Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Terlambat


"Jangan pernah tinggalkan aku my boy" Ucap Mala yang terdengar begitu lirih


Mala menggenggam tangan Bima begitu erat. Baru kali ini wanita itu merasakan takut kehilangan seperti waktu kepergian kedua orang tua angkatnya.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku Bim. Hiks...hiks.. Kamu jahat. Kenapa selama ini kamu memendam sendiri tanpa mau memberitahuku, Kenapa kamu lakukan ini my boy"


Dokter Leon yang melihat dari celah pintu pun langsung mengeluarkan ponselnya. Leon akan mengabadikan semua yang sudah Mala katakan. Karna jika Bima melihat itu semua pasti rasa ingin sembuh itu akan semakin besar lagi


"Kamu pernah berjanji akan selalu ada untukku. Kamu berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku sendiri. Aku mohon kamu harus sembuh. Hiks..hiks..." Ucap Mala lagi


Mala menatap wajah Bima yang begitu pucat. Tangannya begitu terasa dingin.


"Aku percaya kamu pasti kuat"


Pov Mala


Dia suamiku. Albima namanya. Tangan kekar yang biasa dia gunakan untuk memukul orang yang salah. Selalu mampu mendekap ku, menenangkan aku disaat hatiku sedang tidak baik-baik saja.


Tangan kekar itu selalu menjadi tangan pertama yang menghapus kedua mataku di saat aku sedang menangis.


Dia adalah satu-satunya suami yang paling sempurna sedunia. Mungkin buat mereka Bima seperti seorang sico yang sangat tega. Namun tidak denganku.


Bagi aku, Bima adalah malaikat tak bersayap yang sudah allah kirimkan untukku. Malaikat tak bersayap yang selama ini selalu menuntunku menjadi seorang wanita yang jauh lebih baik lagi.


Biarpun awalnya aku sangat sulit untuk sekedar memberikannya cinta. Namun, seiring berjalannya waktu rasa nyaman yang selalu dia berikan sudah mampu menghadirkan sebuah perasaan sayang dan cinta secara bersamaan.


Dia satu-satunya sosok yang selalu ada untuk menjadi kaki di saat aku lumpuh. Dia yang menjadi tangan di saat tanganku tidak sampai. dan dia juga yang menjadi mata di saat aku sedang gelap tanpa tau arah tujuan.


'Aku sangat mencintaimu sayang. Sekalipun kamu tidak bisa membalas perasaanku, tapi yang pasti kamu harus selalu ingat. Kamu adalah segalanya. Kamu hidup dan mati ku'


Kata-kata itu yang dulu selalu aku abaikan. kita menjadi sebuah penyesalan yang amat dalam untukku. Aku baru menyadari ternyata cintanya benar-benar tulus dan sebesar itu.


Melihatnya terbaring lemah seperti itu serta dengan alat-alat medis yang menempel di tubuhnya membuat aku merasa sangat terluka. inikah sosok yang selama ini aku abaikan!


Aku baru menyadari jika sebuah penyesalan memang akan datang di saat kita sudah hampir kehilangan. Dan itulah yang aku rasakan saat ini. Aku sangat sangat takut kehilangan sosok suami yang menjadi malaikat tak bersayap untukku.


Jika boleh berharap. Izinkan aku untuk bisa menjadi sosok seorang istri seperti yang dia inginkan. Aku ingin memberikannya sebuah kebahagiaan yang selama ini belum sempat aku berikan.


Doaku saat ini hanya satu. Aku ingin melihat senyuman suamiku dan bisa mengurus kedua anakku bersama dengannya.


"Bima" Ucap mami yang baru saja tiba setelah aku meminta dokter Leon untuk menghubungi kedua orang tua Bima yang sama-sama tidak tau tentang keadaan Bima


Baru kali ini aku melihat raut khawatir dan sedih yang terpancar dari wajah papi Sunder.


Biar pun dia adalah seorang mafia. Tapi papi adalah sosok ayah yang sangat menyayangi anaknya. Dia juga adalah sosok mertua terbaik.


"Kenapa kamu tidak pernah mengatakan hal ini kepadaku my boy. Kenapa kamu begitu tega merahasiakan semua ini. Hikss..hikss"


Mala keluar dari ruangan Bima. Wanita itu masuk ke dalam kamar bayi untuk melihat keadaan kedua anaknya yang memiliki wajah dominan wajahnya Bima.


"Seperti yang sudah kita sepakati Bim. Aku akan memberi nama anak kita Langit dan Bintang"


1 Bulan yang lalu Bima dan Mala memang sudah merencanakan untuk memberi nama anak kembar mereka dengan nama Langit dan Bintang.


Mala masih terus menatap kedua bayi mungil itu. Perasaannya tiba-tiba merasa tenang saat melihat kedua anaknya yang tersenyum hangat pada Mala. Senyuman pertama yang Mala dapatkan dari kedua bayi yang baru saja dia lahir kan.


"Doakan Dady ya sayang. saat ini Dady sedang berjuang untuk selamat buat kita. Doakan Dedy agar bisa secepatnya mendapatkan donor ginjal yang pas" Ucap Mala pada kedua bayinya


"Asal kalian tau. Dady Bima adalah laki-laki terhebat yang pernah Momy temui. suatu saat kalau kalian sudah dewasa, Kalian harus bisa seperti Dady ya. Biarpun saat sedang marah dia seperti singa yang mengamuk. Namun, satu hal yang harus kalian ketahui. Dady adalah orang yang paling menyayangi kita"


"Momy bahagia bisa di pertemukan dengan sosok sepertinya. Momy benar-benar bersyukur untuk itu"


Tanpa Mala sadari. Ternyata sejak tadi ada seseorang yang sedang memperhatikan nya. Mendengar semua perkataan yang Mala ucapkan membuat wanita itu mengepal kuat kedua telapak tangannya.


'Jangan terlalu percaya diri. Aku secepatnya akan membuat kamu merasa kehilangan. Seperti aku yang kehilangan Bima karna kehadiran mu. Brengsek' Ucap wanita itu dalam batinnya sambil mengepal kuat kedua tangannya


Karan merasa sedikit lelah. Mala memutuskan untuk istirahat di dalam kamar Bima. Wanita itu keluar dari ruangan khusus bayi.


Di Tempat Lain


"Devan, kamu mau ikut ke Aussie. Mama baru dengar kabar jika Mala sudah melahirkan. Tapi ada kabar buruk juga yang mama dapatkan dari tante Lina" Ucap Yasmine pada Devan yang baru saja pulang dari kantor


Mendengar jika Mala melahirkan membuat Devan tanpa berfikir langsung mengiyakan ajakan sang mama.


"Devan mau ma. Devan juga pengen melihat anak mereka. Tapi kenapa tadi mama malah mengatakan ada kabar buruk. memangnya apa ma?"


Yasmine mengambil nafas berat sebelum menjawab pertanyaan Devan. wanita paruh baya itu ikut merasa sedih saat mendengar kabar jika Bima sedang kritis di rumah sakit


"Mama baru saja mendapatkan kabar jika Bima sedang kritis di rumah sakit"


"Maksud mama apa! Bima kritis? Memangnya Bima kenapa ma?" Tanya Devan begitu penasaran saat mendengar kabar jika Bima kritis


"Yang mama dengar. Katanya Bima mengidap penyakit gagal ginjal yang sudah cukup parah. Jalan satu-satunya untuk sembuh hanya ada satu cara, Yaitu dengan transpartasi ginjal. Namun sampai detik ini belum ada satu ginjal pun yang cocok"


"Apa! Sejak kapan ma?"


"Kata dokter yang menangani Bima, Penyakit ini sudah Bima derita selama kurang lebih hampir 2 tahun. Selama ini katanya Bima tidak pernah mau menjalani pengobatan. Tapi semenjak menikah dengan Mala. Bima ada semangat untuk bisa hidup lebih lama lagi. Tapi semua sudah terlambat"