
Hari ini devan memang sengaja ingin mengambil libur agar bisa menemani sang istri, setelah selesai menyiapkan sarapan pria itu membangunkan mala yang masih berkelana dalam mimpi, sengaja tidak devan bangunin sebab merasa kasian setelah melihat wajah lelah wanitanya.
Tadi sehabis menelfon vino, devan memang langsung keluar untuk membeli beberapa makanan juga camilan buat cadangan selama di dalam hotel.
devan kembali tidak tega buat membangunkan mala saat melihat wajah damai sang istri. pria itu pun memilih mencium kening mala lembut, namun itu malah membuat mala terbangun.
" ekhhhm, sudah jam berapa kak"
Mala menggeliat pelan sambil mengerjapkan matanya, menyesuaikan pencahayaan yang masuk dalam indra penglihatannya.
" Baru jam 8 pagi sayang"
" Hah, jam 8 pagi? kenapa mas devan tidak membangun kan ku" lirihnya sambil memanyunkan mulutnya.
" Aku tidak tega buat bangunin kamu sayang, sudah sekarang kamu mandi lalu kita sarapan, aku sudah membeli sarapan buat kita"
mala tak menjawab hanya mengangguk patuh, namun saat dia hendak beranjak dari atas ranjangnya tiba-tiba wanita itu merasa sakit di sekujur rubuhnya, terlebih lagi di bagian inti tubuhnya.
" Akhhh" ucap mala sambil meringis menahan sakit
" Kenapa sayang, masih sakit"
wanita itu hanya mengangguk, hingga akhirnya devan mengendong mala dan di bawa ke kamar mandi, merasa kasihan jika harus jalan sambil menahan perih di bagian inti tubuhnya.
" Mandilah sayang, aku keluar sebentar buat beli obat pereda nyeri untuk kamu,"
" Iya mas terimakasih"
**********
1 minggu berlalu, hari ini devan juga mala sudah pulang dari lambeng, setelah 3 jam perjalanan pasangan ini pun sudah tiba di kediaman orang tuanya, setelah merasa cukup beristirahat, mereka memutuskan untuk berkunjung ke rumah orang tua mala,
Karena memang mereka belum sempat berkunjung selama 1 bulan terahir,
ditengah perjalanan mala meminta devan untuk berhenti di sebuah swalayan buat membeli buah untuk di bawa sebagai oleh-oleh pada ayah dan ibunya.
setibanya di rumah sang bunda, di lihat dari dalam mobil keluarga itu sedang asik bersantai dan menemani baby tria anak dari nara, kakak nya mala,
" Assalamualaikum" ucap mala di ikuti devan yang mengekor di belakang
" Waalaikum salam,"
mala mencium punggung tangan sang bunda juga ayahnya,
" Bunda, ayah mala kangen sekali" ucap mala manja
" Iya sayang, ayah dan bunda juga kangen" mala bergantian memeluk ayah dan bundanya,
sifat manja mala sudah biasa keluar saat bertemu dengan orang tuanya. semenjak kepergian mama dan papanya beberapa bulan yang lalu mala jadi semakin manja setelah bertemu dengan orang tua kandungnya..
" bunda kak nara sama kak andra mana?"
Semenjak andra sering mengantar nara saat pulang sekolah, dari saat itu juga mereka sangat dekat, mala menjadi adik kecil buat andra, mala selalu bermanja-manja saat lagi bersama andra
" Kakak kamu lagi mandi nak, kalo kak andra belum pulang kerja" ucap bundanya
" em gitu ya bunda, yasudah aku mau ke kamar kak nara dulu ya ma"
mala pun pergi ke kamar sang kakak, sedangkan devan sudah berbincang-bincang ala laki-laki di teras depan yang di temani juga oleh alundra.
di dalam kamar nara pun sudah selesai mandi. tanpa mengetok mala langsung masuk dalam kamar kakaknya.
" Kakak sudah selesai mandi" ucap nara pelan. nara yang belum menyadari kedatangan mala pun sedikit kaget,
" mala, kamu ngagetin kakak"
" hehe, maaf ya kak, aku gak bermaksud seperti itu, aku kangen sama kakak" lirihnya sambil memeluk nara
" Kakak juga kangen dek, kamu kesini sendiri apa sama devan?"
" Aku sama mas devan kak, dia lagi di depan sama ayah dan bunda"
2 jam berlalu, nara juga mala sudah selesai menyiapkan makan malam, kali ini mala sama devan memutuskan untuk menginap di rumah bunda alundra,
mereka berdua juga ikut berkumpul di ruang keluarga bersama yang lain, tidak langsung makan malam, sebab masih menunggu andra yang belum pulang dari rumah sakit, biasanya pria itu pulang jam 5 sore, karena masih ada beberapa pasien hingga andra pulang jam 7 malam.
" Assalamualaikum" ucap andra yang baru masuk
" waalaikum salam," ucap nara sambil mencium punggung tangan sang suami dan mengambil alih tas kerja andra,
yang menyadari kedatangan andra, mala pun ikut berdiri dan memeluk andra seperti adik kecil yang merindukan abangnya.
" kakak, aku kangen banget sama kam andra," ucap mala sambil memeluk andra dan di balas oleh andra, sambil mengacak rambut mala,
" Ishh, kak andra kebiasaan, pasti selalu membuat rambutku berantakan," ucapnya sambil memanyunkan mulutnya
" Iya maaf ya adik kecilnya kakak," ucapnya sambil tersenyum
devan yang baru melihat itu pun merasa iri dengan perlakuan mala pada andra, kenapa sama andra gadis itu begitu manja, sedangkan pada dirinya gadis itu tidak pernah bersikap seperti itu.
nara yang menyadari perubahan wajah devan pun mendekat,
" Tidak perlu cemburu, mala sudah biasa manja sama andra, sejak dari dulu, waktu mala masih umur 8tahun, karena andra sering antar aku pulang, oleh karena itu dia sangat dekat dengan andra, andra sudah seperti kakak laki-laki buat mala."
" benarkah,"
" Iya, kamu ingat kan waktu sekolah andra sering antar aku pulang,"
devan akhirnya mengangguk paham,