Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Mala Kecewa


******


Setelah Selesai Sarapan, Akhirnya Mala Memutuskan Untuk Segera Berangkat Ke kantor. Namun Sesampainya Di Kantor Wanita Cantik Itu Masih Belum Menemukan Keberadaan Suaminya, Apa Mungkin Devan Masih Belum Berangkat?. Tapi Tidak Seperti Biasanya, Seorang Devan Selalu Datang Kekantor Tepat Waktu, Dia Selalu Disiplin Soal Bekerja, Mala pun Menanyakan Devan Pada Vino, Bukan Hanya Manager, Tapi Vino Juga Sahabat Dari Devan.


" Mas Vino, Maaf apa mas Devan sudah datang?" Tanya Mala pelan.


" Lho memangnya kamu nggak bareng Devan?"


" Tidak mas, semalem mas Devan memang sama aku dirumahnya bunda, tapi pas di tengah malam dia Nerima telfon lalu pergi. Gak tau kemana, Soalnya sampai tadi pagi pun mas Devan belum pulang kerumahnya bunda, Tapi sebelum pergi aku sempat mendengar mas Devan menyebut nama Adelia"


Mendengar nama Adelia seketika Vino mengerutkan keningnya.


" Apa, Adelia" Ucap vino yang sedikit terkejut


" Iya mas dia sempat menyebutkan nama Adelia, Kemarin juga mas devan sempat menolong nya dari pria yang bernama Rendi, Bahkan mas Devan juga bilang jika mas Devan masih sangat menyayangi Adelia. Apa Adelia itu mantan pacar mas Devan?"


" Apa!! Devan bicara seperti itu, Apa dia sudah gila, Mau cari mati apa gimana,"


" Mas tolong telfon kan mas Devan," Ucap Mala dengan nada sendu, wanita itu sudah mulai khawatir akan suaminya. Tak lama wanita cantik itu teringat akan Mama yasmin.


Akhirnya mala memutuskan untuk mencari tau keberadaan suaminya lewat mama mertuanya. Mala pun segera menelepon Yasmin. Namun sayangnya yasmin juga mengatakan jika Devan sedang tidak dirumahnya.


" Halo Assalamualaikum ma, Apa mas Devan ada di rumah?" Tanya Mala pelan.


" Waalaikum salam nak, Lho Dari semalam kan Devan sama kamu nak,"


" Oh iya ma, semalaman mas Devan memang sama Mala dirumahnya bunda. Tapi tadi mas Devan sudah berangkat duluan ma, Dan setelah Mala sampai di kantor mas Devan belum datang ma, Apa mungkin mas Devan lagi meeting kali ya ma" Ucap Mala yang tak ingin membuat mama mertuanya curiga.


" Apa kamu sudah telfon nak,"


" Iya ma, Mala sudah coba telfon mas Devan, Tapi hpnya nggak aktif, Mungkin mas Devan lagi fokus meeting dan sengaja matiin hp nya. yaudah ma, kalo gitu Mala matiin dulu ya, Assalamualaikum" Lirih Mala pelan.


Akhirnya mala mengakhiri sambungan telfon dengan mama mertuanya, Di tempat lain ternyata Devan masih sedikit samar-samar untuk membuka matanya. setelah dia membuka mata dengan sempurna, pria tampan itu terkejut karena tidur satu ranjang dengan Adelia, Bahkan devan tidak menyadari apa yang sudah terjadi.


" A...adelia Bangun, Adelia ayo bangun" Ucap Devan dengan sedikit gelagapan


" Iya ada apa sayang, Apa kamu mau melakukannya lagi?" Ucap Adelia dan memeluk Devan


" Memangnya apa yang sudah kita lakukan Adelia?, Dan kenapa aku bisa ada disini?"


" Apa kamu sudah lupa dengan apa yang kita lakukan tadi malam sayang?"


" Hah, Memangnya apa yang sudah kita lakukan Adelia,? Tak pernah terjadi apa-apa di antara kita, aku harus segera pergi, Mala pasti menghawatirkan ku" Ucap Devan dan segera merapikan pakaiannya


" Jangan pura-pura tidak ingat kamu Devan, kamu bahkan sudah melakukan nya terhadap ku"


Tanpa menjawab Devan secepat mungkin meninggalkan Adelia yang masih berusaha meyakinkan Devan.


" Pasti Mala akan sangat marah jika tau aku bersama Adelia, Tapi apa yang sebenarnya terjadi, kenapa aku bisa satu kamar dengannya" gumam Devan dalam batin.


" Maafkan aku mala, aku sudah membuat kamu kecewa" Batin Devan lagi..


Tak pulang ke rumah sang mama, Devan langsung pulang ke apartemen miliknya, Sebab semua baju kerja Devan ada di sana. Sesampainya ke apartemen Devan segera mandi dan mengganti pakaiannya. Tanpa membuang-buang waktu pria itu segera pergi ke kantor dengan menggunakan kecepatan tinggi, Karena perjalanan tidak terlalu macet, Devan hanya memerlukan waktu 30 menit untuk sampai di kantor. Setelah sampai di kantor pria itu segera memarkirkan mobilnya dan segera mencari keberadaan istrinya.


" Mala, sayang" ucap Devan dan menghampiri istrinya yang sudah sibuk bekerja. Namun tak ada jawaban dari Mala


" Sayang maafkan aku" Ucapnya dengan suara parau.


" Maaf,! Maaf buat apa?" jawab Mala ketus


" Sayang, Tolong maafkan aku, Kamu pasti kecewa kan sama aku?"


" Nggak" jawab mala singkat,


" Dengerin dulu penjelasan aku sayang"


" Sudahlah mas, Tidak ada yang perlu di jelaskan, mau bagaimana saja itu terserah mas Devan."


" Sayang!! Tolong dengerin dulu penjelasan aku"


" Mas tolong, Ini kantor, Jangan Bahas masalah pribadi di sini, tidak enak jika ada yang dengar" Lirih Mala dan meninggalkan Devan yang masih mematung di tempat.


Baru kali ini Devan melihat Mala acuh dan tak perduli padanya, Tidak ada semangat dalam diri Devan, Tanpa terasa Pria itu tidak bisa konsentrasi bekerja, Di samping memikirkan Mala, dia juga berusaha mengingat apa yang sudah terjadi saat bersama Adelia, Namun Devan tidak bisa mengingat apa-apa. terakhir dia hanya mengingat saat Adelia memberikan Devan minuman..


tok...tok...tok...


" Iya masuk" Ucap Devan pelan...


" Devan, Lho kemana aja, Mala itu khawatir saat dia tidak menemukan kamu di sini, Sebenarnya kamu kemana sih van?!"


" Entahlah Vin, Gue bingung, Asal Lo tau, tadi pas gue bangun tiba-tiba gue tidur satu ranjang sama Adelia"


" Hah,!!Lho serius Van,?Apa yang sudah kalian lakukan?"


" Aku bahkan tidak bisa ingat apa-apa Vin, terakhir yang gue ingat gue di kasih minum sama Adelia, dan gue gak sadar lagi, tiba-tiba gue bangun pagi dan posisi gue sudah tidur bersama Adelia"


" Ya ampun Van, Bagaimana jika Mala tau,"


" Jangan sampai mala tau Vin, Gue benar-benar bingung, Baru kali ini mala benar-benar acuh dan tak perduli.


" Lagian Lo juga sih Van, sok-sokan mau nolongin Adelia, Bagaimana kalo sudah begini"


*****


Setelah jam 5 sore akhirnya jam kerja pun selesai,