Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Anara


Setelah mendengar kabar tentang kebakaran di kediaman Adiwijaya membuat Mala terlihat begitu terkejut. Wanita itu tiba-tiba langsung menghawatirkan keadaan Devan. Entah kenapa bayangan Devan muncul begitu saja.


"Kita harus ke indonesia sayang"Ucap Bima pada Mala


"Apa aku harus ikut my boy?"


"Tentu sayang. Aku tidak akan membiarkan kamu sendiri di sini" Ucapnya sambil mengelus lembut kepala Mala


Bima membawa tubuh Mala ke dalam kamar mandi. Ini pertama kalinya mereka mandi bersama.


"Aku mencintaimu sayang. sangat mencintaimu" Ucap Bima pada Mala.


30 menit kemudian. Bima dan Mala sudah siap untuk segera berangkat ke indonesia. Karna memang sudah memiliki jet pribadi. Tak perlu menunggu waktu untuk segera melakukan penerbangan.


Di kediaman Winarto


πŸ“ž: Bagaiman. Apa sudah ada kepastian tentang siapa yang sudah membuat anak saya sampai celaka?


πŸ“ž: Sudah tuan. Saya sudah menemukan siapa otak dari kecelakaan itu


πŸ“ž: Tangkap dia dan bawa dia ke tempat saya


πŸ“ž: Baiklah tuan


Setelah mengatakan hal itu. Winarto memutuskan sambungan telponnya. Entah apa yang akan Winarto lakukan pada orang yang sudah berani membuat putri sulungnya hingga lumpuh seperti itu.


"Ada apa pa?" Tanya Alundra pada Winarto


"Orang yang sudah membuat Mala celaka sudah di temukan ma.Dan dia akan di bawa ke sini oleh orang suruhan papa"


"Benarkah pa? Lalu apa yang akan papa lakukan?


"Mama juga akan tau nanti apa yang akan papa lakukan"


Di Rumah sakit


Devan dan Adiwijaya menunggu Yasmine yang belum juga sadarkan diri. Wanita itu pingsan di saat sedang berusaha keluar dari dalam rumahnya saat melihat api yang semakin membesar.


"Pa. kenapa mama belum juga sadar pa"


"Kamu sabar dulu ya. Kita berdoa saja semoga mama akan segera sadar"


"Pa. Apa papa tidak curiga dengan kebakaran yang terjadi di rumah kita?"


Mendengar ucapan Devan membuat kakek Lustama mendekat. dan langsung memberitahu jika masalah ini sudah dia urus.


"Kalau soal itu. Kamu tidak perlu pikirkan cucuku. Kakek sudah menyuruh anak buah kakek untuk mengusut tuntas kejadian ini. Mereka akan segera memberikan kabar dalam waktu 24 jam"


"Benarkah kek. Terimakasih kakek.Kakek memang yang terbaik" Ucap Devan sambil memeluk kakeknya.


"Sama-sama cucuku. Mereka sudah mau main-mai dengan kakek mu ini"


Tak lama kemudian. Sunder dan Lina datang dengan raut wajah yang terlihat khawatir. mereka berjalan lebih cepat agar segera tiba di depan ruangan Yasmine. Sunder dan Lina memang sudah berangkat sejak jam 3 pagi tadi.


Setelah membaca pesan dari Sifa membuat Sunder dan Lina langsung pergi hari itu juga.


"Bagaimana ke adaan Yasmine Wi?" Tanya Sunder pelan


"Entahlah kak. Kata Sifa Yasmine terlalu banyak menghisap asap. Sampai saat ini belum juga sadarkan diri"


"Lalu kemana Sifa sekarang?"


"Sifa di dalam sedang menemani Yasmine"


"Apa aku boleh masuk Wi?" Tanya Lina pelan


"Silahkan kak"


Lina masuk ke dalam ruang rawat Yasmine. Wanita paruh baya itu ternyata masih menutup rapat kedua matanya.


Di tempat Lain


"Cepat bawa dia" Ucap seseorang yang menjadi ketua dari beberapa orang yang sedang menarik paksa Adelia untuk keluar dari dalam rumahnya


"Lepas. Lepaskan saya. Saya tidak tau menau soal kecelakaan Mala" Ucapnya sambil terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman para pria bertubuh tinggi besar


"Jangan banyak ngomong. Jika memang kamu tidak bersalah nanti juga akan di lepaskan!"


Tak lama kemudian. Ayah dan ibu Adelia keluar dari dalam rumahnya. Kedua paruh baya itu memohon serta bersimpuh untuk tidak membawa Adelia pergi bersama mereka


"Tolong jangan bawa anak saya. Anak saya tidak bersalah"


"Bapak mau membiarkan kami membawa perempuan ini. Atau saya akan membakar rumah ini seperti dia menyuruh orang untuk membakar rumah seseorang malam tadi" Ucap ketua mereka


Deg! Mendengar hal itu membuat Adelia semakin memucat. Bagaimana bisa ada orang yang tau jika dirinya terlibat dalam kebakaran di kediaman Wijaya malam tadi.


"Apa benar itu Adelia?" Tanya sang ayah yang langsung terlihat begitu kecewa setelah mendengar akan hal ini.


Di saat seperti ini membuat Adelia menumbuhkan akal jahatnya kembali. Wanita itu mempunyai satu rencana yang akan bisa membuatnya terbebas dari semua yang akan dia dapatkan akibat perbuatannya.


"Apa sebaiknya aku pura-pura gila saja. Dengan begitu. Bisa saja mereka akan melepaskan aku dan membiarkan aku terbebas dari semua ini"Ucap Adelia dalam batinnya.


"Ayo bawa perempuan ini" Ucap ketua dari mereka


"Baik bos"


Di saat para orang-orang itu mau membawa tubuh Adelia. tiba-tiba wanita itu mau memulai rencananya untuk berpura-pura gila di depan semua orang. Dan hal itu berhasil membuatnya terlepas dari tangan orang suruhan Winarto. Namun, saat Adelia berusaha lari ke arah jalan raya. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju begitu cepat ke arahnya dan menabrak tubuh Adelia.


"Aaaaaaaaa" Teriak Adelia setelah mobil itu benar-benar menabraknya.


"Adeliaaaaa"Ucap ibu Adelia sambil berlari ke arah sang anak yang sudah terlentang di atas jalan raya.


Melihat kejadian itu membuat orang suruhan Winarto langsung pergi begitu saja dan memberi kabar jika Adelia mengalami kecelakaan.


πŸ“ž: Ada apa?


πŸ“ž: Maaf tuan. Saya tidak bisa membawa Adelia ke tempat tuan. Tapi saya ada berita bagus


πŸ“ž: Katakan.


πŸ“ž: Adelia tertabrak mobil di depan rumahnya


Setelah mendengar akan hal itu membuat Winarto langsung mengakhiri sambungan telponnya begitu saja.


"Ada apa yah?"


"Perempuan itu kecelakaan" Ucap Winarto


"Perempuan siapa maksud ayah?"


"Perempuan yang sudah menghancurkan pernikahan Mala dengan Devan. Sekaligus perempuan yang sudah menyebabkan anak kita lumpuh seperti itu"


"Maksud ayah Adelia?" Ucap Nara yang tiba-tiba bergabung dengan mereka"


"Iya nak. Wanita itu bernama Adelia"


Hari berlalu begitu cepat. Hari ini Andra mengajak Nara untuk pergi ke mall buat belanja keperluan Dania sekaligus mengajak anaknya yang sudah berusia 9 bulan itu untuk bermain.


"Sayang bagaimana kalau hari ini kita ke Mall. mumpung aku juga sedang tidak lagi ada jadwal pagi" Ucap Andra pada Nara


"Boleh mas. Aku siap-siap sebentar ya"


"Iya sayang. Sini Dania biar aku yang gantiin bajunya"


"Memangnya kamu bisa mas?"


"Ya bisa lah sayang. Apa sih yang tidak aku bisa"


Mendengar itu membuat Nara tersenyum.Tidak salah dia menerima Andra untuk menjadi suaminya dan menjadi ayah sambung untuk anaknya.


30 menit kemudian. Mereka semua sudah siap untuk pergi Quality time bersama di sebuah Mall.


"Kamu sudah siap sayang?"


"Sudah mas. Ayo kita berangkat"


Andra dan Nara berangkat ke sebuah Mall yang ada di jakarta. Karna jalanan tidak terlalu macet. Mereka hanya memerlukan waktu selama 45 menit untuk tiba di sana.


Setelah sudah tiba di parkiran. Nara dan Andra keluar dari dalam mobil. Namun, langkah kaki mereka terhenti saat suara berat laki-laki memanggil nama Anara.


Kira-kira siapakah laki-laki itu?