
Mala dan bima memasak sambil bercanda tawa, tanpa mereka sadari ternyata dari tadi ada seseorang yang sedang memperhatikan kelakuan mereka berdua" Sebenarnya siapa wanita itu, kenapa wajahnya begitu mirip dengan mala" ucap devan yang pandangannya tak lepas dari bima dan mal
" Apa yang kamu perhatikan van?" Tanya yasmine yang membuat devan berlonjak kaget.
Devan tak menjawab pertanyaan sang mama, pria itu hanya terus memandang ke arah bima yang masih asik memasak sambil bercanda tawa dengan wanita yang ada disampingnya, Hal itu semakin membuat yasmine penasaran dengan apa yang devan perhatikan, Wanita paruh baya itu akhirnya mengikuti pandangan devan yang mengarah ke dapur,
" Oh ternyata kamu sedang memperhatikan bima dengan is-" Ucapan yasmine terpotong setelah melihat wajah dari istri Bima,
Yasmine ikut terpaku setelah melihat itu, Pandangannya terkunci pada wanita yang saat ini menjadi istri dari keponakannya, " Mala " ucapnya tanpa sengaja.
Devan menoleh ke arah sang mama yang ada di belakangnya, " Apa mama juga memikirkan hal yang sama dengan devan" Pekik devan dengan nada sendu
" Iya Van, kenapa wajahnya begitu mirip dengan Mala, apa. dia memang mala istrimu"
Saat devan akan menjawab ucapan sang mama, tiba-tiba suara sifa datang dan menghampiri mereka yang saat ini masih berdiri di dekat meja makan, " Selamat pagi mama, kak Devan"
" Pagi juga sayang, kamu sudah bangun" Ucap yasmine lembut
Hingga tak lama Bima keluar dengan membawa makanan yang sudah dia masak bersama istri tercintanya, " Eh Bim, sini biar tante bantu" ujar yasmine serta mengambil alih makanan yang ada di tangan Bima.
" Iya tante, Terimakasih ya"
Sepuluh menit kemudian, semua makanan yang di masak oleh mala sudah tersaji rapi di atas meja makan, Semua penghuni kediaman kakek lustama berkumpul di meja makan itu, begitu juga dengan Bima dan mala yang saat ini duduk berhadapan dengan Devan juga Adelia.
" Selamat makan semuanya" Ucap kakek lustama dengan senyum merekah dari kedua sudut bibirnya.
Pagi ini kakek Lustama benar-benar merasa bahagia, kali pertama pria tua itu bisa berkumpul dengan anak dan juga ketiga cucunya, Hal yang selama ini selalu menjadi harapan terbesar dalam hidupnya. Walaupun sunder dan lina tidak ikut bergabung, Tapi setidaknya sudah ada Bima yang mewakili kedua orang tuanya.
Rasa bahagia tengah menyelimuti hati tuan lustama pagi ini, " Akhirnya aku bisa merasakan hal yang selama ini aku impikan"batinnya sambil memperhatikan semua orang yang ada disana.
" Mas, kamu mau makan sama apa?" tanya mala lembut pada Bima. Mas? panggilan itu tentu saja membuat Bima terdiam untuk beberapa saat, pasalnya ini pertama kalinya Mala memanggilnya dengan embel-embel mas di depan namanya.
Karna memang sebelumnya Mala tidak pernah memanggilnya dengan sebutan mas. " A..aku mau cumi balado sama ayam aja sayang," Balas Bima sambil terus menatap Mala yang saat ini sedang mengambilkan nasi juga lauk yang di inginkannys,
Mala duduk setelah mengambil makanan untuk Bima juga dirinya" Sayang kamu gak makan cuminya" tanya Bima dengan suara lembutnya.
Mala menggeleng pelan" Aku gak suka cumi mas" pekik Mala pelan sambil menyuapkan nasi juga sop iga
ke dalam mulutnya, Dari banyaknya makanan yang dia buat, Mala hanya mengambil sop iga juga sambal goreng. Karna memang itu yang dia sukai,
Mendengar jawaban Mala, entah kenapa membuat devan cterdiam, " Dia tidak suka cumi, kenapa bisa sama dengan malaku" Devan bermonolog dalam batin sambil terus memandangi Bima dan Mala secara bergantian,
Bima tidak sengaja melihat Devan yang sedang memperhatikan istrinya, " Kak Devan gak cobain cuminya?, ini cuminya enak loh kak"
Adelia melirik ke arah Devan juga Mala secara bergantian, " Kenapa mereka memiliki kesukaan makanan yang sama. mereka juga sama-sama tidak menyukai cumi, Ah aku ingat sekarang. Dia kan wanita yang mirip dengan wanita yang ada di dalam foto dikamar devan, ya ampun kenapa aku baru mengingatnya, apa wanita ini adalah dia, Istri devan" Adelia bermonolog dalam batinnya.
Wanita itu sudah tidak lagi selera dengan makanan yang ada dihadapannya, pikirannya sudah melalang buwana kemana-mana, " Oh iya aku baru ingat jika semalem rendi juga ada disini, ada hubungan apa rendi dengan keluarga ini, apa mungkin dia ada hubungan dengan sifa," Lagi-lagi adelia bermonolog dalam batin,
Akhirnya sarapan itu hanya dilalui dengan keheningan tanpa ada obrolan apapun, Semua orang ada dalam pemikirannya masing-masing. begitu juga dengan yasmine dan wijaya yang saat ini masih pemasaran dengan istri Bima yang parasnya begitu mirip dengan menantunya hang hilang,
Memang mala sudah merubah penampilannya, Namun keluarga Devan masih begitu mengenalinya, Apalagi rasa makanan yang dia buat begitu mirip dengan masakannya beberapa bulan yang lalu,
" Makanan ini kenapa rasanya sama persis dengan buatan Mala" ucap yasmine dalam batinnya, Yasmine memang masih ingat jelas bagaimana rasa makanan yang di buat oleh menantu kesayangannya,
Sepuluh menit kemudian mereka sudah menyelesaikan sarapan yang hanya dilalui dengan keheningan, Mala dan Bima beranjak lebih dulu, Namun langkahnya terhenti saat yasmine memanggil nama Delisa.
" Delisa tunggu" Mala berbalik ke arah yasmine dan mendekatinya" Iya tante kenapa?"
Yasmine tak menjawab, Wanita itu langsung mendekat dan memeluk wanita itu, Mendapat pelukan dadakan dari yasmine membuat mala terpaku, Masih terdiam tanpa mau membalas pelukan yang juga dia rindukan,
Mala memalingkan wajahnya saat merasa matanya sudah mulai memanas, " Maaf tante Delisa permisi dulu, soalnya masih harus keluarin baju dari koper" Ucap mala dan langsung berlalu dari hadapan yasmine tanpa menolehnya terlebih dahulu.
Setelah tiba di dalam kamarnya, Mala langsung masuk ke dalam kamar mandi tak menghiraukan sapaan Bima, wanita itu menutup pintu dan langsung menguncinya dari dalam, " Kenapa rasanya begitu sakit saat menahan rindu seperti ini, hiks...hiks.." Ucap mala sambil meneteskan air matanya yang sudah dia tahan dari tadi,
Air mata yang sudah susah paya dia bendung, akhirnya berhasil lolos begitu saja, hatinya terlalu rapuh untuk kali ini, " Kamu gak papa kan sayang " Suara lembut bima menyadarkan Mala yang sudah mulai terisak,
" Iya Bim, Aku gak papa hanya kebelet pipis saja"
Mendengar jawaban Mala seketika membuat Bima yang ada di luar langsung merasa lega.
•
•
•
Mala dan Bima keluar dari dalam kamarnya dengan penampilan yang sudah siap, sesuai rencana hari ini Bima akan menemani Mala untuk berziarah ke makan orang tua angkatnya, " Kalian mau kemana?" ucap kakek lustama yang saat ini sedang duduk di ruang tengah,
Semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah Bima dan Mala yang baru bergabung setelah sarapan tadi pagi. hari ini memang hari Sabtu, oleh karena itu keluarga wijaya masih stay di sana sampai besok lusa,
" Oh ini kek, Bima mau ikut zi-"
" Kita mau jalan-jalan sebentar kek" Timpal mala cepat
Devan memandang Mala tanpa berkedip, wanita itu terlihat begitu cantik hari ini, Balutan dress berwarna hitam selutut dan rambut di ikat kuda yang menambah kesan elegan,