Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Berlibur


"Cantik sekali. Lebih cantik dari pada yang di foto" Ucap Leon sambil terus menatap Rani dalam


"Seperti bidadari tak bersayap yang baru aku temui" Ucap Leon lagi yang terdengar begitu lembut


Rani yang di tatap seperti itu tentu merasa sangat malu, Apalagi kata-kata Leon yang sudah berhasil membuat nya merona dan berbunga-bunga. Pasalnya ini adalah pertama kalinya hati Rani berdetak cepat saat ada di dekat seorang laki-laki.


"Ada apa dengan jantungku. Kenapa berdetak cepat seperti ini" Ucap Rani dalam batinnya sambil membalas tatapan Leon


"Kakak bisa saja. Apa kakak sudah lama menunggu? Maaf ya aku baru datang. Soalnya tadi di sekolah tiba-tiba saja ada ulangan dadakan" Terang Rani pelan


"Tidak masalah. Jangankan hanya 1 jam, Seumur hidup pun aku sanggup menunggu kamu" Jawabnya dan masih terus menatap Rani tanpa berkedip sedetik pun


Seketika tubuh Rani menjadi panas dingin, Wajahnya memerah setelah mendengar perkataan Leon yang baru saja dia ucapkan. Kata-kata itu tentu saja membuat Rani menjadi semakin salah tingkah.


Entah sejak kapan Leon pandai merayu.Tapi yang pasti, Setelah melihat Rani dari akun sosial media hingga memutuskan bertemu, Pria itu kerasa sangat cocok terhadap Wanita yang saat ini ada di hadapannya dan sedang tersenyum lebar dengan wajah merona.


"Kenapa kamu bisa cantik kayak bidadari begitu sih Ran? Jadi ingin cepat-cepat menghalalkan"


Lagi-lagi perkataan Leon langsung mampu membuat wajah Rani semakin terlihat merah. Jika di puji seperti ini terus bisa-bisa nanti Rani terbang hingga ke atas awan.


"Sudah kak. Jangan puji aku terus. Nanti yang ada aku terbang loh"


"Ya kan memang kenyataannya seperti itu. Kamu bagaikan bidadari tak bersayap yang sudah berhasil membuat aku, Em apa ya. Mau bilang cinta mungkin terlalu cepat kali ya. Tapi memang sepertinya begitu sih"


Rani tak menjawab. Wanita itu menundukkan wajahnya setiap mendengar ucapan yang keluar dari mulut Leon. Kali ini Leon benar-benar sudah membuat Rani salah tingkah karna perkataannya.


Flashback off


"Kak Leon ini memang unik. Dia berbeda dengan pria yang pernah aku temui" Ujar Rani sambil membalas pesan leon


Di Kediaman kakek Lustama


Dttt...Dttt....Dttt


Leon yang mendengar suara dering ponselnya dengan cepat langsung membuka pesan yang baru masuk. Pria itu seketika mengangkat kedua sudut bibirnya sambil berdiri kegirangan.


[ Aku mau. Tapi kamu yang harus ijinkan sama ayah dan ibu ku ]


Membaca pesan yang ternyata dari Rani seketika membuat wajah Leon sumringah. Pria itu sampai jungkir balik karna terlalu bahagia setelah membaca isi pesan dari Rani.


Bima, Mala dan Sifa yang melihat raut wajah Leon serta tingkah lakunya membuat mereka bertiga saling lirik. Ada apa dengan Leon? Kenapa pria itu terlihat begitu bahagia?


Pertanyaan itu tentu saja terbesit dari diri mereka bertiga. Apalagi Bima. Baru kali ini Bima melihat Leon terlihat begitu bahagia. Bima menatap Leon yang saat ini masih tidak memperdulikan tatapan dari mereka bertiga.


"Ada apa dengan kau? Kenapa terlihat bahagia begitu?" Tanya Bima pada Leon


"Kepo!!! Tapi karna Leon lagi bahagia, Oleh karena itu Leon akan mengatakan jika saat ini Leonal Ardiansyah sedang bahagia. Bahagia yang tiada tara" Ucap Leon sambil melirik ke arah Bima dan mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Iiiiissshh. Saya seperti mencium bau-bau orang bucin"


"Biarin bucin. Bukan sama istri orang kok" Jawabnya sambil terus memperhatikan ponselnya


"Sepertinya kau akan benar-benar bucin"


"Tepat seperti dirimu bucin sama calon istri masa depan ku"Ucap Leon sambil melirik ke arah Mala


Bima yang mendengar itu tentu saja langsung memberikan lirikan tajam pada Leon."Awas keluar itu mata" Ucap Leon sambil terkekeh


"Menyebalkan!!. Aku doakan semoga dia tidak mau denganmu" Umpat Bima kesal


"LEOANAL ARDIANSYAH!!"


"IYA ALBIMA SUNDER" Jawab Leon yang membuat Bima semakin kesal


"Menyebalkan memang. Ayo sayang lebih baik kita siap-siap. 2 jam lagi kita berangkat"


Setelah mengatakan itu. Bima langsung membawa Mala juga kedua anaknya masuk ke dalam kamar dan mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa.


Bima menggendong Langit. Sedangkan Mala menggendong Bintang. Pria itu melirik Mala dan juga memperhatikan kedua anaknya. Tidak ada kata selain bersyukur.


Bima benar-benar bahagia dan merasa sangat bersyukur. Akhirnya dia bisa merasakan kebahagiaan tepat seperti apa yang Bima harapkan selama ini.


"Terimakasih ya allah, Terimakasih engkau sudah memberikan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan ini. Terimakasih sudah mempertemukan dan menyatukan kami kembali" Bima bermonolog dalam batinnya sambil terus menatap Mala juga Langit dan Bintang.


Pria itu sampai tidak menyadari perkataan Mala karna terlalu fokus dengan pikirannya sendiri.


"My boy, Kok diam saja. Apa kamu tidak setuju dengan usulan aku" Ucap Mala lagi sambil menghentikan langkah kakinya


Namun lagi-lagi Bima tak menggubris perkataan itu. Melihat Mala menghentikan langkahnya membuat Bima juga ikut berhenti.


"Kok berhenti sayang?" Tanya Bima sambil menatap Mala yang juga sedang menatapnya


"My boy, Kamu gak dengerin apa yang aku katakan tadi?"


mendengar ucapan Mala membuat Bima mengerutkan keningnya. Karna memang pria itu tidak menyadari saat Mala tadi sedang berbicara.


"Memangnya tadi kamu bilang apa sayang?"


"Iiih my boy. Masa gak dengerin apa yang aku katakan tadi"


Wanita itu memanyunkan bibirnya karna cukup kesal dengan Bima yang ternyata tidak mendengarkan apa yang baru saja Mala katakan.


"Maaf ya sayang. Memangnya tadi kamu bicara apa? Hmmm"


"Aku bilang sekali lagi ya. Kalau sampai kamu masih gak dengerin, Aku ngambek ya"


Melihat Mala seperti itu membuat Bima mengangkat kedua sudut bibirnya. Pria itu menatap Mala yang sudah setengah cemberut.


"Iya sayang" Ucapnya sangat lembut sambil membelai rambut Mala


"Bagaimana kalau kita ajak anggota black flowers juga asisten di rumah ini. Kan biar makin rame juga"


"Boleh itu sayang. Ide yang bagus. Biar nanti mereka bisa menjaga Langit dan Bintang saat kita sedang ingin bermain di pinggir pantai"


"Ya sudah. Kamu cepat telpon Reno dan katakan kalau anggota black flowers ikut ke pantai"


"Oke sayang. Sebentar lagi aku akan hubungi mereka"


****


Saat ini semua sudah berkumpul di kediaman kakek Lustama. Rani dan Wilson juga seluruh anggota black flowers yang ada di indonesia juga ikut berkumpul di sana.


Seperti yang sudah di rencanakan. Hari ini mereka akan pergi berlibur ke pantai selama 2 hari.


"Kita berangkat sekarang" Instruksi Bima dan langsung naik ke dalam mobilnya