hamil kamu, jangan lupa di makan ya sayang.
oh iya. mungkin selama dua atau tiga hari aku gak bakal pulang, aku ada kerjaan dadakan ke luar kota. see you sayangku. aku sangat mencintaimu sayang, Bima
" Yah bima gak bakal pulang dalam dua atau tiga hari. pasti sepi deh. kalau gitu mending nanti malem aku tidur di apartemen yang di tempati bibi flo saja"
Di negara lain, nampak seorang pria sedang berjalan menyusuri taman kota, dia adalah devan wijaya, semenjak kepergian mala pria itu memang sering tidak pergi ke kantor. tidak ada semangat yang terlihat dari nya. devan duduk di tengah keramaian taman, namun hatinya terasa begitu sunyi dan hampa. " Sampai kapan aku harus menunggu seperti ini sayang. kembalilah untuk ku" ucapnya sendu
Meskipun di sekitar banyak orang yang berlalu-lalang. namun tetap saja hati devan terasa sangat sepi, dan tanpa di sadari ternyata adelia mengikuti devan yang tadi pergi tanpa sarapan. " Kamu di sini mas?" suara itu berhasil membuat devan membuyarkan lamunannya. devan menoleh ke arah sumber suara" Adelia, ngapain kamu di sini?" ucap devan dingin
Mendengar jawaban yang keluar dari mulut adelia membuat devan mengangkat sebelah alisnya. " Buat apa? Gak ada kerjaan, pergi"
" Mas, aku khawatir sama keadaan kamu, aku liat tadi kamu pergi tanpa sarapan, aku sudah membawakan makanan untukmu, makanlah" ucap adelia pelan
" Tidak sudah banyak bicara adelia, bukankah kamu sendiri tau jika semua yang terjadi padaku adalah ulah mu sendiri, pergi" balas devan dingin tanpa menoleh ke arah adelia
" Aku mohon mas, makan ya. setelah itu aku janji akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi, aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu. aku ngaku salah van, oleh karena itu izinkan aku menebus semua kesalahan yang sudah aku perbuat" ucap adelia memohon
" Memangnya itu semua bisa membalikkan mala ke sisiku kembali, hah, brengsek kamu adelia"
" Maaf kan aku mas, aku menyesal. aku menyesal sudah melakukan semua ini. aku mohon maafkan aku mas, hiks..hiks.."
" PERGI ADELIA, AKU MUAK MELIHAT WAJAH MU ITU BRENGSEK"
Mendengar suara tinggi devan membuat adelia semakin terisak, pasalnya baru kali ini adelia melihat kemarahan devan yang benar-benar memuncak. " Maafkan aku van. hikss..hiks.." pekik adelia dan langsung berlalu dari hadapan devan.
" Akghhhhkkk" teriak devan sambil mengusap kasar wajahnya.
Adelia pergi dengan setengah berlari ke tempat yang cukup sepi. setelah tiba di tempat yang cukup sepi wanita itu terduduk sambil menangis cukup deras, " Maafkan aku van. aku benar-benar menyesal sudah melakukan semua ini." pungkasnya di tengah isak tangisnya
Setelah hatinya cukup tenang, devan bangkit dari duduknya dan meninggalkan taman itu, karna jalannya tidak fokus, tanpa sengaja pria itu menabrak tubuh seorang kakek hingga membuat tubuh kakek itu sedikit oleng,
Brak..
Kakek itu terjatuh karna merasa tubuhnya tidak seimbang " Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap devan sambil membantu orang itu untuk berdiri.
" Tidak apa anak muda, saya juga kurang hati-hati" balas orang itu
Kakek itu terkejut saat melihat wajah anak muda yang ada di hadapannya. " Cucuku " ucapnya
Ya, orang itu adalah tuan lustama. kakek devan sendiri. kakek yang sudah lama tidak devan temui. devan yang masih sibuk dengan bajunya sontak kaget dengan suara yang tidak mungkin dia lupakan, " Suara itu, kenapa aku seperti pernah mendengarnya" lirih devan dalam batin.
Dengan cepat devan melihat ke arah orang yang ada di hadapannya, " Kakek". ucap devan dan langsung memeluk kakek lustama yang saat ini ada tepat di depan matanya.