Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Mengunjungi Nara,


*****


Akhirnya Mala pun mengiyakan ajakan Devan untuk makan bersamanya, Wanita itu juga langsung menyiapkan makanan yang sudah di berikan oleh Devan, disaat acara makan berlangsung ada omongan Devan yang membuat Mala Sedikit kaget,


" Oh iya mala, Setelah kita menikah nanti aku mau kamu tinggal di apartemen bersamaku," seketika Mala menghentikan makannya,


"Uhuk.... " Maksud bapak kita tinggal dalam satu atap gitu,?Tapi kan perjanjian kita hanyalah pernikahan di atas kertas," Ucapnya lirih


" Iya mala, Biarpun kita hanya nikah kontrak, dan hanya berlangsung dalam 1 tahun, Tapi tidak ada yang tau kecuali aku,kamu dan juga vino, aku gak mau ada yang curiga dengan pernikahan kita, kita harus bisa terlihat seperti orang yang saling mencintai,"sahut Devan.


setelah acara makan selesai akhirnya mala memutuskan untuk segera pergi dari ruangannya Devan. Sedangkan vino saat ini sedang sibuk untuk membagikan undangan pernikahan Mala dan Devan untuk semua karyawan perusahaan Adiwiyata Group, setelah beberapa karyawan yang tidak suka dengan mala dan sering ngebully Wanita cantik itu, seketika kaget saat setelah melihat isi dari undangan nya, karena di dalam undangan nya terdapat nama Mala sebagai calon istri dari sang CEO Devan Adiwijaya,


Akhirnya mala kembali menjadi bahan gosip di kantor itu, kalo waktu itu dari office girl jadi sekertaris, Lah sekarang dari sekertaris malah jadi istri bos, Gimana gak panas tuh yang selalu iri sama Mala, Namun Mala tidak pernah menghiraukan apa yang di bilang oleh semua orang yang ada di sana, Yang bilang mau menikah dengan Devan karena harta lah, Atau karena apa lah, Gadis cantik itu memutuskan untuk tutup telinga, Tidak mau mendengarkan apapun tentang omongan mereka, karena tujuan Mala saat ini hanyalah Fokus kuliah, Dan jadi dokter psikolog, agar bisa menyembuhkan kakaknya yang ada di rumah sakit jiwa,


Hari ini mala memang mau ijin untuk pulang lebih awal, karena hari ini adalah 100 hari meninggalnya Abraham dan Aminah orang tuanya Mala, Wanita itu pun kembali menemui Devan di ruangannya, karena tadi belum sempat bilang tentang niatnya yang mau pulang lebih awal,


tok..tok..tok..


" Iya masuk," Mendengar suara bosnya yang menyuruhnya masuk, tanpa menunggu lama akhirnya mala langsung masuk untuk menemui Devan,


" Mohon maaf sebelumnya pak, Hari ini saya ijin mau pulang lebih awal ya pak, karena mau berziarah ke makam papa dan mama pak, Soalnya hari ini adalah hari 100 harinya mereka meninggal, b


Boleh ya pak," Wanita cantik itu memohon dengan suara parau,


" Saya akan izinkan kamu pulang lebih awal asal kamu mau mengajak saya ke makam orang tua kamu, Sekalian saya mau minta restu soal pernikahan kita," Balas Devan dengan sedikit tersenyum,


" Tapi pak, bukannya saya tidak mau mengajak bapak, Soalnya sebelum saya ke makamnya papa mama, Mala akan melihat keadaan kakak dulu, Soalnya setelah mama gak ada saya belum sempat menjenguk kakak," ucap mala, Namun Devan masih tetap kekeh untuk ikut bersama Mala, baik ke rumah sakit jiwa juga berziarah ke makam orang tuanya,


Tak lama kemudian akhirnya mereka berdua keluar dari perusahaan itu, dan langsung melajukan mobilnya untuk segera menemui Anara kakaknya Mala, perjalanan itu dilalui hanya dengan keheningan, Tak banyak bicara baik Devan ataupun Mala, Pria tampan itu lebih fokus untuk mengemudi. Sedangkan Mala lebih fokus melihat kearah samping jendela. Setelah perjalanan 1 jam lebih akhirnya pagar rumah sakit itu sudah mulai terlihat,


tok..tok...tok...


" Iya masuk," Sahut dokter Andra, Mala langsung mengajak devan untuk segera masuk, dan memperkenalkan Devan sebagai calon suaminya,


" Selamat siang kak Andra, Bagaimana keadaan kak Nara saat ini, apa kondisi nya sudah mulai membaik,? bagaimana dengan kehamilan nya?" Tanya Mala kepada dokter Andra


" Ya begitulah mala, Tapi ada sedikit kemajuan, kalo soal kandungan nya, Alhamdulillah bayinya sehat, 3 bulan lagi Anara akan segera melahirkan, Oiya kamu datang ini sama siapa, pacar kamu ya,?" Tanya Andra sambil menggoda Mala, karena selama ini Mala tidak pernah datang bersama laki-laki kecuali papanya,


" Oh ini Devan kak, Calon suaminya Mala, a


Aku kesini juga mau kasih kakak undangan, serta mau minta restu sama kak Nara, Kak Andra wajib hadir ya, sebagai gantinya kak Nara, Karena aku sudah menganggap kak Andra kayak kakak aku sendiri," Andra menjabat tangan Devan, yang sedari tadi Devan tak menghadap ke arah Andra, membuat Andra seketika kaget,


" Loh ini Devan Adiwijaya kan,?"


" Loh kamu Andra Mahendra teman SMA ku dulu kan,? Gak nyangka ya sekarang kamu sudah menjadi dokter," Ucap Devan sama Andra,


Setelah cukup lama berbincang-bincang akhirnya mereka memutuskan untuk menemui anara di kamarnya, Setelah sampai di kamar anara seketika membuat Devan kaget, ternyata kakaknya Mala adalah Anara, Temannya waktu SMA dulu, karena memang Devan, Vino, Andra dan anara adalah teman waktu sekolah menengah atas,


" Mala apa yang kamu maksud Kak Nara adalah anara ini,? kalo benar, dia ini adalah teman waktu aku SMA, Iya kan Dra," Ucap Devan sama mala dan sekilas menoleh ke arah Andra,


" Iya Devan, dia adalah Anara teman sekolah kita, dan Kamu tau sendiri kan Van, kalo aku mencintai Nara sejak saat itu, Makanya aku mutusin untuk menikahi Anara nanti setelah kondisi nya membaik, Seketika itu juga Mala kaget, ternyata dunia beneran sempit, sampai" kakaknya dan calon suaminya adalah Teman sekolah,


" aku gak nyangka banget, ternyata kak Nara, kak Andra juga pak Devan adalah teman sekolah dulu."


setelah itu mala langsung menghampiri Nara buat menanyakan kabarnya sekaligus mau bilang soal pernikahan nya dengan Devan,


" Siang kak Nara, apa kabar kakak hari ini,? aku kesini mau bilang kalo 1 Minggu lagi aku mau menikah kak, dan hari ini adalah 100 harinya mama dan papa meninggal, sebentar lagi Mala mau ke sana. apa kak Nara mau ikut bersama mala berziarah ke makamnya papa mama,