Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Sangat bahagia


Leon berlari agar bisa segera tiba di tempat Bima dan Mala. Kemudian pria itu memberikan kode pada Mala dan langsung dipahami oleh Mala.


"Wih ada calon istri masa depan disini. Mala kita lebih baik jalan-jalan yuk. Biarin saja Bima yang pingsan disini" Ucap Leon sambil mengulum Bibir


"Jangan dong Leon, Kasian dia. Begini saja. Kita antar dulu Bima ke penginapan, Setelah itu kita balik lagi kesini, Bagaimana?" Jawab Mala sambil mengulum bibir


"Ya sudah. Ayo, Lebih cepat lebih baik calon istri masa depan. Nanti kita Dinner romantis di sini"Ucap Leon yang bisa terdengar jelas pada indra pendengaran Bima


Bima yang mendengar itu seketika telinganya menjadi panas. Namun pria itu masih tetap pura-pura pingsan."Ya sudah, Ayo kita bawa Bima ke penginapan" Seru Leon dan langsung mengangkat tubuh Bima


"Mala. Nanti kita Dinner nya di tempat itu ya, Biar makin romantis. Masalah yang pingsan biarin saja kita tinggal" Seru Leon lagi


"Boleh dr Leon" Jawab Mala sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


Tak berselang lama. Bima langsung membuka kedua matanya. Pria itu menjadi semakin panas setelah mendengar kata-kata Leon. Dinner romantis? Apa-apa ini. Pikirnya


"Apa kamu katakan. Mau dinner romantis bersama dengan istri orang? Boleh, Asal kamu siap untuk aku patahkan lehernya" Ucap Bima tiba-tiba


"Uuuuu Leon atut" Jawab Leon dan berhasil membuat Bima semakin merasa kesal dengan pria itu


"Jangan jadi pebinor ya. Nanti aku patahkan beran tuh kepala" Seru Bima lagi sambil terus menatap Leon tajam.


Melihat tatapan tajam Bima membuat Leon terkekeh"Pura pura pingsan lagi ya. Aku bawa kabu istrimu" Ucap Leon sambil melirik Mala


"Iya kan calon istri masa depan" Seru Leon lagi


"Awas jaga tuh mata. Kalau gak mau aku buat keluar. Tidak ada yang boleh menatap istriku. Siapapun itu, Termasuk kamu. Paham!" Ucap Bima sambil terus menatap Bima


"Atut. Kabur aja calon istri. Suami kamu kayak kanibal" Pungkas Leon dan langsung pergi dari sana.


Setelah kepergian Leon, Bima menoleh ke arah Mala yang sejak tadi sudah menatapnya"Sayang" Panggil Bima lembut


"Hmmmm. Sudah puas bikin aku panik" Ujar Mala dengan nada ketus


Melihat Mala seperti itu membuat Bima mendekat dan langsung memeluknya erat"Maafkan sku sayang. Habisnya aku tidak tau harus melakukan apa saat kamu ngambek seperti tadi. Kamu aku panggil gak mau dengerin"Ucap Bima sambil terus memeluk Mala


"Gak lucu tau gak. Cara kamu tadi sudah keterlaluan! Apa kamu tau bagaimana aku menghawatirkan kamu saat melihat kamu terbaring seperti tadi. Aku gak suka itu Bim" Ujar Mala tanpa embel-embel my boy


"Aku tau aku salah. Maafkan aku ya sayang, Maafkan aku yang sudah membuat kamu khawatir. Tapi aku tidak sda maksud apa-apa sayang. Aku hanya ingin kamu tidak ngambek" Ucap Bima yang terdengar sangat lembut


"Sayang. Maafin ya"


"Istriku. Maafin aku ya. Aku janji gak akan melakukan hal itu lagi. Aku mohon maafin ya sayang,"Gumam Bima lembut


"Baiklah. Tapi jangan sampai kamu mengulangi lagi ya my boy, Aku tidak suka cara kamu itu"


"Iya sayang. Kita mau lanjut balik apa makan malam dulu sekalian. Biar nanti mereka bisa gantian makan di luar"


"Mereka siapa?"


"Ya siapa lagi kalau bukan mereka yang membantu kita menjaga anak-anak"


Setelah itu Bima dan Mala langsung berjalan mencari tempat makan. Tiba-tiba saja Mala dan Bima melihat ada tempat makan yang terlihat sangat indah. Walaupun tidak terlalu ramai, Tapi Tempat itu langsung membuat Mala ingin makan di sana.


"My boy. Kita makan di tempat itu ya. Sepertinya tempatnya nyaman dan bagus" Seru Mala sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


Di Restoran


"Van, Kita makan di lantai atas saja ya, Biar bisa sambil liat bulan. Bagus tuh kayaknya di Rooftop" Seru Nadia pada Devan saat mereka sudah tiba di restoran


Pria itu hanya diam tak menggubris perkataan Nadia. Semenjak pertemuannya dengan Mala tadi memang membuat Devan seperti tidak terlalu fokus. Entah kenapa ciuman bersama Mala terus saja terbayang jelas pada ingatan Devan.


Ternyata kamu masih semesum dulu mas


Kata-kata itu juga masih terngiang jelas pada indra pendengaran Devan. Tanpa di sadari, Ekspresi Devan yang tiba-tiba tersenyum membuah Nadia mengerutkan keningnya.


Ada apa dengan Devan. Pikir Nadia. Wanita itu mengerutkan keningnya"Woy Van. Gue nanya gak jawab malah senyum-senyum sendiri" Ucap Nadia lagi


Mendapat teriakan dari Nadia membuat Devan langsung tersadar. Pria itu menatap Nadia dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Ada apa?" Tanya Devan sambil menoleh pada Nadia


"Kita mau makan di mana Van. Di atas saja enakan ya. Di Rooftop" Ucap Nadia lagi


"Baiklah. Makan di mana saja"


Setelah mendengar perkataan Devan, Nadia langsung menari tangan Devan untuk memesan makanan dan langsung naik ke atas.


Di saat Devan dan Nadia sudah ada di Rooftop. Tak lama kemudian Mala dan Bima juga masuk pada restoran itu."My boy, Aku mau makan di atas Rooftop, Biar bisa sambil lihat bintang" Rengek Mala pada Bima


Melihat raut wajah Mala seperti itu membuat Bima langsung mengangguk"Baiklah. Tapi kita pesan makan dulu ya" Ucapnya sangat lembut sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Mau pesen apa sayang?" Tanya Bima sangat lembut


"Aku mau ayam rica-rica my boy. Sepertinya enak dingin seperti ini makan yang pedes-pedes" Gumam Mala antusias


"Tapi gak boleh yang pedes banget ya sayang. Aku gak mau kamu sakit perut"


"Iya my boy"


Setelah memesan makanan. Bima dan Mala naik dan menyusuri setiap anak-anak tangga untuk ke Rooftop. Pria itu terus menggandeng tangan Mala dengan penuh cinta.


Tak butuh waktu lama. Mereka berdua sudah tiba di Rooftop. Tempat itu tidak terlalu ramai, Hanya ada beberapa pasangan yang sedang dinner romantis.


"Silahkan tuan ratu" Ucap Bima pada Mala


"Terimakasih raja"


Tanpa mereka sadari, Ternyata semua orang yang tadi masih makan sudah bersiap untuk turun. Karna makan nya sudah pada selesai. Di saat Mala mau menoleh ke arah meja Devan, Tiba-tiba saja waiters datang dan membawa makanannya.


"Silahkan kak. Semoga suka" Ucap Waiters itu sopan


"Terimakasih kak" Jawab Mala sambil tersenyum


Setelah waiters itu pergi. Bima menatap Mala hangat dan menggenggam tangannya"I love you istriku. Selamat makan" Ucapnya lembut


Mala sudah mulai makan makanan nya. Wanita itu meminta Bima untuk membuka mulut karna mau Mala suapi"My boy. Ayo buka mulutnya, Kamu harus cobain ayam rica-rica ini. Enak banget my boy" Ucap Mala yang terdengar nyaring sehingga membuat Devan mendengar suaranya.


Devan yang merasa mendengar suara Mala langsung menoleh ke arah samping yang ternyata di sana ada Mala yang sedang menyuapi Bima dan terlihat sangat bahagia.