Istri Kontrak Sang CEO

Istri Kontrak Sang CEO
Unboxing!!!


******


Perlahan devan melepas pautan bibirnya saat mala sudah yang sudah kekurangan pasokan oksigen.


1jam berlalu, mala masih terlihat asik menikmati malam indah di tepian pantai, memandangi kelap kelip bintang. disertai suara deburan ombak yang semakin menambah malam menjadi syahdu.


Hari sudah semakin larut, hingga akhirnya pria itu pun mengajak mala untuk kembali ke hotel.


" Sayang, seperti ini sudah larut malam, sebaiknya kita kembali ke hotel sekarang ya, gak baik terlalu lama di luar seperti ini. aku tidak mau kamu saki" lirihnya sambil menggandeng tangan mala


" Ya sudah mas, ayo kita kembali, sepertinya kamu juga sudah capek hari ini,"


Mereka pun berlalu dari pantai, menyusuri lorong hotel dengan jemari yang masih saling bertautan, devan membawa mala menaiki lift agar segera sampai di kamarnya.


ting..!


pintu lift pun terbuka, dengan langkah pelan hingga mereka sampai di depan kamar hotel. Setelah sampai di dalam kamar hotel mala pun masuk ke dalam kamar mandi untuk sekedar mencuci wajah dan membersihkan diri.


" Sayang" panggil devan sambil mengetok pintu kamar mandi


" Hmm. iya mas ada apa, aku belum selesai"


" Buka pintunya sebentar ya"


Wanita itu pun langsung membuka pintu kamar mandi sesuai permintaan suaminya. Devan menyerahkan 1 buah lingerie pada mala,


" Ini" ucapnya dengan sambil senyum-senyum


" Lingerie" lirihnya dengan mengerutkan keningnya


" Iya lingerie. Pakai ya sayang. sayang kan kalo gak di gunakan, Kasian juga mama yang sudah menyiapkan buat kita"


Mala menghela napas panjang, masih termenung untuk beberapa saat, karena melihat ekspresi suaminya yang sedikit memohon, akhirnya mala mengambil lingerie yang di berikan suaminya.


Lingerie berwarna merah cerah, Digunakan mala dengan belahan dada yang membuat 2 gundukan squisy miliknya dapat terlihat separuh, warna merah cerah dengan kulit mala yang putih bersih membuatnya sedikit kontras di tubuh mala.


Hingga beberapa saat kemudian, mala masih berjalan ke sana kemari sambil melihat pantulan dirinya di depan cermin yang ada di dalam kamar mandinya,


"aduh, bagaimana ini, apa aku harus keluar dengan baju yang kurang bahan seperti ini" ucapnya sambil melihat dirinya sendiri


hingga pintu kamar mandi di ketuk dari arah luar, membuat mala semakin menggigit bibir bawahnya.


tok...tok...tok..


" Sayang, belum selesai?"


" Iya sebentar mas"


wanita cantik itupun keluar dengan menggunakan lingerie pilihan suaminya. warna merah cerah yang semakin membuat kulit putihnya terpampang sempurna.


Berjalan dengan sedikit gugup. dengan sedikit menggigit bibir bawahnya, membuat devan semakin menelan ludahnya susah.


" Mas" panggil mala pelan


" Mas, kok bengong" ucapnya lagi


"Eh iya sayang," titah devan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Devan mendekat ke arah istrinya, membuat wanita itu semakin gugup dan jantungnya semakin berdegup kencang. panas dingin di sekujur tubuhnya saat devan menggendong dan membawanya ke atas ranjang king size ala bridal style .


Perlahan devan kembali mencium wajah istrinya, mencumbu hingga membuat yang empunya semakin panas dingin. Keringat dingin bercucuran. Membuat devan semakin gemes melihatnya.


*********


1 jam berlalu, sepasang suami istri yang baru saja menyelesaikan pergulatan panasnya. membuat keduanya merasakan nikmatnya surga dunia.


" Terimakasih sayang" Lirihnya sambil mencium kening mala lembut.


" Istirahatlah, kamu pasti lelah kan"


" Iya mas,"


Pasangan ini pun tertidur salam 1 satu selimut yang sama, dengan kepada mala di atas tangan kiri devan, dan devan memeluknya erat dari belakang.


malam berlalu, pagi ini devan bangun lebih dulu, hari ini pria itu mengambil cuti dan meminta vino untuk mengerjakan semua pekerjaan nya, termasuk meeting dengan semua klien, vino yang akan menghadiri semua meeting nya.


Tut..tut... suara sambungan telfon dari ujung sana, tak butuh waktu lama orang itu pun mengangkat telfonnya.


" Iya van, ada apa, pagi buta begini sudah telfon,?" Ucap vino kesal


" Hari ini gue mau libur, lho urus semua pekerjaan termasuk pertemuan dengan klien, lho handle semuanya" Ucap arga dingin dan segera mematikan sambungan telfon nya sebelum vino selesai bicara.


" Ta......pi"


Tut... sambungan telfon langsung diputus oleh devan, membuat vino semakin kesal di buatnya, dengan terpaksa pria itu membatalkan janji temunya dengan seorang wanita yang dia kenal melalui sebuah aplikasi dating.


" Dasar bos! seenaknya saja, jadi gagal buat ketemu sama pujaan hati" omelnya.


Vino: [ Maaf ya mega, hari ini kita tidak bisa bertemu, aku ada urusan mendadak, aku di suruh menggantikan meeting sama bos ku] send


ting!


Mega: [ Tak masalah kak, kita bisa bertemu di lain waktu]


Vino pun bernapas lega, setidaknya dia sudah memastikan jika orang yang akan di temui nya tidak marah,


*****


" Tunggu saja devan, aku akan membuatmu untuk kembali lagi dalam pelukanku" ucap seorang wanita dengan sedikit tersenyum licik.


ya wanita itu adalah adelia, dokter muda yang menangani mala beberapa bulan yang lalu, dia adalah mantan kekasih devan yang meninggalkannya tepat di hari pernikahan.


" Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu, kamu hanya milikku" ucapnya sambil melihat foto devan yang ada di dalam ponselnya