Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Kondisi mala


" Ternyata kalian sudah punya ikatan batin" ucap leon pelan


Saat leon hendak meletakkan ponsel bima, tiba-tiba ponsel bima kembali berdering. ada pesan masuk dari nomor tidak di kenal, mata leon memicing saat membuka pesan yang iya terima di ponsel bima, " I....ini kan istrinya bima." ucap leon terbata.


Dokter leon jadi panik saat melihat pesan itu" Ada apa dokter" tanya angga yang penasaran setelah melihat raut wajah leon


" Gawat angga"


Mendengar itu membuat angga menautkan kedua alisnya sambil mendekat ke arah dokter leon" Gawat kenapa dokter?" Tanya angga penasaran.


Dokter leon tidak lagi menjawab. dokter muda itu hanya memperlihatkan pesan gambar yang ada di ponsel bima, " Astaga dokter. ini nona mala dalam bahaya" pekik angga


" Apa yang harus kita lakukan angga "


" Saya pergi dulu dokter, saya akan menemui tuan sunder" ucap angga dan langsung pergi dari kediaman dokter leon.


1Jam kemudian angga sudah tiba di kediaman tuan sunder, ayah dari albima sunder, dengan cepat angga keluar dari dalam mobil itu dan berjalan setengah berlari di luar mension tuan sunder. " Ada apa angga. kenapa wajahmu terlihat panik seperti itu?" tanya lina maminya bima.


Angga tak langsung menjawab, pria muda itu masih mengambil napas berat" Gawat nyonya" ucapnya


" Apa maksud kamu angga, apanya yang gawat"


" Nona mala dalam bahaya nyonya, saat ini nona mala sedang di tahan di markas geng kuda hitam"


" A...apa!!! lalu bika kemana?"


" Tuan bima lagi tidak ada nyonya, beliau lagi ada pekerjaan di luar kota"


Mendengar itu membuat nyonya lina murka. wanita paruh baya itu langsung berlalu dari hadapan angga menghampiri suaminya yang sedang berkumpul bersama geng black flower di sana" Papiiii" teriak lina dengan sedikit berlari


" Ada apa mi" ucap sunder lembut


" Mala pi, mala"


Mendengar nama mala membuat tuan sunder mengangkat sebelah alisnya, " Ada apa dengan menantu kita memangnya mi?"


" Mala di tahan geng kuda hitam di markasnya pi, mala dalam bahaya pi, bagaimana ini"


" Apa!!!!" seketika seluruh geng black flower berdiri secara bersamaan saat mendengar nama geng kuda hitam, tuan sunder mengepalkan kedua tangannya serta berubah menjadi dingin seketika itu. " Beraninya mereka mengganggu menantuku" ucap tuan sunder dan langsung pergi dari sana dengan di ikuti kelima sahabatnya yang mengekor di belakang.


" Tenang sun. kita akan memberi pelajaran kepada mereka yang sudah dengan berani mengganggu keluarga kita" ucap salah satu dari mereka


Mereka menaiki mobil Alphard berwarna hitam dengan kecepatan yang sangat tinggi agar segera tiba di markas geng kuda tempat mala di sekap. dan setelah mereka tiba di tempat itu terdengar suara tangis seorang wanita yang sedang memohon untuk segera di lepaskan.


" Siapa kalian, kenapa kalian membawaku ke tempat ini, hiks...hiks.."


" Hai nona manis, DIAM, sebelum saya berbuat kasar" bentak orang itu yang membuat mala semakin merasa ketakutan.


" Bima.. tolongin aku, aku takut bim.. Hikss ..hiks..." Bayangan masalalu kembali terngiang dalam ingatan mala, masa dimana dirinya di culik oleh lawan bisnis papanya. " Sekarang aku tai kenapa dulu papa meninta aku untuk ikut dalam ilmu bela diri," batin mala


" LEPASIN AKU BRENGSEK. KALAU SAMPAI SUAMIKU TAU HAL INI. KAU, KAU DAN KALIAN SEMUA AKAN DI BUNUH OLEHNYA" Teriak mala di sela tangis isaknya


" DIAM, SAYA SUDAH MEMBERITAHU SUAMIMU ITU, TAPI MANA. TIDAK ADA TANDA-TANDA KEDATANGANNYA, BERIKAN MINUMAN ITU SEKARANG" ucap lendri pada salah satu anggotanya.


" MINUMAN YANG AKAN MEMBUATMU KEHILANGAN CALON ANAKMU ITU ANAK MANIS" ucap rendi dengan tertawa


Mendengar itu membuat mala mengepalkan kedua tangannya.


" DASAR PRIA TUA TAK TAU DIRI" ucap mala lagi.


" Oke mala tenang. kamu jangan nangis lagi, jangan biarkan mereka mengetahui rasa takutmu itu. jangan terlihat seperti orang lemah di depan mereka semua" mala bermonolog dalam batinnya.


Mendengar ucapan mala, ketua dari geng itu maju dan lebih dekat dengan posisi mala, dia adalah tuan Lendri. ketua dari geng kuda hitam. dari dulu dia selalu ingin mengalahkan geng black flower yang di ketuai oleh tuan sunder, ayah mertua mala.


Plakkkkk....


Satu tamparan mendarat tepat di pipi kiri mala. membuat mala meringis menahan sakit, karna darah segar itu mulai keluar dari sudut bibirnya karna sebuah tamparan keras yang di berikan oleh tuan lendri. Mala meludah hingga terkena wajah tuan lendri.


Cuuuuuuiihhh.


" Dasar pria bau tanah, hahahhha tobat tuan. sebentar lagi ajal pasti menjemputmu, hahahhah" ucap mala sambil tertawa.


" BERANI SEKALI KAU" Teriak tuan lendri sambil mendaratkan tamparan kembali di pipi kanan mala


Plakkk...plakkkk..plakk


Mendapat tiga tanparan keras membuat mala tak sadarkan diri saat itu juga, dan bertepatan dengan seseorang yang menendang pintu itu.


Brakkkkk...


" Sunder" ucap lendri gugup


Di tempat lain, saat ini leon kembali memeriksa keadaan bima, pria yang sedang tertidur lemah itu entah kenapa meneteskan air matanya, Apakah bima bisa merasakan apa yang terjadi pada mala saat ini. kedua pelupuk matanya tak berhenti mengeluarkan butiran bening itu.


" Apa kamu bisa merasakan bahaya yang sedang terjadi pada istrimu saat ini bim" ucap leon sendu.


Entah apa yang akan bima lakukan jika mengetahui hal yang terjadi pada wanita yang amat di sayanginya. wanita yang sudah menjadi hidup dan matinya. wanita yang sudah berhasil menjadi ratu dalam hidupnya.


Tuan sunder meminta beberapa anggota untuk membawa mala ke rumah sakit, wanita yang sedang hami itu sudah tak sadarkan diri karna tamparan berkali-kali yang di berikan oleh lendri padanya. tamparan yang cukup keras buat seorang wanita


" Suster tolong" ucap salah satu sahabat sunder


Tak lama kemudian ada seorang suster datang dan membawa brankar ke arah mereka, " Ceper sus tolong"


Setelah tiba di ruang IGD seorang dokter meminta agar semua orang yang ikut mengantar mala tetap menunggu diluar ruangan. hingga tak lama kemudian lina datang dengan wajah paniknya.


" Bagaima keadaan menantuku juan?"


" Dokter masih memeriksa di dalam lin, tenanglah semua akan baik-baik saja " balas juan pelan.


30 Menit kemudian pintu ruang IGD terbuka, seorang dokter keluar dengan mengambil napas berat. " Bagaimana ke adaan menantu saya dokter?"


" Mohon maaf nyonya, menantu anda kritis. sepertinya dia habis di berikan racun yang cukup membahayakan. untungnya dia segera di bawa kerumah sakit. kalau tidak mungkin janin yang ada dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan lagi. "


" A..aaapa!!"