
Di saat rendi sedang mengusap wajahnya kasar, pria itu teringat akan hasil kesehatan dirinya. rendi berjalan menuju lemari tempat adelia menyimpan semua barang miliknya. dan tanpa sengaja rendi menemukan amplop dengan berlogo rumah sakit BERLIAN.
Rumah sakit dimana waktu itu dia melakukan pemeriksaan, lalu rendi mengambil dan membuka amplop itu, Alangkah terkejutnya saat rendi melihat isi dari amplop yang dia temukan.
mata rendi membelalak, betapa terkejutnya dia saat melihat hasil pemeriksaan yang sebenarnya.
" Apa, jadi aku tidak mandul, kurang ajar, jadi semua itu hanyalah rekayasa adelia!!" Titah rendi marah
Ya, di dalam amplop itu menyatakan jika keduanya baik-baik saja, Dan bukan hanya itu, rendi juga menemukan obat kontrasepsi(kb) yang di minum adelia selama ini.
" Pantas saja wanita itu tak kunjung hamil, jadi dia sengaja" ucap rendi geram
" Awas saja, kalau sampai aku bertemu denganmu adelia, kamu akan merasakan akibat dari semua perbuatanmu, betapa bodohnya aku selama ini mencintai wanita ****** seperti adelia" Pungkas rendi dengan nada yang penuh amarah.
***
Tanpa terasa malam sudah berlalu. di sebuah kamar yang berukuran luas, nampak kedua manusia masih tertidur lelap dalam mimpi masing-masing.
Salah satu menggeliat dan mengerjab beberapa kali, untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk dalam indra penglihatannya.
Setelah penglihatannya sempurna, pria itu melihat ke arah samping yang terdapat wanita cantik sedang tertidur lelap di atas tangan kekar kirinya. devan memandang wajah damai sang istri, memberikan kecupan singkat pada kening wanitanya.
jam masih menunjukkan pukul 04:30 pagi. devan beranjak dari tempat tidur. Membersihkan tubuhnya dari hadas besar, karna setelah bercerita panjang lebar, devan kembali menggempur mala sampai wanitanya kelelahan,
Setelah selesai membersihkan diri, devan berjalan ke arah tempat tidur, pria itu membangunkan mala untuk segera membersihkan dirinya.
" Sayang, bangun, sudah jam 04:45 pagi, ayo bangun sayang. kita sholat dulu" lirih devan lembut
Mendengar ada suara yang menerpa indra pendengarannya, wanita itu mengucek kedua matanya, setelah mengerjb beberapa kali mala sudah menemukan sang suami dengan menggunakan sarung dan juga baju koko. Terlihat begitu tampan.
" Iya mas, aku mandi sekarang, kamu tunggu aku sebentar ya" ucap mala dengan suara seraknya, suara khas orang bangun tidur
Setelah beberapa saat, mala pun keluar dan bersiap untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah,
" ayo mas, aku sudah siap"
Mereka sholat berjamaah untuk yang kesekian kalinya. seperti biasa, setelah selesai sholat mala mencium punggung tangan lelakinya, dan dilanjut devan yang mencium kening mala dengan membacakan beberapa doa kebaikan dan meniupkan tepat di ubun-ubun wanitanya.
Sehabis sholat. devan langsung ke ruang kerjanya untuk memeriksa berkas- berkas yang akan dia gunakan meeting pagi ini.
Sedangkan mala langsung turun dan segera ke dapur buat menyiapkan sarapan untuk suami dan kedua mertuanya. wanita itu menjepit rambut tinggi. menggunakan jedar, dan menyisakan beberapa helai didepan, menambah kesan cantik
Mencium wangi masakan, mama yasmine pun ikut turun dan menghampiri mala.
" Kamu masak sayang? baunya enak sekali"
Suara tiba-tiba yasmine mengagetkan mala yang sedang fokus memasak.
" eh mama,"
" maaf ya sayang, mama bikin kamu kaget ya"
" Boleh mama bantu gak sayang?"
" Iya boleh ma, mama tolong potongin wortel dan kentang ini ya ma"
Kedua wanita ini pun memasak sup ayam jahe, ayam serundeng. sambal goreng, ayam berempah, dan asam padeh ikan
" Selesai" ucap mala sambil tersenyum
" wah kayaknya enak banget ya sayang, Kamu panggil devan, dan mama akan panggil papa"
Setelah selesai sarapan devan pamit untuk berangkat ke kantor. karna pagi ini ada meeting dengan Klien penting. Sedangkan mala hari ini juga ada kelas pagi, sepertinya mala harus berhenti bekerja agar lebih fokus pada kuliahnya.
Tanpa terasa 2bulan berlalu, mala sudah benar-benar berhenti dari pekerjaannya, wanita itu sudah fokus akan kuliahnya yang sudah tinggal 2 tahun lagi.
Posisi mala sebagai sekertaris pun sudah di ganti oleh laras sejak 1minggu yang lalu, Namun saat ini laras sudah tidak seperti dulu lagi, wanita itu sudah benar-benar berubah,
Laras sudah menganggap mala seperti malaikat yang sudah menyelamatkan nyawanya. Kalau bukan karna mala, mungkin saat ini laras sudah tidak ada di dunia ini lagi,
Kling....
Ponsel devan berdering, ada pesan masuk dari halaman whatshap. Seketika membuat devan menghentikan aktifitasnya. Matanya membulat saat melihat isi dari pesan itu. Gambar tespeck dengan 2 garis merah.
[ +625667xxxxxx ]
[ Hai sayang, apa kabar,? aku cuma mau bilang, kalau aku hamil, anak kamu, buah cinta kita, kamu masih ingat kan pada kejadian malam itu, kita menghabiskan malam panas di dalam hotel, Adelia"]
Saat membaca pesan yang dikirim oleh adelia, kaki devan tiba-tiba melemah, apa yang harus dia lakukan,? apa yang harus dia katakan pada istrinya,
" Akkkgggghhhh, kenapa gue gak bisa mengingat kejadian malam itu" teriak devan sambil memukul meja di hadapannya. Untung saja ruangannya kedap suara, jadi tidak ada yang bisa mendengar teriakan devan
TIing.....
[ +625667xxxxxxx]
[ Aku tunggu kamu di cafe favorit kita, jam 5 sore]
" Astaga, aku harus gimana, Vino, ya gue harus minta tolong vino"
Devan pun mencari kontak nomor vino,
[ Keruangan gue sekarang juga]
[ Ta...]
tut....tut... Sambungan telfonnya sudah diputus oleh devan, membuat vino yang masih mengerjakan pekerjaannya berdengkus kesal,
" Dasar orang aneh" gerutunya seraya keluar dari ruangannya.
Gak sampai 5 menit, fino sudah sampai di ruangan devan, pria berjas hitam itu mendekat ke arah sang bos.
" Ada apa?" tanya fino dengan nada kesal
" Bantu gue fin," lirih devan sendu
Mendengar devan meminta bantuannya dengan nada begitu pilu, membuat fino memicingkan kedua matanya.
" Minta tolong, soal apa"
" Adelia" Pungkas devan dengan nada lebih sendu
Mendengar nama adelia membuat fino mendekat ke arah devan dengan sedikit menyelidik
" Adelia ha....mil" ucapnya frustasi
" Haaahh, adelia hamil?"
Mata fino membelalak saat mendengar penuturan dari devan,
" Astaga van, elo gak lagi bercanda kan van, kok bisa?"
" Gue lagi serius setan. gue juga gak tau, gue sama sekali gak bisa inget sama kejadian malam itu" Lirih devan semakin pilu
" Wah, ini gawat sih van. ini bisa jadi masalah besar dalam rumah tangga elo"
" Iya gue tau, maka dari itu gue minta tolong sama elo begok"
" Adelia ngajak ketemu gue, di kafe senja jam 5 sore, gue mau elo ikut temenin gue"
" Lah, kok bawa-bawa gue, apa hubungannya sama gue dodol"
" Tinggal ikut aja. gak usah banyak bacot, tidak ada penolakan"
" Tapi van. apa elo yakin kalo si adelia hamil anak elo. bukan rendi, jangan lupa. dia punya suami van"